
Pagi hari di kompleks perumahan tempat tinggal Irene, terjadi kehebohan. Pasal nya mobil sport keluaran terbaru, sudah nangkring di depan gang. Mana pengemudi nya tampan lagi,,, sudah pasti dikerumuni ibu-ibu muda di sekitar kompleks.
Kebetulan pemiliknya sedang mencari alamat rumah Irene. Dia ingin menjemput nya untuk berangkat kerja. Siapa lagi kalau bukan Alex, sudah pasti dia tak akan menyerah mendapatkan maaf dari Irene.
Ibu-ibu kompleks itu mengantar Alex ke rumah Irene. Tapi tentu saja mereka meminta imbalan untuk berfoto bersama, mengingat ketampanan Alex yang seperti artis Korea.
Alex terpaksa menuruti keinginan ibu-ibu muda tersebut.Yang penting dia bisa menemui Irene di rumahnya.
Alex mengetuk pintu rumah bercat pink milik Irene. Kebetulan dia sendiri yang membukakan pintu. Dia terkejut melihat kehadiran Alex di rumahnya.
"Pak Alex, tumben anda kesini, nyonya Renata baik-baik saja kan??".
"Aku kesini untuk menjemput mu, tidak ada hubungan nya dengan mama ku".
"Syukurlah,,, saya kira beliau sakit atau apa".
"Apa aku harus berdiri di depan pintu terus??".
"Maaf, saya sampai lupa, silahkan masuk pak Alex".
"Cepatlah....waktuku tak banyak, aku harus segera ke kantor".
Alex melangkah masuk ke dalam rumah.Lalu dia memberi perintah pada Irene seperti biasanya. Irene yang jengkel akan ulahnya, segera berniat untuk mengerjainya.
"Maaf pak,, mungkin anda salah orang,, saya bukan lagi pegawai anda".
"Dan lagi, saya sudah janjian dengan Doni untuk berangkat bersama".
"Sebentar lagi dia sampai, jadi jangan buang waktu untuk menunggu saya pak".
"Silahkan anda berangkat sekarang".
"Kau,,, apa begini cara menghargai orang??".
"Aku sudah berniat baik padamu bukan??".
"Seharusnya anda menelpon dulu sebelum kemari, jadi waktu anda tidak terbuang sia-sia
menjemput saya kemari".
Alex keluar dari rumah Irene dengan kesal. Saking kesalnya, dahinya sampai terbentur portal kompleks.Irene memang sulit sekali di taklukan. Dia malah terkesan meremehkan
Alex.
Di depan gang, Alex berpapasan dengan Doni.
Dia menjemput Irene dengan sepeda motornya.
"Ada apa kau pagi-pagi kemari??".
Bukan urusan mu!!!".
Doni meneruskan jalan nya sampai di depan rumah Irene. Dia masih heran dengan kelakuan tuan muda yang manja itu.
"Ayo kita berangkat sekarang".
"Tunggu, anak manja itu kenapa datang kemari??".
__ADS_1
"Oh,,, dia nyasar sampai ke sini,, memang dasar dia nya yang sok pintar".
"Dia pasti kesal sekali,, terlihat dari raut wajahnya".
"Sudah,, jangan urus dia lagi,, nanti kita ikut kena sial".
"Ya sudah,,ayo berangkat".
Doni memasangkan helm untuk Irene. Dia mengamati dari dekat, kecantikan Irene yang natural. Matanya tidak bisa berkedip menyaksikan bidadari di hadapan nya.
"Hei,,,Doni....kita jadi berangkat kan??".
"Eh..iya,, habis kamu cantik banget sih, jadi bikin aku terpana".
"Pagi-pagi jangan mulai gombal deh".
"Mana ada,,,aku serius sama ucapan ku".
Irene naik ke atas jok motor dan berpegangan di pinggang Doni. Dia sudah merasa nyaman
satu sama lain. Irene bahkan serasa mendapatkan seorang kakak laki-laki. Dia sudah tidak canggung untuk menyentuh tubuh Doni.
Lain halnya dengan Doni, memang dasar nya dia jatuh cinta dengan Irene, jadi pegangan tangan Irene di pinggang nya, mampu membuat hati nya berbunga-bunga. Di tambah lagi dengan tubuh Irene yang menempel erat di punggung nya. Bau harum tubuh Irene mampu membuat Doni mabuk kepayang.
"Awas Don..........!!!".
