Bukanlah Butiran Debu

Bukanlah Butiran Debu
Kebahagiaan Bagi Irene dan Alex.


__ADS_3

Alex memacu mobilnya dengan kencang. Dia sangat marah dan cemburu melihat sikap Bagas pada istri nya. Walupun memang dia sadar kalau diri nya yang bersalah dalam hal ini. Dari awal memang Irene sudah menolak, tapi demi diri nya, Irene bersedia untuk pergi dengan direktur di perusahaan nya tersebut.


Melihat sikap. suami nya dan cara nya berkendara, Irene jadi takut kalau terjadi sesuatu pada mereka berdua. Irene pun mencoba menenangkan emosi Alex agar tidak menimbulkan celaka.


"Sayang..... hentikan mobil nya sekarang juga, atau aku akan melompat!!!!".


"Jangan macam-macam,,, tidak sekarang Irene!! ".


" Aku bilang berhenti Alex!!!! ".


" Citttttt............ ".


Suara rem yang beradu dengan aspal jalanan membuat miris orang yang mendengar nya. Alex menghentikan mobil nya dan menepi di pinggir jalan. Kepulan asap dari debu jalanan masih terlihat di bagian belakang mobil.


" Kau ini kenapa Alex,,,, kau tahu ini sangat berbahaya bukan?? ".


" Kau boleh marah, tapi bukan seperti ini caranya".


" Lagi pula kau sendiri kan yang memberi hati pada Bagas itu".


"Irene,,, seandainya aku tak datang tadi, dia mungkin sudah menyentuh mu".


" Dan aku sangat benci akan hal itu!! ".


" Membayangkan tangan kotor nya menjamah wajah mu, aku tak bisa mengendalikan emosi ku".


"Kau tak berhak kelihatan sangat cantik di depan laki-laki lain".


Tangan Alex refleks menarik tubuh Irene ke dalam


rengkuhan nya. Di pinggir jalanan hutan yang sepi, dengan kasar Alex ******* bibir merah istri kesayangan nya itu. Nafas nya menderu di sela-sela aktivitasnya. Irene bahkan tak kuasa menolak perlakuan Alex kepadanya.


Bukan hanya bibir nya saja, leher jenjang Irene pun menjadi sasaran Alex. Leher mulus itu sekarang di penuhi dengan tanda merah menandakan kalau


Alex pemilik nya. Irene pasrah di dalam pelukan Alex. Gairah nya pun ikut tersulut, apalagi suasana syahdu di sekitar pegunungan menambah gairah


keduanya semakin bergejolak.


"Sayang,,,,, hentikan........ oh.... Alex".


" Apa kita akan melakukan nya disini?? ".

__ADS_1


" Alex.........!!!! ".


Alex tetap bergeming, dia terus saja melanjutkan aktivitas panas nya dia area sensitif dari Irene. Kali ini Irene merasa suami nya menjadi orang lin. Dia sangat luar dan panas. Seolah ingin ******* habis tubuh Irene di hadapan nya.


" Katakan kau mencintai ku Irene,, aku ingin mendengar nya!!!! ".


" Ayo cepat,,,, panggil nama ku dan katakan kau mencintai ku!!! ".


" Aku mencintai mu Alex,, aku sangat mencintai mu.....!!! ".


" Hentikan Alex,,, jangan di sini,, kendalikan diri mu".


" Aku tak sabar untuk segera memiliki mu Irene".


"Kita cari penginapan di sini saja, sekalian bulan madu".


Alex menghentikan gerakan nya. Dia tersenyum menatap Irene. Istri nya sendiri yang berinisiatif untuk berbulan madu dengan diri nya. Itu tandanya Irene memang benar- benar sudah mencintai nya.


Alex menjalankan mobilnya pelan-pelan, sementara Irene membenahi kancing bajunya yang sudah berantakan akibat ulah Alex.


"Biar kan saja seperti itu, aku suka memandang nya".


" Lihat tanda merah ini, aku malau kalau harus berjalan seperti ini, Alex!!".


"Pakai jaket ku saat masuk ke hotel nanti".


"Ya....ya.......aku tahu itu Alex".


Alex dan Irene melanjutkan perjalanan mereka. Saat sampai di depan sebuah hotel mewah, keduanya berhenti. Hotel itu terlihat paling bagus di antara deretan hotel yang ada di tempat tersebut.Keduanya turun dari mobil. Alex memeluk pinggang Irene dengan mesra saat memasuki lobi hotel.


