Bukanlah Butiran Debu

Bukanlah Butiran Debu
Hari Ulang Tahun.


__ADS_3

Seperti biasa, pagi ini Irene melakukan aktivitasnya di dapur. Sejak pagi dia sudah bangun dan berdandan rapi. Entah kenapa, Irene selalu ingin terlihat cantik. Dan akhir-akhir ini dia terlihat lebih sensitif perasaan nya. Mungkin karena kehamilan nya, jadi perasaan nya mudah berubah-ubah.


"Alex, apa kau tidak ingin pergi ke kantor??".


"Bangunlah,, ini sudah siang!!".


"Iya Irene,, lima menit lagi,, semalam aku lembur sampai pagi".


"Ada proyek yang harus buru-buru ku tanda tangani,, jadi laporan nya ku kerjakan semalam".


"Baiklah,,,tapi sekarang waktunya bangun,,sebentar lagi aku berangkat".


"Kau mau kemana sepagi ini".


"Yayasan yatim piatu,aku kangen ketemu


anak-anak di sana".


"Jadi, aku akan mampir sebentar nanti".


Alex tertegun, satu lagi pelajaran yang di dapat nya dari seorang Irene. Rupanya selain cantik dan pekerja keras,, Irene juga gemar bersedekah. Alex makin salut dan cinta pada sosok istri nya ini.


"Aku bisa mengantar mu kalau kau mengijinkan".


"Apa kau mau,,,tapi kau bisa terlambat ke kantor".


"Sekali-kali terlambat tak apa-apa".


"Tunggu sebentar,,aku akan bersiap".


Irene duduk di meja dengan sabar. Sesekali dia menelpon untuk menanyakan barang pesanan nya. Dia menunggu sampai Alex siap. Setelahnya, mereka segera menuju mobil dan berangkat.


"Alex,,tolong nanti berhenti sebentar di toko ini".


"Aku ingin mengambil pesanan ku".


"Iya,,oke Irene!!!".


Setelah sampai toko roti yang dituju, pelayan tampak memasukkan 100 paket nasi dan Snack ulang tahun, lengkap dengan kue dan nasi kuning nya. Setelah itu mereka bergegas berangkat ke panti asuhan.


"Kau membeli banyak sekali,, apa selalu seperti itu kalau kau berkunjung".


"Iya ,, anak-anak selalu menantikan makanan yang ku bawa".


"Melihat mereka tertawa gembira, aku sudah sangat senang".


"Kau sungguh mulia Irene".


Irene tersenyum. Sepanjang jalan keduanya hanya berdiam diri. Sampai mereka tiba di panti asuhan. Rupanya anak-anak sudah berbaris rapi di depan. Membawa spanduk bertuliskan ucapan selamat ulang tahun untuk Irene.


Air matanya jatuh seketika. Irene sangat bahagia dengan sambutan dari anak-anak panti.Mereka tidak pernah lupa,,meskipun kadang Irene sering melupakan hari ulang tahun nya.


Alex ikut membaca spanduk yang di pegang anak-anak. Ternyata mereka menyebut Irene sebagai ibu peri. Alex jadi tersadar kalau hari ini ulang tahun istrinya.


"Rupanya hari ini ulang tahun mu, kenapa kau tak bilang??".

__ADS_1


"Untuk apa,,lagipula kau juga tak bertanya kan??".


"Ayo kita masuk saja".


Alex jadi punya ide menarik. Dia ingin memberi kejutan pada istrinya yang sedang berulang tahun. Sembari menurunkan makanan dari mobil, Alex menelpon staf kantornya untuk menyiapkan kejutan buat Irene.


Acara di panti asuhan berjalan lancar. Keduanya pun sudah di jalan untuk pulang.


Alex mengantar Irene ke rumah dan baru berangkat ke kantor.


"Nanti malam ada undangan makan malam dengan klien".


"Kau bisa ikut kan Irene??".


"Tapi,, apa aku tidak merepotkan??".


"Tentu saja tidak, undangan kali ini beserta istri-istri mereka juga".


"Baiklah,, jam berapa acaranya?".


"Bersiaplah,, nanti pukul 7 malam, aku akan menjemput mu".


"Baiklah Alex".


Irene hanya di turunkan di depan gedung apartemen. Dia harus naik sendiri ke lantai atas.Sementara ponsel nya berdering. Doni menelpon dirinya.


"Selamat ulang tahun bumil cantik ku,,semoga panjang umur selalu".


"Terimakasih Don,,kau tak pernah lupa".


