Bulan Dan Bintang

Bulan Dan Bintang
Extra part


__ADS_3

SATU TAHUN KEMUDIAN


setelah selesai dari kuliahnya bulan bergegas langsung pulang, mengingat ia juga yang sudah kangen dengan anaknya, Ya bulan sudah berkomitmen tidak mau memakai jasa baby sitter untuk mengasuh galaksi, ia rela harus berbagi waktu untuk kuliah dan mengurus bayinya.


Palingan bulan akan meminta bantuan mami mertuanya jika ia ada jam kuliah, kalau jam kuliah selesai ia akan langsung pulang dan mengambil lagi bayinya. Begitu terus yang dilakukan bulan dan Langit. Keduanya kompak saling bantu membantu mengurus buah hati mereka.


Seperti saat ini setelah bulan sampai dimansion, perempuan itu langsung membawa galaksi dari gendongan Miranda membawanya menuju kondominium tempat tinggalnya. Ia merebahkan tubuh kecil itu di box bayi yang ditaruh didalam kamar samping ranjang orangtuanya.


Tak lama datanglah Langit yang juga baru pulang kuliah. Hal pertama yang dilakukan laki-laki itu adalah langsung menuju box bayi dimana ada putranya. Menggendong dan menciuminya, entah kenapa melihat itu bulan terenyuh hatinya terluka. Ia langsung duduk menunduk.


Langit menoleh kearah istrinya kening nya mengerut saat menyadari istrinya berubah sikap. Lalu ia letakkan lagi bayi gala pada box nya, berjalan menuju istrinya yang tengah melipat wajahnya.


"Hei kamu kenapa ko tau-tau cemberut, ada apa?" Tanya Langit lembut. Ikut duduk disebelah istrinya.


"Aku merasa kamu lebih sayang gala dari pada aku, buktinya kamu Dateng-Dateng yang dicari pertama kali malah gala" jelasnya, raut wajah bulan masih ngambek. Langit malah terkekeh setelah mendengar penuturan istrinya itu. Ia tidak menyangka jika istrinya cemburu dengan anaknya sendiri.


"Ya ampun sayang kirain apa, kamu tau nggak kenapa aku nyamperin gala dulu, karena nanti papa nya pamit dulu, akan menghabiskan waktu yang lama sama mama nya" ucap Langit lalu mencium pipi bulan. Wanita itu tersenyum senang atas pernyataan suaminya.


*****


Sesuai yang disepakati, Langit bulan dan juga gala kini berada didalam mobil mereka bertiga akan mendatangi suatu tempat dimana ada seseorang yang berada disana.


Setelah menempuh perjalanan lumayan jauh. Mobil Langit berhenti disebuah gedung bertuliskan rumah sakit sumber waras. Bulan meminta agar Langit saja yang menggendong gala. Kedua pasangan suami-istri itu berjalan menuju kedalam gedung tersebut.


Didalam bulan berbincang dengan petugas rumah sakit jiwa tersebut. Ya bulan datang ketempat itu untuk menjenguk Kanaya. Petugas tersebut mengarah kan kedua pasangan suami-istri itu untuk mengikutinya membawa mereka pada ruangan yang ditempati Kanaya.

__ADS_1


Dan nampaklah seorang perempuan cantik duduk menyendiri dibangku halaman. Menatap hamparan tumbuhan berbagai aneka bunga. Langit meminta agar tetap berdiri disitu saja sedangkan bulan sendiri yang akan menghampiri Naya.


"Naya" panggil bulan setelah tepat berada disamping bangku yang Kanaya duduki. Perlahan perempuan itu menoleh Naya kaget menyadari ada bulan ditempat itu.


Kondisi Naya belakangan ini sudah stabil. Perempuan itu sudah tidak pernah lagi berontak atau membahayakan orang lain. Makanya pihak rumah sakit sudah memberi kebebasan pada kanaya. Namun tetap dalam pengawasan nya.


"Lo apa kabar nay?" Tanya bulan ikut duduk disamping gadis itu.


"Aku baik seperti yang kamu lihat, kamu sendiri apa kabar, aku denger cerita dari mama katanya anak kamu sudah besar" kata Naya tersenyum. Bulan balik tersenyum


"Itu dia disana sama papanya" beritahu bulan menunjuk keberadaan Langit yang tengah menatap keduanya masih menggendong gala.


