Bukanlah Butiran Debu

Bukanlah Butiran Debu
Malam Romantis.


__ADS_3

"Ayo,, kemarilah....kau pasti capek, karena kelamaan berdiri di pesta tadi".


"Berbaring lah,, luruskan kaki mu,, biar aku pijat untuk mu".


"Tak usah Alex, kau juga capek kan,, beristirahatlah,,, aku tak enak kalau harus merepotkan mu".


"Sudah,, diam lah.....aku yakin kau akan merasa lebih baik setelah ini".


Alex menggulung kemejanya sebatas siku. Lalu dia naik ke atas tempat tidur. Alex memijat dengan lembut kedua kaki Irene, sambil sesekali menatap mesra padanya. Irene memejamkan mata nya sejenak. Terasa sangat enak sekali pijatan Alex di kaki Irene.


Alex menyibakkan gaun yang dipakai oleh Irene. Terlihat pahanya yang putih dan mulus.


Alex menelan ludahnya. Tak bisa di pungkiri, gairah nya muncul seketika melihat pemandangan erotis di depan matanya. Apalagi kali ini tangan nya bebas menjelajahi seluruh tubuh Irene yang sempurna.


Apalagi pose nya kali ini sungguh terlihat sangat cantik di mata Alex. Jangan salahkan Alex, kalau akhirnya dia mendekat ke wajah Irene dan membelai rambutnya. Kemudian Alex menyentuh pipinya dan mencium lembut bibir Irene yang sedari tadi terlihat begitu menggoda.


Irene membuka matanya, kaget dengan ciuman yang tiba-tiba mendarat di bibirnya.


Alex kemudian melepaskan bibir Irene dan memandanginya dengan penuh tatapan mendamba.


"Kecantikan mu begitu mempesona, aku tak kuasa untuk menahan nya".


"Maafkan aku Irene, kalau kau keberatan, sebaiknya aku ke belakang sebentar".


"Alex, aku sudah memutuskan untuk memulai hidup baru dengan mu kan?".


"Sebagai istri mu, ini memang kewajiban ku,, kenapa aku harus keberatan, di sentuh oleh suami ku sendiri".


"Jadi,,,kau mengijinkan ku untuk memiliki mu??".


"Apakah aku boleh, menjadi suami mu seutuhnya".


Irene mengangguk sambil malu-malu. Dia tahu pasti apa konsekuensi dari jawaban nya ini. Dia akan menjadi istri Alex seutuhnya. Tentu saja bukan karena paksaan atau karena secarik kertas. Tapi karena Irene sudah membuka hatinya untuk menerima Alex seutuhnya.


Alex terlihat gugup dan canggung. Begitu pun dengan Irene.Keduanya terlihat salah tingkah. Terakhir kali, Alex melakukan nya dengan kasar dan dalam pengaruh minuman keras.


Tapi dia sekarang sadar sepenuhnya. Dia terlihat bingung harus memulai dari mana.


"Alex,, sebaiknya aku ambil minum dulu,, aku haus sekali".


"O,,ya....aku juga harus ganti baju".

__ADS_1


"Apa kau mau ku buatkan teh atau kopi??".


"Kopi saja Irene, kalau kau tidak keberatan".


"Ok,, tunggu sebentar, aku segera kembali".


Irene mengganti gaun pestanya dengan baju tidur yang seksi, sementara Alex sedang masuk ke kamar mandi. Dia kemudian pergi ke dapur untuk membuat kopi. Irene berdiri di depan meja dapur dan mulai menyeduh kopi untuk Alex.


Baru saja keluar dari kamar nya, Alex mendapati pemandangan yang sangat indah di depan matanya. Istrinya terlihat begitu seksi mengenakan lingerie berwarna merah menyala.


Pelan-pelan Alex mendekati istrinya. Dia melingkarkan tangan nya di perut Irene. Sementara kepalanya bersandar di bahu Irene. Aroma wangi tercium dari rambut Irene.


Alex sangat menyukainya. Berkali-kali dia mencium rambut istrinya, sambil mengusap pelan perut Irene yang sudah tampak besar.


"Kau seksi sekali malam ini,, aku tak sabar untuk segera memiliki mu".


"Jangan menggodaku Alex, bukan kah aku terlihat gendut sekarang".


"Siapa bilang,, kau seksi dan menggairahkan".


" Ini kopi mu, aku sudah selesai".


"Kopi ini bisa menunggu, tapi tidak dengan ku".


"Apa kau sudah siap sayang??".


