Bukanlah Butiran Debu

Bukanlah Butiran Debu
Meeting Perdana.


__ADS_3

Alex dan Irene masuk ke dalam apartemen nya, di sana Roger tampak sedang duduk di sofa.Dia kemudian memandang Irene yang terlihat kepayahan berjalan dengan perut besarnya itu.


"Kalian beruntung sekali,, sebentar lagi akan segera memiliki buah hati".


"Apalagi istri mu mengandung anak kembar,, pasti kalian sangat senang".


"Ya....lebih tepatnya kami sangat beruntung mendapatkan anugerah ini".


Dari dapur, Irene terlihat membawa minuman dan cemilan untuk Alex dan tamunya tersebut. Dia meletakkan nya di meja dan mempersilahkan tamunya tersebut untuk minum.


"Silahkan Roger,, minumlah dulu teh ini,, supaya kau lebih segar".


"Kau tak perlu repot-repot begitu,, aku bisa memesan makanan di luar nanti".


"Jangan,, kau adalah tamu kami,, sudah sewajarnya aku yang menjamu diri mu selama di sini".


"Iya,, Irene benar,, buat diri mu nyaman, dan jangan pikirkan apapun".


"Jangan sungkan,, beritahu kami kalau kau butuh sesuatu".


"Terima kasih Alex,, kalian sungguh baik".


Roger menerawang jauh ke depan. Hal ini sudah di rencanakan nya. Dia harus mengorbankan tubuhnya, untuk bisa masuk ke dalam kehidupan Irene seperti ini.


Rupanya, alam sedang berpihak padanya, karena Irene sedang hamil. Balas dendam yang menyakitkan akan di terima oleh nya.


Dia akan merasakan, bagaimana kehilangan segalanya. Termasuk kedua buah hatinya.


"Aku pastikan, kau akan sangat menderita kali ini,," gumam Roger di dalam hati.


Rupanya mereka berdua tidak menyadari kalau sudah mengundang bahaya ke rumahnya. Irene juga sama sekali tidak mengenali pemuda tersebut. Sudah bertahun-tahun, sejak peristiwa itu sampai sekarang.


Roger yang penampilan nya jauh berbeda dengan Roger yang sekarang.


Alex dan Irene dengan tulus melayani dan mengurus semua kebutuhan Roger hingga dia membaik. Rencananya pagi ini dia akan kembali ke hotelnya. Besok pagi dia akan menghadiri acara yang sudah di jadwalkan nya tersebut. Pagi ini, dia berpamitan pada pasangan suami istri yang sudah menolongnya itu.


"Alex, Irene....terima kasih banyak atas bantuan kalian".


"Aku akan kembali ke hotel,".


"Aku sudah sehat sekarang, lagipula besok pagi aku ada acara".


"Baiklah Roger,,kami juga berterimakasih atas pertolongan mu".


"Nanti sebelum kembali ke Amerika, main lah dulu kemari".


"Iya,,,aku akan mengaturnya nanti"


"Baiklah,,sudah waktunya,,selamat tinggal dan terima kasih sekali lagi".

__ADS_1


Alex mengantar Roger sampai ke lobby apartemen, dan mencarikan kendaraan untuk kembali ke hotelnya. Setelah itu, dia baru kembali ke atas untuk mengambil tas kerjanya.


"Kau mau kemana sepagi ini,,bukan nya kau harus banyak istirahat??".


"Ku mohon Alex,,nanti malam launching butik ku dengan Tamara".


"Siang ini, aku dan Tamara akan bertemu rekan nya dari Amerika".


"Aku janji, setelah selesai akan langsung pulang".


"Kalau begitu,,ayo...aku akan mengantar mu ke butik".


"Apa kau tidak terlambat sampai kantor nanti??".


"Tentu saja tidak,,,ayo kita berangkat sekarang".


Keduanya bergegas menuruni lift dan masuk ke dalam mobil.Alexakan mengantar Irene terlebih dahulu ke butik nya. Dia harus mempersiapkan segalanya untuk nanti malam. Tapi Alex agak sedikit khawatir dengan kehamilan nya. Dia berharap tidak ada gangguan dengan kesehatan istrinya tersebut.


Sesampainya di butik, Tamara tengah berbincang dengan Doni. Mereka masih menunggu rekan bisnis dari Amerika.


"Irene,,,ayo kemari...kau harus melihatnya".


"Semua persiapan telah sempurna di lakukan oleh Doni".


