Bukanlah Butiran Debu

Bukanlah Butiran Debu
Kejutan Indah.


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, rumah Alex dan Irene sudah kedatangan Roger dan Doni. Niat Roger ingin meminta maaf dan mengembalikan uang perusahaan yang di ambil oleh Roger. Irene dan Alex masih belum mandi, tapi Roger harus segera mengejar pesawat nya ke LA.


Mereka melepas Roger dengan perasaan lega. Akhirnya kesalahpahaman keduanya berhasil di atasi. Bahkan uang perusahaan di kembalikan dengan utuh. Setelah itu, buru-buru Doni mengantar Roger ke bandara.


"Hmm.....hari ini aku pasti terlambat".


"Bisa kacau kalau seperti ini, Bagas pasti akan mengadukan aku pada ayahnya".


"Kalau begitu, sana......cepat siap-siap".


"Bagaimana kalau kau bilang pada Bagas kalau aku sakit".


"Kita bisa pergi berdua dan menyewa hotel untuk menghabiskan waktu bersama".


"Kau suka dengan ide ku,, kita sudah lama tak quality time bukan??".


"Aku akan mencobanya, tapi kalau Bagas menolak, kau harus tetap berangkat".


Irene menelpon ponsel Bagas. Dia masih menyelesaikan sarapan nya. Dia tersenyum saat melihat wajah Irene di layar ponsel nya.


"Kau begitu merindukan ku rupanya, hingga sepagi ini kau sudah menelpon ku".


"Maaf pak Bagas, saya cuma ingin bilang kalau suami saya tidak bisa masuk hari ini".


"Dia kurang enak badan, jadi dia minta pak Bagas menggantikan nya hari ini".


"Memang sakit apa Alex??".


"Hanya masuk angin biasa, tapi badannya masih lemas dan pusing".


"Anda bisa menggantikan suami saya kan pak??".


"Hmm....lalu, imbalan apa yang akan ku dapat dari mu".


"Oh....itu,, saya akan mentraktir anda makan siang besok".


"Cukup adil bukan??".


"Baiklah...aku terima tawaran mu".


"Anggap saja suami mu bebas tugas hari ini".


"Aku yang akan menggantikan nya".


Irene tertawa senang. Rencana keduanya berhasil. Mereka segera naik ke lantai atas untuk bersiap-siap.


"Kamu yakin mas, kita bakal jalan-jalan?".


"Gimana kalau nanti ada yang lihat??".

__ADS_1


"Udah....kamu tenang aja".


"Lagian, aku kan CEO di kantor itu, wajar dong kalau aku bersantai sedikit".


Alex dan Irene sudah berada di dalam mobilnya. Hari ini suaminya sudah menyiapkan kejutan besar untuk dirinya.


Tanpa sepengetahuan Irene, Alex sudah membangun butik mewah di tengah kota.


Selama ini Alex melihat Irene sering bosan di rumah. Jadi, mungkin dengan adanya butik yang baru, dia jadi bisa menyalurkan hobinya kembali. Semuanya sudah di siapkan oleh Alex, hanya tinggal menunggu di resmikan sendiri oleh Irene.


Mobil mereka berhenti di sebuah pusat perbelanjaan di tengah kota. Alex menarik tangan Irene dan menggenggam nya erat.


Mereka masuk ke mall dan berkeliling di dalam nya. Sampai mereka berdua tiba di butik baru yang masih belum di buka.


Alex berhenti dan mengajak Irene masuk ke dalam butik.


"Ayo,, kau lihat- lihat saja dulu, kalau kau suka ambil saja".


"Aku yang akan membayar nya nanti".


"Ini belum di buka kan,, apa boleh masuk??".


"Tentu saja boleh!!!".


"Ayo kita masuk sekarang".


Irene melangkah ke dalam butik, di ikuti Alex yang berada di belakangnya. Saat pintu terbuka, pegawai butik menyambut kedatangan Irene dan menyerahkan karangan bunga padanya. Mereka berjajar rapi dan memberi penyambutan yang hangat kepada Irene.


"Aku masih tidak mengerti".


"Ini kejutan untuk mu sayang,,, !!!".


"Ku harap kau menyukainya,, tidak mirip dengan butik lama mu, tapi aku yakin kau bisa kembali mewujudkan mimpi mu di tempat ini".


Mata Irene berkaca-kaca mendengar kata-kata dari Alex. Tak terasa butiran hangat membasahi pipi merah nya. Kejutan yang di berikan suaminya sungguh membuat Irene terharu. Dalam sekejap lidah nya menjadi kelu. Irene langsung memeluk tubuh suami yang dulu sangat di benci nya itu.


