
Hari masih pagi, ketika mobil Bagas sudah terparkir di halaman rumah Irene dan Alex.
Pemuda itu rupanya tidak mau menyerah begitu saja. Kemarin dia gagal bertemu Irene, jadi kali ini dia bermaksud mampir untuk menyapa nya.
Irene masih memakai long dress, sementara Alex sudah bersiap dengan pakaian kerjanya.
Keduanya di kejutkan oleh panggilan Mia yang memberitahukan kedatangan Bagas.
"Sepagi ini dia sudah datang kemari....ku rasa pesona mu sangat sulit di lupakan nya".?
"Jangan bercanda mas,, dia kan anak buah mu, siapa tahu ingin menjemput boss nya".
"Turun lah Irene, sebentar lagi aku menyusul".
Irene menuruni tangga. Dengan hanya memakai long dress seksi, serta rambut tergerai, nyatanya sukses membuat mata Bagas terpana di buatnya.
"Pagi sekali pak Bagas,, apa anda sudah sempat sarapan??".
"Kalau belum, mari sekalian..suami saya kebetulan baru mau sarapan".
"Anda seperti tahu keinginan saya Bu Irene".
"Saya buru-buru, jadi belum sempat sarapan".
"Kalau begitu, mari pak...kita sama-sama, itu suami saya sudah turun".
"Pagi pak Bagas,, kita sarapan dulu, cicipi nasi goreng buatan istri saya".
"Di jamin anda ketagihan, pingin sarapan di sini terus".
Bagas tersenyum. Bukan nasi goreng yang membuatnya betah di rumah Alex, tapi pesona Irene yang sudah menjerat dirinya. Baru bangun tidur saja, wanita itu sudah kelihatan cantik dan seksi. Sungguh beruntung sekali Alex mendapatkan Irene.
Bagas akhirnya ikut bergabung di meja makan. Rupanya selain cantik, masakan Irene juga sangat enak. Saking bertambah terpesona Bagas di buat nya. Sepanjang sarapan, mata nya tak berhenti mencuri pandang ke arah Irene. mengagumi kecantikan ibu muda tersebut.
"Jadi, bagaimana Bu Irene...apa malam ini kita bisa makan malam bersama?".
"Hari ini mungkin saya agak sibuk pak".
"Coba nanti jam makan siang saya hubungi anda lagi".
"Memangnya ada kesibukan apa di rumah ini?".
"Bukan itu pak Bagas, istri saya harus segera mengatur butiknya, biar Minggu depan bisa launching".
"Jadi dia akan sibuk di sana seharian ini".
"Saya baru tahu kalau Bu Irene punya butik".
"Dan belum tahu juga kalau istri saya desainer terkenal".
"Ya....itu juga".
"Menarik,,,baiklah....saya tunggu kabar dari anda Bu Irene".
"Dan terimakasih untuk sarapan nya, ini enak sekali".
__ADS_1
"Saya berangkat duluan pak Alex, saya tunggu di kantor".
"Iya pak Bagas, silahkan".
Sepeninggal Bagas, Irene mengeluh kepada Alex. Pasalnya karena suaminya, dirinya harus membayar makan malam dengan anak boss yang sableng itu.
"Sudah,,, nggak usah ngomel-ngomel, nanti cantik mu ilang Lo".
"Aku berangkat dulu, kau makan malam dengan nya sekali saja".
"Di tempat formal ini, dia nggak akan mungkin macam-macam".
"Nanti aku akan datang menjemput mu".
"Baiklah,, tapi kau janji kan?".
"Iya sayang,,,katakan padanya kalau ingin makan malam di oceanic".
"Aku jemput di sana jam 9 nanti".
"Ok Alex,,,aku ikut saran mu".
"Kau ke butik sendiri saja, aku sudah terlambat".
"Iya,,hati-hati di jalan".
Tentu saja Alex harus bergegas, mengingat Bagas sudah lama pergi dari rumah nya. Pemuda itu rupanya tak bisa di anggap remeh. Dia terlalu licik dan berbahaya. Alex harus ngebut agar sampai tepat waktu di kantor. Di lihatnya, Bagas sudah mulai berdiri di depan mengabsen para karyawan.
"Pagi pak Bagas, saya belum terlambat kan?".
"Terima kasih pak".
"O, ya..istri saya menitipkan pesan kalau nanti malam di Oceanic, jam 8 tepat".
