Bukanlah Butiran Debu

Bukanlah Butiran Debu
Siasat Alex.


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Irene sudah meninggalkan rumah. Sedianya dia mau mampir dulu memilih stok frozen food yang akan di kirim ke tokonya.


Akhir-akhir ini toko nya lumayan rame, Irene jadi ikut terjun melayani orderan sendiri.Irene masih bekerja sama dengan mbak Yuni sebagai pemasok frozen food nya. Irene lebih suka bekerja sama dengan nya, karena dia bebas mengorder dagangan dan mbak Yuni dengan telaten memilah-milah untuk toko Irene.


"Tumben pagi sekali, dan kau sendiri yang datang??".


"Iya mbak, keburu habis stok di toko".


"Setelah ini langsung di kirim bisa kan??".


"Beres,,, apa sih yang enggak buat kamu".


"Mbak Yuni memang the best..!!".


Irene memberikan daftar stok untuk toko. Kemudian memberi sejumlah uang sebagai pembayaran.


"Sisanya aku transfer ya mbak?".


"Iya,,, kayak sama siapa aja,, santai saja kamu".


"O, ya..Laura sudah sembuh, atau masih di rumah sakit".


"Sudah pulang mbak, tapi harus pemulihan minimal 3 bulan".


"Syukurlah.....itu namanya sudah ada kemajuan".


"Iya mbak, pelan-pelan".


Irene pamit berangkat ke kantor setelah menyelesaikan urusan nya dengan mbak Yuni. Dia sedang menunggu angkot di pinggir jalan, ketika Doni lewat dan melihatnya. Doni


berhenti dan menawarkan tumpangan untuk Irene.


"Ayo naiklah,,, aku kasihan kalau harus melihatmu sendirian seperti itu".


"Terimakasih, memang ini yang aku tunggu".


"Tahu begitu, aku langsung jemput saja ke rumah mu".


"Bercanda,, aku habis dari mbak Yuni, stok frozen food ku habis, aku sendiri yang harus


order karena pegawai ku sibuk".


"Sepagi ini,,,dan kau sudah rapi, cantik pula".


"Jangan merayu ku".


"Ini kenyataan Irene,,,andai saja aku punya istri seperti diri mu".


"Sudah.....perhatikan jalan mu, nanti nabrak lagi....".


Irene tersenyum.Kata-kata dari Doni berbanding terbalik dengan Alex. Doni tak segan memuji Irene, sedang Alex hanya terus merendahkan saja.


"Hmmm...sudah sampai,,, padahal aku masih ingin berlama-lama dengan mu".


"Nanti dilanjut lagi,, sekarang aku harus kerja,,


terima kasih tumpangan nya".


"Ok,, selamat bekerja Irene cantik".


Irene tertawa mendengar gombalan dari Doni. Dia kemudian masuk ke butik nyonya Renata.

__ADS_1


Irene kemudian menaruh tas dan mulai membersihkan ruangan. Tak berapa lama, nyonya Renata datang bersama Alex. Mereka berdua masuk ke dalam butik.


"Irene,, Alex ingin bicara denganmu".


"Tentang apa tante??".


"Itu....Alex bicaralah,,, mama tinggal ke belakang sebentar".


"Aku ingin minta maaf padamu".


"Tak perlu, aku sudah melupakan nya".


"Lagi pula pak Alex tidak mempunyai salah sama sekali, jadi tolong jangan buat saya malu dengan meminta maaf pada saya".


"Jadi, kau tak mau memaafkan aku?".


"Kalau kau saja tak bersalah, lalu buat apa aku memaafkan mu".


"Baiklah,,,,aku ingin kau kembali ke perusahaan".


"Maaf pak, tapi saya sudah nyaman bekerja dengan nyonya Renata".


"Anda tak perlu lagi repot-repot mengurusi saya, terima kasih...saya permisi".


Irene kemudian pergi meninggalkan Alex. Sementara Alex,, dia menahan marah dengan kelakuan Irene pada nya.


"Sabar Alex,, ini baru awalnya saja,,, kau ingin balas dendam kan, jadi tahan emosi mu".


Alex pergi setelah berpamitan dengan mama nya. Dia lalu menghampiri Irene di depan mesin jahit nya.


"Alex sudah minta maaf padamu kan??".


"Sayang,, coba kau pertimbangkan kembali, Alex sudah berjanji pada tante, dia akan berubah".


"Berarti dia minta maaf karena tante??".


