
Happy reading ✓
Bruugghh satu pot tanaman kecil yang memang sengaja diletakkan ditaman itu terjungkal. Kala ada sebuah kaki yang tidak sengaja menginjak nya mundur.
Tubuh Kanaya bergetar hebat begitupun dengan bibirnya. Tak kuasa melihat adegan yang sangat menyakitkan didepan mata. Dirinya mundur perlahan sampai tak sengaja kakinya menubruk satu pot tanaman.
Hal itu membuat dua insan yang masih berciuman cukup intens. Terpaksa mengakhiri ciumannya keduanya menoleh kearah sumber suara. Dan nampak lah Kanaya yang sudah berdiri mematung dengan tubuh nya yang gemetar.
Baik bulan maupun bintang sama-sama terkejut dengan adanya Kanaya. Ia merasa dunia berasa berputar tak lama sorot matanya mulai menggelap lalu kemudian gadis malang itu jatuh pingsan.
FLASHBACK ON.
Kanaya baru turun dari mobil setelah dirinya ikut menghadiri pernikahan bersama kedua orangtuanya. Saat dirinya hendak masuk kamar mbok Imas memberi tahu kalau bintang habis dari sini.
"Eh non Naya baru pulang. Padahal tadi ada den bintang baru aja pulang" beritahu mbok Imas
"Oh bintang habis dari sini yah. Tapi nggak hubungin aku tumben ya udah bi makasih yah" ucap Naya dengan suara lembutnya
Naya pun segera masuk kedalam kamar. Ia mencoba menghubungi bintang namun nihil lelaki itu tak merespon panggilan telefon nya. Dirinya pun memutuskan untuk keluar dari balkon kamarnya. Menatap indah nya bulan diatas sana begitu terang.
Sampai akhirnya ia melihat bulan dibawah sana yang seperti mengendap mengeluarkan Motor. Curiga dengan itu Kanaya akhirnya memutuskan turun kebawah dan juga mengeluarkan motornya.
Ia nekat mengikuti bulan. Karena entah kenapa perasaan nya tidak enak dari bintang yang datang kerumah tak memberi tahu dan juga di hubungi pun tidak merespon. Tak biasanya bintang seperti itu. Apa lagi saat ia melihat bulan mengendap-endap membuat perasaan nya makin tak enak.
__ADS_1
Naya kaget saat bulan mengarahkan motornya masuk ke arena balap. Lebih kaget lagi saat ada bintang disana. Sampai pada akhirnya mereka berdua pergi berboncengan motor. Naya masih setia mengikutinya dari belakang bak penguntit. Hingga motor bulan berhenti disebuah taman gadis itu terus mengikuti kemana bulan dan bintang pergi. Sampai akhirnya ia harus melihat dengan mata kepalanya sendiri menyaksikan bukan dan bintang berciuman dengan bernafsu.
Sesak, marah, kaget bercampur menjadi satu. Tubuhnya mendadak bergetar langit seakan berputar sampai tak diduga Naya pingsan saat itu juga
FLASHBACK OFF.
Sontak bulan dan bintang berlari mendekati Naya. Mereka berdua cukup panik lalu bintang dengan sigap menggendong Naya. Awalnya ia bingung pasalnya hanya ada motor disitu. Apa mungkin tubuh Naya yang sedang pingsan dinaikan keatas motor.
"Lan coba Lo telfon taksi deh" titah bintang
"Kelamaan tang. Naikin motor aja ntar gue yang pegangin Naya terus Lo yang bawa motornya" usul bulan. Bintang pun mengangguk dengan saran itu. Lalu kemudian ia mendudukkan Naya ditengah lalu bulan dibelakang disusul bintang yang menyetir motor.
****
Bulan terdiam ia menggigit bibirnya. Entah kenapa saat ini ia merasa bersalah dirinya tahu penyebab Naya seperti itu pasti dia melihat saat dirinya dan bintang berciuman saat ditaman itu.
Dokter Adrian keluar dari kamar Naya, setelah dirinya selesai memeriksa keadaan gadis cantik itu. Baik Yuni maupun Dimas sama-sama penasaran dengan apa yang terjadi.
"Gimana dokter Naya nggak papa kan?" Tanya Yuni berharap. Dokter Adrian tersenyum
"Naya hanya kecapean detak jantung nya memompa sangat cepat. Itu artinya ia baru mengalami hal yang membuat nya shock atau stres. Hal itu yang membuat dia pingsan. Tapi kalian tidak perlu khawatir saya sudah memberikan obat penenang. Biarkan Naya istirahat" ucap dokter Adrian menjelaskan tentang kondisi Naya.
Bulan menunduk menyalahkan dirinya sendiri didalam hati. Bintang melirik kearah bulan yang terlihat cemas. Lelaki itu paham betul dengan apa yang sedang dirasakan oleh sahabat kecilnya itu.
__ADS_1
Hari sudah hampir pagi. Namun Kanaya belum juga menampakkan tanda-tanda sadar dari pingsannya. Tentu saja hal itu membuat Yuni makin cemas dirinya bahkan tidak tidur semalaman. Begitupun yang lain termasuk Reo, Awalnya lelaki itu sudah terlelap tidur dan saat mendengar suara ribut-ribut diluar ia pun langsung bangun.
****
"Ini salah kita tang nggak seharusnya kita ngelakuin hal itu waktu di taman" ujar bulan sedih. Air wajahnya menunjukkan betul bagaimana dirinya merasa bersalah.
"Nggak seharusnya kita-"
"Sssttt" bintang memotong ucapan bulan dengan cara menempelkan jari telunjuknya pada bibir gadis itu.
"Gue bakal ngomong ke mereka kalau gue mau batalin pertunangan antara gue sama Naya" tegas bintang, bulan melotot terkejut dengan apa yang bintang katakan.
"Lo gila yah" sergah bulan tak percaya
"Gue pengen semua permasalahan ini cepet selesai"
"Yang ada Lo bikin masalah baru tang"
"Itu artinya Lo mau bikin semuanya jadi rumit lan. Nggak ada yang diuntungkan dengan pertunangan ini. Walaupun Naya dapetin fisik gue tapi nggak hati gue apa itu baik buat Naya?" Ucap bintang
"Sama hal nya Lo dan gue yang akan sama-sama menderita. Karena kita saling mencintai tapi tidak bisa bersama dengan adanya pertunangan itu, paham?" Ujar bintang lagi. Bulan diam
Bersambung. .
__ADS_1