Bulan Dan Bintang

Bulan Dan Bintang
Chapter. 54


__ADS_3

Happy reading ✓


Baik keluarga bulan maupun keluarga Langit, begitu sangat bahagia saat anaknya mengutarakan niatan nya yang akan mengikat hubungan mereka ke jenjang pertunangan, apalagi Miranda ia begitu antusias dengan pertunangan putranya itu, ia berencana akan membuat pesta pertunangan antara Langit dan bulan dibikin semewah mungkin.


Sepulang kuliah Langit dan bulan berencana akan pergi ke pusat perbelanjaan terbesar di kota tersebut, dan setelah sampai keduanya bergandeng tangan untuk menuju toko perhiasan yang biasa Miranda suka memesan atau membeli perhiasan.


"Holla Langit duh makin handsome aja deh" basa basi pemilik toko perhiasan tersebut, nama nya om Muller jelas saja laki-laki itu kenal dengan langit, itu karena Miranda adalah pelanggan tetap di store nya.


"Hai juga om Muller, aku mau nyari cincin tunangan yang paling bagus, dan pastinya cocok untuk calon tunangan saya" jelas langit


"Aha kebetulan ini ada beberapa keluaran terbaru untuk koleksi di toko kami, ini cocok buat nona cantik ini" kata Muller menjelaskan dan meraih satu cincin untuk dicoba pada jari manis bulan.


"Gimana suka?" tanya om Muller pada bulan.


"Kamu suka nggak sama yang dipilih om Muller?" Tanya langit , nampaknya bulan kurang menyukainya karena menurut bulan rekomendasi dari om Muller model cincin nya begitu banyak bertaburan permata terlihat sangat ramai. Alhasil ia melihat-lihat deretan cincin yang lain, sementara bulan masih memilih cincin, om Muller ijin untuk kebelakang menerima telfon.


"Cari yang mahal dan yang kamu suka sayang" kata langit, mencium kepala bulan sekilas


"Ini semua mahal nggak ada yang murah" tukas bulan. Langit hanya terkekeh


"Lang gimana sama yang itu" tunjuk bulan mengarah pada satu cincin berwarna silver tanpa berlian hanya ada ukiran unik namun tetap terlihat elegant dan berkelas.


"Kamu suka?" Tanya Langit memastikan. Bulan mengangguk mantap.


"Gimana sayang apa sudah menjatuhkan pilihan?" Tanya om Muller yang sudah kembali lagi melayani Mereka.


"Om saya ambil yang model itu yah, Carikan sesuai ukuran saya dan tunangan saya"


"Mau diukir nama kan?" Tanya om Muller.


"Pastinya, nanti pembayaran nya saya tranfer yah om" ujar Langit

__ADS_1


"Okey" kata om Muller tersenyum sumringah


Bulan dan Langit hanya diberi kesempatan untuk memilih cincin tunangan saja, selebihnya akan menjadi urusan kedua belah pihak keluarga, terutama Miranda ia beberapa kali chat atau menghubungi bulan, memberikan contoh gambar katalog untuk urusan gaun serta pernak pernik nya. Sebenarnya bulan merasa tidak enak pada Miranda karena menurutnya apa yang ditawarkan olehnya sangat berlebihan dan pastinya super duper mahal.


Namun itu semua dipatahkan oleh wanita itu, Miranda bilang harga bukanlah masalah sama sekali untuknya, yang terpenting kelangsungan acara pertunangan itu berjalan dengan lancar dan sukses, namun bulan merasa jika pertunangan nya itu kelewat megah mungkin bisa disamakan dengan acara pernikahan. Bulan sampai membayangkan kalau nanti acara pernikahan dirinya kelak mungkin akan lebih heboh dari ini, membayangkan saja membuat bulan memijat pangkal hidungnya.


****


HARI PERTUNANGAN.


Disebuah gedung tersulap sudah menjadi tempat yang begitu mewah dan megah, menampilkan banyak foto bulan dan Langit berbagai macam gaya yang diperlihatkan di gedung tersebut, seakan memberi tahu pada tamu yang hadir, kalau bulan dan Langit lah pemilik acara pada malam itu.


Tak Hanya itu hidangan makanan restoran bintang lima pun sudah tersusun rapi didalam nya, pada acara pertunangan itu tak tanggung-tanggung kedua pihak keluarga mengundang serta beberapa orang-orang penting serta kolega bisnis para orang tua mereka. Dan yang pastinya keluarga inti dan beberapa teman-teman bulan dan Langit, mungkin pada acara pertunangan itu hanya bintang dan Kanaya orang yang tidak hadir diacara tersebut.


