
Pagi hari Irene terbangun dengan posisi tangan nya mendekap erat tubuh Irene. Dia membuka mata, sementara Alex masih terlelap. Irene ingin berdiri, namun dirinya takut Alex jadi terbangun. Makanya Irene hanya menunggu dan pura-pura memejamkan mata.
Alex menggeliat dan membuka matanya. Dia tersadar kalau lengan nya mendekap perut Irene. Buru-buru dia menarik tangan nya dan langsung berbalik hendak bangun.
"Em.....apa ini sudah pagi??".
"Tumben kau bangun lebih awal dari ku Alex??".
"Iya,, semalam aku tidur nyenyak Irene,, jadi aku bisa bangun lebih pagi".
"Kalau begitu biar aku siapkan kopi untuk mu".
"Jangan,,, kau tidur saja kalau masih mengantuk,, hari ini aku tidak ke kantor".
"Khusus hari ini kau ratu nya,, kau bebas tugas, dan aku yang akan melayani mu".
"Memangnya kenapa kau tidak ke kantor??".
"Sekali-kali aku boleh kan berlibur??".
"Aku tidak ada rapat penting hari ini, jadwal meeting ku juga kosong".
"Jadi,, tunggu di sini saja,, biar aku yang buat kan susu dan sarapan untuk mu".
Irene memperhatikan Alex dari tempat tidurnya. Dia beranjak ke dapur dan menyalakan kompor. Irene penasaran untuk mengetahui apa yang tengah di lakukan nya.
"Kenapa kau kemari,, aku kan sudah bilang, akan mengantar sarapan mu".
"Ya ampun Alex,, apa yang kau lakukan??".
"Sudah,, biar aku saja,, yang ada nanti kerjaku malah jadi dobel".
"Ya,,,, itu kan masih belum ku bersihkan".
"Aku bisa Irene,, kau tenang saja,, sana.....kembali ke kamar".
"Setidaknya biar kan aku belajar,, nanti saat kau melahirkan, aku bisa membantu pekerjaan mu".
Mendengar kata-kata Alex, hati Irene luluh seketika. Tak menyangka kalau pikiran nya sudah sampai sejauh itu. Sebenarnya dia laki-laki yang baik. Mungkin waktu itu pengaruh alkohol yang membuatnya jadi hilang kendali.
Irene kembali ke kamar nya. Dia segera mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Setelahnya Irene mengenakan baju hamil rancangan nya. Walaupun masih 4 bulan,, perut Irene sudah kelihatan lebih besar. Irene mematut dirinya di depan kaca.
Alex masuk ke kamar diam-diam dan memperhatikan istrinya itu.
"Hmm......hmmm.......apa yang kau lihat??".
"Aku sudah kelihatan gendut sekarang,, iya kan Alex??".
"Siapa bilang,, kau tetap cantik seperti biasanya".
"Ah....kau pasti hanya menghiburku,, padahal acara pembukaan butik sebentar lagi".
"Irene,, kehamilan mu semakin membuat mu bertambah cantik".
"Aku yakin kalau ini bukan hanya omong kosong ku saja".
__ADS_1
"Lagi pula,, kau seorang desainer kan,, baju yang kau kenakan sudah sesuai dengan bentuk tubuh mu".
Walaupun kau kelihatan gendut, tapi kau tetap mempesona di mata ku".
"Ayo,, makanlah...aku sudah buat kan susu dan sandwich untuk mu".
"Terima kasih Alex, biar aku coba dulu".
Irene menerima sarapan yang di buat oleh Alex. Dia meminum susu dan mencicipi sandwich buatan Alex. Irene tersenyum karena rasanya enak sekali.
"Bagaimana,, apa kau menyukainya??".
"Iya,, ini lezat sekali,,rupanya kau punya bakat terpendam".
"Ayo cobalah,, kau pasti belum makan kan??".
"Benar kan kataku,, enak kan??".
"Iya,, syukurlah kau menyukai nya Irene".
"Ayo habiskan,, giliran ku mandi sekarang".
"Setelah itu kita jalan-jalan,,".
"Aku ingin melihat-lihat barang-barang untuk perlengkapan kamar bayi".
Alex segera mandi, sementara Irene menghabiskan sarapan nya. Tidak berapa lama, keduanya sudah terlihat mengendarai mobil mereka menuju pusat perbelanjaan terbesar di sekitar apartemen.
Saat mereka sampai, mall tersebut ramai sekali. Alex refleks memegangi tangan Irene supaya tidak terpisah darinya. Dia juga membawanya menjauh dari kerumunan.
