Bukanlah Butiran Debu

Bukanlah Butiran Debu
Ke Dokter Kandungan.


__ADS_3

Malam itu Alex tertidur setelah di suapi makan oleh Irene. Pengaruh alkohol sukses membuatnya pusing berat. Entah apa yang ada di pikiran nya sehingga dia menyentuh lagi barang haram tersebut.Dan parahnya lagi,, dia melakukan hal yang sama dengan Irene sewaktu memperkosanya dahulu.


Sikap Alex yang sedang mabuk, justru malah membuat dirinya berkata jujur tentang perasaan nya kepada Irene. Hal itu menjadikan Irene paham tentang kepribadian Alex yang sebenarnya.


"Irene,, di mana kau,, kepalaku pusing sekali".


Berkali-kali Alex memanggil nama Andin, tetap tidak ada jawaban, karena Andin sedang memesan makanan di bawah. Hari ini jadwal dirinya periksa ke dokter kandungan, jadi setelah menyediakan makanan untuk Alex, baru dia bisa berangkat.


Irene masuk ke dalam hotel dan mendapati Alex sudah terbangun. Dia masih duduk di ranjang dan memegangi kepalanya.


"Kau dari mana saja Irene, aku memanggil mu dari tadi".


"Aku memesan makanan dan mencarikan obat sakit kepala untuk mu".


"Aku siapkan dulu, setelah ini aku harus ke dokter kandungan".


"Irene,, aku mandi dulu, biar ku antar".


"Apa kau yakin bisa,, kepala mu kan masih pusing"


"Aku bisa,, kau tenang saja, untuk kalian aku akan lakukan apa pun".


Alex bersemangat ke kamar mandi dan cepat-cepat berpakaian. Dia tahan sakit kepalanya demi mengantar Irene ke dokter kandungan.


Momen itu lah yang bisa membuatnya sangat bahagia.Jadi, dia tak mungkin melewatkan kesempatan. Dia memang tengah berusaha menjadi ayah yang baik dan bertanggung jawab.


"Ayo,,aku sudah siap berangkat".


"Makanlah dulu dan minum obat mu".


"Aku tak mau kau pingsan di jalan".


Alex menuruti perkataan Irene. Lagi pula dia memang sudah bersusah payah menyiapkan


semuanya untuk Alex.


Sembari menunggu Alex sarapan, Irene iseng mendesain baju hamil untuk dirinya. Dia tersenyum sendiri melihat cantiknya baju


hamil rancangan nya. Alex diam-diam memperhatikan raut wajah Irene yang terlihat lebih ceria. Kali ini dia juga tidak berwajah masam lagi padanya. Alex bersyukur kalau Irene akhirnya berbahagia bersamanya.


"Apa yang kau lihat,,,wajahmu terlihat bahagia sekali".


"Aku sedang buat baju hamil".


"Besok kita sudah kembali kan??".


"Aku ingin segera bekerja di butik lagi".


"Kita bicarakan itu nanti,, sekarang kita berangkat, jangan sampai kita terlambat".


Irene dan Alex tengah berjalan ke mobil ketika Doni menelpon nya. Irene ragu menjawab panggilan ponselnya, dia tak ingin Alex sampai cemburu lagi dan bertindak kasar seperti semalam.


"Siapa yang menelpon mu??".

__ADS_1


"Itu,,,, Doni yang telpon".


"Angkat saja,, siapa tahu penting".


Irene menuruti perkataan Alex dan menjawab telpon yang masuk dari Doni.


"Irene,, aku sudah siap, jam berapa aku harus menjemput mu untuk ke dokter??".


"Doni,,, sepertinya aku bisa berangkat bersama Alex".


"Lagipula.......".


"Lagipula Irene dan bayinya adalah tanggung jawab ku Doni".


"Kalau kau belum lupa, aku suaminya".


"Biarkan aku yang mengurus istri ku,, kau tak usah repot-repot".


"Maaf Alex, ku kira Irene lebih nyaman bersamaku daripada pergi dengan mu".


"Tapi saat ini kami sudah dalam perjalanan ke dokter".


"Terima kasih atas perhatian mu".


Alex buru-buru menutup telpon nya dan menyerahkan kembali kepada Nisa. Kali ini tanpa kemarahan, hanya tatapan Alex terasa lain. Untuk sesaat Irene menatap nya dan kemudian melanjutkan berjalan ke mobil.


