Bulan Dan Bintang

Bulan Dan Bintang
Episode 25. Aduh, Sakit ...


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan Bulan dan Bintang berlangsung hingga malam hari, tak lupa para undangan disuguhkan hiburan dengan penampilan para penyanyi terkenal ibukota. Ada beberapa undangan yang juga menyumbangkan suaranya menyanyikan lagu khusus untuk mempelai berdua.


Bulan dan Bintang nampak terhibur oleh penampilan para penyanyi yang mengisi acara. Tidak jarang mereka berdua ikut bernyanyi dan bertepuk tangan.


Tepat pukul 10 malam acara telah selesai, para undangan dan pengisi acara juga sudah berpamitan pada Bintang untuk kembali pulang. Bulan berbisik pada Bintang "Bin, aku lapar ..."


"Yuk, kita makan dulu, aku juga sudah lapar," Bintang meraih tangan Bulan dan mengajaknya ke meja makan khusus pengantin dan keluarga.


"Sayang, kalian makan dulu ya. Ayo kalian duduk sini !" Bu Ines memanggil anak dan menantunya itu. Mereka berkumpul dalam satu meja besar dan makan malam bersama.


"Bin, suapin dong istrimu itu, dia kan terlihat capek sekali," perintah Bu Ines pada Bintang membuat Bulan jadi semakin malu di hadapan keluarga besar mereka.


Bintang menyuapkan sesendok nasi ke mulut Bulan dan langsung disoraki oleh mereka yang melihat adegan itu.


"Wow, kakak romantis sekali !" teriak Bella pada Bintang.


"Mbak, jangan lihat ke bawah ... mas Bintang ada di depanmu, bukan di bawah meja !" Bima ikut menggoda kakaknya membuat para orang dewasa tertawa dengan kelakuan Bima.


Bulan semakin bertambah merah wajahnya, entah mau diletakkan kemana mukanya saat ini menahan rasa malu. Bintang hanya tersenyum melihat wajah Bulan seperti itu.


Akhirnya pak Surya ikut berkomentar juga, "Sudah, sudah kalian ini masih kecil sukanya menggoda kakaknya saja. Lihat tuh wajah Bulan semakin mirip udang rebus ..."


Tak terelakkan seluruh keluarga tertawa bersama-sama, kapan lagi mereka bisa berkumpul bersama seperti ini dan bercanda saling menggoda.


Bulan yang menjadi sasaran bahan candaan langsung menyembunyikan wajahnya di balik punggung suaminya. Untung saja makanan yang dimakannya sudah habis. Dia ingin cepat-cepat pergi ke kamar supaya tidak digoda lagi oleh keluarganya itu.


"Buat semuanya, kami ijin dulu ya mau masuk kamar lebih dulu. Kami ingin segera beristirahat," Bintang pamit pada keluarganya yang masih duduk di meja makan.


"Ehem ... istirahat atau istirahat?" Pak Dharma tidak mau kalah menggoda anak dan menantunya.


"Ih, maksud ayah apa sih? Aku dan Bintang memang ingin beristirahat yah ..." ucap Bulan sambil mengerutkan mulutnya membuat Bintang makin gemas melihatnya.


"Ya sudah sana, kalian masuk dulu ke kamar. Ada PR yang akan kalian kerjakan kan malam ini?" Bu Ines ikut menimpali sambil tersenyum penuh arti.


"Permisi semuanya," Bulan dan Bintang berpamitan untuk kembali ke kamarnya. Mereka berdua masuk ke dalam lift menuju ke lantai 5 tempat kamar mereka menginap.


Sampailah Bulan dan Bintang di dalam kamar hotel. Bintang sudah berganti pakaian tidur, Bulan nampak terpaku tanpa sengaja dia melihat tubuh Bintang saat melepas pakaiannya tadi. Tubuh Bintang terlihat sangat terawat dengan perut six pack nya, mungkin karena Bintang aktif berlatih olahraga dan fitness.


"Malah bengong disitu, sudah belum lihat tubuhku ini?" goda Bintang melihat ekspresi wajah Bulan.


Bulan terkejut dan sadar dengan apa yang baru saja dia lakukan. Kemudian Bulan melepas segala pernak-pernik hiasan di kepalanya, akhirnya diapun minta bantuan pada Bintang.


"Bin, tolong lepaskan pengait hiasan yang di belakang ini !" ucap Bulan pada suaminya. Bintang segera membantu membukanya.