Alex yang mengantar Irene segera berpamitan. Dia juga tak ingin terlambat sampai kantor.


"Telepon aku kalau kau sudah selesai nanti".


"Terima kasih Alex,,dan hati-hati di jalan".


Sebelum Alex berbalik, Irene meraih tangan Alex dan mencium nya. Tentu saja hal ini membuat dirinya terkejut. Tak lama kemudian, dia tersenyum dan berlalu dari hadapan istrinya.


Alangkah bahagia hati Alex. Sepanjang perjalanan nya ke kantor, tak henti-hentinya dia bersenandung. Kegembiraan nya karena Irene telah menerima dirinya sebagai suami, tak mampu di lukis kan dengan kata-kata.


Akhirnya,,,penantian dan kesabaran nya kali ini berbuah manis. Terbayang wajah Doni saat melihat perlakuan manis Irene padanya tadi. Alex bersorak dalam hati untuk kemenangan kali ini.


Irene segera bergabung dengan kedua rekan nya di butik. Mereka masih harus menunggu rekan bisnis Tamara. Sembari menunggu, keduanya mendengarkan konsep acara yang sudah di gagas Doni untuk nanti malam.


Tak berapa lama, seorang lelaki memasuki butik, yang langsung di sambut hangat oleh Tamara. Irene tercengang mengetahui kalau Roger lah yang sudah menjadi rekan bisnis Tamara.


"Jadi,rupanya kau ke Indonesia untuk ini???".


" Irene,,,kau desainer sekaligus pemilik butik ini??".


"Aku sama sekali tidak menyangka".


"Rupanya kalian sudah saling kenal??".


"Iya Tamara,,,Roger menolongku terhindar dari kecelakaan kemarin".

__ADS_1


"Ah.....Irene terlalu melebih-lebihkan".


Mereka kemudian terlibat pembicaraan serius tentang konsep dan bagi hasil di butik yang sedang mereka rintis. Jangan sampai ada masalah ke depan nya. Semua hal di katakan dengan transparan.


"Jadi bagaimana Roger, kau masih ingin bergabung,atau menarik investasi ku dari sini".


"Aku rasa, bisnis ini cukup menjanjikan, lagipula nama Irene sudah terkenal di dunia fashion show".


"Aku akan ambil tawaran kerja sama ini".


"Untuk bulan depan, agendakan pertemuan di Amerika".


"Aku ingin kalian menyaksikan gelaran fashion show di sana".


"Mungkin bisa jadi referensi untuk kemajuan butik kita ini".


Akhirnya semua nya sepakat dan setuju dengan semua aturan perusahaan. Tinggal acara launching nanti malam. Mereka berharap malam nanti akan sukses acara fashion show perdana butik mereka.


Saat rapat selesai, Irene masih duduk di lobby


bersama dengan Doni. Sementara Roger dan Tamara sudah lebih dulu pergi dari butik. Mereka masih berbincang sembari menunggu Alex.


"Ku lihat kau sudah menerima Alex sekarang??".


"Atau kau malah sudah jatuh cinta padanya??".


"Kau masih belum lupa dengan janji kita bukan??".


"Irene,, kau tahu aku mencintai mu,, tolong....


kembalilah padaku saat sudah melahirkan nanti".


"Doni,, aku sangat tahu apa yang kau rasakan".


"Tapi, untuk sekarang aku hanya akan fokus dengan kedua buah hati ku ini".


"Aku tak menyangka keduanya tumbuh di dalam rahim ku".


"Apa aku harus egois, dengan menelantarkan keduanya begitu saja".


"Jangan tunggu aku,, mulailah hidup baru".


"Aku yakin di luar sana banyak gadis yang menyukai mu".


"Tentang ku,, sejak aku tahu mereka kembar,, aku jadi lebih bersemangat dan mencintai mereka".


"Mungkin dulu aku tak mengharapkan kehadiran nya".


"Tapi sekarang aku sadar kalau ini adalah anugerah terindah dari nya".

__ADS_1


Doni menerawang jauh mendengar keputusan Irene. Dalam hatinya tetap tidak mau berpisah. Dia sudah jatuh cinta dengan nya sejak dulu. Hanya menunggu waktu,, Doni juga bersedia bila harus merawat kedua buah hati Irene tersebut. Namun jangan sampai Alex dan Irene jatuh cinta. Karena itu akan otomatis membuat Doni tersingkir untuk selamanya.


...****************...


__ADS_2