
Alex mengikuti langkah Irene memeriksa pembukuan. Senyum nya melebar setelah menghitung keuntungan yang di dapat dari toko nya di bulan kemarin. Omzetnya naik pesat. Mungkin itu dampak dari fashion show yang digelarnya.
Iseng-iseng Irene membuka akun media sosialnya yang sudah hampir dua Minggu di non aktifkan. Ternyata banyak sekali orderan yang masuk ke media sosialnya. Hampir seluruh gaun yang diperagakan malam itu habis terjual. Irene sekalian memeriksa banking nya. Jumlah fantastis tertera di layar laptop nya. Irene bahkan tak bisa berkata-kata saking bahagianya.
Alex menyaksikan semua itu dengan mata terbelalak. Orang yang dulu di rendahkan olehnya, bahkan punya bisnis yang jauh lebih menghasilkan dari pada perusahaan Alex. Dan semua ini, Irene sendiri yang menangani nya. Kerja keras nya selama ini mulai membuahkan hasil.
Setelah akun nya aktif, ponsel Irene berdering. Rupanya Tamara yang menelpon dirinya. Irene buru-buru menjawab telepon nya.
"Irene,,,aku baru saja ingin menjenguk mu di rumah sakit".
"Tapi mereka bilang kau sudah pulang".
"Iya Tamara, aku bahkan sudah mulai bekerja hari ini".
"Memangnya kau sudah sembuh,, kami cemas sekali dengan keadaan mu".
"Kau tenang saja, aku baik-baik saja".
"Syukurlah......kapan kita bisa ketemu,, aku ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan mu".
"Baiklah....bagaimana kalau siang ini".
"Aku tunggu di restoran dekat mall Rembulan".
"Oke,,,aku setuju".
"Satu jam lagi kita bertemu, sekalian makan siang".
Irene menutup ponselnya. Dia beralih ke wajah Alex. Irene bertanya padanya.
"Alex,,kau yakin masih mau menemani ku?".
"Tentu saja, kenapa tidak".
"Kalian berdua tanggung jawab ku sekarang".
"Jangan khawatir,,,aku hanya memastikan kau dan anak kita baik-baik saja".
"Irene,,,boleh aku bertanya padamu??".
"Katakan,,,tak ada larangan berbicara di sini".
"Sejak kapan kau membangun semua ini??".
"Aku baru tahu kau punya banyak toko dengan omzet miliaran".
"Belum lagi baju rancangan mu,,aku salah sangka pada mu ternyata".
"Inilah pelajaran untuk mu Alex".
"Don't judge the book by it cover".
"Tidak semua yang berpenampilan sederhana adalah orang miskin".
"Mungkin saja mereka sedang membangun kerajaan bisnis nya, sehingga harus menghemat pengeluaran dengan gaya hidup minimalis".
Alex tertegun dengan perkataan Irene. Banyak sekali kejutan hari ini dari wanita yang sebentar lagi akan menjadi ibu dari anak nya.
Alex benar-benar tak menyangka, ucapan itu datang dari seorang Irene, yang dulu dianggapnya matre, miskin dan hanya memanfaatkan orang kaya. Sungguh, Tuhan telah menampar Alex sekeras-keras nya. Dia sekarang semakin kagum dan cinta dengan Irene.
__ADS_1
Irene memeriksa ponselnya berulang-ulang. Seharian ini, Doni tidak menghubungi nya. Irene takut terjadi sesuatu padanya. Tapi, Alex sedang menemani nya, jadi tidak mungkin dia menelpon Doni.
"Ada apa dengan ponsel mu,, kau ada janji lagi??".
"Alex,,sebenarnya aku sangat cemas,,".
"Cemas kenapa??".
"Maaf kan aku, tapi aku sudah terbiasa bersama Doni dan seharian ini dia tidak menghubungi ku".
"Aku takut dia sakit,,,aku sudah berhutang banyak padanya".
"Tentang itu,,,kau tak usah khawatir, Doni sedang menjemput kekasihnya di bandara".
"Siang ini Vera kembali dari Paris".
"Mungkin sebentar lagi pesawatnya mendarat".
"Aku baru tahu tentang hal ini".
"Itulah,,,mungkin lamaran malam itu karena dia kasihan padamu".
"Tapi setelah Vera kembali, dia jadi melupakan mu bukan??".
"Jangan khawatir,,,aku lah ayah dari anak mu,,kau tidak perlu orang lain untuk bertanggung jawab".
