
Alex berlutut di bawah ranjang rumah sakit. Dia melamar Irene untuk menjadi istrinya. Bagaimanapun juga, anak itu adalah anaknya. Alex tak mungkin bisa lepas tangan begitu saja.
"Irene Wijaya,,, kumohon ....menikah lah denganku,,, aku janji akan membahagiakan mu".
Irene masih diam terpaku di atas ranjang rumah sakit. Dia tak tahu harus berbuat apa. Di satu sisi, Alex memang ayah biologis dari anak yang dikandungnya. Di sisi lain, Doni yang begitu baik, telah bersedia menerima dirinya apa adanya. Irene masih takut kalau hidup bersama Alex dan menerima perlakuan nya yang kasar dan menyakiti hatinya.
"Aku perlu waktu untuk berpikir".
"Tapi,, aku takut kalau nanti kau mencelakai bayi yang kau kandung".
"Aku tidak segila itu Alex,, aku masih punya hati nurani, tidak seperti diri mu yang berkelakuan seperti binatang".
"Aku sudah menyesalinya Irene, aku tak ingin suatu hari nanti, anakku menyesal mempunyai ayah bejat seperti ku".
"Harusnya kau berpikir seperti itu sebelum kau memperkosa ku kemarin".
Alex terdiam, rupanya luka di hati Irene sangatlah dalam. Butuh waktu untuk mengembalikan lagi kepercayaan nya itu.
Alex mendekati ranjang Irene. Dia hendak memegang tangan nya,, namun raut wajah Irene berubah ketakutan.
"Mau apa kau,,, jangan sentuh aku!!".
"Aku ingin merasakan anak ku di dalam perut mu".
"Jangan,,, dia bahkan masih kecil,, jadi jangan coba-coba menyentuhku lagi".
"Aku benci melihat tangan kotor mu itu".
"Baiklah....aku minta maaf".
"Aku tak akan menyentuh mu, aku janji..!!!".
"Pergilah Alex, aku ingin istirahat sekarang".
Cukup lama Doni menunggu pembicaraan keduanya. Dia memang memberi waktu bagi Irene dan Alex untuk berbicara. Sampai akhirnya, Alex terlihat keluar dari ruangan tempat Irene di rawat.
"Irene tak akan merubah pendirian nya, hanya karena kalian berdua berbicara".
"Kau sudah sangat menyakiti hatinya".
"Kau bahkan tak tahu apa-apa tentang dirinya".
"Gadis itu,, tidak selemah yang kau pikir".
"Tahu apa kau tentang Irene??".
"Kau bahkan sama sekali tidak punya hak untuk mendekatinya".
"Anak itu adalah anak ku, dan ku pastikan kami berdua akan menikah".
"O ya,, percaya diri sekali kau".
"Kau bahkan tidak sadar apa yang kau ucapkan".
"Irene tak akan pernah menikah dengan mu".
"Aku yang akan membuatnya bahagia".
"Kau dengar itu???"
Alex bahkan tak menjawab sepatah katapun. Perkataan Doni memang ada benarnya. Alex sudah buruk di mata Irene. Tapi dia janji akan memperjuangkan Irene supaya bisa menjadi istrinya.
Doni meninggalkan Irene di luar rumah sakit. Dia lalu masuk ke dalam menemui Irene. Dilihatnya wajah Irene yang murung dan kelihatan sedih.
__ADS_1
"Bumil cantik ku ini kenapa???".
"Sepertinya kau butuh hiburan,,, aku janji setelah keluar dari rumah sakit,, aku akan mengajakmu berlibur".
"Kau terlalu keras bekerja kemarin, sampai lupa menjaga kesehatan mu".
"Alex melamar ku".
"Dia ingin bertanggung jawab terhadap anak yang ku kandung ini".
Doni memperhatikan wajah Irene. Dia terkejut mendengar kata-katanya. Seorang sepeti Alex, ingin menikahi Irene, hanya untuk memberi status pada bayinya.
"Berpikirlah dengan baik, jangan gegabah".
"Dia menikahi mu hanya untuk status".
"Tapi aku menikahi mu, karena aku benar-benar cinta pada kalian berdua".
"Tak perduli apapun yang terjadi padamu, aku
menerima kalian dengan tulus".
"Aku tahu Don, selama ini hanya kau yang
mengerti diriku".
"Kau yang membantu ku di saat aku terpuruk".
"Siang dan malam, hanya kau yang tetap berada di sisiku".
"Aku bahkan masih belum bisa mengambil keputusan".
