
Pagi hari di apartemen Irene, pertama kalinya dia turun ke dapur. Dia harus menyiapkan sarapan untuk Alex. Hari ini dia sudah mulai berangkat ke kantor. Sementara Irene sendiri, dia sudah ada janji dengan Doni untuk mengurus butik nya bersama Tamara.
Irene sudah selesai menyiapkan sarapan, dia segera membangun kan Alex. Irene tak mau dia sampai telat datang ke kantor. Irene menghampiri sofa tempatnya tidur, dengan hati-hati dia menyentuh bahu Alex.
"Alex,,,bangun....ini sudah siang,,apa kau mau telat ke kantor".
"Em.....memangnya jam berapa ini Irene??".
"Sudah setengah tujuh,,,apa kau tak mau bangun juga".
"Ya,,,aku bangun.....tapi sebentar,, lima menit lagi,, aku masih ingin tidur sebentar".
"Tidak bisa,, ayo Alex.....cepat bangun..!!!".
Mendengar Irene setengah berteriak, mau tak mau Alex membuka matanya juga. Saat itu dia langsung mencium harum aroma kopi di meja depan nya.
"Kau yang buat kopi untuk ku??".
"Iya,,aku tak tahu kebiasaan mu,, tapi ibu selalu membuatkan kopi ayah setiap pagi".
"Jadi, ku pikir.......kau seperti itu juga".
"Atau biar ku ganti dengan minuman lain,, teh mungkin??".
"Tidak Irene,,,ini saja sudah cukup,, aku berterima kasih padamu".
"Kau sudah mau menerima ku dan membuatkan kopi untuk ku".
"Minumlah,,, sarapan mu juga sudah ku siap kan,, hari ini aku ada janji dengan Doni".
"O,,ya Irene,, aku lupa,, mama ku akan datang kemari nanti".
"Katanya dia sudah rindu bertemu dengan mu".
"Apa tidak mengganggu acara mu dan Doni??".
"Atau, biar lain waktu saja mama datang ke sini".
"Tidak,, biarkan mama datang,, ini bukan hal yang penting".
"Aku tak ingin mama kecewa karena tak bisa bertemu dengan ku".
"Baiklah,, biar nanti aku hubungi mama".
"Aku mandi dulu sekarang".
Irene mulanya enggan menyiapkan pakaian Alex, tapi mengingat Irene yang tidur di kamar,
sementara Alex di sofa, dia akhirnya menyiapkan baju kerjanya. Irene mengambil dari lemari dan menata rapi di tempat tidur, baru setelah itu dia meninggalkan kamar. Sementara Alex masih ada di dalam kamar mandi.
Alex tersenyum melihat istrinya itu sudah mulai perhatian padanya. Dia menyiapkan sarapan juga baju milik Alex. Walaupun mereka masih tidur terpisah, Alex tetap bersabar menantikan Irene luluh hatinya dan mulai mencintai Alex.
Setelah siap dengan kemeja dan jas kantor, Alex keluar menuju ruang makan. Irene sudah menunggu di sana. Alex duduk di kursi yang bersebelahan dengan Irene.
"Kau mau roti atau nasi goreng?".
"Nasi goreng saja,,aku ingin mencicipi masakan mu".
"Alex, mungkin nanti aku akan ke toko sebentar,,ada beberapa laporan yang harus ku lihat nanti".
"Kalau begitu, biar sopir mama yang mengantar mu".
"Kau jangan pergi sendirian, apalagi naik angkutan umum".
"Telpon aku kalau kau sudah mau berangkat nanti".
__ADS_1
"Baiklah Alex,,terima kasih".
Setelah menyelesaikan sarapan nya, Alex segera pergi ke kantor, setelah sebelumnya berpamitan dan memuji masakan Irene.
Sembari menunggu Doni datang, Irene membuka laptop nya dan mulai mendesain baju. Dia harus segera mulai membuat produk di butik miliknya.
Tak lama, terdengar suara bel di luar. Irene mengintip dari lubang kunci. Rupanya Doni sudah datang. Dia lalu membuka pintu dan mempersilahkan Doni masuk.
"Sepertinya kau sedang santai,,,atau malah tertidur??".
"Biasanya jam segini para bumil akan mengantuk".
"Itu orang lain, bukan aku Doni".
"Aku tidak manja walaupun sedang mengandung,, ayo..masuklah".
"Itu yang ku suka dari mu,,kau aktif dan sangar rajin bekerja".
"Semenjak hamil, kau juga terlihat lebih cantik".
"Kita bekerja dulu,,rayuan nya nanti saja".
