
Alex segera menyelesaikan meeting nya dengan klien. Dia hanya menandatangani kesepakatan, lalu menyerahkan pimpinan rapat pada asisten nya. Alex keluar dari ruang meeting dan bergegas pulang menuju apartemen.
Kebahagiaan nya membuncah. Dia tak sabar untuk segera bertemu dengan Irene. Buah kesabaran nya selama ini, akhirnya Irene bersedia menerimanya. Tak terlukiskan bagaimana perasaan Alex. Dia memendam cinta selama ini kepada Irene. Bahkan Alex sampai nekat memperkosa Irene waktu itu.
Namun, seiring berjalan nya waktu, Irene luluh juga. Dia bisa menerima ketulusan Alex dan memaafkan nya. Apalagi, mereka berdua akan segera memperoleh momongan. Tentu saja Irene sudah memikirkan masak-masak untuk memulai hidup baru dengan Alex.
Alex melajukan mobilnya dengan cepat. Dia berharap segera sampai di apartemen. Begitu tiba di parkiran, Alex berlari menuju kamarnya
dengan hati riang. Tidak lupa tadi, dia mampir untuk membeli makan siang. Istrinya itu tentu belum makan saat ini.
Pelan-pelan, Alex membuka kunci kamarnya.
Dia mencari Irene ke sekeliling ruangan, tapi istrinya tak di temukan.Alex melihat di atas sofa, tidak lagi tampak bantal dan selimut yang di gunakan nya untuk tidur setiap malam. Alex menduga, mungkin Irene sengaja membersihkan nya. Dia lalu membuka pintu kamar tidurnya.
Alex sekilas melihat bantal dan selimut miliknya sudah tertata rapi.di atas kasur. Di sebelahnya Irene berbaring miring menghadap jendela. Istrinya itu kelihatan sangat cantik saat sedang terlelap. Alex mendekatinya, dan kemudian mencium kening Irene mesra. Dia sungguh tak tahan untuk melakukan nya.
Alex menatap wajah Irene. Dia menyingkirkan rambut poni yang jatuh menutupi dahinya. Alex nampak tersenyum melihat bidadari di hadapan matanya. Irene menggeliat bangun. Dia mengerjakan mata bulatnya, dan terkejut menyadari suaminya sedang memandanginya. Irene langsung bangun dan mengucek kedua matanya pelan.
"Kau sudah pulang,,,sejak kapan kau masuk??".
"Belum lama,,, aku merindukan mu, makanya aku pulang lebih cepat".
"Kau bilang ada meeting penting,, jadi aku tidur sebentar".
"Tak apa Irene, kau berbaring saja, maaf kan aku sudah mengganggu tidur mu".
"Tidak,, aku bosan sendirian di rumah,, saat menulis novel tadi, tidak sadar kalau aku ketiduran".
"Omong-omong Irene, bantal dan selimut ku ada di situ,, apa kau habis beberes tadi??".
"Alex,,, kalau tak keberatan, mulai sekarang tidurlah di sini".
"Aku sudah memutuskan untuk menerima mu bukan??".
"Jadi, ku pikir tidak ada batasan di antara kita".
"Apa kau tidak setuju dengan ide ku?".
"Atau kau lebih suka tidur sendirian di sofa depan??".
"Siapa bilang,,, ku kira kau belum menerima ku seutuhnya".
__ADS_1
"Aku justru senang kalau kau mengijinkan ku tidur bersama mu".
"Irene,, terima kasih banyak,,kau benar-benar malaikat, hati mu sungguh tulus".
"Aku janji untuk selalu membahagiakan mu dan anak-anak kita".
"Aku tahu,,, makanya aku memberi mu kesempatan".
"Tolong, jangan sekalipun membuat ku kecewa dan terluka lagi".
"Karena kalau itu sampai terjadi,,, aku akan langsung pergi dari sisi mu".
"Aku janji, kau tak akan pernah mengeluh Irene".
"Aku sudah sangat bersyukur kau mau memaafkan ku".
"Mulai sekarang,, ijinkan aku untuk mencintai mu".
"Aku akan memberi seluruh kebahagiaan di dunia ini".
Alex mendekati Irene. Dia genggam jemari tangan nya dan mencium nya lembut. Irene balas memeluk tubuh Alex erat. Keduanya saling bertatapan. Setelah itu, Alex menunduk dan mencium bibir Irene dengan penuh perasaan. Irene pun menyambut hangat ciuman dari Alex. Lidah mereka bahkan sudah saling bertaut. Nafas Irene hampir habis oleh ciuman panas Alex.
