
Roger memasuki rumah kecil di pinggir kota.
Beberapa hari ini dia harus menyamar agar
polisi tak mengenalinya. Rupanya, polisi berhasil menemukan apartemen nya di Paris.
Itulah mengapa dia tidak bisa menghubungi wanita yang di suruh nya masuk ke dalam rumah Irene. Hanya tinggal menunggu Irene lengah, dan kemudian Nita akan menculik salah satu bayinya, untuk meminta tebusan yang mahal.
Di kantornya, Alex melewatkan waktu istirahatnya untuk menyelesaikan semua pekerjaan. Dia tidak mau Irene kecewa. Malam ini mereka akan makan malam berdua saja Dan Alex sudah menyiapkan kejutan untuk istrinya.
"Hani,,apa kau sudah siapkan semua yang ku minta tadi pagi??".
"Sudah pak, ini satu set perhiasan dari berlian yang bapak pesan".
"Dan bunga nya akan sampai sebentar lagi".
"Ya sudah, terima kasih banyak Hani".
"Kau boleh keluar sekarang".
Di rumahnya,Irene tampak sedang bersiap-siap. Sebentar lagi Alex akan menjemputnya.
Dia sudah harus siap sebelum suaminya datang.
Irene terlihat sangat cantik dengan dress panjang berwarna hitam. Kulitnya yang putih tampak serasi dengan baju yang di kenakan nya. Irene terlihat cantik sekali sore ini. Dia masuk ke ruangan bayi untuk berpamitan kepada putra-putrinya.
"Mbak,, malam ini saya mau keluar sama bapak".
"Tolong anak-anak di jaga".
"Baik Bu".
"Ok,,saya pergi dulu ya".
Irene langsung membuka pintu. Rupanya Alex sudah sampai. Sebuah bucket bunga mawar Alex berikan kepada Irene. Dengan senyum cerah, Irene menerimanya. Keduanya langsung naik mobil untuk makan malam.
"Darimana kau tahu aku suka mawar putih?".
"Aku harus mengenal istri ku dengan baik bukan, mulai sekarang".
"Ini Indah sekali Alex, aku sangat menyukainya".
"Apa kau tidak akan memberi hadiah padaku??".
"Maksud mu??".
Alex menunjuk ke pipinya untuk memberi isyarat pada Irene agar menciumnya.
"Apa harus di mobil seperti ini??".
"Kenapa,,,aku suami mu kan??".
"Tapi aku malu Alex, bagaimana kalau ada yang lihat".
"Kita kan suami istri, tak ada salahnya berciuman di mobil".
Dengan cepat Irene mencium pipi Alex. Rona merah menjalar di pipinya. Alex tersenyum sambil menggodanya.
"Kau kelihatan sangat cantik malam ini".
"Terimakasih Irene, sudah memilih ku dan anak-anak".
__ADS_1
"Aku juga Alex,,terima kasih kau sudah bersabar padaku selama ini".
Mobil Alex menembus jalanan ibukota yang padat. Mereka memasuki restoran yang bergaya Eropa. Alex langsung saja masuk karena sudah reservasi sebelumnya. Dia menggandeng mesra tangan istrinya.
"Aku baru tahu ada tempat seindah ini di kota".
"Karena kau hanya sibuk bekerja, jadi tak melihat sekitar mu".
"Mulai sekarang, aku yang akan mengajak mu berjalan-jalan".
"Kita akan berkeliling tempat-tempat indah, kalau perlu keliling dunia".
"Tapi, tunggu anak-anak sedikit lebih besar".
Makan malam kali ini sangat romantis bagi Irene. Ada banyak lilin dan bunga di sekitar ruangan. Alunan musik romantis, mengalun di dalam restoran. Lampu warna-warni di susun sedemikian rupa,hingga menambah suasana menjadi syahdu.
Makanan dan minuman sudah terhidang di meja. Mereka mulai mencicipi makanan yang di sajikan oleh pelayan restoran. Di tengah-tengah makan, Alex mengeluarkan sebuah kotak perhiasan untuk Irene.
"Ini hadiah untuk mu sayang".
"Apalagi ini Alex, kau memberi banyak kejutan malam ini".
"Untuk istri cantik ku, karena sudah melahirkan dua buah hati sekaligus untuk ku".
"Ini tak seberapa di banding pengorbanan mu".
