
Happy reading ✓
Kondisi bulan semakin melemah sampai dokter melakukan tindakan infus untuk memberikan bulan dan bayinya nutrisi, karena wanita itu benar-benar mogok makan dan minum, yang dilakukan hanya menangis dan menangis.
Begitupun dengan Miranda kondisinya tak kalah memprihatinkan dari bulan, wajar saja dia wanita itu sama terpukul nya dengan kabar meninggal nya Langit yang begitu tragis.
Bulan tak hanya mogok makan dan minum ia juga mogok bicara, selepas pemakaman Langit ia tidak mau berbicara pada siapapun termasuk Dimas papa nya. Bulan tidak lagi memikirkan kondisi kandungan nya yang ia fokuskan kali ini adalah perasaan nya yang sudah hancur karena ditinggal pergi oleh suaminya untuk selamanya.
"Bulan sayang tolong jangan kaya gini, kasian bayi yang ada diperut kamu, dokter bilang kondisi bayi kamu melemah nak, kamu makan yah" ucap Alda yang masuk kedalam ruangan rawat bulan. Perempuan itu hanya diam, wajahnya pucat air mata terus berlinang menetes disudut matanya.
"Jangan kamu menyiksa diri kamu sendiri dan juga anak kamu sayang, tolong kamu jangan egois" ucap Alda lagi. Bulan langsung menoleh setelah mendengar ucapan bunda Alda.
"Apa yang akan bunda lakukan kalau ada diposisi aku, bahkan anak aku lahir aja belum Bun tapi kenapa harus terjadi kaya gini" ucap bulan parau, air matanya masih terus menetes.
Alda menunduk menyeka airmata nya yang juga akan menetes. "Maafkan bunda sayang, tapi setidaknya kamu harus pikirkan bayi kamu, hidup kamu masih panjang kamu harus tetap melanjutkan nya" kata Alda menasehati. Bulan menggeleng
"Percuma aku hidup tanpa Langit, aku nggak bisa Bun kalo nggak ada dia, aku pengen dia ada datang terus peluk aku Bun, aku butuh dia saat ini Bun" bulan kembali histeris, ia berteriak lepas kendali. Alda berusaha memeluk untuk menenangkan nya.
Lalu tak lama tubuh bulan melemah di pelukan alda, matanya terpejam ternyata bulan pingsan, Alda langsung menekan tombol urgen bermaksud agar dokter atau perawat datang keruangan nya.
******
Satu tangan bulan yang tidak terpasang infus terlihat digenggam oleh seorang pria, laki-laki itu menatap bulan yang kini sedang tak sadarkan diri dengan sendu, laki-laki itu menangis memperhatikan kondisi istrinya yang begitu kacau.
Sesekali ia menciumi punggung tangan bulan, membelai lembut kepala istrinya dan mengusap lembut perut buncitnya.
Perlahan bulan mengerjapkan kedua matanya Hal yang pertama dilihat adalah senyum manis milik suaminya yakni Langit. Bulan masih diam tak bergeming ia terus menatap sosok suaminya yang kini tengah tersenyum kepadanya, dalam batin bulan berkata jika ia sedang bermimpi maka ia tidak ingin terbangun supaya ia tetap bisa melihat wujud suaminya.
"Hei kamu udah bangun sayang" tanya Langit lembut. Bulan masih diam hanya airmata yang mampu menetes.
Langit langsung mengusap airmata itu menggunakan jari jempolnya, membelai pipi bulan dengan sangat lembut.
"Tolong jangan biarkan ada yang membangunkan aku, aku mau kaya gini terus biar bisa lihat kamu" ucap bulan lirih. Matanya sesekali terpejam merasakan hangatnya sentuhan Langit.
"Kamu lagi nggak ngimpi sayang, ini aku Langit suami kamu, ini aku udah pulang" jelas Langit. Lalu ia maju mendekati wajah bulan. Lalu mencium keningnya lembut. Bulan kembali meneteskan airmata.