"Sudahlah Irene...jangan kau jadikan beban".
"Istirahatlah....aku akan menemanimu disini".
Sepulang dari rumah sakit, Alex langsung menemui mamanya. Nyonya Renata sedang membuat list teman- teman nya yang ingin memesan gaun pada Irene. Nyonya Renata masih asyik menelpon, ketika Alex berdiri di sampingnya. Nyonya Renata menutup telpon nya dan berbicara kepada Alex.
"Ada apa lagi,, kau membuat ulah di rumah sakit??".
"Irene marah lagi padamu??".
"Ma,,, aku dan Irene harus menikah secepatnya".
"Mama bujuk lah menantu mama itu, supaya dia mau menikah denganku".
"Kenapa mesti mama yang bujuk, wajar kalau Irene marah,, karena kelakuanmu memang tidak bisa dimaafkan".
"Iya ma,, makanya mama tolong aku,, aku ingin menikah dengan nya secepatnya!!".
"Mama tahu perasaan Irene, kalau dia memang tidak mau menikah dengan mu,, mama tak bisa memaksanya".
"Tapi kali ini harus ma,, demi cucu mama yang ada di perut Irene".
"Irene hamil sekarang ma,, dan itu karena perbuatan ku".
"Apa..............???".
Nyonya Renata sangat terkejut mendengar perkataan dari Alex. Dia mengira kalau dirinya hanya salah dengar saja.
"Apa kau bilang,, Irene hamil??".
"Akhirnya,,, mama akan segera punya cucu".
__ADS_1
"Papa mu harus tahu ini,,, kita harus segera melamar Irene".
"Aku setuju dengan mama".
"Secepatnya, mama harus melamar Irene untukku".
"Kalau tidak, Doni yang akan jadi ayah dari cucu mama itu".
"Kenapa bisa begitu???".
"Karena Doni sudah melamar Irene lebih dulu, sebelum dia tahu kalau Irene hamil".
"Biar mama bicara sama Doni".
"Irene harus menikah dengan mu, karena kau ayah dari anak yang dikandungnya".
"Aku akan meminta papa pulang, kita harus segera mengurus pernikahan mu".
"Mama tak mau perut Irene semakin membesar nanti, kalau terlalu lama menunda pernikahan kalian".
"Irene butuh waktu ma, lagipula dia rawat inap sekarang, kandungan nya lemah".
"Alex,,, antar mama ke sana sekarang..!!!".
"Mama yang akan membujuk Irene".
Alex dan nyonya Renata bergegas menuju rumah sakit tempat Irene dirawat. Mereka tidak mau kalau Irene sampai menikah dengan Doni. Bagaimanapun juga, anak Irene adalah pewaris dari keluarga Alex. Walaupun anak itu adalah buah dari perkosaan yang dilakukan oleh Alex. Setidaknya mereka harus menebus kesalahan pada gadis yang tak berdosa itu.
Setelah sampai di rumah sakit, Alex dan nyonya Renata segera menuju kamar rawat inap Irene. Mereka langsung saja masuk ke dalam, di saat Doni tengah menyuapi makan malam untuk Irene.
"Sayang,,, kau sudah kelihatan lebih sehat, biar mama yang suapi makan untukmu".
"Jangan nyonya,,, Don,, aku selesai, perutku sudah kenyang".
"Mana bisa seperti itu,, kau baru makan dua suap, ayo....lanjutkan makan mu!!".
"Doni, berikan pada Tante, biar Tante yang urus menantu Tante ini".
"Ayo sayang,, lanjutkan makan mu, kau harus pikirkan juga bayi dalam kandungan mu".
"Biar aku sendiri saja nyonya".
"Mama....,mulai sekarang kau harus memanggilku mama, sebentar lagi kau dan Alex akan menikah!!".
"Biasakan memanggil mama dari sekarang".
"Tapi nyonya....!!!".
"Ayo makan.....!!".
Sambil menyuapi Irene makan, nyonya Renata
melihat ke arah Doni yang masih berdiri di pojok kamar.
"Doni,,,,mulai sekarang, aku sendiri yang akan mengurus menantu ku".
"Kau boleh pulang sekarang".
"Lagipula, tak baik kalau kalian berdua-dua an,
sementara Irene akan menikah dengan Alex".
Doni menahan sabar mendengar perkataan nyonya Renata. Tapi dia tak beranjak sedikitpun dari kamar inap. Dia juga melihat, sepertinya Irene tak nyaman dengan kehadiran ibu dan anak tersebut.
__ADS_1
...****************...