
Alex terbangun di pagi hari dengan badan nya yang terasa sakit.Bagaimana tidak, semalaman dia tidur di sofa rumah Andin.
Rupanya Andin tidak membangun kan nya untuk pulang. Mungkin hatinya sudah mulai terbuka. Sehingga dia mengijinkan Alex bermalam di rumahnya.
Irene yang sudah terbangun sejak pagi, melangkah ke ruang tamu untuk membangunkan Alex. Dia membawakan secangkir kopi untuk Alex. Kalau saja bukan ibunya yang menyuruh, tak mungkin Irene mau melakukan nya.
"Alex bangun, ini kopi mu...minumlah".
"Em.....jam berapa ini Irene,, aku ketiduran di sini semalam".
"Iya,, orang tua ku tak tega melihatmu tidur nyenyak semalam".
"Maaf Irene, aku tak bermaksud menyusahkan kalian".
"Ya,,,aku mengerti".
Alex mengunggah foto paginya bersama Irene. Dia merasa momen kali ini pantas untuk di abadikan. Tak berapa lama, ponselnya ramai berbunyi mengomentari kedekatan Alex dan Irene. Namun Alex urung membalas pesan masuk di handphone nya karena orang tua Irene keburu datang.
"Alex, bapak ingin bicara dengan kalian berdua".
"Bapak dan ibu ingin kalian segera menikah".
"Bagaimanapun juga, hal baik harus di segera kan, mengingat Irene tengah hamil saat ini".
"Iya pak,, saya setuju kalau bapak dan ibu sudah merestui saya dan Irene".
"Terima kasih karena sudah mau memaafkan dan menerima saya sebagai suami Irene".
"Bagaimana Irene, kau setuju bukan??".
"Terserah bapak saja,, kalau menurut bapak itu yang terbaik, Irene akan mengikuti nya".
"Baiklah kalau begitu,, Alex...segera bawa orang tua mu kemari,, kita harus mempersiapkan pernikahan ini bukan?".
"Tentu pak,, saya permisi sekarang".
"Nanti malam saya kesini bersama orang tua saya untuk melamar Irene".
Alex pulang setelah berpamitan pada orang tua Irene. Dia terlihat sangat gembira dengan keputusan dari Ayah Irene. Sementara Doni yang juga melihat stori Alex di handphone nya segera menelpon Irene.
Irene mengambil handphone nya yang berdering. Wajah Doni terpampang di layar depan. Dia buru-buru menjawab telepon nya.
"Kau sudah ingat padaku sekarang??".
"Kudengar kekasih hati mu baru kembali dari Paris??".
"Kau tidak pernah menceritakan nya padaku".
"Kau salah sangka Irene".
"Justru ku lihat kau makin mesra dengan Alex,, kau sudah memaafkan nya??".
"Bagus lah,,, kalian memang harus berbaikan demi anak kalian".
"Itu tidak seperti yang kau pikirkan".
"Dia mengantar ku seharian kemarin dan tertidur di sofa karena kelelahan".
"Apa pun itu,, berbahagia lah....kau berhak mendapatkan nya".
"Kau di man sekarang Don??".
"Aku di rumah,, sedang tak ingin ke mana-mana".
"Lalu Vera,, bukankah kau menjemputnya di bandara kemarin??".
__ADS_1
"Siapa bilang,, aku bahkan belum bertatap muka dengan nya".
"Entah dia benar kembali atau tidak, aku tak tahu".
"Kalau begitu, kenapa kau tidak datang kemari??".
"Bolehkah??".
"Siapa yang berani melarang mu".
"Datanglah kapan saja,, kau di terima dengan tangan terbuka".
Irene melanjutkan obrolan dengan Doni sampai ayahnya datang. Dia lalu menutup telpon nya dan berbicara dengan ayah nya.
"Kau bicara dengan siapa??".
"Ini Doni yah,, dia mau datang kemari".
"Ingat Irene,, nanti malam Alex sudah akan melamar mu".
"Ayah tidak mau sampai terjadi masalah".
"Kau sendiri sudah setuju dengan keputusan ayah kan?".
"Iya yah,,, aku mengerti".
Irene masuk ke kamar nya. Perkataan ayah nya benar, bagaimanapun memang Alex yang berkewajiban menikahi nya. Tak lama terdengar suara sepeda motor dari luar rumah. Nampaknya Doni yang datang.Irene segera keluar menemuinya.
