Bulan Dan Bintang

Bulan Dan Bintang
Episode 10. Ada Apa dengan Jantungku ?


__ADS_3

Bulan pagi ini berangkat kerja tidak naik ojek online tapi dia ingin naik bis saja, karena tadi ikut naik motor Dina dan turun di halte bis. Dia berdiri di halte menunggu bis yang menuju ke arah kantor Mahardhika Group. Kurang lebih sudah setengah jam dia berdiri tapi bis yang ditunggunya tidak kunjung tiba, Bulan sudah terlihat cemas takut jika terlambat ke kantor. Apalagi nanti jam 9 harus mendampingi pak Tomi ada pertemuan dengan klien dari perusahaan lain.


Bulan berkali-kali memandang ke jam tangannya sambil menunjukkan wajah cemasnya. Tiba-tiba ada mobil hitam yang berhenti di depannya, setelah kaca mobil dibuka, pengemudi mobil memandang Bulan sambil berujar. “Bulan, ayo masuk mobil !”


Bulan tampak terkejut karena yang memanggilnya dari dalam mobil itu adalah Bintang, atasannya. “Maaf Pak, saya naik bis saja,” kata Bulan sambil menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat pada atasan.


“Jangan membantah saya ! Sekarang sudah jam berapa, sebentar lagi kamu terlambat masuk kerja. Atau kamu mau saya pecat karena terlambat !?” ucap Bintang dengan sorot mata tajam ke arah Bulan.


“Jangan … Saya jangan dipecat Pak !” jawab Bulan ketakutan jika dipecat oleh Bintang.


“Cepat masuk !” perintah Bintang yang tidak mau dibantah.


Bulan pun menuruti perintah Bintang. Dia duduk di kursi samping Bintang yang sedang mengemudikan mobil. Setelah Bulan memasang sabuk pengaman, mobil segera melaju ke jalan raya menuju gedung Mahardhika Group. Sepanjang perjalanan tak ada percakapan diantara mereka berdua. Bintang terlihat fokus menyetir mobil, sedangkan Bulan hatinya berkecamuk tidak jelas karena masih belum percaya jika dia bisa satu mobil dengan atasannya yang menurutnya dingin sedingin es batu itu. Mungkin kalau ada orang yang ingin minum es buah, atasannya itu bisa dicelupkan ke dalam mangkuk sebagai gantinya es, begitu pikir Bulan saat ini.


“Pak, saya turun di sini saja. Terima kasih Pak, “ ucap Bulan sambil tersenyum pada Bintang.


Bintang mendekatkan tubuhnya ke arah Bulan sehingga Bulan dapat merasakan hembusan nafas Bintang saat itu di wajahnya yang membuat wajahnya memerah seketika menahan malu, jantungnya terasa berdetak lebih cepat dari biasanya membuat Bulan semakin bingung apa yang sedang terjadi dengan dirinya.


“Apa yang kau pikirkan ?” tanya Bintang tiba-tiba.


“Mmm … Oh, itu … anu … itu … eh, apa yang akan bapak lakukan pada saya ?” tanya Bulan gugup.


“Hahaha … buang jauh-jauh pikiranmu yang kotor itu, saya tidak akan macam-macam denganmu,” jawab Bintang sambil membantu Bulan membuka seatbelt yang tadi sempat macet tidak mau terbuka.


Bulan akhirnya bernafas lega setelah tahu ternyata Bintang hanya membantu membukakan seatbelt. Kemudian dia mengucapkan terima kasih dan keluar dari mobil Bintang menuju ke dalam gedung Mahardhika Grup. Bulan sengaja minta turun dekat gedung dan berjalan supaya tidak ada karyawan lain yang tahu jika dia bersama atasannya dalam satu mobil.


Setelah sampai ruangannya Bulan merasa lega karena nyaris saja dia terlambat datangnya, bisa-bisa gajinya akan dipotong jika dia tadi terlambat. Dalam hati dia merasa berterima kasih pada Bintang yang telah memberikan tumpangan.


Di tempat lain Bintang telah memarkirkan mobilnya, saat dia akan turun dari mobil pandangannya tertuju pada bawah jok tempat Bulan tadi duduk. Tampak ada sebuah dompet terjatuh, Bintang mengambilnya dan memeriksa identitas pemilik dompet itu. “Ceroboh, sampai tidak tahu dompet tertinggal,” gerutu Bintang yang kemudian dompet tersebut disimpan dalam tasnya.


***


“Adryana, tolong panggilkan Pak Tomi bagian marketing !” ucap Bintang pada sekretarisnya melalui mesin interkom.


“Baik Pak,” jawab Adryana dengan nada sopan.


Tak berapa lama Pak Tomi memasuki ruangan Bintang, “Selamat pagi Pak Bintang, anda memanggil saya ?”


“Ya benar, Pak Tomi hari ini saya mengutus anda untuk mewakili saya menghadiri seminar di Hotel Satria,” perintah Bintang pada Pak Too.


“Tapi pak, nanti jam 9 saya ada pertemuan dengan klien untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan kita pak,” ujar Pak Tomi

__ADS_1


“Berikan tugasmu itu pada Bulan, biarkan dia yang maju mempresentasikan perusahaan kita ini, “ titah sang direktur tersebut direspon anggukan oleh pak Tomi. “Baik pak, saya akan memberikannya pada Bulan,” kata pak Tomi.


