
Roger segera berdiri begitu melihat kedatangan Irene. Dia terlihat menunjukkan emosinya. Di depan terali besi, Roger melampiaskan amarah nya pada Irene.
"Kau sudah puas kan sekarang??".
"Keinginan mu menghancurkan diri ku sudah tercapai sekarang".
"Apa kau puas,,,tak habis-habis nya kau mengganggu hidup ku".
"Mungkin kau baru berhenti setelah melihat ku seperti ini".
"Kau ini bicara apa Roger??".
"Aku tak pernah punya masalah dengan mu".
"Jadi, sejak kapan aku mengganggu hidup mu?".
"Aku bahkan belum lama mengenal mu".
"Sementara malah kau yang sering mengganggu hidup ku dan keluargaku".
"Seharusnya kau mengenali ku,,".
"Aku orang yang sama dengan anak laki-laki yang sering kau lecehkan dulu".
"Kau ingat,, hidup siapa yang pernah kau buat kacau dahulu".
"Aku lah anak laki-laki yang kau bully waktu itu".
"Apa kau sudah ingat sekarang".
"Ayo.......tatap.wajah ku dan lihat, kenali siapa aku !!!".
Irene mengamati wajah Roger dengan seksama. Wajah itu,, seperti tak asing baginya. Ya....Irene baru ingat sekarang.
Dulu dia sudah pernah sangat menyakiti seseorang karena sikapnya.
"Kau......ya Tuhan.......aku ingat diri mu".
"Rupanya kau selama ini menaruh dendam kepadaku?".
"Aku minta maaf padamu Roger, sungguh-sungguh minta maaf".
"Aku dulu masih kecil, dan sikap ku tanpa sadar menyakiti hati mu".
"Kau tahu Irene, mental ku terluka sejak saat itu".
"Aku bahkan pindah ke Amerika dan mengganti identitas ku".
"Luka itu cukup dalam terpatri di dalam sanubari ku".
"Aku hanya ingin membalas dendam padamu".
"Sebisa mungkin, aku ingin kau merasakan apa yang ku rasakan".
"Biar hati ku puas, bila dendam ku sudah terbalaskan".
"Asal kau tahu Roger,,,bertahun-tahun aku mencari mu".
"Aku sungguh menyesal,, maafkan aku".
"Kau masih mau memaafkan ku bukan?".
"Ayo kita perbaiki semuanya".
__ADS_1
"Kita lupakan yang sudah terjadi".
"Aku tak akan menuntut mu".
"Kita sudahi saja permusuhan ini".
Irene meninggalkan Roger dan langsung menuju ke kantor polisi. Dia membatalkan semua tuntutan nya kepada Roger. Detik itu juga, Irene membebaskan dirinya.
Alex dan Doni tentu saja terkejut atas tindakan yang di ambil oleh Irene.
"Apa kau sudah pikirkan ini, Doni sudah susah payah menangkap laki-laki itu".
"Apa yang kalian bicarakan, hingga kau terpengaruh oleh nya".
"Alex,keputusan ku ini sudah tepat".
"Aku berterima kasih pada Doni, tapi kurasa kasus ini tak perlu di lanjutkan lagi".
"Roger akan kembali ke Amerika".
"Aku yakin dia tak akan mengganggu kita lagi".
"Ku mohon Alex, tolong hormati keputusan ku ini".
Alex dan Doni memandang Roger yang sudah di bawa ke kantor. Dia akan menandatangani berkas untuk kebebasan nya.
"Terima kasih Irene,, secepatnya aku akan kembalikan semua uang mu".
"Aku tahu,, kau memang sebenarnya bukan orang jahat".
"Tolong maafkan lah diri ku,, jangan lagi menyimpan dendam kepadaku".
"Aku yakin kau pasti meraih kesuksesan di Amerika nanti".
Saat di mobil, Irene lebih banyak terdiam. Alex penasaran dengan sikap istrinya itu. Dia kembali menanyakan kepada Irene.
"Sebenarnya ada apa sayang,, apa kau tidak mau cerita padaku?".
"Aku bersalah padanya Alex".
"Perbuatan nya hari ini, itu karena kesalahan ku".