__ADS_1
"Ssssttt jangan nangis sayang, aku nggak mau lihat kamu kaya gini" ucap Langit. Bulan lalu mencubit lengan tangannya sendiri memastikan sebenarnya ia sedang bermimpi atau tidak, tapi ternyata sakit ia sempat meringis saat lengannya tercubit.
"Tolong bilang sama aku, aku lagi nggak ngimpi kan" tanya bulan parau. Langit menggeleng tersenyum. Lalu kembali mencium kening wanita itu.
"Langiitt!!!" Bulan langsung mendekap tubuh suaminya erat, ia tidak mau lagi langit lepas darinya. Ternyata benar yang sedang ia peluk ini benar-benar Langit, bahkan setelah ia sadar ternyata sosok langit tidak menghilang masih ada dipelukan nya.
"Kamu jahat Langit, kenapa kamu ngerjain aku sampe segitu nya" kata bulan menangis tersedu. Langit makin mendekat tubuh istrinya, saat mereka masih berpelukan para anggota keluarga dan juga teman-teman keduanya masuk kedalam ruangan rawat bulan. Disana mereka semua tersenyum haru.
"Tuhan masih mengijinkan kalian untuk bersatu nak" kata Dimas, yang lain sebagian sibuk menyeka airmata nya. Merasa bahagia dan haru.
Bulan Tersenyum ia merasa separuh nyawa yang sempat menghilang telah kembali, sehingga rasa semangat di dirinya langsung berkobar.
"Tapi aku kecewa sama kamu" kata Langit kesal pada istrinya.
"Kenapa?" Jawab bulan
"Kamu bahkan mengabaikan kesehatan kondisi kamu sendiri dan juga bayi kita" tukasnya, bulan menggigit ujung lidahnya. Ia merasa bersalah pada calon bayinya merasa jahat karena beberapa hari ini sempat mengacuhkan nya.
"Maaf" ujar bulan menyesal. Langit tersenyum dan kembali mencium kening istrinya.
saat itu Langit benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan panggilan alam yang mengharuskan untuk dikeluarkan, padahal beberapa menit lagi pesawat yang akan ditumpangi nya segera lepas landas menuju kejakarta.
Dengan rasa terburu-buru dan tidak mau ribet, langit menitipkan barang-barang nya pada salah satu teman dalam tim kelompok kunjungan operasi bisnisnya.
Langit langsung berlari menuju toilet. Namun sialnya toilet terdekat nampak penuh. Jadilah ia langsung berlari ketoilet seberang. Dan kebiasaan Langit yang memang jika sedang buang air membutuhkan waktu lama.
Setelah selesai dengan urusannya. Ia ingin masuk kedalam ruang pemeriksaan. Dan ternyata pesawat nya sudah lepas landas lima menit yang lalu. Langit bingung ia tidak tahu harus bagaimana. Mengingat semua barang seperti dompet dan ponselnya sudah ia titipkan pada salah satu temannya tadi.
Dirinya juga tidak hafal nomer telfon bulan ataupun kedua orangtuanya. Ia sempat terdampar di bandara Kalimantan, berfikir bagaimana caranya agar bisa pulang kejakarta.
Langit sendiri belum mengetahui tentang kecelakaan pesawat yang meninggalkan nya, karena fokusnya sekarang adalah mencari cara supaya ia bisa terbang lagi dengan pesawat berikutnya.
Langit di bandara kesana kemari meminta pertolongan, tapi entah kenapa saat itu tidak ada yang bersedia membantunya. Entah karena orang-orang yang sibuk dan terburu-buru, ataukah tidak percaya dengan Langit. Makanya kebanyakan orang yang Langit mintai tolong kebanyakan mengacuhkan nya.
Langit sempat merasa frustasi ia terlontang Lantung di bandara tersebut. Hingga akhirnya ia melihat seorang bapak paruh baya. Dengan wajah kalem melewati Langit yang tengah berjongkok.
__ADS_1
"Permisi pak, nama saya Langit angkasa biru, apa saya boleh minta tolong?" Pinta Langit memohon.