"Bukan,,, bukan begitu, dia kemarin melihatmu


bersama Doni".


"Mungkin dia jadi sadar kalau ternyata kau tidak seperti yang dipikirkan nya".


"Jadi begitu tante,,, ok...kita lihat saja seberapa jauh dia berubah".


"Setidaknya, beri Alex kesempatan".


"Kita lihat saja nanti tante".


Irene melanjutkan pekerjaan nya. Dia sedang mengerjakan busana pesta dari seorang artis terkenal. Tante Renata mempercayakan semuanya kepada Irene. Dan kesempatan sebesar ini tak akan di sia-sia kan oleh Irene.


"Sayang, detail desain gaun pesta itu, coba kau kirimkan ke tante".


"Biar Tamara mengkonfirmasi terlebih dahulu, tapi kalau pun tidak, kita nanti akan menjual gaunnya".


"Desain mu sungguh cantik, tante pribadi sangat menyukai nya"


Irene mengambil hp nya. Dia mengirimkan foto desain gaun pesta untuk Tamara. Irene membuat desain gaun berwarna bintang di taburi dengan kristal dan sedikit taburan permata. Terlihat elegan dan mahal.


"Sempurna sayang,,,Tamara menyukai nya, dia berani membayar mahal untuk gaun rancangan mu".


"Syukurlah Tante, aku senang mendengar nya".

__ADS_1


"Baru kali ini Tamara meminta gaun malam dan langsung di setujui".


"Dia rela membayar mahal untuk karyamu ini".


"Kau sangat berbakat Irene".


Irene senang, gaun pertamanya di sukai oleh pemesan. Dia harus bekerja keras kali ini. Jangan sampai konsumen kecewa. Gaun itu, Irene sendiri yang mengerjakan semua nya.


Saking serius nya, waktu istirahat pun, Irene tidak keluar untuk makan. Dia ada orderan yang belum di kirim ke mbak Yuni.Dia lalu


me list ulang orderan dan di kirim ke ponsel


mbak Yuni.


"Ini, makan lah..aku lihat kau sibuk, dan tak sempat keluar".


Irene sangat terkejut dengan kehadiran Alex yang tiba-tiba membawakan makan siang untuk nya.


"Saya masih belum lapar pak, anda bawa saja makanan ini".


"Aku kan sudah minta maaf pada mu, apa seburuk itu kelakuan ku terhadap mu??".


"Lagipula, aku sudah berbaik hati membawa makanan untuk mu, seharusnya kau senang,bukan malah kelewatan seperti ini".


"Kelewatan,,,bukankah saya tidak memaksa Anda untuk melakukan ini".


"Anda sendiri kan yang berinisiatif".


"Jadi silahkan bawa pergi makanan anda ini".


"Dan silahkan keluar dari sini, saya sedang banyak kerjaan, jadi tolong jangan ganggu saya".


Alex keluar dan meninggal kan makanan di atas meja Irene. Kalau tidak ingat dengan rencananya, mungkin Alex sudah marah besar pada nya.


Irene duduk dan menarik napas panjang. Waktunya terbuang percuma dengan meladeni anak manja nyonya Renata.Dia kemudian meneruskan pekerjaan nya.


Alex masih memperhatikan dari kejauhan. Dia melihat Irene bersemangat menjawab telepon dari seseorang. Alex makin emosi. Dia yakin pasti Doni yang sedang menelpon Irene tersebut.


"Aku sedang menunda jam makan siang ku,


ada proyek besar yang harus segera ku selesaikan".


"Tidak harus lupa makan juga kan??".


"Atau aku perlu mengirim mu makanan ke sana??".


"Tidak usah Doni, aku akan makan nanti".


"Sekarang tutup telponnya, atau aku tidak akan makan siang".


"Ok,, tunggu aku...nanti sore ku jemput".


Irene selalu terhibur setiap kali berbicara dengan Doni. Pembawaan nya yang santai dan enak diajak ngobrol, membuat Irene nyaman bersama dengan nya.


Doni juga sangat perhatian. Dia tipe sahabat yang sangat menyenangkan. lain dengan anak manja yang sok berkuasa. Lihat saja, seberapa besar kesabaran yang dimiliki nya kali ini.


Irene sudah selesai mengirim orderan, tapi jam sudah menunjukan pukul 1 siang. Alhasil Irene hanya bisa menahan lapar, karena jam istirahat sudah usai. Dia langsung mengerjakan gaun malam nya kembali.


Dia berharap agar proyek ini selesai dengan memuaskan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2