Bukanlah Butiran Debu

Bukanlah Butiran Debu
Membuka Diri.


__ADS_3

Meeting siang ini sudah selesai. Doni masih berbincang dengan Nisa di dalam butik.Di sela-sela obrolan mereka, sesekali Doni menatap wajah Irene yang kelihatan jauh lebih cantik di kehamilan nya yang sudah memasuki usia 5 bulan. Pasti sangat beruntung, jika bisa mendampinginya. Namun, nyatanya Alex lah yang sekarang berada di sampingnya, bukan Doni.


"Apa aku pulang sendiri saja,, mungkin Alex


masih sibuk bekerja".


"Jangan Irene,, aku saja yang mengantar mu".


"Urusan di sini sudah selesai bukan,, ayo...kau masih harus istirahat untuk acara nanti malam".


Doni memegang lengan Irene dan membawanya menuju ke tempat parkir. Pada saat bersamaan, mobil Alex tiba di depan butik. Dia melihat Doni sudah menggandeng mesra lengan istri nya. Buru-buru dia turun dari mobil dan menghampiri Irene.


"Maaf Irene,, aku terjebak macet,,apa kau sudah lama menunggu??".


"Untuk ibu hamil seperti Irene, tentu saja dia sudah kecapekan menunggu mu Alex".


"Seharusnya kau paham, sebagai seorang suami siaga".


"Tentu aku paham Don,,,tak perlu kau ajari aku".


"Andai saja aku bisa terbang,, Irene tak perlu menunggu seperti ini".


"Sudah-sudah, jangan seperti anak kecil, berdebat di pinggir jalan".


"Ayo Alex,,kita pulang sekarang".


"Terimakasih banyak Doni,,,nanti kita bicara lagi".


"Ya,,,jaga kesehatan mu,,jangan terlalu capek".


"Iya,,,aku mengerti".


Irene kemudian masuk ke mobil Alex dan segera kembali ke apartemen. Di perjalanan,Alex bertanya tentang Doni.


"Dia masih memikirkan mu sampai saat ini".


"Apa dia tahu kau mengandung bayi kembar".


"Iya,,aku yang memberitahunya, memangnya kenapa??".


"Tidak,,,kalau dia sudah tahu, maka dia akan berhenti berharap pada mu bukan??".


"Atau kalian masih ingin bersama, saat anak kita lahir nanti??".


"Aku sudah tak berpikir ke arah sana Alex".


"Aku ingin hidup damai sekarang".


"Mungkin Tuhan sudah memberi garis hidup yang seperti ini padaku".


"Dia anak kembar,,, mana mungkin aku menelantarkan mereka".


"Jadi,, kita akan tetap bersama,, kau tidak akan mengajukan cerai kan Irene??".


"Oh,,,,aku bersyukur sekali mendengar ini".


"Alex,,, mari kita beri kesempatan pada diri kita masing-masing".


"Apa kita layak menjadi orang tua untuk anak-anak kita nanti??".

__ADS_1


"Mari kita perbaiki semuanya dari awal".


"Lupakan hal yang buruk yang terjadi di awal hubungan kita".


"Aku akan mencoba memaafkan diri mu".


"Aku tidak bisa janji kalau aku akan langsung jatuh cinta padamu".


"Lagi pula, sikap mu selama ini perlahan-lahan mengikis trauma ku".


"Jadi,, mari kita lihat, seberapa kuat kita bisa bertahan mengarungi bahtera rumah tangga ini".


"Aku memaafkan mu,,, aku sungguh tulus menerima mu,, mulai saat ini kau bukan hanya ayah dari anak-anak ku, mulai hari ini kau resmi jadi suami ku, lahir dan batin".


Mendengar kata-kata Irene, Alex langsung menginjak rem dan menghentikan mobilnya.


Tak dapat di lukis kan kebahagiaan nya. Saat ini, Irene sudah menerima dirinya, utuh tanpa syarat. Wanita yang selama ini di sakiti, sudah


memaafkan perbuatan nya.


"Kau serius kan Irene,,,kau tidak sedang bercanda kan??".


"Oh...Tuhan, mimpi apa aku semalam,,,mendapatkan bidadari secantik ini".


"Aku janji padamu,aku tak akan mengecewakan mu lagi".


"Mulai sekarang dan selamanya, aku akan menjadi suami mu yang sempurna".


"Aku,,,sungguh-sungguh mencintai mu Irene".


"Ku pastikan, kau tidak akan mengeluh tentang keburukan ku lagi, baik di masa lalu ataupun masa depan nanti".


Alex menggenggam tangan Irene dan mencium nya. Irene hanya bisa memejamkan mata, membiarkan Alex berinteraksi dengan nya, sampai suara klakson mobil di belakang mengejutkan keduanya.


