Bulan Dan Bintang

Bulan Dan Bintang
Chapter. 46


__ADS_3

Happy reading ✓


Malam harinya.


Berapa tenda nampak sudah banyak yang berdiri. Sedangkan para anak Maba berbondong-bondong mengelilingi api unggun dengan ukuran cukup besar,


Nampaknya seluruh anak Maba masih on dan bersemangat. Tak ada rasa ngantuk yang melanda Seakan mereka tidak ingin ketinggalan moments seperti ini. Pasalnya ini adalah rangkaian terakhir ospek mereka itu artinya next day mereka semua akan kembali dengan status mahasiswa.


Sama seperti yang lain. Bulan pun ikut duduk menghadap api unggun, disebelah nya sudah ada langit walaupun arah mata bulan tertuju pada api unggun Didepan sana, namun bulan yakin jika langit saat ini sedang menatap nya. Gadis itu memilih acuh tak ingin membalas tatapan itu.


"Disini ada gitar, coba yang mau menyumbangkan suaranya boleh maju kedepan" ucap salah satu Kaka panitia laki-laki. Para Maba saling menyikut satu sama lain. Mereka ingin maju namun belum terlalu pede.


Tak lama Langit lah yang berdiri dan dengan santainya ia maju berjalan kedepan, semua mata tertuju padanya kaum hawa langsung memekik girang kala idolanya akan bernyanyi.


Disisi lain Langit sudah memegang gitarnya. Kemudian ia memilih duduk ditengah-tengah para Maba yang sudah menatap dirinya dengan puja.


"Lagu yang akan gue nyanyikan, khusus untuk seorang perempuan yang sangat spesial saat ini dihati gue"


Langit mulai memetik senar gitar yang saat ini ia pegang. Bunyi alunan melodinya menyeruak masuk ke gendang telinga para orang-orang yang kini mendengarkan nya.


KAU BEGITU SEMPURNA


DIMATA KU KAU BEGITU INDAH


KAU MEMBUAT DIRIKU AKAN SELALU MEMUJAMU


Banyak kaum hawa yang merasa hanyut akan suara dan petikan gitar yang langit mainkan.

__ADS_1


DISETIAP LANGKAH KU, KU KAN SELALU MEMIKIRKAN DIRIMU


TAK BISA KU BAYANGKAN HIDUP KU TANPA CINTA MU


JANGANLAH KAU TINGGAL KAN DIRIKU


TAK KAN MAMPU MENGHADAPI SEMUA


HANYA BERSAMAMU KU AKAN BISA


KAU ADALAH DARAHKU


KAU ADALAH JANTUNG KU


KAU ADALAH HIDUP KU


LENGKAPI DIRIKU, OH SAYANGKU KAU BEGITU SEMPURNA, SEMPURNA


"Cieee gue bisa tebak seseorang itu pasti Lo" kata pretty


"Liat tuh si langit ngeliatin Lo Mulu"


Dan benar laki-laki itu sedang menatap bulan sembari mengulum senyum, bulan salah tingkah hatinya kembali berdebar tidak karuan, rasanya bulan ingin sekali pergi ke dokter memeriksa kondisinya, karena ia merasa sering sekali beredar tidak karuan.


"Sebelum gue duduk balik ke tempat gue, gue mau ngucapin sesuatu untuk orang spesial yang gue Maksud" bulan langsung mengarah kembali menatap langit. Ia menggigit bibirnya entah kenapa ia merasa sangat gugup dan deg-degan. Sementara itu para gadis-gadis yang lain juga tak kalah heboh. Mereka penasaran dengan apa yang akan langit katakan.


"Buat kamu cewek yang bernama Bulan I LOVE YOU" ucap Langit lantang. Arah matanya tertuju pada gadis yang bernama bulan itu. Alhasil membuat para anak Maba maupun Kaka panitia menatap juga kearahnya.

__ADS_1


"Cieeeeeee cuit cuit" sorak Sorai menggoda saling bersahutan


"Terima, terima , terima" hampir semua anak Maba maupun Kaka panitia, bersorak berharap bulan menerima pernyataan cinta Langit, walau ada juga yang merasa patah hati, karena cowok pujaannya sudah memilih tambatan hatinya.


Sial sumpah demi apapun, Rasanya bulan ingin sekali menghilang saat itu juga. Ia merasa sangat malu dan juga deg-degan parah, Semburat merah langsung menyeruak di wajahnya. Gadis itu langsung berdiri dan berjalan cepat keluar dari kerumunan itu.


Bulan memilih masuk kedalam tenda nya. Ia memeluk lututnya dan menyembunyikan wajahnya pada lipatan pahanya, ia tak kuasa dengan debaran jantung nya yang makin menggila. Sial langit berhasil membuat perasaan nya tidak karuan begini


"Tenang bulan please fokus" ucap gadis itu lirih.


Disisi lain Langit menoleh kan kepalanya kekanan dan kekiri, mencari keberadaan bulan sampai atensinya mengarah pada siluet dibalik tenda. Dengan cepat ia menghampiri gadis itu lalu melongok kan kepala nya masuk kedalam tenda. Laki-laki itu berjongkok di pintu tenda.


"Hei kamu ngapain disini" tanya langit lembut, bulan terperanjat kala menyadari langit sudah ada diambang tenda.


"Semua yang tadi aku omongin tulus dari hati aku yang paling dalam bulan" beritahu laki-laki itu. Bulan masih terdiam dengan terus memeluk lutut, menatap ujung sepatunya.


Satu tangan bulan diraih oleh Langit. Ia menempelkan bibirnya pada punggung tangan gadis itu. Bulan kembali dibuat berdebar, gadis itu menunduk lalu Langit mengangkat dagu bulan agar kembali menatap nya.


"Jadi pacarku yah" pinta langit mengulangi


"Aku nggak bisa, maksud gue aku ahh pokoknya nggak bisa. Mau fokus kuliah" alibinya, gadis itu semakin salah tingkah. Langit mengulum senyum.


"Kuliah sambil pacaran kayaknya nggak masalah deh" jelas Langit masih mengulum senyum.


"Kenapa sih kamu ko ngeyel banget" sergah bulan, ia akhirnya mengikuti cara panggilan Langit yang menggunakan aku kamu.


"Kamu yang ngeyel, padahal udah jatuh cinta kan sama aku, tapi masih aja gengsi ngakuin nya"

__ADS_1


"Serah kamu deh" elak bulan menggigit bibir dalamnya. Langit terkekeh lalu satu tangannya mengacak-acak puncak kepala bulan gemas. Ia berdiri lalu meminta bulan agar keluar dari dalam tenda. Dan mengajaknya ikut bergabung dengan yang lainnya.


Bersambung. .


__ADS_2