Bukanlah Butiran Debu

Bukanlah Butiran Debu
Laura Kecelakaan


__ADS_3

Irene memulai rutinitas pagi seperti biasanya.


Dia sampai di kantor selalu tepat waktu.Irene


selalu berusaha untuk menjadi karyawan


yang berdedikasi tinggi terhadap perusahaan.


Sudah hampir 1bulan Irene kerja di perusahaan.Kinerjanya tidak bisa diragukan lagi.Berkat kepintarannya dia bisa melampaui kemampuan seniornya.


Kebetulan pagi ini dia bertemu Doni di depan


kantor.Mereka masuk beriringan ke dalam.


Tiba-tiba dari arah belakang terdengar bunyi klakson mobil.Irene berbalik dan melihat seorang pria yang tidak asing di pikirannya.


"Mobil itu,,,,,,sepertinya aku mengenalinya".


"Iya,,,itu mobil yang menabrak mu waktu itu".


"Jadi kau juga mengingatnya kan Don?".


"Aku kan yang memberimu no plat mobil itu,


mana mungkin aku lupa".


"Dia berhutang maaf padaku, aku akan


menyelesaikannya sekarang juga".


"Irene...........tunggu!!!!!".


Irene berlari menghampiri mobil sport yang baru saja tiba.Dia menegur pria yang baru saja turun dari mobil.


"Anda memang orang kaya tuan,tapi anda sama sekali tak punya etika".?


Setelah itu Irene berbalik dan meninggalkan


tempat parkiran.Terburu-buru dia menuju ke ruangannya.


Pagi ini ada rapat penting yang akan dihadiri


oleh CEO langsung.Namanya pak Alexander


Barra.Semua staf harus hadir dan termasuk


Irene sebagai karyawan baru.


Para karyawan sudah berkumpul di ruang rapat.Mereka menunggu kedatangan pak Alex, untuk memimpin rapat.


Tak berapa lama kemudian, Alex memasuki ruang rapat bersama asisten nya.Irene


terkejut melihat pria yang tadi di maki-makinya di parkiran tengah berjalan ke kursi pimpinan.


Irene saling bertukar pandang dengan Doni,


sambil menggerakkan kepalanya.


Doni mengangguk seolah mengerti kode dari Irene. Seketika Irene menunduk kan kepalanya


untuk menyembunyikan diri dari pandangan


sang CEO.


"Mati aku......rupanya dia boss".


"Aku pasti dipecat setelah ini".


Tengah melamun dan berperang dengan batinnya, Irene tidak mendengar panggilan boss.


"Nona,,,,anda mendengarkan saya kan?".


"Tolong perkenalkan diri anda,,,seorang pegawai baru yang karirnya langsung


melejit di perusahaan ini.


Irene berdiri seketika mendengar kata-kata


dari pak Alex.


"Nama saya Irene Wijaya, saya dari bagian


staf administrasi.Senang bisa bergabung dan


menjadi bagian dari perusahaan ini".


"Nona Irene,,,,tolong temui saya sehabis rapat

__ADS_1


nanti,,saya tunggu di ruangan saya".


"Baik pak".


"Kan..........kan,,,,pasti ini hari terakhirku.


"Irene,,,,mulutmu terlalu lancang sih".


Rapat berlangsung selama1jam.Para kepala


bagian melaporkan pencapaian kerjanya dari


masing-masing divisi.


Selesai rapat, Irene segera menuju ruangan


pak Alex.Irene masuk ke dalam ruangan,


setelah mengetuk pintu.


"Bapak memanggil saya??".


"Itu,,,,,ambillah.......ganti rugi karena menabrak


sepeda mu waktu itu".


Irene melihat tumpukan uang yang dilemparkan ke arahnya.


"Maaf pak,,,saya rasa saya tidak butuh uang


ganti rugi untuk kecelakaan itu".


"Dan satu lagi pak, selain tak punya etika,,


Anda juga tidak punya hati rupanya".


"Saya permisi pak".


Irene sudah benar-benar kesal terhadap ulah


pria itu.Bukannya meminta maaf,dia malah


melemparkan uang ke arah Irene.


Irene sudah bertekad,kalaupun hari ini dia dipecat, tak masalah.Dia lebih memilih


Alex sungguh terkejut melihat reaksi Irene.Selama ini tidak ada yang berani berkata


tidak kepadanya.Apalagi ini menyangkut urusan uang.


"Rupanya kau ingin bermain denganku, kita lihat saja siapa yang akan tunduk kali ini".


