
Irene sudah sangat kesal dengan kelakuan Alex sejak tadi pagi. Akan tetapi, dirinya malah tersenyum menyaksikan Irene marah-marah di depan wajahnya.
"Memangnya dari tadi ada yang lucu di wajah ku??".
"Kenapa kau terus saja tersenyum seperti orang aneh begitu".
"Tidak,,, aku senang mendengar kau marah-marah sepeti ini".
"Oke,, aku minta maaf kalau sudah membuat mu kesal".
"Tapi, Nona memang seperti itu orang nya".
"Kami sudah cukup lama berteman".
"O,,,,jadi kau membela wanita itu,,,hah.....!!".
"Sekalian saja temani dia,, untuk apa kau pulang??".
"Sudah cukup,, kau tidak cocok kalau marah-marah seperti ini, kasihan anak kita mendengarnya".
"Biar saja sekalian dia tahu, kalau di luar sana kelakuan ayahnya genit pada perempuan".
Irene masuk kamar dan membanting pintu. Alex bukan nya takut, tapi malah semakin tersenyum lebar. Rupanya, diam-diam selama ini Irene sudah mulai jatuh cinta padanya. Tak ada lagi kebahagiaan yang setara dengan hal ini. Alex berteriak kegirangan di balkon apartemen.
Sementara di kamar tidur nya, Irene masih saja emosi. Entah kenapa hatinya marah mengetahui kalau Alex lebih mementingkan orang lain di bandingkan dirinya. Dia sampai harus pulang sendiri dari mall tadi.
Padahal kalau di pikir, Irene memang tidak berhak untuk marah. Mereka menikah karena Irene sudah hamil. Kenapa juga Irene harus cemburu melihat Alex perhatian dengan wanita lain. Dirinya saja bebas bertemu dengan Doni kapan saja tanpa memikirkan perasaan Alex.
Tapi, apa yang di pikirkan nya tadi. Apakah dirinya benar-benar cemburu dengan Alex. Atau memang hanya karena pengaruh dari janin yang di kandungnya saja, dia bisa meledak-ledak seperti tadi. Entahlah.....Irene sendiri enggan untuk memikirkan nya.
Alex menunggu Irene keluar dari kamar. Tapi
tampaknya dia masih marah, sehingga tak kunjung mau keluar. Alex mengetuk pintu kamar Irene, namun tak ada jawaban dari dalam. Alex masuk membawa makanan kesukaan istrinya itu. Baru saja dia memesan untuk Irene, karena tahu sedari tadi belum makan.
Alex mendorong pintu kamarnya. Dia lihat istrinya berbaring menghadap jendela. Alex meletakkan makanan di meja. Kemudian dia menghampiri istrinya di ranjang.
"Irene, apa kau tidur??".
"Aku minta maaf atas kejadian tadi,,,ini makanlah.....aku memesan makanan kesukaan mu".
__ADS_1
"Kasihan bayi kita di dalam,, kelaparan karena ibunya marah pada ayahnya".
"Irene,,kau masih tak mau menjawab ku".
"Ayo sini,,,biar aku suapi".
"Aku janji besok lagi tak akan memperdulikan Nona".
"Apa kata-kata mu itu bisa di percaya??".
"Iya,,,nanti kalau aku lupa,,kau boleh langsung menjewer ku".
"Bagaimana,,kau mau kan memaafkan aku??".
"Baiklah,,,,kali ini ku maafkan,,lain kali kau berbuat seperti itu lagi,,,aku tak akan lagi memaafkan mu".
"Tenang saja,,,tidak akan ada lain kali".
"Aku hanya akan perduli padamu saja, bukan yang lain".
Irene akhirnya luluh juga dengan sikap Alex. Dia kemudian bersedia memaafkan nya. Irene lalu menyantap makan siang yang sudah di sediakan Alex. Entah kenapa hatinya tenang mendengar janji dari Alex tersebut.
Sementara itu,,nun jauh di sana,,,seorang pemuda berbinar bahagia. Melalui Tamara,,dia akhirnya bisa menjalin kerjasama dengan desainer muda yang sedang naik daun tersebut. Saat pembukaan butik nanti,,,wanita itu pasti akan langsung pingsan saat mengetahui kedatangan nya.
Kali ini dia sudah menyusun dengan rapi, semua rencananya. Keluarga Wijaya bahkan sama sekali tak mengetahui siapa yang tengah di hadapinya saat ini. Roger yang sekarang, sudah jauh berbeda dengan pemuda yang di usir dari tempat kerjanya, hanya karena tingkah konyol seorang gadis.