Rupanya dengan berhenti mendadak di tengah jalan, membuat jalanan menjadi macet. Mereka berdua kena semprot pengguna jalan yang lain. Buru-buru Alex minta maaf dan melajukan mobilnya kembali, dengan senyum menghiasi bibirnya.


Sesampainya di apartemen, keduanya segera naik ke kamarnya. Kali ini, Alex tak canggung lagi. Dia merangkul bahu istrinya dan membawanya sampai ke kamar.


"Oh, ya Irene,, aku punya sesuatu untuk mu".


"Lihatlah,, kau pasti menyukainya".


"Apa ini,,, sabuk kehamilan,,, kau sudah membelinya??".


"Iya,, aku sudah memilih yang terbaik, kuharap kau nyaman memakainya".


"Aku kasihan melihat mu kesulitan berjalan".


"Si kembar kita ini, rupanya tumbuh besar dengan cepat".


"Iya,, kau benar Alex,,terima kasih banyak".


"Masih ada waktu untuk mu beristirahat,,sebelum acara nanti malam".


"Aku harus kembali ke kantor, kau baik-baik di rumah ya??".


"Iya,,, hati-hati di jalan Alex".


Alex melangkah keluar meninggalkan Irene di atas ranjang. Dia berbalik saat Irene kembali memanggilnya.

__ADS_1


"Tunggu Alex, apa kau melupakan sesuatu??".


"Kurasa tidak ada,, semua sudah ku bawa,,


apalagi yang kurang?".


"Kau belum mencium anak-anak papa!!".


"Apakah boleh Irene,,,,aku boleh mencium mereka".


"Tentu saja, kenapa tidak??".


Mata Alex berkaca-kaca. Kebahagiaan nya bertambah lagi karena Irene sudah mengijinkan Alex menyentuh nya. Dia berjongkok di depan perut Irene dan mencium nya dengan lembut. Entah kenapa air matanya menetes. Alex mengusapnya sambil berpamitan kepada bayi mereka.


Setelahnya Alex berdiri dan hendak pergi, namun tangan Irene menahan jemarinya.


"Dan ibunya,,kau tak ingin berpamitan padaku".


" Setidaknya mencium keningku seperti yang di lakukan pasangan di luar sana".


Lagi-lagi Alex di buat terpana dengan permintaan Irene. Dia memegang pipi istrinya dan mencium keningnya dengan lembut. Tak sampai di situ saja, bibir Alex lalu berpindah turun dan mencium lembut bibir Irene".


Irene membiarkan semuanya terjadi. Bahkan mereka sempat terbawa suasana dengan saling memegang telapak tangan masing-masing. Alex melepaskan ciuman lembutnya, dan Irene mengambil telapak tangan Alex untuk kemudian di kecup nya lembut.


"Tunggu aku sebentar,,,aku akan pulang cepat nanti".


"Jangan berangkat sendiri ke pesta nanti".


"Kalau bisa, aku ingin sekali tinggal dan tak kembali ke kantor".


"Tapi,,aku ada meeting penting".


"Pergilah papa,,,kami menunggu mu pulang".


Irene mengantar Alex sampai ke depan pintu. Setelah punggungnya menghilang di lift, dia baru masuk kembali ke apartemen.


Perasaan Alex sendiri rasanya mau meledak. Kejutan yang diterimanya kali ini sungguh bertubi-tubi. Ingin rasanya Alex berteriak dan mengatakan cintanya pada Irene. Biar saja satu dunia tahu kalau dirinya sedang jatuh cinta. Tapi Alex hanya bisa menahan perasaan nya.Dan hal itu terbawa sampai ke kantor.


Karyawan kantor terkejut melihat perubahan sikap Alex. Dia memasuki ruangan nya sambil tersenyum. Sekertaris nya pun heran dengan perubahan sikap boss nya ini.


"Pak Alex baik-baik saja kan??".


"Ku lihat wajah anda gembira sekali sejak masuk ruangan tadi".


"Iya Ratna, kali ini aku sedang senang,, ini...bagikan bonus ini untuk karyawan kita".


"Nanti malam, istri ku launching butiknya yang baru,, kalian gunakan ini untuk belanja di tempatnya".


"Bagikan masing-masing sama rata pada mereka,, dan ingat pesan ku untuk berbelanja baju koleksi istri ku".


"Baik pak,, akan saya sampaikan".


"Terimakasih,, bapak baik sekali,, sering-sering saja Bu Irene buka cabang butik".


"Supaya bapak bisa traktir kami seperti ini,, saya permisi dulu pak,, terimakasih bonusnya".


Sekertaris Alex berteriak kegirangan. Dia lalu memberikan bonus kepada teman-teman nya.


Mereka senang, karena sikap Alex banyak berubah semenjak menikah dengan Irene.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2