"Selamat malam para hadirin yang terhormat, terimakasih sudah berkenan hadir pada acara pertunangan Langit dan Bulan tepuk tangan dulu dong biar meriah" suara MC mulai membuka susunan acara pada malam itu.


Prok prok prok


Selanjutnya Yuni dan Miranda naik keatas panggung. Membawa dua baki dengan kotak kecil diatasnya,


"Silahkan untuk kedua pasangan agar saling memakaikan cincin bergantian, mohon Langit Memakaikan Ke jari manis bulan terlebih dahulu setelah itu bulan memakaikan Ke jari manis Langit"


Bulan dan Langit menuruti semua perintah dari MC dengan dibantu oleh para ibu mereka, keduanya saling menyematkan cincin pertunangan mereka, senyum bahagia nampak terpancar dari bibir kedua sejoli itu. Seolah memberi tahu pada orang-orang bahwa malam ini adalah malam yang sangat membahagiakan untuknya.


Setelah prosesi tukar cincin berjalan dengan lancar. Kini saat yang ditunggu-tunggu bagi para tamu undangan yaitu menikmati hidangan makanan yang sudah tersedia. Sedangkan Langit dan Bulan masih duduk di atas singgah sana mereka.


"Kamu cantik banget sih, aku sampai nggak bisa kedip" puji Langit mencium punggung tangan gadisnya.


"Kamu juga" kata bulan tersenyum


"Aku juga cantik?" Kata Langit

__ADS_1


"Tau ah" jawab bulan, langit terkekeh kecil


"Siapa sih yang pilihin gaun yang kamu pake sekarang?, rasanya pengen aku bakar gaun kamu itu!!" kesal Langit


"Ih kenapa emangnya" kata bulan heran


"Kamu nggak lihat itu gaun kamu terlihat seksi banget apa lagi bagian dada kamu terlalu terbuka, aku nggak rela banyak orang yang lihat tubuh kamu" rutuk langit


"Sanksi banget sih, menurut aku ini kurang seksi tau" bulan mengulum senyum, gadis itu sengaja memancing emosi tunangannya yang super cemburuan.


"Aku kunciin kamu didalam kamar biar nggak ada yang liat kamu" sewot Langit


"Hahaha" bulan terbahak mendengar ancaman laki-laki itu.


Tak berselang lama datanglah teman-teman mereka mengucapkan selamat atas pertunangan yang sudah mereka lakukan, senyum sumringah terbit dibibir mereka semua. Ada Niko, Ares dan Anita, ada juga pretty, Darren dan juga Bram tak ketinggalan Reo yang juga ikut bergabung dengan mereka semua.


Dan tak lama berselang tiba-tiba ada seorang perempuan dan laki-laki naik juga keatas panggung, semuanya menoleh pada dua orang yang baru saja naik, termasuk Langit dan Bulan. Gadis itu mengernyit Lantara ia pernah melihat si gadis tersebut.


"Hai bulan selamat yah atas pertunangan nya dengan Langit, aku Audrey orang yang pernah kamu lihat waktu dikamar Langit, maaf yah udah bikin kamu salah paham, aku nggak ada hubungan apa-apa ko sama Langit, kita udah kaya saudara, oh iya perkenalkan ini pacar ku Marko" gadis bernama Audrey itu datang memberikan ucapan selamat. Gadis itu juga menjelaskan tentang kejadian waktu dulu yang membuatnya meminta putus dari langit.


"Hai juga Audrey terimakasih ucapan nya" jawab bulan membalas. Mereka saling berpelukan dan melempar senyum.


Seperti biasa Ares meminta mereka untuk melakukan foto bersama untuk dijadikan momentum kenang-kenangan, Ares meminta weiters untuk memfotokan mereka semua, Ares mengarahkan yang lain untuk bergaya ekspresif. Dan satu, dua, tiga cekrek


Setelah selesai berfoto, seseorang dari mereka langsung mengirimkan foto yang baru saja diambil dan mengirim kan nya kepada bintang yang jauh di inggris, seolah memberi kabar untuknya acara prosesi pertunangan bulan dan Langit telah berjalan lancar.


disisi lain setelah foto itu masuk keponsel bintang, lelaki itu meremas kuat benda pipih miliknya, entah kenapa dada dan hatinya panas terasa terbakar. Mendengar kabar pertunangan bulan.


Jangan lupa setelah membaca klik tanda jempol, dan boleh kasih kritik dan sarannya dikolom komentar. terimakasih


Bersambung. .

__ADS_1


__ADS_2