"Malam ini akan menjadi malam yang tak terlupakan bagi kita berdua".


Gerakan tangan Alex masih aktif menyentuh titik sensitif dari Irene. Sambil sesekali dia membisik kan kata-kata cinta di telinga nya.


Irene sudah di buat melayang oleh kepandaian Alex dalam merayu seorang wanita. Bibirnya menjelajah setiap jengkal tubuh mulus Irene.


Keduanya sudah melupakan segalanya. Mata Irene bahkan sudah berkabut tertutup oleh gairah yang di ciptakan oleh Alex. Malam yang dingin menjadi saksi ketika Alex menggendong Irene ke kamar dengan hati-hati. Dia merebahkan tubuh istrinya, kemudian langsung mencumbuinya.


Sesaat Irene teringat dengan trauma nya, namun kelembutan perlakuan Alex padanya membuat Irene melupakan segalanya. Alex sungguh berbeda, kali ini dia memperlakukan Irene dengan sangat lembut. Mungkin karena Alex tak ingin kehamilan Irene terganggu dengan aktivitas nya.


Alex mencium bibir Irene dan memainkan lidah nya dengan lihai. Tak ada lagi kekerasan ataupun paksaan. Irene menyerah kan dirinya sepenuhnya di bawah kendali Alex. Suara ******* Irene terdengar merdu di telinga Alex, sehingga menambah semangat nya untuk memanjakan Irene lagi dan lagi.


Tubuh Alex rebah di sisi Irene setelah mencapai kepuasan nya. Keduanya berbaring dengan jemari saling bertaut. Alex mengelus perut buncit Irene dan menciumnya. Dia tersenyum kepada istri kecilnya itu.


"Terima kasih sayang,,,aku bahagia sekali malam ini".

__ADS_1


"Kau sudah mengijinkan ku memiliki mu seutuhnya".


"Aku janji sayang,, aku tak akan pernah mengecewakan mu".


"Irene Wijaya,,,aku mencintai mu,, sangat..


sangat.....mencintai mu".


"Alex,,,pelan kan suara mu, nanti penghuni lain mendengar mu".


"Biar saja Irene,, biar mereka tahu sebesar apa rasa cinta ku padamu".


"Tapi ini sudah malam,,lagi pula suara mu sampai ke telinga anak kita".


"O,,ya...kalau begitu bagus,,,anak-anak kita pasti mengerti kalau papa mereka sedang bahagia".


"Kemarilah,, aku ingin sekali memeluk mu".


"Aku ingin selamanya selalu seperti ini".


"Berjanjilah padaku untuk selalu setia mendampingi ku".


"Jangan pernah lagi berikan perhatian dan cinta mu untuk orang lain".


"Tidak juga Doni dan lelaki lain di luar sana".


"Alex,,,hentikan....cemburu mu sangat tidak beralasan.


"Irene,,aku ini orang nya posesif kalau sudah jatuh cinta, jadi kau harus hati-hati".


"Hmmm...kau dengar ucapan papa mu nak,, dia mengancam mama".


"Bukan begitu Irene,,kau curang mengadu pada anak kita".


Irene tersenyum senang karena bisa menggoda Alex. Namun Alex tak mau kalah, dia langsung membaringkan tubuh Irene dan mulai menciumi nya dengan ganas. Irene bahkan sampai kehabisan nafas akibat ulah Alex. Keduanya kembali terbakar gairah.


Saat melakukan percintaan sekali lagi, Alex sudah lebih liar kali ini. Dia menghujani Irene dengan ciuman berkali-kali. Irene tidak sanggup lagi merasakan kenikmatan yang di ciptakan Alex. Dirinya pasrah menerima luapan asmara dari Alex. Sesekali hanya terdengar suara ******* Irene yang meluncur dari bibirnya. Sepanjang malam keduanya menikmati hangatnya asmara seperti pengantin baru.


Irene terbangun di pagi hari. Di sampingnya Alex masih terlelap. Suaminya kelihatan sangat manis jika sedang tertidur. Entah jam berapa keduanya baru bisa tertidur semalam. Alex seakan tidak ada puasnya. Alex meminta lagi dan lagi. Hampir pagi ketika, Alex dan Irene akhirnya tertidur karena kelelahan.


Irene memperhatikan wajah Alex sebelum dia bangun. Suaminya ini selain pintar menyenangkan hati wanita, rupanya tampan juga. Irene beranikan diri untuk mencium pipinya, dan menyentuh rambutnya. Dia hendak beranjak bangun ketika sebuah tangan menariknya ke dalam pelukan nya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2