Bukanlah Butiran Debu

Bukanlah Butiran Debu
Hukuman.


__ADS_3

Irene memasuki kamar hotel tempat mereka menginap. Lampu kamarnya gelap, berarti Alex sedang keluar. Irene menekan saklar dan menyalakan lampu. Dia terkejut, mendapati Alex duduk bersandar di atas kursi dengan membawa botol minuman. Wajahnya terlihat marah. Di samping kirinya sudah ada 1 botol minuman kosong tergeletak di lantai.


"Bagus kau sudah pulang,, kau bersenang-senang hari ini".


"Alex, apa yang kau lakukan??".


"Apa ini,,,, kau mabuk rupanya".


"Lebih baik, aku keluar dari sini".


"Tunggu,,,tetap di situ,,,dan jangan ke mana-mana".


"Aku masih belum selesai bicara dengan mu".


"Simpan kata-kata mu sekarang".


"Saat kau sudah sadar nanti, baru kita bicara".


"O,,,sudah berani kau sekarang rupanya??".


"Apa karena Doni si pecundang itu yang mengajari mu seharian ini??".


"Kalian bersenang-senang di belakang ku kan??".


"Apa yang kau katakan,,,lepaskan...kau mabuk Alex".


"Aku cukup sadar untuk mengetahui kalau kalian mempermainkan ku".


"Kau anggap aku ini bodoh apa??".


"Seenaknya saja kau menyakiti hati ku,,".


"Kau pikir aku ini tidak punya perasaan??".


"Alex,,,kau menyakiti ku,,jangan membuat ku takut".


"Takut,,,,jadi kau takut dengan ku???".


"Baguslah,,karena kau memang harus di beri hukuman".


"Istri seperti mu harus belajar bagaimana menghormati seorang suami".


Alex sungguh nekat. Dengan setengah mabuk, akibat alkohol yang sudah di minumnya, dia menyeret Irene dan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.


"Alex,,apa yang kau lakukan,,,jangan ....


kumohon Alex,,aku sedang hamil.sekarang".


Alex tak mendengar teriakan Irene kepadanya. Dia segera menindih tubuh Irene dan ******* habis bibir merahnya sampai berdarah. Sama seperti yang pernah dia lakukan, kali ini Alex mengulanginya lagi. Dia memaksa Irene untuk melayaninya. Tak perduli kalau istrinya itu tengah hamil muda.


Irene berusaha melawan nya. Dia menendang tubuh Alex dengan kakinya hingga terjerembab ke lantai. Irene kemudian bangkit dan berdiri menantang Alex. Tangan nya gemetar menanti tindakan Alex selanjutnya.


Alex berdiri dengan mata merah menyala. Irene lalu berlari ke kamar mandi dan mengambil air dengan gayung. Setelah itu Irene mengguyurkan air tersebut ke kepala Alex. Tentu saja Alex marah, tapi Irene sudah siap menghadapinya.


"Kau memang binatang,,, percuma aku memberi mu kesempatan kalau ternyata kau tak bisa berubah".

__ADS_1


"Apa lagi yang kau mau dari ku,,, ini,,, tubuh ku,, kesucian ku,, semua sudah berhasil kau rampas".


"Tak ada lagi yang tersisa,,, aku hanya tinggal puing-puing sekarang".


"Itu pun masih ingin kau hancurkan??".


"Di mana hati nurani mu sebenarnya??".


"Aku sedang mengandung anak mu,,, tidak kah kau punya sedikit rasa iba???".


"Kurasa tidak,,, bajingan seperti mu mana tahu cara menghormati wanita".


"Kau anggap mereka sampah yang hanya layak untuk di injak-injak".


"Kau tahu,, aku menyesal memberi mu kesempatan untuk menjadi suami ku".


"Memang benar yang Doni katakan, kau ini penjahat berhati kejam".


"Ya,,,kau dan Doni memang benar,,aku ini penjahat,,,orang gila dan sebutan jelek lain nya".


"Asal kau tahu, ini semua karena kau Irene, aku begini karena mu!!".


"Kau tahu,,aku sangat mencintai mu".


"Tapi di depan ku kau selalu membuat ku cemburu".


"Aku ini suami mu dan bukan Doni".


"Apa salah kalau aku hanya ingin di cintai".


"Hari ini juga aku salah karena telah memaksamu".


"Tapi aku frustasi setiap kali kau pergi bersama Doni,, hati ku tercabik-cabik".


