Bulan Dan Bintang

Bulan Dan Bintang
Chapter. 38


__ADS_3

Happy reading ✓


Bulan secara tiba-tiba mencekal pergelangan tangan Kanaya membuat gadis itu terlonjak kaget. Lalu setelahnya bulan menatap saudarinya sangat tajam. Entah Kenapa semalaman ia dibuat tidak bisa tidur akibat memikirkan tentang rencana kuliah Naya dan bintang.


"Lo kan yang rencanain semua ini hah" desis bulan emosi masih mencengkram pergelangan tangan Naya.


"Lepasin bulan tangan aku sakit" rintih nya, kemudian bulan Langsung menghempas kan begitu saja tangan Naya ke udara. Kanaya terlihat meringis


"Jawab gue nay Lo kan yang rencanain itu?" Tanyanya lagi. Kanaya menaikan satu alisnya


"Maksud kamu apa lan" kata Naya. Menatap bulan bingung.


"Jangan belaga tolol deh Lo, pasti ini rencana Lo kan sampai semua ini terjadi" kesal bulan masih menatap Naya geram.


"Soal apa? soal aku sama bintang yang dapet beasiswa kuliah di Inggris? Itu memang benar. Dan itu bukan rencana aku bulan. Kami ditawarkan oleh pihak sekolah atas nama murid berprestasi, dan nyatanya bintang nggak menolak. Lalu aku salahnya dimana?" Jelas Kanaya . Bulan semakin emosi mendengar nya. Setelahnya ia langsung pergi dari hadapan saudari tirinya itu.


Sekali lagi Naya menatap bulan yang akan kembali masuk lagi kedalam kamarnya. Senyum tipis samar-samar tercetak dibibir nya, senyum kemenangan yang terdapat kepuasan.


FLASHBACK ON


Naya secara diam-diam Menguping obrolan Antara bintang dan kedua orang tuanya, lebih tepatnya bukan obrolan biasa pada umumnya, tapi lebih menjurus pada perdebatan. Kini ketiganya berada di taman sekolah selepas menghadiri undangan kepala sekolah. Memberi tahu kalau sekolah itu memberikan kesempatan untuk murid yang sangat berprestasi berupa beasiswa kuliah di Oxford university di negara inggris.


Ada tiga pelajar yang terpilih mendapatkan beasiswa itu. Salah satunya bintang. Lelaki itu sempat bertanya siapa lagi yang mendapatkan nya dijawab oleh kepala sekolah. Termasuk ada Kanaya yang akan satu kampus dengannya di inggris. Mendengar itu bintang langsung lemas. Tiba-tiba bayangan bulan menari-nari dikepalanya. Ia tidak bisa membayangkan akan berpisah begitu jauh dan lama dengan bulan gadis yang masih ia cintai sampai detik ini.


****


Dari perdebatan itu bintang kekeh meminta pada orangtuanya berniat akan menolak beasiswa yang diberikan padanya.


"Bun, ayah bintang nggak bisa terima beasiswa itu. Bintang pengen kuliah di Indonesia aja please" pinta bintang merengek. Alda mendesah pelan bingung terhadap anak semata wayangnya itu.


"Bintang kamu ini gimana sih ini tuh kesempatan emas. Diluaran sana banyak sekali yang ingin masuk Oxford university dan banyak juga yang menelan pil kekecewaan karena tidak diterima. Lah ini kamu yang jelas-jelas sudah pasti keterima mau kamu tolak. Pikiran kamu gimana sih nak" ucap bunda Alda dengan tidak habis pikir nya.


"Yang diomongin bunda kamu benar bintang" kali ini Erik yang bersuara.

__ADS_1


"Bintang nggak mau" kekehnya


Disisi lain Kanaya menggigit bibirnya selama mendengar percakapan itu. Naya berasumsi alasan bintang menolak itu pasti dia berat pada satu orang siapa lagi kalau bukan bulan. Maka dari itu ia sudah bertekad akan melakukan apapun demi menyelamatkan hubungan nya dengan bintang.


Ke harinya Naya bertandang kerumah bintang seorang diri. Dan sangat kebetulan dirumah itu ada Alda dan juga Erik. Sementara bintang memang sedang tidak ada dirumah. Mungkin laki-laki itu pergi menenangkan diri yang sedang galau.


