Bukanlah Butiran Debu

Bukanlah Butiran Debu
Kejadian Tak Senonoh Di Butik.


__ADS_3

Irene sampai di butik tepat waktu. Dia mengerjakan tugasnya seperti biasa walaupun tidak ada nyonya Renata. Hari ini nyonya Renata bermaksud menghukum Alex dengan tak mengijinkan nya bekerja di perusahaan.


"Bagus sekali,, belum puas kau membenciku, sekarang kau menghasut mama untuk memusuhi ku".


"Pak Alex, kenapa anda kemari?".


"Ini butik mama ku, aku bebas datang kapan saja aku mau".


"Tapi, nyonya Renata tidak ada di sini".


"Baguslah,,, jadi sekarang, tidak akan ada yang membelamu lagi".


Alex masuk, dan kemudian mengunci pintu dari dalam.Dia mematikan lampu dan menutup semua jendela dengan kain korden.


Dia lantas menghampiri Irene. Dari mulutnya tercium bau alkohol yang menyengat. Itu berarti Alex sedang mabuk. Dia menyeringai menakutkan di depan wajah Irene.


"Bapak mau apa??".


"Mundur pak Alex, atau saya akan berteriak".


"Teriak lah.......ayo lakukan,, tidak akan ada yang bisa menolong mu kali ini"


Alex memegang wajah Irene. Dia mengusap bibir merahnya yang diolesi lipstik berwarna pink.Irene mundur ke belakang karena ketakutan. Tapi Alex menahan dengan tangan nya.


"Tolong lepaskan saya pak, saya janji akan pergi dari sini".


"Saya mohon pak, saya tak akan mengganggu hidup anda lagi, tolong.....biarkan saya pergi".


"Sudah terlambat,,, wanita sepertimu harus dihukum karena sudah berani menentang ku".


"Wajah cantikmu ini,,, sebentar lagi kau tak akan berani menampakkan diri dihadapan semua orang".


"Tubuhmu ini,,, akan segera kau benci begitu aku mencicipinya".


"Jangan pak,,, saya mohon......".


"Tolong.....siapapun di luar,,tolong saya....!!".


Dalam keadaan panik, Irene berteriak meminta tolong. Dia kemudian teringat dengan ponselnya, dia lalu berjalan ke belakang dan mengambilnya. Dia cepat-cepat menekan nomor Doni dan menghubunginya.


Alex dengan mudah merebut ponselnya dan membuangnya ke pojokan. Dia lalu menarik lengan baju Irene hingga sobek. Alex mencengkeram kedua lengan nya dan menarik ke belakang. Dia kemudian mencium paksa bibir Irene hingga berdarah.


Irene menggigit bibir Alex agar terlepas, kemudian menampar pipinya dengan keras.Dia kemudian lari bersembunyi di sudut dekat lemari.Alex yang sudah mabuk, semakin tersulut amarah. Dia mencari Irene dan langsung menyeretnya ke dalam tumpukan kain.


Alex lalu melepaskan pakaian Irene. Cakaran serta tendangan ditujukan untuknya, tapi Alex berhasil mematahkan perlawanannya. Sekarang bahkan Irene sudah telanjang bulat di depan nya. Alex segera mengikat tangan Irene dengan potongan kain sisa. Dia lalu mencium bibir Irene dan turun ke lehernya .Seluruh tubuh Irene tak luput di ekspos oleh Alex, sehingga bercak kemerahan yang ditinggalkan nya merata bekasnya.

__ADS_1


Irene hanya bisa menangis melihat perlakuan Alex padanya. Dia masih meronta-ronta melawan Alex yang masih dikuasai nafsu setan.Alex menampar pipi Irene berkali-kali hingga membuatnya nyaris pingsan. Dia lalu


membuka semua pakaian nya di depan Irene.


Deretan baju mahal di butik itu menjadi saksi, betapa Alex dengan kasar menyetubuhi Irene.


Irene hanya menangis kencang ketika Alex berhasil merenggut mahkota keperawanan nya. Detik berikutnya Irene pingsan, tak kuat menahan rasa sakit akibat perlakuan Alex padanya.


Berbeda dengan Irene, Alex sangat terkejut ketika mendapati ternyata Irena masih perawan.Semua yang ada di dalam tubuh Irene hanyalah kenikmatan yang dirasakan nya. Dia memandangi wajah cantik Irene yang tertutup air mata, setelah puas menyetubuhi nya. Alex sekali lagi mencium kening dan bibir Irene yang manis itu. Kemudian dia rebah di samping tubuh Irene.


Berkali-kali Doni menghubungi ponsel Irene, tapi handphone nya mati. Dia takut terjadi sesuatu padanya.Doni lalu menghadap nyonya Renata dan menceritakan semuanya.


