Bukanlah Butiran Debu

Bukanlah Butiran Debu
Insiden.


__ADS_3

Alex refleks memeluk Irene di ruang periksa dokter Wisnu. Dia sungguh bahagia melihat layar monitor di depan nya. Ternyata bukan hanya satu, tapi dua anak sekaligus yang di dapat keduanya.


"Ini sungguh kasus langka,, untungnya sudah ketahuan di usia kandungan nyonya Irene yang masih 4 bulan".


"Ini kembar identik nyonya,, yang semula saya kira plasenta, ternyata janin yang satunya".


"Jadi, kehamilan kali ini, harus benar-benar anda jaga nyonya".


"Istri anda akan mengalami mual muntah dan perubahan hormon yang signifikan pak,,jadi jangan biarkan dia sendiri".


"Dan jaga asupan makanan nya".


"Temani saat sedang melow, galau dan sedih".


"Anda mengerti kan??".


"Iya, dokter Wisnu...saya akan selalu menjaganya".


"Dan,, pak Alex,,,mengingat perutnya sudah besar,,jadi tolong di belikan sabuk penyangga perut, agar Bu Irene tidak kesulitan beraktivitas".


"Baik dokter,,,terima kasih banyak".


"Bu Irene,,,sekali lagi selamat ya,,,anda akan mempunyai bayi kembar".


"Mulai Minggu ini, periksa kemari seminggu sekali".


"Baik dokter Wisnu,,,saya akan mendengarkan Anda".


"Dan,,minum vitamin nya secara teratur".


"Supaya kedua janin anda sehat".


"Dokter,,,kapan saya bisa melihat kelamin nya??".


"Coba kita lihat Minggu depan, mudah-mudahan sudah bisa di ketahui".


"Ya,,,kalian boleh pulang sekarang,,,hati-hati di jalan".


Alex dan Irene keluar dari ruang periksa dokter Wisnu dengan perasaan bahagia. Mereka menerima kejutan yang tak di sangka-sangka. Alex bahkan sejak tadi mengelus perut Irene dengan perasaan senang.


"Hentikan Alex,,kita masih di rumah sakit".


"Kau tak lihat,,mereka terus memandangi kita sejak tadi".


"Biar saja Irene,,aku tak perduli".


"Kalau perlu, ingin rasanya aku berteriak di sini".


"Terima kasih banyak Irene,,,aku sungguh senang mendapatkan anugerah ini".


"Tapi Alex,,,lusa adalah hari pembukaan butik".


"Doni sudah menyiapkan segalanya".


"Tamara juga sudah mengundang rekan nya di acara tersebut".


"Lalu,,,kau sendiri bagaimana??".


"Kalau memang kondisi mu sehat,,aku tidak ada masalah".


"Tapi kalau kau kurang fit,, sebaiknya kita batalkan saja".


"Jangan,,,aku yakin aku bisa menghadirinya".

__ADS_1


"Mereka sudah bekerja keras untuk ini".


"Aku tak ingin semua orang kecewa".


"Ya sudah,,kita pulang dulu,nanti kita bahas lagi di apartemen".


"Kata dokter, kau harus banyak istirahat kan??".


"Jadi,,kau harus menuruti perintahnya".


Irene menurut saja saat mobil Alex membawanya pulang ke apartemen. Di tengah jalan, mereka berpapasan dengan truk yang hampir saja menabrak nya. Untung saja, ada sebuah mobil yang langsung menghadang truk tersebut. Akibatnya mobil


tersebut rusak parah. Beruntung sopirnya tidak terluka parah. Namun kepalanya berdarah dan tangan serta kakinya lecet-lecet.


Alex dan Irene turun dari mobil dan menolong


pemilik mobil yang menyelamatkan dirinya. Mereka membawa laki-laki itu keluar dari mobil dan menepi. Beruntung para pengguna jalan juga ikut menolongnya.


"Silahkan mas,, di minum dulu".


"Mari saya antar ke dokter,, luka di kepala mas harus di periksa".


"Tak apa mas, ini hanya luka ringan,, sebentar juga sembuh".


"Tidak bisa mas,, ini harus di obati,, tolong bantu mas ini masuk ke mobil saya ".


Beberapa pengguna jalan langsung mengangkat laki-laki tersebut masuk ke mobil Alex. Keduanya bergegas ke rumah sakit terdekat untuk mengobati lukanya.


Sesampainya di ruangan sakit, perawat dan dokter segera memberikan pertolongan, sementara Alex dan Irene menunggu di luar.