"Mana lagi?" tanya Bintang.


"Ini Bin, resleting bajuku tolong bukakan," kata Bulan memohon pada Bintang.


"Kamu ganti disini saja, tidak perlu ke kamar mandi. Bajumu sangat besar nanti dari pada tersangkut di kamar mandi," perintah Bintang.


"Baiklah, tapi kamu jangan mengintip ya!" kata Bulan.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak akan mengintipmu. Aku akan memandangimu saja," ucap Bintang sambil memainkan alisnya naik turun.


"Bintaaaangg .... awas tutup mata!" teriak Bulan.


"Iya, iya aku tutup mata," ucap Bintang sambil tertawa.


Dengan gerakan cepat Bulan segera mengganti pakaiannya dengan baju tidur. Kemudian dia menyimpan baju pengantin tadi di ruang khusus baju.


"Bin, aku mandi dulu ya," Bulan minta ijin suaminya untuk mandi.


"Iya, mandilah dulu. Setelah itu ganti aku yang akan mandi," jawab Bintang.


Bulan pun segera masuk ke kamar mandi dan mulai membersihkan badannya yang sudah terasa lengket. Setelah selesai mandi dia sholat dulu kemudian menuju ke tempat tidur. Kini bergantian Bintang yang masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya juga. Air shower membuat badannya kembali segar dan terasa ringan di kepala setelah sehari penuh sibuk dengan perhelatan acara resepsi pernikahannya.


Bintang segera menyusul Bulan ke atas kasur. Dilihatnya Bulan belum tidur, Bintang mengusap kepala Bulan dan mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya itu.


"Bin, kamu mau apa?" tanya Bulan dengan wajah cemas. Jujur saja dia belum siap jika harus memenuhi keinginan Bintang malam ini.


"Aku hanya ingin mengecup keningmu," jawab Bintang tersenyum.


Cup ....


Bulan tersenyum memandang Bintang. "Tidurlah, pasti kamu lelah kan hari ini. Jangan khawatir, aku tidak akan meminta hakku malam ini. Tidurlah istriku," ucap Bintang pelan sambil mengusap kepala Bulan.


"Terima kasih Bin," jawab Bulan dan akhirnya diapun hanyut dalam tidur. Bintang juga segera memejamkan matanya karena rasa kantuk yang sudah menyerangnya.


***


"Bin, bangun Bin. Sudah pagi, kita sholat subuh dulu yuk !" Bulan membangunkan Bintang pelan-pelan. Bintang belum segera membuka matanya tapi semakin memeluk erat tubuh Bulan.


"Sayang ... dingin sayang, kamu jangan pergi," Bintang sepertinya sedang bermimpi karena dia kembali tidur lagi.


"Bintang, ayo bangun !" ucap Bulan sambil mengangkat tangan Bintang yang terasa berat itu.


Setelah berhasil melepaskan pelukan Bintang, lalu Bulan menggoyang-goyang tubuh Bintang supaya bangun. Akhirnya Bintang pun membuka matanya perlahan dan tersenyum pada Bulan.


"Sayang, morning kiss dulu dong," kata Bintang.


"Harus ya?" tanya Bulan penasaran.


"Iya dong, wajib itu !" ucap Bintang sambil tersenyum penuh arti. Bulan segera mencium pipi Bintang.


"Bukan disitu sayang, tapi disini," ucap Bintang sambil menunjuk ke arah bibirnya.


Bulan ragu akan melakukan perintah Bintang, kemudian dengan cepat dia kecup bibir Bintang. Lalu dia segera masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Bintang tersenyum melihat tingkah Bulan yang menggemaskan baginya itu.


Setelah Bulan keluar dari kamar mandi, Bintang pun masuk ke kamar mandi bergantian. Akhirnya mereka sholat subuh berjamaah.


"Apakah badanmu masih terasa lelah? tanya Bintang setelah mereka selesai sholat.


"Iya Bin, apa kamu juga?" ucap Bulan menanyakan balik pada Bintang.

__ADS_1


"Sama, kita tidur lagi saja yuk !" ajak Bintang yang segera merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Tapi nanti mama pasti cari kita," kata Bulan.


"Biarkan saja, mereka pasti juga tahu," jawab Bintang sambil memeluk guling.


"Tahu apa?" tanya Bulan penasaran dan dia duduk di pinggir tempat tidur.


"Pasti mereka tahu lah kalau yang namanya pengantin baru dan masih belum ada yang keluar kamar berarti sedang apa, begitu sayang," ucap Bintang memandang istrinya yang masih penasaran.


