
"Irene,,kau bersedia menjadi istriku kan??".
"Maaf Doni, aku tak bisa menerima lamaran mu".
"Aku tak pantas menjadi istrimu".
"Aku ini wanita yang kotor".
"Kau bisa cari calon istri yang lebih baik dari ku".
"Aku tak perduli,bagiku kau tetap Irene yang sama, yang aku kenal dari dulu".
"Aku janji akan selalu membahagiakan mu".
Irene terdiam. Lamaran Doni sangat mendadak. Lagipula, dia baru saja sembuh dari trauma perkosaan yang dialaminya. Dia belum siap, kalau harus berhubungan dengan seorang lelaki.
"Beri aku waktu Doni,,,aku belum bisa menjawab lamaran mu".
"Aku akan menunggu,,,asalkan kau sudah tahu kalau aku selalu di sisi mu".
"Kau bisa mengantarku ke toko sekarang??".
Doni mengangguk, dia menuruti permintaan Irene. Doni mengantarnya ke toko Frozen food miliknya. Dia tidak yakin Irene sudah benar-benar pulih.
"Mbak,, tolong kalian awasi Irene, kalau ada apa-apa, segera telepon".
"Baik pak".
Irene langsung naik ke alamat atas. Pikiran nya malah semakin bertambah ruwet. Kenyataan kalau dirinya sudah tidak suci lagi, ditambah lamaran Doni,, Irene tidak bisa lagi berpikir. Doni tidaklah pantas mendapatkan diri nya yang kotor. Dan Irene,, dia tidak bisa lagi berdiri tegak di hadapan dunia.
"Irene membaca satu persatu chat dari Tamara. Dia ingin memesan desain baju. Sementara chat dari nomer asing juga isi nya sama, mereka memesan desain gaun pesta.
Irene bersemangat kembali. Dia membalas satu persatu chat yang masuk. Tak lama kemudian ada telepon masuk dari Alex. Seketika Irene langsung menolaknya. Dia tak ingin kembali mengingat peristiwa yang menyakitkan diantara mereka berdua. Irene melanjutkan berbalas chat dengan Tamara.
"Irene,,, siapkan semua desain mu, dalam sebulan ini aku akan mencari sponsor,, kita adakan fashion show untuk karya mu".
"Kau serius Tamara,, aku tidak sedang bermimpi kan??".
"Aku serius,, kau sudah keluar dari butik nyonya Renata kan??".
"Ini kesempatan mu,, kau hanya harus siapkan semua busana hasil rancangan mu".
"Selebihnya, serahkan semuanya padaku".
"1bulan,, cukup kan??".
"Karir mu akan cemerlang setelah pagelaran nanti,, lihat saja..!".
"Tamara,,aku tak tahu lagi harus berkata apa".
"Kuharap aku tidak mengecewakan mu".
"Baiklah,,,,mari kita mulai bekerja".
Irene seperti mendapat angin surga. Di tengah musibah yang menimpa dirinya, ada hikmah besar yang dia terima. Mungkin inilah jawaban Tuhan atas semua doa-doanya. Dia telah mengganti penderitaan Irene menjadi kebahagiaan.
Irene bergegas mengumpulkan semua desain baju yang telah dibuatnya. Dia juga memesan bahan terbaik untuk karya nya. Semua perlengkapan dia taruh di lantai atas toko. Kini, tokonya itu merangkap rumah mode.
__ADS_1
"Ibu Irene, anda ingin keluar??".
"Ya,,aku ada urusan sebentar,,, jangan ada yang boleh masuk ke lantai atas,, kalian mengerti kan??".
"Baik Bu".
Irene membeli semua perlengkapan jahitnya di toko langganan nya. Dia memilih aksesoris yang unik untuk bajunya. Setelahnya dia lanjut ke toko.
Daripada di rumahnya, Irene lebih memilih bekerja di toko.Selain tempatnya tenang,,,juga tak mungkin ada gangguan. Pasalnya, selain Doni tak ada lagi orang yang tahu kalau Irene punya toko. Jadi Irene merasa aman bersembunyi di tempat itu".
"Sedang apa kau,,,dari tadi aku menelpon mu".
"Maaf Don, aku sedang di luar".
"Di luar mana,,,jangan aneh-aneh deh..!".
"Tidak,, kau tahu, Tamara menawariku fashion show".
"Hanya karyaku,,,dan Tamara sudah mengurus semuanya".
"Baguslah,,,aku ikut senang mendengarnya".
"Dengar....jangan lupa makan dan jaga kesehatan mu".
"Nanti sore aku mampir".
"Baik Doni,,,aku mengerti".