Alex menggandeng tangan Irene memasuki toko, ketika tiba-tiba seorang gadis menghampiri mereka. Gadis itu bersalaman dengan Alex dan memegangi tangan nya.
"Alex, ini benar Alex kan??".
"Sudah lama sekali kita tidak bertemu,, bagaimana kabar mu??".
"Nona,, sedang apa kau di sini??".
"Aku baik,,, dan kau sendiri, bagaimana kabar mu??".
"Seperti yang kau lihat,, aku tak banyak berubah, masih sama sepeti nona yang dulu".
"O,,ya....Nona,, kenalkan ini istri ku Irene".
"Oh,,,hai....senang berkenalan dengan mu".
"Iya Nona,, aku juga,, senang bisa berjumpa dengan mu".
"Alex, kalau tak keberatan, sebaiknya kita ngobrol di restoran".
"Istri mu masih harus masuk ke toko kan??".
"Sembari menunggunya berbelanja, kita bisa pesan kopi".
"Nanti biar istri mu yang ke sana kalau dia sudah selesai".
__ADS_1
"Maaf Nona, istri ku sedang hamil, aku tak bisa meninggalkan dia sendirian".
"A..lah...cuma sebentar ini,, aku yakin dia bukan wanita yang manja".
"Ayo,,,ikut aku sekarang".
Irene hanya bisa bengong menyaksikan Nona
membawa Alex menuju kopi shop. Dia tak tahu apa yang harus di lakukan. Soalnya yang berniat belanja dari awal adalah Alex sendiri.
Irene berjalan keluar dari toko. Dia menuruni lift dan langsung memanggil taxi. Dia pulang sendirian, meninggalkan Alex dengan teman wanitanya.
Sementara itu, di kopi shop, Alex sama sekali tidak konsentrasi. Sesekali dia menengok ke arah toko melihat kalau-kalau Irene sudah keluar dari sana. Lama menunggu, Alex akhirnya berdiri dan berpamitan pada Nona. Dia menyusul Irene di toko tersebut. Namun, Alex sudah berkeliling dan tak menemukan istrinya itu. Dai Menghampiri pelayan toko untuk menanyakan keberadaan Irene.
"Maaf mbak, apa tadi istri saya masuk ke sini??".
"Wanita hamil memakai baju berwarna putih dan tas coklat".
"Maaf pak,, kami tidak melihat wanita yang bapak sebutkan di sini".
"Ya sudah mbak,terima kasih".
Alex keluar dari toko dan mencoba menelpon Irene. Namun ponsel Irene nampaknya tidak aktif. Alex sampai kebingungan mengkhawatirkan keadaan istrinya.
Dia sudah berulang kali menyusuri mall, tapi Irene tetap tidak ketemu. Akhirnya dia pulang ke rumah. Berharap kalau nanti Irene menelpon dirinya.
Sampai di apartemen, Alex mendapati istrinya sedang berbaring di tempat tidur. Dia menghampiri Irene dan melihatnya masih terlelap. Alex memegang bahunya dan membangun kan istrinya itu.
"Aku mencari mu kemana-mana sepeti orang gila,, dan kau malah enak-enakan tidur di sini?".
"Oh,,ya....kukira kau masih asyik ngobrol dengan gadis yang kau temui disana tadi, siapa namanya,, Nona kan??"
"Jangan mengalihkan pembicaraan Irene,, seharusnya kau bilang padaku kalau mau pulang".
"Jadi aku tidak kebingungan mencari mu".
"Lain kali jangan mengajak ku,, pergilah sendiri".
"Atau kau bisa menelpon Nona bukan,, dia tentu bersedia menemani mu".
"Dasar,, keterlaluan kau Irene,, kau sama sekali tidak menghargai ku".
"Percuma aku bersikap baik pada mu selama ini,, ternyata kau tidak pernah menganggap ku sama sekali".
"Sudah cukup Alex,, siapa yang meninggalkan siapa,,, kenapa kau malah menyalahkan aku??".
"Bukan nya kalian berdua yang duluan pergi??".
"Daripada cuma sepeti orang hilang di mall itu, lebih baik kau pulang kan??".
"Lagipula kau jadi bebas berbuat apapun dengan Nona mu itu".
"Kalau perlu, jangan pulang sekalian,, aku sudah tak perduli lagi dengan kelakuan kalian".
Irene meluapkan kekesalan nya pada Alex. Bukan nya marah, Alex justru tersenyum. Rupanya istrinya sedang marah karena cemburu. Berarti di hati Irene, sudah bisa menerima Alex sekarang. Dia sangat senang melihat reaksi istrinya itu. Alex sekarang jadi tahu perasaan Irene yang sebenarnya.
__ADS_1
...****************...