Irene membuka kotak perhiasan yang di berikan oleh Alex. Semuanya dari berlian. Irene kagum dengan keindahan nya. Setelah rumah bertingkat di kawasan elit, dan sekarang satu set perhiasan dari berlian, Irene sungguh tak menyangka Alex mengistimewakan dirinya seperti ini.
Keduanya masih menikmati makan malam, ketika tiba-tiba Nona muncul di restoran tersebut.
"Hai, Alex....boleh aku bergabung di meja mu??".
"Teman ku mendapat meja di belakang, dan suasananya tidak seromantis di sini".
Nona masih menunggu jawaban Alex, sambil bergelayut mesra di lengan nya. Seketika Irene memandangi wajah gadis cantik yang ada di hadapan nya. Dia ingat betul siapa gadis itu. Mereka pernah bertemu sekali di mall waktu itu.
"Maaf Nona, tapi aku sedang makan malam bersama istri ku".
"Tolong pergi dari sini,, aku tak ingin ada yang mengganggu".
"Tapi, aku ingin sekali duduk di sini".
"Aku juga pengunjung restoran sama seperti kalian bukan??".
"Sayang,, ayo kita pergi dari sini".
"Tak perlu meladeni orang seperti dia".
"Tunggu Alex,, kau masih punya urusan dengan ku bukan??".
"Kau ingat,, kemarin malam kita juga habis makan malam seperti ini bukan??".
"Dan kau berlagak tak mengenal ku di hadapan istri mu??".
"Apa maksudnya ini Alex,, apa yang dia katakan??".
"Dengar hei..kau perempuan,, kemarin malam suami mu makan malam seperti ini juga bersama ku".
"Jadi, kau jangan merasa kau yang paling istimewa".
"Nona,, sebaiknya kau berhenti bicara".
__ADS_1
"Kau mengatakan hal yang tidak benar pada istri ku".
"Tidak benar apanya,,, kau lihat ini....lihat kan,,
ini wajah mu bukan??".
"Apa aku yang berbohong kalau seperti ini??".
Irene menatap layar ponsel yang ditunjukkan oleh Nona.Dia lantas berbalik dan berlari keluar restoran. Alex mengejar Irene diiringi tawa puas dari Nona.
"Rasakan kau Alex,,, sebentar lagi kau pasti memohon padaku untuk kembali".
"Jangan pernah main-main pada ku".
"Atau aku tak segan untuk menghancurkan hidup mu dalam sekejap".
Irene berlari keluar ke jalanan. Dia hendak mencari taxi. Sementara Alex di belakangnya berusaha membujuk istrinya yang sedang marah.
"Irene,, tunggu sayang, ini tak seperti yang kau bayangkan".
"Aku tak melakukan apa pun dengan wanita itu".
"Waktu itu kau bilang kau lembur di kantor bukan??".
"Tapi nyatanya kau malah berduaan di restoran".
"Kau salah Irene,,aku tak berduaan".
"Ada Vera di sana,,kau boleh menelpon nya kalau kau mau".
Sejenak Irene ragu mendengar perkataan Alex. Di lihat dari wajahnya, dia tak mungkin berbohong. Tapi mereka bertiga sedang apa di restoran??.
"Irene, kami sedang membicarakan tentang pekerjaan, ketika wanita itu datang dan mengacau seperti tadi".
"Vera bahkan marah seperti mu karena dia bersikap tidak sopan".
"Percayalah padaku Irene,, aku tak mungkin mencintai orang lain".
"Aku akan meminta Vera datang ke rumah, supaya keraguan mu hilang".
"Tak usah Alex,, aku percaya padamu".
"Benarkah.......oh,,, terimakasih Irene".
"Aku mencintai mu,, sangat mencintai mu".
Alex langsung memeluk Irene di pinggir jalan, hingga menarik perhatian orang-orang. Mereka memandang ke arah Alex dan Irene.
Semakin lama Irene jadi semakin malu. Dai kemudian melepaskan pelukan Alex.
"Kenapa,, kau tak suka aku memeluk mu??".
"Bukan begitu Alex, ini jalanan umum".
"Kau lihat, mereka dari tadi memandang ke arah kita".
"Sebaiknya kita pulang saja sekarang".
"Aku sudah malas kalau harus masuk lagi ke dalam".
Keduanya melangkah ke tempat parkir untuk mengambil mobil. Kesalahpahaman mereka akhirnya berhasil di selesaikan.
__ADS_1
...****************...