Doni terkejut setelah mematikan ponselnya. Alex berdiri di hadapan nya. Mungkin, dia sudah mendengar percakapan nya dengan Irene. Tapi itu tidak penting.
"Itu Irene kan??".
"Apa belum cukup kau menyakitinya??".
"Kalaupun itu Irene,,,aku tak akan memberitahu dirimu, dia ada di mana sekarang".
"Doni,,,aku hanya ingin menebus kesalahan ku".
"Kalau mungkin, aku akan menikahinya".
"Itu tak perlu,,cukup kau jauhi dia".
"Masih ada aku di sampingnya".
"Kau hanya tidak tahu siapa Irene sebenarnya".
"Kalau kau mengetahuinya,,,tak mungkin kau meremehkan nya".
Doni menjauh dari hadapan Alex. Dia tak akan mengijinkan nya melihat apalagi bertemu dengan Irene lagi. Sudah cukup sakit hati yang dibuatnya pada Irene.
"Mbak,,tolong bantu angkat belanjaan di depan ya??".
"Langsung bawa ke lantai atas".
"Baik Bu".
"Memangnya Bu Irene mau bikin baju disini??".
__ADS_1
"Iya mbak,,nanti kapan-kapan saya bikinkan seragam juga".
"Sebulan ini kalian urus toko ya??".
"Besok saya kasih bonus".
"Wah...Bu Irene baik sekali,, terimakasih Bu".
Irene langsung memulai pekerjaan nya. Sebulan ini dirinya fokus pada acara peragaan busana. Persiapan sudah hampir 90 persen. Tinggal menunggu hari H.
Irene perlahan-lahan sudah mulai melupakan tragedi yang menimpanya. Sebulan ini, Alex juga tidak kunjung bisa menjumpai Irene. Doni masih sering menemaninya di toko yang disulap Irene menjadi butik dadakan. Lamaran yang diucapkan nya, belum juga mendapat jawaban dari Irene.
Malam ini, peragaan busana Irene akan digelar. Sudah sejak sore, Tamara menjemput Irene dan membawanya ke salon.Selain dihadiri oleh artis papan atas, fashion show nanti juga mengundang pemilik butik dan perusahaan garmen di seluruh kota. Dan tentunya acara tersebut juga ditayangkan di berbagai media.
"Kau kelihatan cantik sekali,, aku pangling Lo".
"Kau bisa saja Tamara,, aku jadi malu".
"Eh...bener Lo,,,kau bisa jadi artis juga kalau begini".
"Pokoknya malam ini, desainer kita the best".
Irene dan Tamara sudah berada di lokasi fashion show. Para model juga sudah bersiap. Irene masih wara-wiri mempersiapkan model yang memakai gaun rancangan nya. Sebentar lagi, acara paripurna, tapi Doni belum juga kelihatan.
"Ayo Irene,,,,10 menit lagi kau naik panggung".
"Fashion show mu malam ini sukses besar".
"Semua gaun hampir terjual".
"Sebentar,,,aku masih menunggu Doni".
"Ayo Doni,, angkat telepon nya,,kau dimana??".
"Ini saat penting dalam hidupku".
Irene masih mondar-mandir menunggu Doni.
Lima menit lagi, dia harus tampil di panggung. Dan...senyum nya cerah melihat Doni berlari ke arahnya.
"Maaf, aku terjebak macet!!".
"Syukurlah.....ayo cepat, ganti bajumu,,lima menit lagi kita tampil".
Irene memilihkan baju rancangan nya untuk Doni. Mereka kelihatan sangat serasi. Dari luar panggung, terdengar Tamara memanggil nama dirinya. Irene bergegas membawa buket bunga dengan menggandeng lengan Doni.
Alex yang duduk bersama ibunya, sontak kaget mendengar nama Irene. Dia tak menyangka fashion show kali ini adalah acara nya. Dia harap-harap cemas menantikan sisik Irene. Sudah sebulan ini mereka tak lagi bertemu.
"Kau lihat,,,,,kau berbuat kesalahan".
"Irene itu permata,, ini hanyalah satu dari sekian keberhasilannya".
"Tapi kau terlalu memandang rendah dirinya".
Alex memperhatikan ke arah panggung dengan seksama. Irene kelihatan sangat cantik. Tapi seketika darahnya mendidih, melihat Doni menggandeng mesra tangan nya.
Alex sangat cemburu. Tak bisa dipungkiri, dirinya sudah jatuh cinta. Sejak peristiwa terkutuk itu, Alex sangat merindukan Irene.
__ADS_1
Kali ini Alex benar-benar cemburu pada dua orang itu.Dia menganggap dirinya lah yang lebih berhak atas diri Irene.
...****************...