"Gue datang kesini cuma mau minta maaf sama Lo nay, barang kali gue punya salah sama Lo, karena bagaimana pun kita saudara kandung satu ayah satu darah" ujar bulan tulus. Yah akhirnya bulan mengatakan hal itu. Karena ia berfikir bagaimana pun ia tercipta dari sper-ma yang sama yaitu dari seorang Dion Hermawan. Jadi tak seharusnya ia menaruh rasa kebencian terhadap saudari kandung nya sendiri.


"Seharusnya aku yang mengatakan permintaan maaf terlebih dahulu bulan. Maaf kalau aku pernah menyakiti hati kamu, pernah mencoba melenyapkan kamu" Naya menunduk ia menangis. Bulan langsung memeluk tubuh Naya yang sudah terisak, keduanya saling berpelukan saling melemparkan kata permintaan maaf dengan tulus.


"Reo kamu ada disini" tanya bulan heran. Reo tersenyum lalu ia mendekati Naya dan menyerahkan bingkisan itu.


"Saya tiap hari datang kesini. Bawain makanan favorit untuk calon istri saya" ucap Reo, Naya tersenyum malu sementara itu bulan kaget tidak menyangka. Namun ia cukup bahagia mendengar pengakuan itu.


"Lo berdua serius? Wah selamat yah re, nay" ucap bulan tulus ia sangat senang mendengar nya. Lantas ia memberi kode pada Langit agar mau bergabung dengannya. Akhirnya mereka semua terlihat berbincang, Naya juga terlihat sudah akrab dengan gala menggendong dan mengajak nya bermain.


*****


Selang satu Minggu pertemuan terakhir dirumah sakit jiwa. Naya akhirnya dibolehkan pulang karena memang Naya dianggap sudah sembuh, Lalu iapun memutuskan menikah dengan Reo.

__ADS_1


Disitu waktu Langit mendapat telfon dari anak buahnya yang berada diluar negeri yang bertugas memantau pergerakan bintang, hal itu diminta langsung oleh bintang menyuruh anak buah itu menyampaikan pada Langit kalau bintang akan menikahi seorang wanita bule berkebangsaan Inggris bernama Alexandra Charlotte.


Langit akhirnya mengijinkan bintang menikah disana. Ayah Erik dan juga bunda Alda pun akhirnya terbang ke Inggris untuk menghadiri prosesi pernikahan putranya.


****


Ares dan Anita juga akhirnya memutuskan untuk menikah, mereka sama seperti bulan dan Langit menikah disaat mereka masih berkuliah.


Ada rumor yang mengatakan jika pretty katanya tengah dekat dengan Darren. Mereka menjalin hubungan spesial secara diam-diam. Namun entahlah gosip itu benar atau tidak.


*****


Bulan dan Langit nampak baru saja keluar dari ruangan Dokter Shena, saat ini Keduanya berada dirumah sakit karena jadwal pemeriksaan kehamilan bulan. Ya bulan kini tengah mengandung anak kedua, namun kehamilan kali ini mereka memutuskan USG untuk mengetahui jenis kelamin anak kedua mereka. Dan Dokter Shena mengatakan jika anak kedua bulan dan Langit adalah seorang bayi perempuan.


Tentu saja kedua pasangan itu begitu sangat senang dan bahagia, sempurna sudah keluarga mereka dengan memiliki sepasang dua anak laki-laki Dan perempuan.


"Lang kamu udah nyiapin nama buat anak kedua kita" tanya bulan kini mereka tengah berada diatas kasur tiduran dengan posisi bulan berbaring diatas dada suaminya. Sementara itu Langit senantiasa membelai lembut kepala istrinya.


Galaksi saat ini sedang diajak oleh Oma dan opa nya, pergi mengunjungi kerabat mereka. Hal itu dimanfaatkan oleh kedua pasangan suami-istri itu untuk bisa bermesraan.


"Aku udah siapin nama buat anak perempuan kita" jawab Langit


"Siapa?"


"Starla Angkasa biru" kata Langit, bulan Tersenyum dan mengangguk setuju dengan nama itu.

__ADS_1


Langit langsung merubah posisi dengan bulan yang berada dikungkungan nya, menatap lekat dengan mata yang sudah menggelap.


"Starla kangen sama papa nya" ucap Langit dengan suara berat. Bulan mengulum senyum lalu membiarkan suaminya mulai melu-mat bibirnya. Dan selanjutnya seperti ucapan nya Langit melakukan penyatuan dengan istri tercintanya.


__ADS_2