
Melewati semua hal seorang diri, kata-kata perawat Irene, mampu memberikan semangat kepada Alex. Masih banyak hal yang harus di lakukan nya di depan. Dan Alex meyakinkan hatinya kalau dia akan menjalaninya berdua dengan Irene.
"Sayang,,kau harus berjuang, aku masih membutuhkan diri mu".
"Apa pun yang terjadi, kau harus bertahan demi bayi kita".
"Irene,,aku mencintai mu".
"Tolong,,tetaplah di sisi ku,,,aku tak mau kehilangan diri mu".
Suara tangis Alex membuat Irene akhirnya terbangun. Dia mengusap lembut kepala suaminya. Wajahnya yang pucat tampak tersenyum ke arah nya.
"Apa ini,, kau seperti bukan Alex yang ku kenal".
"Akhirnya,,kau sadar juga".
"Kau tak berniat meninggalkan kami bukan??".
"Aku tak akan bisa mengganti popok bayi sendirian".
Irene tertawa mendengar suaminya bercanda.
Nampaknya, Alex benar-benar mencemaskan dirinya. Makanya Irene harus berusaha untuk bisa sembuh dan keluar dari rumah sakit segera.
"Kau tenang saja Alex,, aku masih belum rela kalau harus menyusahkan mu sendirian".
"Anak-anak ku akan mendapatkan kasih sayang kedua orang tuanya".
"Kau lihat saja, aku akan segera sembuh".
"Syukurlah sayang,,,aku senang sekali mendengarnya".
Alex mencium tangan Irene. Perjuangan nya untuk sembuh memang sangat luar biasa. Hingga dia bisa pulih dengan cepat.
Berhari-hari di rumah sakit pasca persalinan nya. Hari ini kondisi Irene sudah benar-benar sehat.Dokter bahkan sudah mengijinkan dirinya untuk pulang. Sayangnya bayi mereka masih harus tinggal. Hingga berat bayinya cukup, baru boleh di bawa pulang.
Sejak pagi Irene sudah bersiap-siap. Hanya tinggal menunggu Alex yang masih berada di kantin rumah sakit. Tak sabar rasanya Irene kembali ke apartemen nya, setelah berbulan-bulan berada di rumah sakit.
Alex dengan santai memasuki ruangan Irene. Dia juga membawakan makanan untuk istrinya tersebut.
"Kau dari mana saja,, aku sudah lama menunggu mu".
"Pagi ini kita sudah bisa pulang kan??".
"Kenapa kau terburu-buru begitu,, sudah hampir setengah tahun, rumah kita pindah kesini bukan??".
"Iya...Alex, makanya aku sudah bosan".
"Ingin sekali tidur di apartemen kita, mungkin akan berbeda rasanya".
"Ya sudah,, ayo...kita pulang sekarang".
"Apa kau sudah menyelesaikan administrasinya??".
"Sudah beres, tinggal mengambil obat mu di depan".
Irene berjalan mendahului Alex. .Sebelum pulang, Irene masuk ke ruangan bayi dan melihat kedua bayi kembarnya. Irene sangat gembira melihat kedua buah hatinya tampak sehat.
__ADS_1
Setelah puas, dia menyusul Alex yang ternyata sudah membawa obatnya. Mereka menuju parkiran dan mengambil mobil.
Jalan yang di lalui Irene tidak sama dengan arah menuju ke apartemen. Dia heran karena Alex menuju kawasan perumahan elit. Seingat Irene, terakhir kali mereka masih tinggal di apartemen Alex.
"Kita mau kemana Alex,, mengunjungi seseorang??".
"Bukankah kau minta pulang tadi".
"Ya tapi,, ini bukan arah ke apartemen".
"Sudah,,,jangan banyak tanya, kau ikuti saja mobil ini melangkah ke mana".
Mobil Alex rupanya berhenti di sebuah rumah tingkat yang mewah. Pagarnya terbuka, dan di
halaman depan, tampak terpasang tenda. Mungkin teman atau saudara Alex sedang punya hajat. Irene mengikuti langkah kaki suaminya. Mereka masuk ke dalam rumah besar tersebut.
"Ini sebenarnya rumah siapa sih??".
"Kau mau ke kondangan dulu,, harusnya aku tadi di apartemen saja".
"Sudah,, jangan banyak bicara, ayo kita masuk".