"Kau marah padaku karena aku memperingati Doni??".


"Tidak Alex,, kau boleh melakukan apa saja".


"Ayo, kita segera berangkat saja".


Alex membuka kan pintu untuk Irene. Setelahnya mereka berangkat menuju ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan keduanya terdiam. Entah pikiran mereka kemana, yang jelas Irene masih enggan untuk mulai berbicara.


Sesampainya di rumah sakit, Irene dan Alex segera ke bagian pendaftaran. Mereka sudah ada janji dengan dokter kandungan. Jadi, rupanya dokter sudah menunggu di dalam ruangan nya.


Keduanya masuk dan segera diperiksa. Kandungan Irene sudah memasuki usia 2 bulan. Dalam pemeriksaan ultrasonografi, tampak janin masih berupa gumpalan kecil.


Irene dan Alex mendengarkan secara detail keterangan dari dokter. Makanan dan minuman juga di atur supaya bayi nya sehat. Tak lupa dokter mengingatkan kalau ada keluhan mual dan muntah, maka pasien harus segera di bawa ke dokter.


Keduanya keluar dari ruangan dokter dengan perasaan lega. Walaupun belum tahu jenis kelamin bayi, setidaknya mereka tenang karena bayi di dalam kandungan Irene tumbuh sehat.


Alex memandang foto bayi hasil USG dengan perasaan bahagia. Sepanjang jalan menuju tempat parkir, dia tampak tersenyum lebar.


Irene sampai di buat terharu melihatnya. Alex tampak sangat menyayangi buah hatinya.


"Alex,,kita langsung check out saja, aku bosan tinggal di hotel".


"Terserah kau saja,, mau ke rumah mama atau ke apartemen ku".


"Kita ke apartemen saja, aku masih belum siap kalau harus tinggal di rumah mu".


"Kenapa,, kau bilang mama ku baik kan??".

__ADS_1


"Aku tak enak kalau tiba-tiba mual muntah dan harus berbaring seharian di tempat tidur".


"Kau tahu sifat mama ku tidak seperti yang kau bayangkan".


"Tapi baiklah,,aku akan menuruti permintaan mu".


"Kita pindah ke apartemen hari ini juga".


"Biar aku suruh orang mengambil barang-barang dari hotel".


"O,ya Alex, aku ingin sekali ke toko sebentar, apa kau bisa mengantar ku".


"Hmmm...baiklah,,tapi ingat,,kau tidak boleh capek kan?".


"Jangan sampai lebih dari 1 jam di sana".


"Aku tak ijinkan kau bekerja terlalu lama".


"Kalian berdua harus banyak istirahat".


Irene mengiyakan saja kata-kata Alex. Kalau tidak, mungkin saja Alex akan mengurungnya di kamar. Mengingat pria itu sangat temperamen.


Sampai di toko, kedua pegawainya sudah menyambut kedatangan nya. Mereka sangat merindukan Irene. Sejak menikah kemarin, Irene baru datang hari ini ke toko nya.


"Bu, Irene....senang sekali anda sudah kembali".


"Bagaimana bulan madunya bu, lancar kan??".


"Iya,,tentu saja,,kalian sendiri bagaimana??".


"Apa ada kesulitan saat ku tinggal??".


"Ini bu, semua laporan nya beres".


"Dan uang hasil penjualan sudah ditransfer ke rekening ibu".


"Sini,, berikan padaku, biar aku periksa laporan ini".


Irene naik ke lantai atas, dengan ditemani oleh Alex. Salah satu pegawai membawakan laptop untuk di periksa oleh Irene.


"Aku akan cukup lama di sini Alex,, kalau kau bosan, kau boleh pergi dulu".


"Nanti aku telpon kalau sudah selesai".


"Tak apa, aku di sini saja, sekalian aku istirahat".


"Lagipula kepalaku masih terasa sedikit pusing".


"Biar aku berbaring sebentar,,siapa tahu sakitnya akan hilang".


"Ya sudah,,terserah kau saja".


Alex berbaring di samping Irene, sementara dirinya sibuk memeriksa laporan. Termasuk uang hasil penjualan yang masuk ke rekeningnya.

__ADS_1


Alex sendiri sudah langsung terlelap. Semalaman dia tak bisa tidur karena pengaruh alkohol.Untuk itulah, Irene membiarkan nya tidur di sebelahnya.


...****************...


__ADS_2