Bukanlah Butiran Debu

Bukanlah Butiran Debu
Kepulangan Twins.


__ADS_3

Pagi ini Irene bangun lebih pagi. Dia juga sudah berdandan rapi. Buru-buru dia membangunkan Alex. Pagi ini mereka akan menjemput baby twins di rumah sakit.


"Cepat papa,, ini sudah hampir siang".


"Sebentar sayang, tinggal memakai baju saja".


"Aku tak sabar ingin segera membawa mereka pulang ke rumah ini".


"Pasti menyenangkan, rumah ini jadi ramai oleh tangisan bayi".


Irene sudah membayangkan menimang kedua buah hatinya. Dia juga tak sabar untuk meminta suaminya segera berangkat. Irene sudah keluar kamar, sementara Alex langsung mengirimkan pesan kepada Laura.


Keduanya sudah sepakat mengadakan pesta penyambutan untuk Irene dan kedua anaknya.


Pesta tersebut akan menjadi kejutan untuk Irene nanti. Alex sudah mempercayakan persiapan pesta sepenuhnya kepada Laura.


"Ayo,,cepat dong pa!!".


"Nanti lagi telpon nya, keburu siang ini".


"Sabar sayang, ini juga udah jalan".


Irene dan Alex melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Setibanya di sana, keduanya harus mengikuti sesi latihan merawat bayi baru lahir. Dengan antusias, keduanya mendengarkan nasehat dan arahan dokter anak. Sebelum pulang ke rumah, Irene juga harus menyusui bayinya terlebih dulu.


Persiapan pesta pun sudah hampir selesai. Tinggal menunggu para tamu undangan untuk meramaikan suasana di rumah Irene.


Setelah selesai menyusui, barulah dokter mengijinkan Irene dan Alex membawa pulang kedua buah hatinya. Bayi laki-laki di gendong Irene, sementara bayi perempuan di bawa Alex dengan menggunakan keranjang bayi.


Irene terlihat sangat senang bisa membawa bayinya. Setelah melewati fase yang sulit dan melelahkan.


"Kau sudah menyiapkan nama untuk kedua anak kita, sayang??".


"Aku belum terpikirkan, nanti saja kalau sudah di rumah, kita cari sama-sama".


"Untung saja keperluan si kembar semua sudah lengkap, jadi kita tinggal pulang saja".


"Memangnya kau mau kemana lagi??".


"Apa mau ke mall dulu??".


"Nanti saja,, aku cuma ingin cepat pulang sekarang".


Alex tersenyum mendengar gerutuan Irene. Dia tidak tahu kalau di rumah sudah ada kejutan menanti kepulangan nya.


"Kenapa kau tersenyum begitu,, harusnya kau menghiburku".


"Dalam beberapa bulan ke depan pasti aku tidak akan sempat jalan-jalan lagi".


"Siapa bilang, kau boleh jalan-jalan kemana pun kau mau".


"Tenang saja, aku sudah sediakan dua orang baby sitter untuk membantu mu".

__ADS_1


"Kau tak usah terlalu tegang sayang".


"Nikmati peran mu sebagai ibu dengan hati gembira".


"Aku tidak ingin kau kecapaian dan stress".


"Apapun akan aku berikan untuk mu".


"Tidak usah Alex,,dua baby sitter itu pun sudah cukup membantu ku".


Keasyikan mengobrol, tak terasa mobil mereka sudah memasuki gerbang perumahan tempat tinggal Alex dan Irene.


Di perjalanan pun, kedua bayi Irene tampak tenang, tidak sedikit pun menangis.


Alex menghentikan mobilnya di depan teras dan membantu Irene turun. Dia membawa keranjang bayi anak perempuan nya memasuki rumah. Pintu di buka dari luar oleh Irene dan suara teriakan mengejutkan nya.


"Surprise.......!!!!!".


Irene sangat terkejut karena semua keluarganya lengkap menyambut kepulangan bayi nya. Rumah pun sudah di dekorasi dengan balon warna-warni serta tulisan di dinding. Mirip dengan pesta ulang tahun.


Ibu Wijaya dan nyonya Renata, masing-masing menggendong cucunya. Keduanya terlihat sangat senang. Apalagi ketika bayi tersebut di perlihatkan pada kakeknya.


"Begini kan bagus Irene,, jadi kami tidak harus berebut menggendong cucu".