"Doni,, kau terlihat berantakan,, kau baik-baik saja kan??".
"Ya,,, kulihat malah kau yang bahagia tampaknya".
"Masuklah,,ada yang ingin ku katakan padamu".
Doni duduk di sofa diikuti Irene. Mereka bersebelahan. Nampaknya masalah Doni cukup berat karena dia tak terlihat ceria seperti biasanya.
"Nanti malam orang tua mereka akan kemari".
"Dan kau menerimanya??".
"Aku harus patuh pada ayah bukan?".
"Terlepas aku suka atau tidak,, ini adalah anak Alex".
"Nantinya dia bisa menuntut hak perwalian atas anak ini, kalau kami tidak menikah".
"Berarti kau tak menganggap serius omongan ku?".
"Bukan begitu,, aku tahu bagaimana perasaan mu kepadaku".
"Percaya lah,,, pernikahan ini tak akan mengubah apapun".
"Selain dari status anak ini".
"Aku tidak akan bergantung pada Alex".
"Aku malah berencana membangun butik dan ingin meminta mu yang mengurusnya".
"Tamara dan aku sudah membahasnya. kemarin".
"Bagaimana menurutmu??".
"Baiklah....nanti aku pikir-pikir dulu".
"Kau tak boleh kecapekan kan,, jadi harus ada yang mengawasi mu".
__ADS_1
"Sekarang ceritakan tentang Vera".
"Apa hubungan nya dengan mu".
"Alex pasti sudah menceritakan menurut versi nya bukan?".
"Aku ingin mendengar nya sendiri dari mu".
"Dia hanya masa lalu".
"Tetap saja aku ingin tahu, karena masa lalu mu sudah kembali sekarang".
Doni menghela nafas panjang. Berat sekali menceritakan nya pada Irene. Namun begitu, dia akhirnya tetap bercerita tentang Vera.
"Aku tahu sekarang,,, jadi Vera kembali untuk diri mu kan?".
"Entah lah,, aku masih belum bertemu dia".
"Bersama mu, aku hampir bisa melupakan nya".
"Mungkin saja sekarang kami hanya akan menjadi orang asing".
Doni dan Irene asyik bercerita sampai tak sadar kalau hari sudah sore. Doni segera berpamitan, karena orang tua Alex akan datang. Dia tak enak kalau harus mengacaukan acara keluarga Irene tersebut.
Di kediaman nyonya Renata, keluarganya tengah bersiap-siap. Mereka akan ke rumah Irene untuk melamar nya. Vera juga sudah bersiap. Walaupun dia masih terlihat sedih karena Doni tak menjemputnya. Padahal justru kali ini, nyonya Renata sendiri yang sudah merestui nya.
"Aku ingin lihat, gadis seperti apa yang akhirnya bisa menaklukan mu".
"Kau akan terkejut nanti,,,Irene bukan seperti gadis yang kau bayangkan".
"Hmm...kita lihat saja nanti".
"Kenapa kau tidak ajak Doni,,dia bisa menemani mu disana nanti".
"Aku tak yakin,,tadi saja dia tidak menjemput ku".
"Masih ada waktu,,biar ku telepon dia".
"Terserah kau saja, dia kan juga teman mu".
Alex segera mengambil telepon dan menghubungi Doni. Entah kenapa kali ini dia merasa perlu menunjukkan kemenangan nya merebut hati Irene. Nantinya Doni tak akan lagi bersikap mesra pada Irene.
"Doni, kau ada acara malam ini??".
"Tidak,,kenapa memangnya??".
"Aku ingin kau ke rumah ku sekarang,,dandan yang rapi,,Vera menunggu mu".
"Baiklah,,,lihat nanti saja".
"Bagaimana Alex,,dia bersedia??".
"Kita lihat saja nanti".
"Ku dengar calon istri mu desainer terkenal".
"Apa betul seperti itu??".
"Hmm...dia baru saja menggelar fashion show kemarin".
"Kita bisa jadi teman baik kalau begitu".
"Ayo anak-anak, mama dan papa sudah siap".
"Sebentar ma, kita tunggu Doni dulu".
__ADS_1
Vera menoleh ke arah pintu karena ternyata Doni sudah datang. Mereka segera berangkat ke rumah Irene bersama-sama. Sepanjang jalan, Vera tersenyum melihat Doni. Penampilan nya kali ini sudah lebih dewasa dan juga jauh lebih tampan dari dulu.
...****************...