
Doni masih berada di apartemen Irene. Sesaat kemudian terdengar bunyi ponsel Alex yang berdering. Nyonya Renata menelpon untuk menanyakan keberadaan Irene. Tapi, gadis itu sudah memberi kode untuk tidak mengatakan tempat tinggalnya pada nyonya Renata. Terpaksa Alex mematuhi perintah Irene, supaya dia tidak pergi dari apartemen nya.
"Aku tidak tahu ma,,,mungkin Doni yang sudah membawanya pulang".
"Nanti kalau ada kabar, mama akan ku beritahu".
"Tapi, mama bawa keluarga Irene kemari??".
"Mereka setuju kalau kau menikah dengan Irene".
"Apa,,,ya ampun ma......!!!!!".
Alex menutup telepon nya seketika. Dia kemudian hati-hati berbicara pada Irene.
"Mama ku membawa orang tua mu ke rumah
sakit".
"Mereka menyuruh kita untuk segera menikah".
"Apa kau bilang??".
"Bagaimana orang tua ku bisa tahu tentang hal ini".
"Maaf Irene, mama ku yang sudah memberitahu mereka, sekaligus melamar mu".
Wajah Irene pucat pasi mendengar berita dari Alex. Doni pun juga sama. Dia sangat terkejut karena orang tua Irene langsung merestui hubungan Irene dan Alex.
"Tenang Irene, jaga emosi mu".
"Biar aku saja yang bicara dengan mereka".
"Jangan Doni,,ini semua kesalahan ku, jadi akulah yang harus bertanggung jawab".
"Biar aku yang jemput mereka".
"Jangan Alex,,sebaiknya aku pulang sekarang".
"Aku tak ingin orang tuaku cemas memikirkan ku".
"Doni,,kau bisa mengantar ku kan??".
"Tentu saja,,, ayo kita pergi sekarang".
Mereka bertiga segera berangkat menuju rumah Irene. Dia tak bisa membayangkan bagaimana reaksi keluarganya saat tahu kondisi nya yang sebenarnya. Irene sudah mati-matian menutupi derita batin nya supaya orang tuanya tidak khawatir. Namun nyonya Renata dengan mudahnya mengatakan segalanya di depan orang tua Irene.
"Kau tenang saja, orang tua mu pasti mengerti kondisi mu".
"Aku hanya takut Don,, bagaimana kalau mereka marah padaku".
"Tak akan,, kau wanita mandiri, mereka pasti bangga pada mu".
"Kau mampu melewati semuanya dengan baik".
"Irene,, kalau nanti orang tua mu marah,, biar aku saja yang menghadapinya".
"Kau tak usah khawatir, aku akan segera menikahi mu secepatnya".
Irene tidak menjawab kata-kata Alex. Dia hanya menggenggam erat tangan Doni.Saat ini dirinya butuh pegangan. Dan selam ini Doni mampu menopangnya melewati badai kehidupan. Ingin sekali Irene bersandar di bahunya. Walaupun sesaat, itu bisa meredakan batin nya yang bergejolak.
__ADS_1
Alex merasa cemburu melihat kedekatan Doni dan Irene. Apalagi saat ini, ketika Irene tengah mengandung anaknya. Alex hanya ingin dirinya yang berada di sisi Irene saja, bukan orang lain. Lagipula, kecemburuan nya itulah yang dulunya menjadi alasan Alex nekat memperkosa Irene di butik.
Sepanjang jalan ketiga nya hanya terdiam. Mereka tenggelam dalam lamunan masing-masing. Sampai tak terasa, mobil Alex sudah memasuki halaman rumah Irene. Dengan di bantu Doni, Irene langsung masuk ke dalam rumah. Orang tuanya menyambutnya dengan penuh haru.
Mereka memeluk Irene bergantian. Air mata sudah memenuhi ruang tamu di rumah Irene.
Doni dan Alex yang menyaksikan pun merasa terharu.
"Kemarilah nak,,, ibu sangat merindukan mu".
"Maaf kan Irene Bu,, Irene telah membuat malu keluarga ini".
"Tidak,, kau jangan katakan itu,,, kami bangga padamu nak".
"Justru kami tidak bisa mendampingi mu di saat kau membutuhkan keluarga mu".
"Om, tante.....ini semua salah saya,,,saya yang telah menghamili Irene".
"Dan untuk itu, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya".
"Saya janji akan segera menikahi Irene".
Orang tua Irene terkejut ketika Alex tiba-tiba berlutut dan mencium tangan mereka. Alex menangis, menyesali perbuatan yang dilakukan nya pada Irene. Akan hal nya Doni, dia hanya bergeming menyaksikan peristiwa di hadapan nya tersebut.