"Mbak, berikan kamar terbaik di sini, kami berdua sedang berbulan madu".


"Baik pak, mari silahkan administrasinya dulu".


Lengan Irene masih saja menempel di pergelangan tangan Alex. Tubuhnya bergelayut manja dalam sandaran bahu kokoh Alex. Dia tak malu lagi menunjukkan kemesraan kepada suaminya itu. Setelah selesai check in, keduanya langsung bergegas masuk ke kamar.


Di dalam kamar, Irene melepaskan tangan nya, namun Alex menahan dan malah langsung memeluk tubuh ramping istrinya itu.


"Kau mau kemana sayang,,bukan kah ini bulan madu kita?".


"Aku mau ke kamar mandi sebentar, sabar dulu Alex".

__ADS_1


"Jangan lama-lama sayang".


Alex menunggu di atas ranjang. Dia sudah tak sabar untuk melampiaskan hasratnya pada Irene.


Keduanya kali ini sudah berada di puncak asmara. Kecemburuan Alex pada Bagas yang membuatnya hilang kendali.


Irene rupanya sengaja memoles make up nya kembali di kamar mandi. Di momen bulan madu ini, Irene ingin menyerahkan seluruh jiwa dan raganya, utuh hanya untuk suaminya Alex. Kalau dulu keduanya menikah karena terpaksa, kali ini Irene sudah sepenuhnya mencintai Alex.


Irene mendekati ranjang tempat Alex berbaring.


Dia tersenyum menggoda dengan kerlingan mata nakal ditujukan pada suaminya. Tanpa membuang waktu lagi, Alex segera menatik tubuh Irene ke dalam rengkuhan nya.


Malam yang panjang menjadi saksi betapa Alex sangat mencintai Irene, begitu pula sebaliknya.


Mereka melakukan nya berkali- kali, seakan tidak ada puasnya merengkuh menikmatan surgawi.


Semalaman penuh, di tambah sekali lagi pagi inj, sukses membuat badan Irene serasa remuk redam. Keduanya masih terbaring kelelahan di atas ranjang.


"Irene,, apa kau bahagia hidhp bersama ku?".


"Tentu saja Alex, tak ada alasan bagi ku untuk tidak bahagia bukan?".


"Kau sudah memperlakukan ku bak ratu, aku sungguh tersanjung, terima kasih sayang!!".


Irene memeluk tubuh Alex.Kepalanya di sandarkan di atas dada bidang nya. Sungguh nyaman rasanya bersandar pada seseorang yang mencintainya dengan tulus. Irene merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia.


Keduanya check out dari hotel saat menjelang sore. Alex bahkan tidak perduli kalau Bagas menyuruh ayah nya untuk memecat dirinya. Yang terpenting baginya saat ini adalah kebahagiaan istri dan anak-anak nya.


Alex hanya akan memprioritaskan keluarganya.


Butik yang di bangun untuk Irene juga sudah mulai di buka. Hasil penjualan dari butik tersebut sudah lumayan untung di beberapa bulan awal saja. Alex nyatanya juga masih kerja di tempat Bagas. Sejak kejadian hari itu, sikap Bagas pada Alex sudah berubah menjadi lebih baik. Kinerja Alex memang bagus, jadi dia memang layak berada di posisinya.


Di suatu sore, Bagas berkunjung ke rumah Alex dan meminta maaf kepada keduanya atas sikap lancang nya hari itu. Dia akhirnya sadar kalau Irene memang sudah menjadi milik Alex seutuh nya. Mereka pun menerima permintaan maaf dari Bagas dan kembali melanjutkan hubungan baik di antara mereka.


Atas izin Alex, Irene mempekerjakan Doni di butik nya yang baru. Kebetulan salah satu karyawan Irene adalah kekasih Doni. Keduanya bahkan sudah berencana untuk menikah. Alex ttak perlu lagi khawatir tentang kisah cinta Irene dan Doni di masa lalu. Dirinya bisa yakin kalau cinta Irene sudah menjadi milik nya kini.


Kebahagiaan keduanya semakin bertambah karena kedua anak kembarnya tumbuh sehat dan sudah mulai berjalan. Cinta yang sempurna, walaupun tadinya di awali dengan keterpaksaan.


Irene membuktikan bahwa dirinya bukan lah sekedar butiran debu, namun berlian yang semakin berkilau setiap hari nya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2