"Kalau hanya sebatas kasihan dan bukan cinta,,,kasihan anak ku nanti".
"Tolong pikirkan sekali lagi Irene".
"Aku mungkin ba****an dan kejam karena telah menodai mu".
"Setidaknya beri aku kesempatan".
"Kalau nantinya kau tetap tidak bisa mencintai ku,,, aku akan menceraikan mu begitu anak kita lahir".
"Kita bicarakan itu nanti saja, sekarang aku ada janji dengan Tamara".
"Ayo,,aku akan mengantar mu".
Irene menaiki mobil Alex setelah berpamitan dengan kedua pegawainya. Mereka segera ke restoran yang sudah ditentukan keduanya.
"Kita sudah sampai,,, langsung masuk atau menunggu Tamara??".
"Mobilnya belum kelihatan di sini".
"Kita masuk saja,, bisa menunggu sambil duduk".
Irene berjalan masuk, namun karena pandangan nya kurang fokus, dia hampir saja terpeleset dan jatuh. Untung saja Alex menangkapnya di saat yang tepat. Bersamaan dengan itu, Tamara terlihat tersenyum melihat Alex dan Irene dalam pose hampir berciuman.
"Hmm....rupanya ada yang sedang kasmaran".
Irene dan Alex langsung berdiri. Dia sedikit kaget karena ketahuan Tamara. Mereka langsung berdiri seperti patung.
"Kau sudah sehat rupanya".
"Kau terlihat semakin cantik saja, dan badan mu sedikit berisi".
"Kau betah di rumah sakit ya??".
__ADS_1
Irene hanya tersenyum.Dia menyambut uluran tangan Tamara yang mengajaknya masuk ke dalam restoran. Keduanya segera bergandengan tangan melupakan pasangan masing-masing. Alex dan suami Tamara mengikuti para wanita tersebut di belakangnya.
Tamara sudah reservasi, jadi pelayan segera
memberikan tempat duduk. Tidak lupa mereka memesan makan siang untuk empat orang.
"Fashion show mu kemarin sukses besar".
"Aku bahkan punya banyak pesanan gaun yang masuk ke akun ku".
"Aku malah berencana mendirikan butik bersama mu".
"Bagaimana, kau setuju dengan ide ku??".
"Menurutku pribadi sih, tidak masalah Tamara".
"Justru aku senang mereka menyukai gaun rancangan ku".
"Kau atur saja waktunya, aku ikut saja semua konsep dari mu".
"Untuk orderan yang sudah masuk,, kau kirimkan ke nomerku saja".
"Akan aku usahakan untuk mengerjakan nya".
"Tunggu....tunggu.....Irene,, aku keberatan kalau seperti ini".
"Kau harus ingat kondisi badan mu".
"Tamara,, aku yang akan membuat schedule untuk Irene mulai sekarang".
"Wah.....aku baru tahu kalau kalian sudah bersama".
"Ku kira kau sedang menjalin hubungan dengan Doni,,, bukan nya dia yang menemani mu waktu itu??".
"Apa kabar dia,, terakhir kali dia membawamu ke rumah sakit dengan raut wajah panik".
"Itu,,,,seharian ini aku tidak mendengar kabarnya".
"Kata Alex, kekasihnya baru datang dari luar negeri".
"Rupanya aku yang tidak up to date,, Doni punya kekasih, dan pacar Alex".
"Unik sekali pertemanan kalian".
"Jadi bagaimana pak manajer, kapan jadwal ku untuk bicara bisnis dengan Irene".
"Aku akan bicarakan dulu,, nanti ku hubungi lewat telpon".
"Baiklah,,,karena sudah sepakat, kita bisa minum sedikit untuk merayakan nya".
"Biar aku saja yang mewakili Irene,, dia tidak minum alkohol".
"Oh....manisnya,,, sayang kau harus meniru Alex, dia sangat lembut memperlakukan Irene".
Suami Tamara hanya tersenyum. Memang terlihat Alex sangat perhatian pada Irene.Dia sendiri kaget melihat perubahan Alex yang begitu lembut padanya.
Akhirnya, hanya mereka bertiga yang minum, sementara Irene duduk manis di tempatnya.
Menjelang sore hari, mereka meninggalkan restoran tersebut. Alex lalu mengantar Irene pulang. Walaupun tidak sampai mabuk, tapi Alex merasakan pusing kepala nya. Sesampainya di rumah Irene, dia sudah tertidur di sofa kamar tamu.
__ADS_1
...****************...