"Ayah, ibu....selama ini Doni lah yang sudah membantu ku keluar dari trauma".
"Dia pula yang memberi ku semangat untuk tetap bangkit dan menjadi seperti sekarang ini".
"Dengan sabar dan telaten dia telah merawat ku selama ini".
Ayah yang mendengar penjelasan Irene, langsung menghampiri dan memeluk Doni. Dia tak perduli ada Alex di situ. Baginya, Alex sudah menghancurkan kehidupan Irene. Walaupun dia berniat bertanggung jawab.
"Saya tulus merawat Irene,,,demi Tuhan saya tak mengharap balasan apapun".
"Kalau pun di perbolehkan, saya pun ingin menikahi Irene".
"Bukan karena anak yang di kandung nya, bukan pula kasihan terhadap nya".
"Semata-mata hanya karena saya sangat mencintai Irene".
"Doni,,,apa ini waktu yang tepat..!!!".
"Kau sudah tahu kan,,aku yang akan menikah dengan Irene".
"Jangan berteriak Alex,,kau boleh lakukan apa pun, aku pun juga demikian".
"Biar Irene yang memutuskan,dengan siapa dia akan menikah".
Alex terlihat kesal. Dia berpamitan dan keluar dari rumah Irene. Tak dipedulikan nya Doni dan Irene yang tadi menumpang di mobilnya.
"Kau memang keterlaluan Doni".
"Bisa-bisanya kau nyatakan cinta di situasi seperti ini".
"Hmm.....lihat saja nanti,, aku yang pasti akan
mendapatkan Irene".
Orang tua Irene hanya bengong menatap kepergian Alex. Sementara Doni memilih duduk di sofa dekat Irene. Sedari tadi Irene tak berhenti menangis mendengar pernyataan cinta dari Doni. Doni mengusap air mata Irene dan menggenggam tangan nya dengan erat.
__ADS_1
"Ya, Irene....sudah lama aku ingin mengatakan ini".
"Tak perduli apapun yang terjadi padamu, aku akan selalu di sisi mu".
"Kita akan merawat anak ini bersama".
"Kau sudah sering mendengar hal ini dari ku kan??".
Irene hanya mengangguk. Dia semakin berlinang air mata. Irene tak menyangka Doni bersedia menerima dirinya yang sudah tidak suci lagi.
"Sudah,,,,hapus air mata mu".
"Kau tak boleh banyak menangis,,anak mu akan sedih nanti".
"Ayo, tersenyumlah.....kau terlihat sangat cantik jika tersenyum".
"Nak Doni,,,bapak tak tahu harus dengan cara apa berterima kasih".
"Untuk lamaran mu,,,bapak serahkan sepenuhnya pada Irene".
"Dia yang akan menjalani, jadi dia pasti sudah bisa membuat keputusan sendiri".
"Untuk sementara, biar Irene tinggal bersama kami".
"Sebentar lagi dia akan keluar dari rumah ini".
"Jadi, biarlah waktu yang tersisa ini kami habiskan bersama".
"Baiklah kalau begitu pak,,saya permisi dulu".
"Irene,, jangan lupa makan dan minum vitamin mu".
"Dan ingat,,,jangan terlalu capek, tidak baik untuk kalian berdua".
Doni keluar setelah meninggalkan sederet pesan untuk Irene. Dia lega karena Irene sudah kembali tersenyum untuk nya. Doni berjalan ke depan jalan raya mencari kendaraan.
Alex tiba-tiba masuk ke dalam rumah dengan marah-marah. Nyonya Renata langsung menghampiri nya.
"Kau ini kenapa,, bukan kah sudah bersama Irene seharian??".
"Mama sedang menyiapkan pernikahan kalian berdua".
"Mama nggak usah repot-repot, sepertinya Doni yang akan menikah dengan Irene, bukan Alex".
"Kau ini bicara apa??".
"Doni baru saja melamar Irene di depan orang tuanya".
"Dan nampaknya, Irene setuju untuk menerima lamaran nya".
"Ini tidak boleh di biarkan,, cucu mama harus tetap berada di rumah ini".
"Biar mama yang bicara dengan Doni".
"Tunggu ma,,, Alex punya rencana yang lebih bagus".
Nyonya Renata mendekati putranya. Dia berbisik di telinga mama nya. Nyonya Renata paham dengan rencana Alex. Asal untuk Irene,, nyonya Renata setuju menerima usulan dari Alex.
...****************...
__ADS_1