"Sewaktu sekolah dulu, setiap hari aku mengerjai dia".
"Aku menghina, mengejek dan kadang melukai fisiknya".
"Inilah hasilnya sekarang, dia dendam kepadaku".
"Tujuan nya selama ini hanya ingin membalas dendam".
"Dan aku lah pemicunya".
"Dia sampai harus menyembunyikan identitasnya".
"Itu karena uang ku yang sering mempermalukan nya saat kecil".
"Aku menyesal sekali Alex".
"Sungguh, kalau waktu bisa di putar kembali, aku tak akan pernah menjadi sombong seperti saat itu".
Alex terkejut mendengar penuturan Irene. Rupanya trauma di masa kecil, begitu membekas di ingatan seseorang. Dampaknya bisa sangat merugikan secara mental dan emosional. Contohnya pada kasus Roger kali ini.
"Ya sudah sayang,, yang penting semuanya sudah selesai sekarang".
__ADS_1
"Ku lihat, Roger juga sudah memaafkan mu".
"Jangan terus-menerus menyalahkan diri mu".
"Kau sekarang sudah sangat jauh berbeda".
"Kau seorang yang rendah hati dan pemaaf".
"Tak perlu terus-menerus menyalahkan diri".
"Semua orang punya sisi kelam masing-masing Irene".
"Terimakasih Alex,, aku lega sekarang".
"Semua perkataan mu memang benar".
Alex dan Irene tiba di rumah malam hari. Bagas hanya menurunkan di kantor polisi, lalu bergegas pergi. Keduanya harus menyewa taxi untuk bisa sampai ke rumah.
Doni sendiri masih berada di kantor polisi. Dia masih menemani Roger sampai dirinya bebas. Irene sudah menjelaskan semua yang harus di lakukan oleh Doni. Memang hubungan nya dengan Roger selama ini baik, jadi dia juga tak tega kalau harus melihatnya di penjara.
Keduanya duduk di kursi, di luar Polsek. Berkasnya sedang diurus oleh pengacara Alex. Roger juga sudah setuju untuk mengembalikan semua uang Irene.
"Kenapa kau tak cerita kepadaku tentang masalah ini?".
"Aku bisa membantu mu tanpa harus berakhir di kantor polisi seperti ini".
"Ini lebih baik Doni, jadi aku bisa berbicara langsung dengan Irene".
"Serta menyelesaikan kesalahpahaman kami berdua".
"Ya,, kau memang benar".
"Ini akhir yang baik bagi kalian berdua".
"Lalu,, apa rencana mu setelah ini Roger".
"Mungkin aku akan kembali ke LA".
"Aku punya usaha di sana".
"Tak sulit bagi ku untuk bekerja di tempat itu".
"Lalu, kau meninggalkan peluang mu disini??".
"Entah lah....kita lihat nanti".
Polisi memanggil Roger dan Doni. Berkas mereka sudah selesai di urus. Pengacara Alex menyerahkan langsung surat pembebasan kepada Roger. Mulai saat itu, dia sama sekali tak punya masalah hukum.
"Sementara kau tinggal saja di rumah ku sampai urusan mu selesai".
"Biar aku sewa hotel saja Doni".
"Tolong jangan menolak,,hanya ini yang bisa kulakukan untuk mu".
"Baiklah,,ayo kita pulang sekarang".
Doni mengambil mobilnya dan pergi bersama Roger. Sungguh menjadi korban perundungan sejak kecil, sangat lah tidak mudah. Beruntung kali ini Roger bisa bertemu langsung dengan Irene sendiri. Kalau tidak, dia akan terus berbuat jahat kepada Irene dan putrinya.
Keduanya mampir ke restoran untuk makan. Seharian di kantor polisi, tentu menguras tenaga dan pikiran mereka berdua. Setelah selesai makan, Doni langsung mengajak Roger untuk pulang ke rumahnya.
Sementara Irene sudah berada di kamar nya bersama Alex. Keduanya habis mandi, setelah menghabiskan waktu di kantor polisi tadi. Anak-anak juga sudah tidur bersama Nina. Tinggal Alex dan Irene yang langsung berbaring di ranjang melepas lelah.
...****************...
__ADS_1