Irene menunggu surat pemecatan yang sudah pasti akan diterimanya.Tetapi sampai jam istirahat


usai,surat itu tidak diterimanya.


"Apa orang sombong itu ingin menguji kesabaran ku lagi".


"Kenapa dia tidak memecat. ku??".


"Ah.....Irene,,,,,ayolah berpikir!!!!!!".


Nisa tengah berperang dengan batinnya sendiri ketika asisten boss mendatangi mejanya.


"Nona,,,pak Alex meminta anda untuk memeriksa laporan ini, setelah selesai tolong antar kan ke ruangan beliau,,, secepatnya!!".


"Baik pak".


"Nah.........kan,,apa ku bilang,, si brengsek itu


sudah mulai menggunakan kekuasaannya".


"Ok,,,,,,,cuma laporan kan,,,kecil ........!!".


Irene mulai memeriksa laporannya satu persatu ketika tiba-tiba ponselnya berdering.


Nomernya tidak dikenal, Irene ragu, tapi kemudian mengangkat telponnya.


Rupanya ibu menelpon dari rumah sakit.


Adiknya Laura mengalami kecelakaan tertabrak mobil di halaman sekolah.


Irene segera bergegas menuju rumah sakit


dan meminta izin kepada Doni di bagian


personalia.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Laura Bu?".


"Dokter bilang adikmu harus segera dioperasi,


butuh biaya sekitar 50 juta, ayahmu sedang


mencari pinjaman"


Ayah Nisa datang dengan muka lesu.Dia gagal mendapatkan uang.Saudara-saudaranya sama sekali tidak ada yang perduli.


"Maaf Bu, ayah sudah berusaha, tapi semua saudara kita bilang tidak bisa meminjami


uang sebanyak itu".


"Lalu nasib Laura bagaimana pak?".


Irene segera bergegas pergi melihat kedua orang tuanya yang tidak berdaya.Sambil


menahan tangis, Irene menuju kantornya.


Dia langsung masuk ke ruangan pak Alex.


"Taruh di meja saya laporannya".


"Maaf pak, saya kesini mau pinjam uang


50 juta".


"Apa........??? saya tidak salah dengar kan?".


"Adik saya kecelakaan pak, dia harus segera di operasi, saat ini kondisinya kritis pak".


"Hei nona,,,,,,tadi barusan anda menolak uang saya kan???".


"Jadi, tolong pergi dari sini,saya bukan bank


yang bisa memberi pinjaman".


"Masih beruntung, anda tidak saya pecat".


"Tapi .....pak!!!".


"Keluar.....!!!!!".


Irene melangkahkan kakinya keluar dari kantornya.Harapan nya satu-satunya untuk mendapatkan uang gagal.Kantor tidak mau


memberi pinjaman sebesar itu bagi karyawan


baru seperti Irene.Mau kemana lagi dia mencari uang".


"Copet.....!!!!!!! tolong......!!!!!".


Irene spontan mengarahkan pukulan ke arah laki-laki yang berlari membawa tas tersebut.


Dia terjatuh dan secepat kilat Irene merebut tas yang di bawanya.Orang-orang langsung


menangkap pencopet itu.


Irene menyerahkan tas kepada wanita itu.


Seorang wanita yang cantik dan anggun.Ibu itu mengucapkan terima kasih atas pertolongan Irene.


Nyonya Renata Barra seorang pemilik butik terkenal di kota ini, pembawaan nya yang ramah dan supel membuat Irene betah ngobrol dengannya.


"Kau kenapa nak, apa sedang ada masalah??,


kulihat wajahmu kelihatan murung".


"Kalau tak keberatan kau boleh cerita kepadaku, supaya beban mu sedikit berkurang".


"Iya nyonya".


Irene lantas menceritakan peristiwa kecelakaan yang dialami oleh adiknya. Irene juga menceritakan bahwa dirinya baru saja ditolak untuk meminjam uang di kantor guna biaya operasi adiknya.


Nyonya Renata lalu menawarkan pada Irene untuk meminjam kan uangnya.Irene bisa mengganti kapan saja kalau sudah punya,


yang penting nyawa adiknya bisa selamat.


Mulanya Irene menolak kebaikan hati nyonya Renata, tetapi karena terpaksa,Irene akhirnya bersedia.


Mereka kemudian pulang menuju kediaman


nyonya Renata untuk mengambil uang.


Irene lega karena masih ada orang yang berbaik hati menolong dirinya.Dalam hati


Irene berjanji tidak akan melupakan kebaikan

__ADS_1


nyonya Renata tersebut.


__ADS_2