"Memangnya kita mau apa sekarang Bin?" tanya Bulan lagi dengan cemas.


"Mau tidur. Hahaha ... memangnya mau apa?" Bintang tahu apa yang ada di pikiran Bulan saat ini, makanya dia sengaja menggoda dia.


Bulan segera memukul lengan Bintang dan mencubit pinggangnya.


"Aduh, sakit sayang ..." teriak Bintang sambil terus tertawa.


Bulan akhirnya merebahkan dirinya di sebelah Bintang dan mencoba memejamkan matanya karena memang masih mengantuk.


Bintang memeluk tubuh Bulan dan wajahnya diselusupkan ke ceruk leher istrinya. Mereka berdua sudah kembali terbuai oleh mimpinya.


Tidak terasa waktu sudah siang, Bintang membuka matanya dan nampak di sebelahnya ada Bulan sedang tidur memeluk dirinya. Bintang memandang wajah Bulan dan mencium bibir Bulan, namun Bulan belum menyadari jika dia sedang dicium oleh suaminya. Bulan rupanya sedang bermimpi bertemu dengan seorang pangeran tampan dan mencium bibirnya, Bulan sangat menikmati ciuman sang Pangeran hingga dia terbuai dan membalas ciuman sang Pangeran dengan penuh semangat.


Bintang yang tidak menyangka mendapat balasan dari Bulan, dia semakin bernafsu ******* bibir istrinya itu. Gairah Bintang semakin menggelora, sedangkan Bulan masih terbuai dengan mimpinya itu.


Dalam mimpi Bulan seperti mendengar ada suara perempuan yang memanggil nama Bulan dan Bintang berkali-kali, lama-lama suara itu semakin kencang disertai suara gedoran pintu. Bulan perlahan-lahan mulai tersadar dari mimpinya, saat dia membuka matanya dia sangat terkejut karena ternyata yang mencium dan menikmati bibirnya tadi adalah Bintang. Dengan gerakan refleks Bulan mendorong tubuh Bintang dengan keras hingga Bintang terjatuh dari tempat tidur ke atas lantai hingga menimbulkan suara "Buukk ..."


"Aduh, Bulaaaannn .... !!" Bintang teriak kesakitan memegang pinggangnya.


"Maaf, maaf, aku tidak sengaja Bin ... ," Ucap Bulan sambil menarik tangan Bintang membantunya berdiri.


"Kamu kenapa sih tiba-tiba dorong aku?" tanya Bintang sambil kesakitan.


"Aku refleks saja Bin, kukira tadi bukan kamu. Karena tadi aku sedang bermimpi dicium oleh pangeran tampan ..." cerita Bulan sambil menahan tawa jika ingat Bintang jatuh dari kasur, tapi dia jadi kasihan juga.


Kemudian mereka mendengar suara Bu Ines berteriak memanggil nama mereka dari luar kamar. Bulan akhirnya membukakan pintu kamar, dan Bu Ines segera masuk ke dalam.


Bu Ines terkejut melihat Bintang meringis menahan sakit, "Kamu kenapa Bin? Makanya jangan terlalu nafsu kamu tuh!" ucap Bu Ines tanpa mengetahui cerita yang sebenarnya.


"Nafsu apa sih Ma? aku baru saja jatuh dari kasur," kata Bintang sambil menggosok-gosok pinggangnya yang sakit.


"Hah?! kok bisa jatuh, kamu ini seperti anak kecil saja kalau tidur bisa sampai jatuh segala. Ada-ada saja ulah kamu itu!" Bu Ines masih menyalahkan Bintang membuat Bulan tidak bisa menahan tertawanya.


"Ma, Bintang jatuh karena aku Ma," ucap Bulan. Kemudian Bulan menceritakan kejadian yang sebenarnya.


"Hahaha ... kalian berdua ini ada-ada saja. Ya sudah, sekarang cepatlah kalian mandi terus ke restoran di bawah. Kalian sudah ditunggu untuk makan siang. Jangan lama-lama!" Bu Ines berlalu dari kamar anaknya sambil terus tertawa.


###############


Ada-ada saja ya pasangan suami istri ini. Hari ini author beri bonus 2x UP lho, jangan lupa like, vote yang banyak, rate bintang 5 dan komentarnya ya ... 😘😘😍😍

__ADS_1


Happy reading all 😍😍😍😍


__ADS_2