Gadis dari keluarga Wijaya, menyebut dirinya telah berbuat tidak senonoh padanya. Kejadian tersebut terjadi di perusahaan tempat ayah Irene bekerja. Saat itu Irene masih SMA. Dia iseng mengerjai pemuda yang dianggapnya pendiam dan tanpa ekspresi.
Irene dan teman-teman nya menjebak nya kala itu. Mereka bertingkah seolah-olah hampir di lecehkan oleh Roger. Irene dan teman-teman nya lebih dulu merobek rok dan baju sekolahnya.Lalu memanggil Roger dan menuduhnya.
Akibatnya pemuda itu menerima kemarahan pak Wijaya dan kehilangan pekerjaan nya. Saat itu Irene sangat menyesal. Dia takut kena marah ayahnya kalau menceritakan kejadian yang sebenarnya. Alhasil, Irene diam saja melihat Roger di pecat,,,namun dia sangat menyesali perbuatan nya.
Bertahun-tahun Roger memendam sakit hatinya. Dia bahkan ke Amerika untuk memperbaiki kehidupan nya. Dia bertekad menjadi orang kaya, supaya tak di remehkan lagi. Dan dia akhirnya berhasil mewujudkan itu semua.
Roger sudah hampir melupakan sakit hatinya.
Namun beberapa waktu yang lalu, dia sempat melihat Irene di televisi. Ingatan nya akan perlakuan Irene kepadanya kembali lagi. Kali ini bahkan dendam nya jauh lebih besar.
Roger mengumpulkan semua informasi tentang Irene. Dan di sinilah dia sekarang. Dia semakin dekat kepada tujuan nya. Niatnya untuk membalas dendam dan menghancurkan Irene, tinggal selangkah lagi untuk bisa terlaksana.
__ADS_1
"Kalian sudah bereskan semuanya kan??".
"Sebentar lagi aku akan menghancurkan nya".
"Gadis itu akan menerima balasan dari semua perbuatan jahatnya".
"Kalian urus semuanya,, sampai pembukaan nanti".
"Setelah itu,,aku sendiri yang akan bertindak".
Irene sama sekali tak sadar kalau dia sedang dalam bahaya. Di tengah menikmati kehamilan nya. Bisnisnya juga berjalan lancar.
Dan saat ini, hatinya tengah mulai terbuka untuk menerima Alex.Siapa sangka, di luar sana ada seseorang yang berniat buruk padanya. Sementara, Irene tak tahu apa yang akan menanti dirinya.
Pagi ini Irene terbangun dari tidurnya. Entah kenapa sepertinya Irene kurang enak badan. Sejak semalam, dia terus muntah-muntah.
Bahkan lagi ini badan nya terasa lemas sekali.
"Kita ke dokter sekarang saja".
"Ayo,,,aku sudah buat janji dengan dokter Wisnu semalam".
"Aku tidak apa-apa Alex,, mungkin karena masuk angin saja".
"Aku tak mau dengar alasan mu Irene, pokoknya kau harus ke dokter sekarang juga".
"Jangan sampai terjadi sesuatu dengan anak kita".
Alex menggendong Irene menuju ke parkiran apartemen. Dia bahkan tidak kuat berdiri, karena terlalu lemas. Cepat-cepat Alex membawanya menemui dokter spesialis kandungan yang biasa menangani nya.
Sampai di rumah sakit, Irene langsung masuk ke ruang UGD. Kondisi nya yang lemas, mengharuskan perawat memasang infus di tangan nya. Setelahnya baru Irene di bawa ke ruangan dokter Wisnu untuk menjalani USG.
Dokter memperhatikan dengan seksama gerakan janin di layar monitornya. Tampaknya tidak ada keanehan. Hanya saja, dokter itu mendapati bahwa janin yang di kandung Irene
ada dua. Itu artinya Irene mengandung bayi kembar, makanya Irene terlihat sangat lemah, memasuki usia kehamilan yang semakin besar.
"Kehamilan ibu baik-baik saja, hanya ibu butuh lebih banyak asupan vitamin, karena ternyata ibu mengandung bayi kembar".
"Mulai sekarang, saya ganti semua vitamin nya, dan ibu sementara di rawat dulu, sampai kondisi ibu benar-benar fit.
__ADS_1
Irene dan Alex terkejut sekaligus senang. Mendengar kabar bahagia dari dokter Wisnu. Mereka bahkan tak mampu berkata-kata saking bahagianya.
...****************...