Doni tergagap melihat orang yang tiba-tiba melintas di depan nya. Dia menginjak rem motor nya dengan kuat. Seketika motor berhenti. Orang itu kemudian berlari menjauh.
"Hati-hati Don, aku masih belum menikah Lo".
"Omong-omong, bagaimana kalau kau kawin denganku??".
"Jadi kalau ada kejadian seperti ini, kau sudah merasakan jadi istri".
"Sembarangan,,,, ayo jalan".
"Awas,,, jangan Meleng lagi!!".
Doni tertawa mendengar kata-kata Irene. Dalam hatinya berdoa, semoga Irene benar-benar akan menjadi istri nya nanti.
Karena memakai motor, Irene sudah sampai di butik nyonya Renata. Doni menurunkan nya di depan butik, dia kemudian segera masuk ke dalam. Nyonya Renata menyambut kedatangan nya dengan wajah sumringah.
"Lo,,, dimana Alex,, bukankah dia menjemput mu tadi??".
"Iya Tante, tapi saya sudah dijemput Doni, jadi pak Alex sudah berangkat ke kantornya".
"Irene,,,apa memang kesalahan putra tante sudah tidak bisa di maafkan lagi??".
"Dia sudah berusaha keras untuk ini semua".
"Tolong,, kalau kau bisa, maafkan dia, beri dia kesempatan sekali lagi".
"Baik tante".
Irene menuju ke mejanya dengan wajah murung. Memang benar yang dikatakan nyonya Renata, pak Alex sudah berusaha keras belakangan ini, jadi seharusnya memang dia memaafkan nya. Irene akan pertimbangkan sekali lagi, mengingat pak Alex adalah putra nyonya Renata.
Dia kemudian kembali mengerjakan gaun nya.
__ADS_1
Lusa adalah hari pernikahan dari Tamara, artis yang memesan gaun nya. Dan gaun ini akan dikenakan pada saat resepsi malam hari.
"Irene..Tamara kemari untuk fitting terakhir, gaun mu sudah siap??".
"Sudah Tante,,,mari silahkan ikut saya kak".
"Panggil saja Tamara, sepertinya kita seumuran bukan??".
"Eh...iya, baik Tamara.....silahkan di coba dulu gaun nya".
Irene membantu Tamara mencoba gaun di kamar pas. Gaun itu kelihatan sangat cantik di badan Tamara. Modelnya juga sesuai dengan keinginan nya.
"Ok,,gaun ini sudah sempurna,,,sekalian saja aku ambil hari ini".
"Irene, aku puas sekali dengan hasil rancangan mu, kapan-kapan kita bisa bekerja sama lagi kan??".
"Aku senang kau menyukai gaun ku,,, semoga aku nanti tidak mengecewakan mu".
"Irene,, kau harus datang ke acara ku nanti, aku ingin kau yang bertanggung jawab dengan riasan dan gaun ku".
"Bagaimana Tante,, aku boleh pinjam Irene di hari besar ku kan??".
"Tentu saja sayang, kenapa tidak".
"Irene,, kau boleh membantu Tamara nanti, kalau mau, Alex bisa mengantar mu".
"Baik Tante".
"Ok,, sudah deal sekarang, nanti kita lanjut di
wa".
"Senang sekali bisa bekerjasama dengan mu Irene".
Tamara kagum sekali dengan Irene. Di usianya yang belia, dia mampu membuat rancangan yang berkualitas. Sekelas perancang busana dari Paris. Beda nya, dia memanfaatkan bahan lokal yang berkualitas
dan itu menjadi semacam ciri khas yang menonjol dari gaun rancangan nya.
"Irene,, ini kesempatan mu, di pesta Tamara nanti tunjukkan bakat mu yang sebenar nya".
"Tamara itu artis terkenal jadi pasti banyak
perancang busana ternama di pesta nya nanti".
"Kalau mereka menyukai rancangan mu, kau pasti langsung di promosikan".
"Ini berkat anda juga tante,,,saya berterima kasih sekali".
"Entah apa yang bisa saya lakukan untuk membalas kebaikan tante".
"Maafkan Alex, dan pergilah ke pesta bersama nya".
"Baik tante, kalau itu yang anda inginkan, saya setuju".
"Irene.....terima kasih sayang,,, Alex pasti senang mendengar hal ini".
Irene sebenar nya memang sudah berniat memaafkan Alex. Jadi, tidak masalah kalau kali ini Irene harus ke pesta bersama nya. Toh di sana nanti dia akan lebih banyak bekerja dari pada menikmati pesta.
__ADS_1