Dengan memakai kursi roda, pasien tersebut di dorong keluar kamar oleh perawat, sementara Alex masih harus menemui dokter di dalam.


Pemuda tersebut memandangi perut Irene yang terlihat membesar. Dia kemudian berujar.


"Iya mas,, ini juga berkat pertolongan anda".


"Kenalkan saya Irene,,, terimakasih mas sudah menolong kami tadi".


"Saya Roger mbak, terimakasih juga sudah membawa saya ke rumah sakit".


"Ini semua tidak sebanding dengan apa yang sudah anda lakukan untuk saya dan calon bayi saya ini".


"Hmm......tak perlu sungkan seperti itu mbak".


Alex keluar dari ruang dokter dengan membawa obat dan resep dokter. Dia kemudian menghampiri Irene dan laki-laki yang di tolong ya.


"Ayo mas,, mari saya antar pulang,, anda harus banyak istirahat".


"O,,ya...kenalkan saya Alex,, terimakasih sudah menolong kami berdua tadi".


"Iya Alex, aku juga berterima kasih dengan bantuan dari kalian".


"Tapi,, aku tinggal di hotel,, jadi antar kan aku me hotel saja"


"Hotel,,,,jadi kau tidak tinggal di sini".


"Kebetulan aku baru datang dari Amerika".


"Aku ke sini untuk menghadiri sebuah acara".


"Kalau begitu,,kau sendirian saja di hotel??".


"Iya,,nanti biar aku sewa orang untuk mengurus ku".

__ADS_1


"Mana boleh seperti itu,, kau begini karena menolong kami berdua".


"Jadi,, sebaiknya kau tinggal di tempat kami saja".


"Masih ada satu kamar kosong,, setidaknya kau punya teman saat nanti kesulitan mengerjakan sesuatu".


"Bagaiman Irene,,kau setuju kan??".


"Terserah kau saja Alex".


"Baiklah,,,,sudah di putuskan,,sementara kau tinggal di tempat kami dulu, sampai kau pulih".


"Tapi,,aku tak mau merepotkan kalian berdua".


"Tenang saja mas, kami tak akan merasa repot".


"Mari,,kita pergi sekarang saja".


Akhirnya Alex membawa Roger ke rumah nya, setelah sebelumnya Alex menebus resep untuknya di apotik. Luka di kepalanya agak sedikit dalam karena terbentur dashboard, dan harus di jahit, sementara tangan dan kakinya hanya memar dan lecet.


Ketika turun dari mobil, Alex membantu Roger menaiki lantai atas. Sementara Irene berjalan sendiri, namun dengan berhati-hati.


"Irene,, kau tunggu di bawah saja,, aku akan menjemput mu nanti".


"Tidak Alex,, aku bisa...kau tenang saja".


"Bantu saja Roger, ku lihat kepalanya masih sedikit pusing".


"Mungkin karena dia belum minum antibiotik tadi".


"Kalian duluan saja,, biar aku menyusul nanti".


"Alex,,kau bantu saja istri mu,, aku bisa jalan sendiri".


"Kasihan,,sepertinya dia sudah mau melahirkan".


"Tidak,,,kehamilan nya baru 4 bulan,,tapi Irene hamil anak kembar,,jadi perutnya lebih besar dari usia kehamilan nya".


"Kau naiklah,,apartemenku di lantai 3, no 50, ini kuncinya".


"Aku jemput istri ku dulu".


"Iya,,aku mengerti,,kau tenang saja".


Setelah memastikan Roger aman, Alex kembali menemui Irene yang masih duduk di lobby. Tampaknya dia masih kelelahan berjalan.


"Irene,,,apa kita ambil kamar di depan saja, biar kau tidak bolak-balik naik turun".


"Aku kasihan melihat mu kelelahan seperti ini".


"Tidak usah,,aku bisa menyesuaikan diri".


"Uang nya nanti bisa untuk beli perlengkapan si kecil".


"Apa kau sudah mengantar Roger??".


"Iya,,dia sudah di dalam apartemen".


"Ayo kita masuk sekarang".


Dengan di gandeng Alex, pelan-pelan Irene berjalan menuju lift. Mereka kemudian naik ke lantai 3. Pintu apartemen sudah terbuka, dan Roger duduk di sofa.


Irene kelihatan canggung, karena ada orang asing di apartemen nya. Namun, bagaimanapun juga, Roger sudah menolong mereka. Alex dan Irene bisa saja mati dalam kecelakaan tadi, kalau Roger tidak tiba tepat pada waktunya. Jadi, sebisa mungkin, Irene dan Alex harus membalas budi baik lelaki tersebut.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2