"Iya mbak, cukup bergantian saja, mau yang cewek atau cowok".


"O,,ya...ma..siapa yang punya ide membuat pesta kejutan ini??".


"Eits...tunggu Tante, kali ini Laura yang mempersiapkan nya Lo!!".


"Iya.....iya.....makasih Tante Laura!!".


"Lo kak,, masa aku di panggil Tante sih".


"Kelihatan tua dong!!".


"Memangnya kau mau di panggil siapa??.


"Yang modern dikit dong kak,,,aunty boleh".


"Hmmm.....dasar anak nakal".


Semua keluarga tertawa mendengar lelucon dari Laura. Tanpa di sadari, kedua nenek mereka membawa cucunya untuk di tidur kan di kamarnya. Sementara anggota keluarga yang lain mengambil makan yang sudah di siapkan.


Tinggal Alex dan Irene sendirian di ruang depan. Irene tersenyum dan menatap wajah Alex. Dia langsung memegang tangan lelaki tersebut.


"Terima kasih Alex!!".


"Untuk apa sayang??".


"Untuk semuanya,,aku bahagia sekali kau memperhatikan ku seperti ini".

__ADS_1


"Ini karena aku mencintai mu Irene".


"Aku rela lakukan apa saja untuk mu, asalkan kau bahagia".


"Aku bahagia sekarang Alex, sangat bahagia".


"Rasanya aku sudah menjadi wanita sempurna sekarang".


Suasana romantis di antara Alex dan Irene harus terganggu karena suara tangis si kembar yang terdengar sampai ke depan. Buru-buru Irene masuk ke dalam kamar dan segera menyusui bayinya.


Di tempat yang berbeda, polisi sudah menemukan keberadaan Roger di Paris. Mereka sedang dalam perjalanan untuk menangkap pria tersebut. Roger masih terlihat santai. Dia malah sedang menelpon seseorang di kamarnya.


"Aku sudah membuka jalan untuk mu bukan??".


"Bekerjalah di sana dengan baik".


"Begitu mereka berdua lengah, bawa bayinya pergi jauh, dan serahkan pada ku".


"Aku ingin lihat, berapa harga yang sanggup mereka bayar untuk nyawa anaknya".


"Sesuai instruksi anda tuan".


"Besok pagi saya sudah mulai bekerja di rumah itu".


"Bagus......aku akan selalu menghubungi mu".


"Kau tunggu saja instruksi selanjutnya dari ku".


"Siap boss".


Tanpa di sadari oleh Irene dan Alex, Roger masih saja kurang puas membalas dendam kepada Irene. Dia sengaja ingin menghancur


kan mental Irene juga. Kali ini dia sudah mengatur seorang gadis untuk menyusup ke rumah Irene. Tugas utamanya adalah menculik bayi Irene.Dan gadis itu akan tiba besok pagi, bersama baby sitter satunya.


Malam mulai menjelang, Rumah Irene sudah sepi . Orang- orang yang tadi siang datang, sudah kembali ke rumahnya masing-masing.


Tinggal Alex dan Irene saja yang kini mengasuh si kecil.


Dia sedang menyusui putrinya, ketika putranya terbangun dan minta susu. Alex yang mendengarnya langsung menggendong buah hatinya, menunggu Irene selesai menyusui.


Terlihat sangat kerepotan. Bahkan mereka harus bergadang di malam pertaman. Kedua anaknya menangis terus, sedangkan Irene masih belum pandai betul mengurus anak.


Asisten rumah tangga di rumah hanya satu orang. Dan Irene tak mau sampai mengganggu waktunya untuk beristirahat.Jadi sebisa mungkin, Irene dan Alex mengurus anak mereka sendiri.


Jam 12 malam, kedua anak mereka baru saja terlelap. Kedua orang tua baru tersebut langsung berbaring di kasur bersisian.


Pagi harinya, Irene terbangun karena bayinya menangis. Dengan masih menahan kantuk, Irene menggendong bayi nya juga. Dari dalam kamarnya, terdengar pintu di ketuk dari luar.


Asisten pribadi Irene membukakan pintu. Napak dia orang wanita muda berdiri di depan rumah nya. Mereka di persilahkan masuk sembari keduanya menenangkan tangis si kembar. Alex pun akhirnya ikut terbangun juga. Suara tangis kedua anak Irene memang sungguh kencang. Barulah putrinya tenang setelah di gendong oleh Alex.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2