Bulan Dan Bintang

Bulan Dan Bintang
Chapter. 30


__ADS_3

Happy reading ✓


Kediaman rumah Dimas.


Keluarga bintang dari semalam memutuskan untuk menginap dirumah Dimas. Selepas acara pertunangan bintang Dan Kanaya. Ditambah dengan adanya sedikit insiden yang terjadi semalam.


Tak hanya itu Reo pun mau tidak mau ikut menginap dirumah Dimas. Tidak mungkin juga dirinya pulang tadi malam. Ia berniat akan pulang nanti siang atau menjelang sore.


Keluarga itu kini tampak sudah bisa bersikap tenang. Dengan Yuni yang sudah mencoba berlapang dada dengan fakta-fakta yang terjadi. Baginya untuk apa lagi permasalahan dimasa lalu ia ungkit kembali toh juga kini bulan adalah anak tirinya. Tidak seharusnya ia membenci anak gadis itu seperti hal ia membeni Lania ibu kandung bulan yang pernah menorehkan luka padanya.


Seluruh anggota keluarga itu tampak tenang dan duduk tertib saat akan sarapan. Sudah ada beberapa makanan yang terhidang diatas meja. Bintang dan Kanaya terlihat semakin lengket bak perangko setelah status mereka resmi tunangan.


Ada juga. Erik serta Alda juga Dimas dan Yuni. Di ujung kursi duduki oleh bulan dan juga Reo.


"Jadi Reo yang nemenin bulan selama bulan di Jogja?" Tanya Dimas deselah-selah sarapan mereka.


"Iya om. Bukan hanya dijogja sampai kebandung juga" jawab Reo.


"Wah terimakasih yah Reo udah mau jagain sekaligus nemenin bulan" ucap Dimas lagi.


"Enggak usah terimakasih om. Itu juga tadinua bulan nggak mau ditemenin. Keras kepala dia" kata Reo


"Bukannya nolak mau dianterin. Kamu juga mesti kerja" bela bulan mendengus.


"Iya iya biasa aja dong tuh bibir Ampe monyong begini" ujar Reo meraup wajah bulan. Terkekeh geli.


Yang lain terkekeh melihat interaksi keduanya termasuk Naya. Sedangkan bintang diam menatap bulan datar. Entah apa yang ada dipikirannya.

__ADS_1


"Kamu udah kerja re?" Kali ini Alda yang bertanya.


"Iya Tante saya kerja" jawabnya


"Kerja dimana dan kerja apa?" Alda bertanya kembali


"Nggak jauh sih dari panti. Kerja kuli Tante ya apa aja lah yang saya bisa" jawab Reo. yang lain mengangguk


"Mas bukanya di perusahaan posisi manajer produk lagi kosong yah. Suruh Reo aja masuk situ" ucap Alda pada suaminya yakni Erik


"Oh iya boleh tuh. Reo kamu mau kan kerja diperusahan saya. Kalau mau besok kamu kekantor yah" titah Erik


"Wah serius om emh maksud saya pak Erik" jawab Reo terlampau senang.


"Santai aja Reo" kata Erik. Dia emang orang yang paling santai yang pernah ada. Terkenal baik seantero karyawan serta bawahan. Namun diam-diam bintang tak menyukai hal itu. Entah kenapa dengan keputusan kedua orang tuanya yang akan merekrut Reo masuk ke perusahaan nya Membuat dirinya jengkel.


"Kalau enggak kamu tidur dirumah saya aja. Kan ada bintang" kini Alda yang mencoba menawarkan. Bintang menatap ibunya kesal.


Menyadari bintang yang sepertinya tidak ramah dengan nya. Reo pun akhirnya menolak tawaran dari Alda. Ia memutuskan untuk menginap dirumah Dimas saja. Toh lagi pula ia lebih kenal dengan bulan ngetimbang bintang. Dirinya juga heran kenapa sikap bintang terlihat tidak menyukainya. Apa salah Reo? Hanya bintang yang merasakan


****


Bulan mengajak Reo duduk santai diatas rooftop rumah nya. Tempat favorit bulan dan bintang saat ingin melihat benda-benda luar angkasa. Disitu juga tersedia teleskop untuk meneropong.


Saat ini rumah sepi Dimas dan Yuni sedang menghadiri undangan pernikahan anak kolega kerjanya Naya pun ikut serta. Dirumah hanya ada bulan Reo dan juga mbok Imas yang bekerja dirumah itu sebagai ART.


"Liat deh kamu ngerasa nggak bulan nya kaya ada yang gerak yah" beritahu Reo masih dengan teropong yang tertempel Dimatanya.

__ADS_1


"Ngaco ih. itu kabut awan yang berjalan jadi seakan-akan ada yang bergerak pas melintasi bulan"


"Hehehe kamu kaper nggak?" Tanya Reo


"Lumayan laper sih"


"Turun yuk nanti saya bikinin nasi goreng" ujar Reo


"Emang kamu bisa masak" bulan memicingkan mata


"Ngremehin"


Reo berdiri terlebih dahulu. Lalu ia menarik tangan bulan agar ikut berdiri. Setelahnya ia berjalan menuju dapur. Bulan duduk diatas bangku pantry memperhatikan gerak Reo yang tampak cekatan saat mengeluarkan beberapa bahan makanan yang akan ia sulap menjadi nasi goreng.


Lama-lama bulan nampak BT sendiri hanya melihat Reo yang tampak sibuk mengiris-iris. Akhirnya bulan memilih mendekati Reo "mau saya bantu nggak"


"Nggak usah saya nggak yakin kamu bisa potong-potong bawang. Udah sana duduk aja" ujar Reo.


"Ngeremehin?" Jawab bulan mendengus. Reo terkekeh.


"Ya udah. Kamu pecahin telor kedalam mangkok abis itu kamu kocok"


"Oke"


Keduanya pun nampak kompak dalam memasak. Sesekali mereka akan bercanda gurau dengan Reo yang menunjukkan tingkah-tingkah konyolnya. Tanpa mereka sadari tak jauh darinya ada sorot mata yang memperhatikan kegiatan dua orang yang sedang asik memasak.


Bersambung. .

__ADS_1


__ADS_2