"Aku sudah berusaha jadi suami yang baik,, tapi itu juga tak berhasil mengesankan mu".


"Dengan cara ini kau baru mengerti kan,,,harus dengan begini agar kau sadar kalau aku mencintai mu".


"Aku menginginkan mu, sama seperti Doni".


"Aku juga ingin perhatian mu".


"Beginilah cara ku mengekspresikan diri".


"Aku tak pandai bicara seperti yang Doni lakukan".


"Tapi aku bisa pastikan,,,kalau ada peluru di depanmu, aku lah orang pertama yang akan


berlari menyambutnya hanya agar kau tidak terluka".


"Maaf kan aku Irene,,,,maaf kalau kau memang tidak bisa mencintai ku".


"Tapi setidaknya jangan berbohong di belakang ku".


"Jangan menganggap ku sebagai orang bodoh".

__ADS_1


"Karena sulit bagiku untuk menerima hal-hal menyakitkan seperti ini".


Alex terduduk di lantai sambil menangis, sementara Irene membenahi bajunya yang sudah koyak akibat perbuatan Alex. Seluruh kamar hotel sudah tak berbentuk lagi, habis oleh amukan tangan Alex. Bahkan pergelangan tangan nya terluka.


Irene berjalan menghampiri Alex. Entah kenapa dia merasa keadaan Alex ini akibat dari perbuatan nya. Dia lalu menunduk dan memeluk tubuh suaminya itu. Alex menumpahkan tangis di dalam dekapan Irene. Lengan nya bahkan bersimbah darah.


Irene hendak berdiri mengambil kotak obat, namun Alex mencegahnya.


"Jangan,,, biarkan seperti ini,, saat ini mati pun aku rela".


"Tapi tangan mu,, ini harus segera di obati".


"Biarkan saja,, aku bahkan tak merasakan apa pun".


"Untuk kali ini kau harus menuruti ku".


"Aku tak ingin suami ku sampai terluka seperti ini".


"Apa kau bilang,,,ulangi sekali lagi Irene".


"Suami ku, kau memang suami ku kan??".


"Tunggu sebentar,,aku segera kembali".


Irene mengambil kotak obat di laci dan segera membalut tangan Alex. Setelahnya dia membawa Alex duduk di sofa. Irene segera mengganti pakaian nya dan menelpon petugas hotel untuk pindah kamar. Kekacauan di kamar ini harus segera di bereskan.


Dalam lima belas menit, keduanya sudah menempati kamar hotel yang baru. Alex berbaring di ranjang, Kepalanya pusing karena pengaruh alkohol dan banyak keluar darah.


"Alex,,,aku minta maaf, ini memang salah ku".


"Aku membohongimu demi bisa pergi bersama Doni".


"Lain kali aku janji tak akan mengulanginya lagi".


Alex sama sekali tak bereaksi. Kepalanya semakin pusing saja.Dia hanya mengangguk sambil memejamkan mata. Sampai malam hari Alex bahkan tidak bangun untuk makan malam. Alhasil Irene pun menahan diri untuk tidak makan juga.


Setelah pertengkaran mereka sore tadi, pandangan Irene kepada Alex jadi berubah. Rupanya selama ini dia menahan perasaan cemburu dan cintanya untuk Irene. Itu pula yang membuatnya kadang suka bertindak kasar kepada dirinya. Semata-mata karena di dorong oleh perasaan posesif terhadap Irene.


Tengah malam, Irene gelisah tak bisa tidur. Sesekali perutnya berbunyi, menandakan kalau dia kelaparan. Alex yang mengetahui hal itu segera memesan makanan kepada petugas hotel.


"Bangun Irene,,,kau belum makan bukan??".


"Aku tidak lapar Alex, kau saja yang makan".


"Kau memang tidak lapar, tapi anakku kelaparan sejak tadi".


"Bangun lah,,aku akan menyuapi mu".


Irene bangun dan menerima makanan yang di siapkan oleh Alex. Kelihatan sekali kalau Irene memang kelaparan. Melihat Alex yang juga belum makan, Irene menyendok makanan dan meminta Alex membuka mulut.


Irene juga menyuapi Alex makanan yg sama dengan nya.


"Kau juga harus makan,,aku tahu kau juga belum makan dari tadi siang bukan??".


Alex menatap heran pada Irene. Baru kali ini dia perhatian padanya. Apa mungkin karena dia takut pada Alex. Atau memang dia sudah berubah menjadi perhatian.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2