"Baik pak Alex, terimakasih banyak".
"Sama-sama pak Bagas, have fun!!!".
Alex sudah masuk ke ruangan kantornya. Sementara Bagas masih senyum-senyum tak jelas. Hatinya gembira karena bisa makan malam dengan Irene. Padahal dia tahu kalau Irene sudah bersuami. Tapi entah kenapa dirinya sama sekali tidak perduli. Yang ada di pikiran nya hanya ingin selalu bisa melihat wajah Irene yang cantik mempesona.
Di rumahnya, menjelang berangkat ke butik, nyonya Renata kebetulan datang ke rumah. Dia ingin sekali bertemu dengan cucu-cucunya. Melihat Irene sudah rapi, nyonya Renata langsung menyapa dirinya.
"Cantik sekali hari ini sayang, kau mau keluar?".
"Iya ma,,, hanya sebentar, harus mengurus butik dulu, sebentar lagi launching, jadi aku harus ikut merapikan butik".
"Mama baru tahu tentang hal ini".
"Tadinya kejutan ma,, tapi.....mama sudah kesini, sekalian saja ku beritahu".
"Lalu si kecil, kau meninggalkan mereka di rumah?".
"Mia sudah pandai menjaganya ma, lagipula ada 1 pengawal yang di sewa khusus oleh Alex".
"Mama mau ikut ke butik, atau tinggal di sini?".
__ADS_1
"Mama pulang saja Irene, nanti mama kembali kalau Alex sudah pulang”.
"Biar aku antar mama sekalian saja".
"Tak usah,, kau duluan saja".
"Ya sudah ma, Irene pergi dulu".
Buru-buru Irene tinggalkan ibu mertuanya. Hari ini jadwalnya sangat padat. Belum lagi janji dengan Bagas yang aneh itu. Irene hampir tak bisa berpikir lagi. Bahkan ketika ibu mertuanya terlihat sangat aneh. Irene tak punya waktu untuk mendengarkan masalahnya.
Sampai di butik, Irene langsung cekatan bekerja. Semua hal di atur dan di display sedemikian rupa. Koleksi andalan di taruh nya di dalam etalase bersama dengan model dari boneka. Gaun-gaun tersebut terlihat sangat cantik kelihatan nya.
"Bu Irene, ini laporan yang harus ibu periksa".
"Inventaris butik dan koleksi busana andalan
sudah saya taruh di lemari kaca, sesuai perintah ibu".
"Terimakasih Tita, kau boleh kembali".
Irene terpaksa masih belum bisa makan siang demi memeriksa inventaris butik yang baru saja di berikan sekretarisnya. Begini lah sifatnya kalau sudah menyangkut pekerjaan, dia lupa dengan dirinya sendiri.
Sampai ponselnya berdering, Irene baru sadar waktu. Buru-buru dia angkat panggilan yang sedari tadi berisik di mejanya.
"Kau pasti belum makan siang kan sayang?".
"Kau selalu seperti itu kalau sudah bekerja".
"Tutup laporan mu dan keluar dari kantor sekarang".
"Aku tunggu di kantin seberang".
"Yang ada hanya restoran Alex, bukan kantin".
"Terserah kau saja, yang penting aku tunggu di sini".
"Ok,,sepuluh menit lagi aku sampai, tunggu aku di sana".
Irene menutup ponselnya dan bergegas memberesi mejanya. Dia lantas setengah berlari menuruni lift butik nya. Kejutan sekali Alex bisa makan siang bersamanya hari ini.
Begitu Irene sampai di restoran, semua makanan sudah terhidang di atas meja. Suaminya itu tahu sekali makanan kesukaan Irene. Dan dia sudah langsung memesan nya sedari tadi.
"Banyak sekali makanan yang kau pesan?".
"Ya,, kau harus banyak makan bukan".
"Kerja hari ini pasti sangat keras, kau sampai lupa waktu".
"Hanya sedikit Alex, aku janji tak akan mengulanginya".
"Lagi pula tanggung, Tita datang setengah jam sebelum makan siang, membawa laporan".
"Sudah,, makan!!!! jangan banyak bicara".
Irene menuruti perkataan Alex. Dia mulai.memyantap makanan yang ada di depan nya. Dia memang sudah kelaparan dari tadi. Untung saja suaminya itu orang nya pengertian.
__ADS_1
...****************...