"Baiklah Doni, kamu urus saja pekerjaan di sini, biar Tante yang ke butik".


"Dari tadi Tante juga sudah menghubungi telepon di butik, tapi tak ada jawaban".


"Apa mungkin Irene hari ini tidak bisa datang??".


"Sudah,, Tante pergi dulu".


"Iya Tante, tolong kabari aku nanti ya Tante".


"Iya Don, kau tenang saja".


Irene membuka matanya perlahan. Seluruh tubuhnya sakit. Bahkan Irene kesulitan menggerakkan kakinya. Dia masih merasakan nyeri di ************ nya. Irene hendak beranjak bangun, ketika mendapati dirinya masih telanjang, dan disampingnya Alex masih memejamkan mata.


"Tidak ........!!!".


Alex terbangun mendengar teriakan Irene. Dia segera memegangi kepalanya yang sedikit pusing. Dia baru sadar yang terjadi. Dirinya telah memperkosa Irene.


Alex kemudian memungut bajunya yang berserakan dan mengenakan nya kembali. Sementara Irene masih menutupi tubuhnya dengan kain. Belum sempat Alex berpikir, di luar, nyonya Renata memanggil nama Irene.


Setelah lama memanggil dan tidak ada sahutan, nyonya Renata segera masuk dengan kunci cadangan. Dia sangat terkejut mendapati butiknya yang berantakan. Lebih terkejut lagi ketika melihat keadaan Irene dan Alex di sana. Nyonya Renata segera berlari dan memeluk Irene yang masih menangis histeris.


Nyonya Renata membawa Irene dan memakaikan baju untuknya. Setelahnya, dia menghampiri Alex dan menampar putranya itu berulang kali.


"Apa yang kau lakukan??".


"Kau sudah benar-benar kelewatan,,kau sudah dikuasai setan!!!".


"Mama malu punya anak seperti mu!!".


"Gelar mu yang tinggi ternyata tidak sepadan dengan kelakuan mu yang bejat!!!!".


"Ma,,,Alex minta maaf ma, Alex terpengaruh alkohol".

__ADS_1


"Tadinya Alex hanya ingin menakuti Irene saja, tetapi Alex khilaf ma!!!".


"Kau harus menikahi Irene,,,secepatnya!!!".


"Mama tak mau hal ini tersebar dan membuat gadis seperti Irene jadi malu".


"Kau harus bertanggung jawab Alex, kau mengerti!!!".


Alex tertunduk lesu di hadapan mam nya. Sementara Irene masih saja menangis, diam di pojok ruangan butik. Nyonya Renata menghampiri dan memeluknya. Perlakuan nya lembut seperti ibunya sendiri.


"Tante minta maaf sayang,,, perbuatan Alex kali ini sungguh memalukan".


"Tante pasrah, kau boleh melaporkan nya pada polisi, tapi dia harus menikah denganmu".


"Dia harus bertanggung jawab atas perlakuan nya padamu".


"Tante antar kau pulang sekarang,, dan kita proses Alex secara hukum".


Irene memikirkan perkataan nyonya Renata. Kalau sampai orang tuanya mendengar hal ini, reputasi ayahnya sebagai pegawai negeri pasti dipertaruhkan. Mereka tak akan kuat menanggung malu karena putrinya diperkosa. Belum lagi media pasti menyorot kejadian ini, karena nyonya Renata adalah orang terpandang.


Dan proses hukum yang sudah pasti melelahkan akan dijalaninya. Bisnis Irene pasti juga akan terkena dampaknya. Irene harus bijak mengambil keputusan. Toh, nyonya Renata sudah menyaksikan sendiri perbuatan putranya yang bejat itu.


"Tante,,,sebaiknya beri saya waktu untuk berpikir".


"Selama itu, biarkan kejadian ini hanya kita bertiga saja yang tahu".


"Ini demi kebaikan semuanya".


"Dan rekaman cctv di butik ini, biar saya yang memegangnya".


"Terserah kau saja sayang,,,".


"Tapi kalian harus secepatnya menikah,, jangan biarkan Alex lepas tangan begitu saja".


"Aku akan segera memberitahu ayahnya dan mengurus pernikahan kalian secepatnya".


"Saya harus pulang dulu Tante, kepala saya pusing sekali".


"Alex,,antar Irene pulang sekarang, atau mama sendiri yang akan memasukan mu ke penjara".


"Anak kurang ajar,,,mama kecewa sekali padamu".


Nyonya Renata mengantar Irene sampai naik ke mobilnya. Gadis itu sungguh tenang sekali menghadapi musibah yang menimpanya. Dia bahkan sama sekali tidak menuntut Alex, untuk kesalahan yang sudah dilakukan nya.


Irene benar-benar seperti malaikat.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2