Saat Alex melepaskan tautan bibirnya, terlihat wajah keduanya merona merah. Mereka masih malu-malu dan canggung melakukan kemesraan. Alex bahkan salah tingkah di buatnya.
"Rujak es krim tanpa cabe,,, kau suka kan??".
"Seingat ku, aku suka yang pedas Alex".
"Itu kalau kau tidak sedang hamil,,, untuk sekarang, kau harus kurangi makan pedas".
"Hmmm.....pak dokter ini mulai mengatur ku sekarang".
"Ini untuk kebaikan mu dan anak kita Irene".
"Jadi, kau harus menurut padaku mulai sekarang".
Irene terdiam mendengar nasehat Alex. Dia pura-pura kesal padanya. Sejurus kemudian, Alex menggelitik pinggangnya, dan Irene langsung tertawa. Irene membalas tindakan Alex, dan berakhir dengan saling berpelukan di atas ranjang.
"Lepaskan aku Alex,malam ini kita ada acara bukan??".
"Memangnya kenapa,,,mereka masih bisa menunggu".
__ADS_1
"Tapi, momen seperti ini jarang sekali bisa ku temui".
"Biarkan aku memandang mu sebentar saja".
"Aku ingin meyakinkan diri ku kalau aku memang tidak sedang bermimpi".
"Kalau aku benar-benar bisa merengkuh mu".
Irene merebahkan kepalanya di dada Alex. Dia merasakan debaran jantung suaminya berdetak sangat kencang. Irene tahu keputusan nya tidak mudah. Dia harus mengalahkan traumanya atas kekerasan yang di lakukan Alex. Namun, dia sudah bertekad untuk memperbaiki semuanya. Mengubur kenangan buruk masa lalu, dan melangkah ke depan bersama Alex, suaminya.
Suasana sore yang syahdu, membuat pasangan itu ketiduran di ranjang. Mereka tak menyadari kalau hari sudah malam. Ketika bangun, sudah hampir jam tujuh. Irene dan Alex tergesa-gesa ke tempat acara.
Doni terlihat sangat gelisah. Sudah lama menunggu, Irene belum juga terlihat datang.
Tamu undangan sebagian sudah hadir, begitupun juga dengan Roger dan Tamara. Berkali-kali Doni menelpon, ponsel Irene sama sekali tidak aktif. Padahal, setengah jam lagi, acara akan segera di mulai.
Alex mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia berharap cepat sampai di tempat acara. Alex tak ingin Irene sampai terlambat menghadiri acara pembukaan butik nya. Lagipula, Alex sudah menyuruh pegawainya untuk berbelanja di sana. Tentu Irene akan sangat senang ketika nanti baju desain nya terjual habis di acara perdana nya.
Doni bernafas lega ketika melihat mobil Alex memasuki halaman butik. Dia segera berlari menyambut Irene.
"Aku pikir kau tidak datang Irene,,,kenapa kau sampai terlambat".
"Nanti saja ku jelaskan Doni, acara sudah di mulai bukan??".
"Iya,, ayo cepat".
"Kau masuklah dulu,, aku menunggu Alex sebentar".
"Tapi Irene, sebentar lagi giliran mu menyampaikan sambutan".
"Aku tahu, masuklah dulu".
Alex cepat memarkir mobilnya dan menghampiri Irene. Sikap wanita itu sungguh membuatnya luluh. Dia menunggu Alex untuk masuk bersama ke tempat acara. Alex segera menggandeng tangan Irene dan membawanya masuk ke dalam.
Acara sambutan dari Tamara sudah berlangsung. Dia turun dari panggung dan kembali ke tempat duduknya. Tak berapa lama, tiba giliran Irene. Dia maju dan menyampaikan sambutan nya selaku pemilik
D'Irene butik.
Irene menyampaikan sambutan nya dengan singkat. Acara di susul dengan fashion show. Setelah itu pesta jamuan makan malam bagi seluruh tamu undangan.
Irene sangat terharu, karena antusias orang-orang sangat besar. Mereka membeli semua baju rancangan Irene. Malam ini tampaknya sukses besar di raih Irene. Dia sangat bersyukur atas pencapaian nya kali ini.
__ADS_1
Dari yang tadinya bukan siapa-siapa, Irene menjelma menjadi seorang wanita karier yang sukses. Dia meraih semua itu dengan keringat dan air mata. Perjuangan dan lelahnya kini terbayar lunas, dengan kesuksesan yang di raih nya.
...****************...