"Tapi malah kau yang lupa mengajak ku ke panti".


"Sebenarnya aku sedikit kecewa,, tapi sudahlah....kau harus mentraktir ku sebagai hukuman".


"Iya,, baiklah...kau atur saja waktunya".


"Ok,, aku akan menghubungi mu nanti".


Sampai di kantor, Alex segera memanggil Arif untuk menanyakan dinner spesial dirinya dan Irene nanti.


"Bagaimana Arif,, tugas mu sudah selesai?".


"Hanya tinggal beli cincin nya pak,, kalau kadonya sudah siap pak".


"Anda tinggal masuk,, saya sudah reservasi atas nama Irene Wijaya pak".


"Baiklah,, kau boleh kembali nanti".


Alex tak sabar menunggu hari malam. Dia sudah membuat makan malam romantis untuk istrinya. Dia tidak fokus bekerja, tetapi malah senyum-senyum sendiri".


Malam ini Irene sudah berdandan sangat cantik. Dia tak mau sampai mempermalukan


Alex di kantor nanti. Sesuai perkataan nya, Alex datang pukul 7 malam. Dia sudah berganti kemeja dan jas nya. Dia sengaja menjemput Irene belakangan.


Irene pun sudah kelihatan cantik mengenakan gaun malam tanpa kerah serta agak seksi menampilkan bentuk tubuhnya yang sedang hamil. Dilengkapi dengan aksesoris kalung mutiara, semakin menambah pesona kecantikan sang desainer.

__ADS_1


Alex menekan bel pintu apartemen. Ketika melihat Irene, dia terpana, tak mampu berkata-kata.


"Irene,,,,kau cantik sekali malam ini".


"Terima kasih Alex,, aku jadi malu sendiri".


"Kau lihat,, perutku sudah kelihatan membesar".


"Tak apa,, itu semakin menambah kecantikan mu".


"Ayo kita berangkat sekarang".


Alex beranikan diri menggandeng lengan Irene. Ternyata istrinya itu tidak menolaknya.


Keduanya turun lewat lift dan segera menuju restoran. Di tengah jalan, Alex menutup mata Irene menggunakan kain, dan menggandengnya sampai ke meja makan.


"Apa sudah sampai Alex,, aku tak bisa melihat apapun".


"Tunggu sebentar,, duduklah di kursi ini".


"Oke,, sekarang aku buka tutup matamu".


"Surprise......!!!!!!".


"Selamat ulang tahun untuk mu Irene".


"Mungkin ini sedikit terlambat, tapi ku harap kau menyukai kejutan ku".


Irene bahkan tak bisa berkata-kata. Ia sibuk mengusap bening yang turun di kedua pipinya. Sungguh kali ini Irene merasa sangat terharu. Alex yang di bencinya, ternyata begitu perhatian padanya. Entah lah....Irene tak tahu caranya untuk berterima kasih.


"Alex,,, terima kasih banyak".


"Kejutan ini sungguh berarti bagi ku".


"Kau tenang saja,, mulai sekarang aku tak ingin melihat air mata mu".


"Cukup aku dulu yang jahat padamu".


"Tapi sekarang ini, aku akan berusaha membahagiakan mu".


"Ayo,, makanlah....aku sudah siapkan semua makanan kesukaan mu".


Irene menatap meja makan. Ada bungkusan kecil di atasnya. Di kemas sangat rapi dan indah. Alex sengaja memberikan hadiah istimewa di hari kelahiran nya.


"Itu untuk mu,, buka lah,, ku harap kau menyukainya".


Irene mengangguk dan membuka bungkusan kado di atas meja tersebut. Seperangkat perhiasan dengan liontin berbentuk hati. Hadiah itu sangat indah bagi Irene yang selalu hidup sederhana.


"Alex,, kau mau makan nya untuk ku".


"Dengan senang hati kalau kau mengijinkan".


Irene menyodorkan kalung dengan liontin hati tersebut. Alex segera berdiri dan menerimanya. Dia memakai kan kalung tersebut di leher Andin dengan melepas kalung mutiara yang sebelumnya dipakai nya.


Alex menyentuh leher Andin dan mencium wangi dari parfum wanita tersebut. Hampir saja dia tidak bisa menahan diri karena di kuasai oleh gairah. Dia lantas tersadar, dan segera melepaskan sentuhan di lehernya.

__ADS_1


Ternyata Irene pun terbawa suasana. Dia juga menikmati sentuhan Alex di lehernya. Keduanya tertunduk malu dengan wajah merah merona.


...****************...


__ADS_2