"Iya nak ada apa yah" kata si bapak.
"Saya mau pulang ke jakarta, tapi barang-barang saya kebawa sama temen. Saya ketinggalan pesawat pak" jelasnya, si bapak nampak mengerti.
"Ya sudah gini aja, nak Langit mendingan ikut saya pulang dulu saja kerumah, toh ini sudah malam saya juga baru sampai perjalanan dari Jakarta" tawar bapak paruh baya tersebut. Awalnya Langit ingin menolak namun ia tidak enak. Karena Langit harus menghormati ajakan nya berhubung si bapak itu juga yang nanti akan menolongnya.
"Oh baik pak saya ikut" jawab Langit. Lalu bapak paruh baya itu langsung mengajak laki-laki itu membawanya ke kediaman nya masih di daerah Kalimantan.
Sesampainya dirumah bapak itu. Langit disambut hangat oleh istri si bapak tadi. Mereka hanya berdua dirumah itu. Katanya kedua pasangan suami-istri itu tidak mempunyai anak, bapak paruh baya itu pun akhirnya menanyakan perihal kenapa Langit bisa ketinggalan pesawat.
Akhirnya Langit pun menceritakan kejadiannya dari awal sampai akhir, dan benar saja ke esoknya harinya si bapak itu kembali mengantarkan Langit ke bandara. Serta membayarkan ongkos tiket pesawat dan menyerahkan beberapa lembar uang pada pria muda itu.
"Terimakasih banyak yah pak atas bantuannya, percaya nanti saya akan ganti semua uang punya bapak" kata Langit tersenyum tulus.
"Sudahlah nggak usah kamu pikirkan. Kamu hati-hati yah, salam buat istri mu semoga lahiran nya lancar" jawab si bapak paruh baya itu. Mereka saling berpelukan dan akhirnya Langit pun langsung bergegas menuju pesawat yang sudah ia boking.
Sesampainya Langit di bandara jakarta. Ia sempat tercenung kala mendengar berita jika pesawat yang kemarin-kemarin akan ia tumpangi mengalami kecelakaan. Dan kabarnya tidak ada yang selamat dalam kecelakaan tersebut. Jantung Langit bergemuruh.
Apa itu artinya semua teman seangkatan dan sejurusan nya tidak ada yang selamat! Langit langsung menyewa taksi dan memintanya agar mengantarkan nya ke mansion. Sesampainya dimansion tidak ada siapapun hanya ada pelayan yang sedang bekerja. Melihat adanya Langit para pelayan itu menjerit histeris.
Mereka ketakutan Seakan melihat Langit seperti sedang melihat hantu. Dan setelah situasi tenang para pelayan itu menjelaskan semua apa yang terjadi kemarin-kemarin. Dan pelayanan itu mengatakan jika bulan dan juga Miranda sampai dilarikan kerumah sakit.
Tanpa menunggu apapun lagi. Langit langsung tancap gas mengendarai mobilnya menuju rumah sakit. Dan benar saja sesampainya dirumah sakit semua tampak shock dan kaget manakala melihat ada Langit yang baik-baik saja tak terluka barang secuil pun.
Semua keluarga dan teman-teman nya mengerubungi Langit, mereka mengucap syukur karena ternyata Langit masih hidup.
Awalnya langit menengok kondisi Miranda terlebih dahulu saling berpelukan haru. Dan setelahnya langit pamit untuk melihat kondisi istrinya, sebelum nya langit sudah diceritakan tentang kondisi bulan yang sungguh kacau. Karena menganggap dirinya sudah meninggal, dan benar saja hati Langit langsung sakit saat ia sudah masuk kedalam ruangan dimana ada bulan tergeletak tak sadarkan diri. Iapun langsung duduk disamping brankar istrinya. Menatap nya sendu sampai airmata tak kuasa untuk jatuh menetes.
FLASHBACK OFF.
Langit kembali untuk bulan
bersambung. .
__ADS_1