"Jadi, bagaimana acara pembukaan nanti".
"Aku sudah mengatur semuanya,,fashion show mu kali ini akan jadi show terbesar".
"Tiket terbatas mu ludes terjual,,rupanya fans mu banyak juga".
"Aku tak menyangka mereka seantusias itu".
"Malah, nama Tamara tidak begitu menjual kali ini".
"Mengingat kau sedang hamil,,kami akan menyediakan pengawal untuk mu nanti".
"Uang tiket yan masuk, semua ada di rekening butik,,nanti ku kirimkan laporan nya".
"Uangnya tak penting Doni,,tapi busana karya ku, apa sudah selesai semua??".
"Kau bisa melihatnya besok pagi,, semua nya sudah hampir 100 persen,, tinggal dua karya baju hamil mu yang kau kirim tadi pagi".
"Mungkin 3 hari selesai".
"Baguslah,,,aku senang mendengar nya".
"Ini,,minumlah....atau kau mau sarapan nasi goreng??".
"Dengan senang hati,,masakan mu selalu cocok di lidah ku".
Irene mengambilkan sarapan untuk Doni, tepat di saat ibu mertuanya datang. Buru-buru Irene membukakan pintu dan menyambut kedatangan ibu mertuanya tersebut.
"Ah....Irene,,kau makin cantik saja".
"Apa mama mengganggu mu??".
"Tidak ma,ayo masuk..Doni sedang sarapan di dalam".
"O ya,,masak apa kau hari ini??".
"Aku hanya bikin nasi goreng ma,,,apa mama mau??".
Nyonya Renata menghampiri meja makan dan menyapa Doni. Bagaimanapun, putranya itu benar dengan menyuruhnya ke apartemen.
Doni bisa saja kembali mendekati Irene dan itu akan menyakiti Alex.
"Ayo tante, silahkan...Tante harus mencicipi nasi goreng buatan Irene".
__ADS_1
"Ini nasi goreng terlezat yang pernah ada".
"Kau teruskan saja Don, Tante sudah sarapan tadi".
"Bagaimana kerja kalian,,apa sudah selesai".
"Sudah ma,,tinggal hari H saja".
"Undangan mama sedang di kirim,,tapi aku juga mengundang mama secara pribadi".
"Tentu sayang,, mama pasti datang".
Setelah menyelesaikan sarapan, Doni berpamitan pada Irene dan nyonya Renata. Dia masih harus mengurus persiapan fashion show di butik yang baru. Konsep acara masih harus di bicarakan dengan pihak event organizer.
Nyonya Renata rupanya juga ikut pulang setelah kepergian Doni. Irene sudah berpikir untuk ke tokonya sendirian dengan taxi online. Tapi rupanya Alex sengaja menjemputnya dulu sebelum ke tempat meeting.
"Kau sudah siap Irene,,atau masih ada yang ketinggalan??".
"Sudah,,tunggu sebentar...aku ambil tas dulu".
"Kenapa kau sendiri yang datang??".
"Aku tidak tenang kalau kau bersama sopir".
"Kebetulan tempat meeting ku di dekat restoran mu, jadi sekalian menjemput mu saja"
"Bagaimana rapat mu dengan Doni,,berjalan lancar??".
"Iya,,hanya..aku perlu pengawalan saat di fashion show nanti".
"Doni takut terjadi sesuatu, karena penggemar ku semua hadir di acara tersebut".
"Lagipula aku juga sedang hamil,, makanya harus ada pengawalan".
"Kalau begitu, biar aku yang cari kan pengawal untuk mu".
"Mereka semua teman-teman ku,,aku yakin mereka akan bekerja maksimal".
"Kalau perlu, aku juga akan ikut menemani mu".
"Ya,,,terserah kalian saja".
"Aku tidak menduga kalau acara ku akan se sukses ini".
"Aku kan pendatang baru di dunia model".
"Untuk ukuran pemula,,karya mu saat ini sudah mendunia".
" Aku tahu grafik mu dari internet,,kau desainer yang diperhitungkan".
"Semua kerja keras mu terbayar,,,hanya...
aku yang mengacaukan semuanya".
"Membuat mu jadi seperti ini".
"Sekali lagi aku minta maaf Irene".
"Sudahlah Alex,,lupakan kejadian itu, tak ada gunanya di sesali".
"Semua ini mungkin sudah jadi perjalanan hidup ku".
Mereka berdua keasyikan ngobrol sampai tak sadar kalau sudah sampai di toko. Alex menepikan mobilnya dan membantu Irene turun. Setelahnya dia segera berangkat ke tempat meeting.
...****************...
__ADS_1