Ruangan di dalam gelap gulita. Irene yang phobia gelap, segera memegangi lengan suaminya sambil memejamkan mata. Seketika lampu dinyalakan dan......
"Surprise.......!!!!!!".
Irene sangat terkejut melihat kehadiran kedua orang tua dan adiknya serta mertuanya. Tak lupa teman-teman dekat Irene, semuanya hadir memberi kejutan kepulangan Irene dari rumah sakit.
Irene tak dpat berkata-kata ketika melihat tulisan "selamat datang di rumah baru" yang di tempel di dinding dekat sofa. Itu berarti rumah ini adalah milik Irene dan Alex.
"Aku sengaja membeli rumah ini untuk kita tinggali bersama".
"Apartemen kita terlalu kecil untuk dua orang anak kembar".
"Jadi, aku dan mama sudah memilih tempat ini khusus untuk mu Irene".
"Bagaimana menurut mu,, apa kau menyukai nya??".
"Tentu saja Alex,, aku sangat berterimakasih untuk hal ini".
"Kau sungguh perhatian".
"Ayo,, masuklah...aku akan mengajak mu berkeliling".
"Sementara yang lain sedang menyiapkan syukuran rumah dan kepulangan mu dari rumah sakit".
Alex mengantar Irene ke lantai atas. Kamar mereka ada di sana. Sementara, kamar bayi terletak di sampingnya. Alex rupanya sudah mengatur semuanya sedemikian rupa, sehingga penataan rumah sudah mengikuti selera Irene.
Mereka berdua sedang berada di kamar pribadinya. Terlihat mewah dan elegan. Alex langsung menyuruh Irene beristirahat. Dia belum boleh terlalu lama beraktivitas.
"Kau istirahat saja dulu,, nanti baru turun kalau acara sudah di mulai".
"Alex,, terima kasih banyak atas semuanya".
"Kau sangat baik pada kami".
"Tak perlu berterima kasih Irene, apapun akan ku lakukan untuk orang yang ku cintai".
__ADS_1
"Lagi pula kau sangat spesial, jadi kau pantas mendapatkan ini".
Alex keluar meninggalkan Irene untuk beristirahat. Dirinya hanya bisa menangis haru, mendapatkan semua kebahagiaan dalam waktu yang bersamaan".
Andin bahkan tidak menyadari saat orang tua dan adiknya masuk ke kamarnya.
"Bagaimana keadaan mu nak,,. sudah lebih baik??".
"Sudah lumayan Bu,, terima kasih atas dukungan kalian".
"Irene,, kau harus tahu kalau Alex sangat mencintai mu nak".
"Dia yang mendukung mu selama ini".
"Suami mu itu tak pernah sedetik pun beranjak dari sisi mu".
"Kau harus berterima kasih padanya".
"Ibu dan bapak hanya berharap kalian rukun selalu".
"Besarkan kedua anak kalian dengan baik".
"Kau sudah di beri amanah untuk menjaganya".
"Irene tahu Bu,, Irene tak akan lupa nasehat ibu".
"Dan kak,,, aku sebentar lagi di wisuda".
"Kakak harus datang bersama kak Alex".
"Selama ini dia yang sudah membiayai aku".
"Ini uang kakak di kembalikan oleh pihak kampus".
"Ternyata semua biaya sudah di transfer lunas oleh kak Alex".
"Ya sudah Laura,, kau simpan saja uang ini".
"Nanti bisa buat tabungan sebelum kau kerja".
"Tapi, aku sudah di terima di perusahaan kak Alex".
"Jadi, tolong kak, terima uang ini kembali".
"Terima kasih atas kebaikan kakak selama ini".
Irene menerima amplop uang yang di berikan oleh Laura. Dia sama sekali tak menyangka, Alex yang selama ini mengurus keluarganya.
Dia bahkan tak cerita, kalau pendidikan Laura, Alex lah yang menanggung nya.
Ternyata dugaan Irene tentang Alex selama ini salah. Dia sudah menjalankan peran nya dengan baik. Tanpa memamerkan kebaikan tersebut kepada orang lain.
Irene sungguh tak bisa berkata lagi. Ingin rasanya menemui Alex dan memeluknya erat.
Pria itu memang tidak jahat, hanya salah menyampaikan keinginan nya. Karena ternyata, cintanya sungguh luar biasa besar untuk Irene.
...****************...
__ADS_1