“Bagus, anda boleh pergi sekarang,” ucap Bintang sambil memandang kembali ke arah layar laptop di meja kerjanya.


Pak Tomi pun segera pergi meninggalkan ruangan Bintang.


Waktu yang telah ditentukan pun tiba, Bulan menuju ke ruang pertemuan sambil membawa berkas-berkas yang dibutuhkan. Bintang tiba di ruang pertemuan membuat Bulan terkejut, karena sebelumnya tidak ada agenda Bintang ikut dalam pertemuan itu.


“Bapak …” belum selesai Bulan berbicara lalu dipotong oleh Bintang, “Aku yang akan mendampingimu kali ini, lakukan tugasmu dengan baik.”


“Ba … Baik pak,” jawab Bulan gugup.


Bulan tampak penuh percaya diri saat menjelaskan pada klien tentang keunggulan hasil produksi perusahaan Mahardhika Group.


Bintang menatap wajah Bulan sambil mendengarkan seluruh penjelasan dari Bulan. Bintang semakin kagum dengan kemajuan Bulan yang semakin pesat dalam karirnya meskipun baru lima bulan bergabung dengan perusahaan yang dia pimpin.


Pertemuan dengan klien pun telah dilakukan dengan baik dan lancar dengan hasil yang sangat memuaskan, klien pun mau melakukan kerjasama dengan Mahardhika Group.


***


Tak terasa waktu telah menunjukkan hampir jam 7 malam, Bulan sudah merapikan meja kerjanya karena dia akan segera pulang. Hari ini pekerjaan yang harus diselesaikan Bulan lumayan banyak karena harus menggantikan pak Tomi yang sedang mengikuti seminar.


Adryana menghampiri Bulan di ruangannya, “Bulan kamu pulangnya naik apa?” tanya Adryana.


“Oh, aku kira naik bis lagi, jadi kita bisa sama-sama pulangnya,” kata Adryana.


“Maaf ya Kak, mungkin lain waktu ya kita naik bis,” ucap Bulan sambil tersenyum ada Adryana.


“Baiklah, aku pulang lebih dulu ya,” pamit Adryana pada Bulan.


“Hati-hati Kak, sebentar lagi aku juga mau pulang,” ucap Bulan sambil melambaikan tangan pada Adryana.


Bulan membuka tasnya untuk mengambil dompetnya, seperti biasa dia akan menyiapkan uang lebih dulu untuk membayar ongkos ojek. Tapi Bulan tampak kebingungan karena dompetnya tidak ada di dalam tasnya. Seluruh isi dalam tas sudah dikeluarkan, namun dompetnya tak kunjung ketemu, membuat Bulan semakin cemas.


‘Duh, kemana ya dompetku. Seingatku tadi pagi ada di dalam tas, tapi kenapa tidak ada sih ?’ gerutu Bulan dalam hati sambil mengaduk-aduk lagi isi tasnya.


“Apa kamu mencari ini ?” tiba-tiba Bulan mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Dia pun balik badan mencari arah suara itu.


“Pak Bintang … kenapa dompet saya ada di bapak ?” tanya Bulan pada Bintang dengan penuh rasa heran.


“Tadi jatuh di dalam mobilku,” ucap Bintang sambil menyerahkan dompet pada Bulan.

__ADS_1


Bulan mengambil dompetnya dari tangan Bintang, “Terima kasih pak, permisi saya ijin pulang sekarang pak.”


“Tunggu, ikut denganku !” perintah Bintang sambil menarik lengan Bulan.


Deg … Bulan menghentikan langkahnya. Jantungnya berdegup kencang saat lengannya ditarik oleh Bintang.


‘Hai jantung, ada apa denganmu? Mengapa detakmu begitu kencang, jangan membuatku jadi salah tingkah begini,’ ucap Bulan dalam hati.


“Mengapa kamu menatapku ?” tanya Bintang ketus.


Bulan jadi gugup setelah ditegur oleh Bintang, “Ti … tidak pak, mengapa saya harus ikut bapak?”


“Aku akan mengantarmu pulang,” jawab Bintang


“Tidak perlu repot-repot pak, saya bisa pulang sendiri,” ucap Bulan.


“Jangan membantah, ayo cepat !” tegas Bintang.


Akhirnya Bulan menuruti kata-kata Bintang dan berjalan menuju ke arah mobil Bintang.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka berdua dari tadi.


####################


Berikan semangat padaku ya teman-teman .... :-)


Readers Kesayangan ...


Aku sangat senang sekali membaca buku cerita apa saja termasuk novel.


Selanjutnya aku mencoba untuk membuat novel perdanaku ini yang berjudul Bulan dan Bintang.


Oleh karena itu aku sangat ingin mendapatkan kritik dan saran untuk perbaikan karyaku ini melalui komentar kalian 🤗🙏🙏


Terima kasih atas perhatiannya dan masukan untuk perbaikan karyaku ini 🙏🙏🙏


Love,


Love,


Love,

__ADS_1


Love


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2