"Eh Naya sama siapa ayu masuk sini" ucap Alda ramah. Naya pun tersenyum dan duduk diruang tamu.


"Bintang lagi pergi nay" beritahu Alda.


"Naya kesini nggak nyari bintang ko Bun. Tapi pengen ngomong sama ayah bunda" terangnya


"Oh ada apa emangnya nay?"


"Bunda sama ayah sudah tahu kan mengenai beasiswa itu. Dan bunda juga pasti tahu kan aku juga termasuk penerima beasiswa itu. Maaf sebelumnya aku sempet nggak sengaja mendengar percakapan kalian bertiga saat di taman sekolah kemarin, aku denger bintang menolak yah?" Tanya Naya . Erik dan Alda saling menoleh


"Aku datang kesini mau minta tolong dan dukungan dari ayah dan bunda. Agar bisa membantu bintang tetap pergi ke Inggris bareng sama aku. Jujur sebagai tunangan nya akan lebih baik aku dan bintang mulai meniti karir dari awal bersama. Aku takut kalau hanya aku yang kesana bintang akan berubah pikiran dan ninggalin Naya Bun. Naya nggak siap soal itu"


Merasa tidak tega dengan Naya. Lagi pula apa yang diucapkan Naya ada benarnya.


"Kamu nggak usah khawatir nak. Ayah pastikan bintang akan tetap berangkat ke Inggris sama kamu" ujar nya yakin. Setelahnya Naya sedikit bisa tersenyum lega.


FLASHBACK OFF


Bulan izin pergi pada papanya untuk keluar rumah. Saat ditanya ia memberikan alasan akan kerumah Anita teman sebangkunya dulu. Ada barang yang tertinggal dan nampak nya Dimas percaya.


Dan sekarang lah bulan berada. Disebuah cafe. Ia mengidarkan pandangannya sesekali ia akan menoleh pada pintu saat suara bel berbunyi pertanda ada yang membuka pintu cafe tersebut.


Ting. Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Bintang langsung duduk dihadapan bulan. Ya tadi malam dengan memberanikan diri bintang chat ke nomer bulan ingin mengajak nya ketemuan. Dan bulan pun menyetujui dengan janjian dicafe saat ini.


"Lo udah pesan belum" tanya lelaki itu. Bulan menggeleng, bintang mengangkat satu tangan guna memanggil pelayan untuk datang.


"Silakan mau pesan apa ka?" Tanya pelayan dengan ramah.

__ADS_1


"Americano 1, mocha latte 1" setelah pelayanan itu pergi dengan membawa catatan pesenan keduanya. Bulan menatap bintang. Bertanya dalam hati ternyata pemuda itu masih ingat betul minuman favoritnya.


"Kenapa?" Tanya bintang kala mendapati bulan yang terus menatap nya.


"Nggak" jawabnya singkat.


"Ini kita nggak papa gitu ketemuan cuma berdua kaya gini" ucap bulan dengan basa basi busuk nya.


"Lo mau kita ketemuan bawa warga satu RW gitu?" Bulan mendengus. Bintang terkekeh mengacak pucuk kepala gadis itu gemas.


"Gue nggak enak aja sama Kanaya" ucapnya lagi.


"Bisa nggak jangan bahas itu dulu!!" Pinta bintang.


"Ya nggak bisa, karena tujuan gue ketemu sama Lo mau membahas tentang dia juga" ujar bulan. Bintang mendesah pelan menyenderkan punggungnya disofa cafe tersebut.


"Lo udah tahu tentang gue yang dapet beasiswa itu!" Bulan mengangguk lesu


"Lo keberatan soal itu?" Tanya bintang. Bulan diam


"Kalau gitu gue nggak akan pergi" kata bintang. Bulan terperangah.


"Kenapa nggak pergi?"


"Karena Lo akan sedih" ucap bintang, bulan tercenung.


"Makanya gue udah bilang kan waktu itu. Ayo kita go publik kita bilang sama orang tua kita . Kalau kita saling mencintai"


"Gue nggak bisa tang. Gue takut"


"Apa yang Lo takutin ada gue bulan. Biar mereka tahu kalau kita itu jangan pernah dipisahkan. Please lan gue nggak mau nyesel entar nya" kata bintang lirih, bulan menggigit bibirnya hatinya mulai gamang.


Bersambung. .

__ADS_1


__ADS_2