"Kendalikan diri mu Irene,, semua pegawai di tempat ini masih jomblo".


"Mereka mana mengerti adegan seperti ini".


Irene seperti tersadar saat mendengar bisikan Alex di telinga nya. Buru-buru dia melepas pelukan nya kepada Alex. Sementara pegawainya masih memandangi tingkah kedua boss nya dengan menahan senyum.


"Ayo...kemari lah,,,aku perkenalkan kau kepada pegawai mu".


Alex menarik tangan istrinya dan menghampiri pegawai butik yang masih berjejer rapi di tempatnya. Satu-persatu Irene menghampiri mereka dan memperkenalkan dirinya. Sikap ramah Irene membuat pegawai yang semuanya perempuan itu, tersenyum lega. Setelah acara perkenalan, mereka kembali melanjutkan pekerjaan di ruangan masing-masing.


Alex menggenggam tangan Irene, memasuki ruang kerja yang sudah di persiapkan untuknya. Ruangan nyaman, dengan nuansa merah muda, warna kesukaan Irene.


"Mulai hari ini, kau akan berkantor di sini".

__ADS_1


"Katakan saja kalau masih ada yang kurang menurut mu".


"Aku akan langsung menyuruh mereka memperbaiki nya".


Bukan nya menjawab pertanyaan Alex, Irene langsung saja memeluk tubuh suaminya dari belakang. Dia menyandarkan kepala nya di punggung kekar suaminya.


"Semua ini sudah cukup bagi ku Alex".


"Aku tak ingin kan yang lain lagi, selagi kau ada bersama ku setiap saat".


"Aku mencintai mu Alex,, sungguh sangat mencintai mu".


Alex meraih tangan Irene yang melingkar di perutnya. Dia kemudian berbalik dan menatap wajah istri nya. Dirinya seperti tak percaya mendengar pernyataan cinta dari mulut Irene.


"Katakan lagi Irene,,,katakan kalau kau mencintai ku".


"Sepertinya aku salah dengar tadi".


"Kau tidak salah dengar,, aku memang mencintai mu Alex".


"Aku sangat....sangat ...mencintai mu, suami ku!!!".


Irene berteriak dengan kencang. Dia tak perduli kalau pegawai nya di luar mendengar nya. Dia ingin mengungkapkan perasaan hatinya pada laki-laki yang sedang berdiri di hadapan nya.


Tanpa berpikir panjang lagi, Alex membungkam teriakan Irene dengan bibirnya.


Keduanya menikmati ciuman layaknya sepasang remaja yang tengah jatuh cinta.


Ini lah yang selama ini di inginkan oleh Alex. Irene menerima cinta nya dengan sepenuh hati. Buah kesabaran nya selama ini, Irene akhirnya bertekuk lutut kepadanya.


Ruangan kantor itu menjadi saksi menyatunya dua hari yang telah melebur jadi satu. Kali ini Irene tak lagi merasa canggung atau pun sungkan. Dia melayani keinginan suami nya dengan sukarela. Di dalam ruang kerja Irene, keduanya bercinta dengan gairah yang menggelora.


Untung saja Alex sudah menyiapkan satu kamar khusus di ruangan Irene. Tadinya hanya untuk tempat istirahat kalau Irene membawa anaknya. Tak di sangka kalau kamar itu bisa di pakai darurat untuk kegiatan intim pasangan suami istri tersebut.


Sudah tiga jam, dan Irene masih terbaring di dada bidang suaminya. Di lihatnya mata Alex masih terpejam, tapi tangan nya menggenggam erat jemari Irene. Dia mencoba beranjak dari ranjang dan melepaskan tangan Alex.


"Tetap di sini, aku tak ingin momen ini segera berakhir".


"Ini di kantor sayang,, tak enak dengan pegawai yang ada di luar".


"Ayo cepat bangun,, kita harus segera pulang".


"Ku mohon Irene,, aku ingin menghabiskan cuti ku hari ini, berdua saja dengan mu".


"Anggap saja kita sedang berbulan madu".


"Karena dulu kita tak sempat melakukan hal seperti ini bukan??".


Irene menuruti permintaan suaminya dan kembali berbaring di dadanya. Biarlah kali ini suaminya melakukan apa pun terhadap dirinya. Irene tidak akan lagi menolak Alex. Kali ini hatinya sudah benar-benar menjadi milik Alex sepenuhnya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2