
Happy reading ✓
Bulan mengerjapkan matanya hal pertama kali yang dilihat adalah dada kekar milik suaminya. Bayangan semalam langsung melintas dipikirannya membuat bulan senyum-senyum sendiri, entah kenapa ia merasa sangat malu membayangkan kejadian tadi malam, dimana dirinya begitu bersemangat dan bergairah melakukan hal intim bersama dengan Langit.
"Good morning sayang" ucap Langit terdengar serak. bulan langsung mendongak melihat wajah suaminya yang menurut bulan sangat tampan, walaupun terlihat masih muka bantal.
"Ko nggak langsung bangun sih" tanya langit masih memeluk erat tubuh istrinya.
"Kamu tau aku udah bangun" tanya bulan balik.
"Tau lah bulu mata kamu bikin dada aku geli kedip-kedip terus" jawab Langit. Bulan merasa malu ia memilih membenamkan lagi wajahnya pada dada suaminya. Langit terkekeh ia tau kalau saat ini istrinya sedang malu. Lalu ia memeluk bulan erat menciumi kepalanya.
"Mau tidur lagi apa mau sarapan?" Tanya langit membelai rambut sang istri.
"Bangun aja yuk, nggak enak sama mami" kata bulan. Ia langsung duduk membenarkan selimutnya.
"Kamu seksi banget sih lan, bikin aku nafsu" ujar langit menggoda.
"Dasar mesum ih" bulan melempar bantal tepat pada wajah suaminya, Langit terkekeh melihat rona wajah merah dipipi bulan karena malu digoda seperti itu.
*****
Setelah selesai mandi dengan rambutnya yang basah. Bulan dan Langit langsung bergegas menuju ruang makan keluarga. Sesampainya disana ternyata ada kerabat yang bertandang kekediaman orang tuanya. Yaitu om Erwin yang notabene adik papi Edwar dan juga istrinya Tante Elisa dan juga anak mereka bernama Stephen.
Mereka tinggal di Belanda sengaja datang sekarang karena pas hari pernikahan belum bisa menyempatkan datang. Baru kali ini mereka ada waktu.
"Eh pengantin baru aduh bahagianya" goda Tante Elisa. Mereka semua sudah menunggu bulan dan langit dimeja makan. Kedua pengantin baru itu langsung ikut bergabung.
Bulan sebagai seorang istri mencoba belajar meladeni suaminya dalam segi makan. Perempuan itu mengambilkan nasi goreng untuk ia berikan pada suaminya.
"Gimana bulan enak Nggak" tanya Tante Elisa menggoda.
"Enak Tante" jawab bulan polos. Seketika Anggota yang lain tertawa dibuatnya, bulan mengerutkan keningnya heran. Lalu ia langsung tersadar jika pertanyaan Tante Lisa bukanlah mengarah pada nasi goreng namun kearah lain.
"Ih Tante kepo deh" kata bulan malu-malu. Lalu ia langsung memberikan nasi goreng tersebut pada suaminya.
"Wah Lang biasanya kalau pengantin baru kuat tuh Ampe pagi" kali ini om Erwin yang menggoda, Langit sih biasa saja menyikapinya tidak seperti bulan yang akan malu-malu.
"Kalo langit sih sampe malam lagi juga kuat om" jawab langit dengan pedenya. Yang lain terkekeh. Beda lagi dengan bulan yang sudah mencubit lengan suaminya gemas.
"Emang kalian nggak mau honeymoon?" Kali ini papi Edwar yang bertanya.
"Ah percuma kalau pengantin baru honeymoon keluar negeri, yang ada nyampe sono nggak sempet kemana-mana bawaannya maunya dikasur terus" kata om Erwin lagi, yang lain membalasnya dengan kekehan.
"Benar juga yah om" kata Langit menyetujui.
__ADS_1
****
Setelah vakum beberapa Minggu, bulan dan Langit mulai lagi menjalankan tugasnya sebagai seorang mahasiswa.
Semua dikampus itu sudah tahu kalau bulan dan langit adalah pasangan suami-istri yang sangat serasi, mereka masih ingat betul saat-saat awal kedekatan mereka dari langit yang terang-terangan nembak bulan sehabis bernyanyi dan tidak menyangka jika kedekatan itu berakhir dengan mereka yang akhirnya menikah.
Langit dan bulan saling berpisah saat mereka sudah berada diarea kampus. Menuju gedung fakultas nya masing-masing.
"Cie muka-muka pengantin baru romans nya seger amat, gimana first night Lo lancar?" Tanya pretty menggoda ia menaik turunkan kedua alisnya.
Bulan mengulum senyum lalu ia menjawab "Lo pengen tau ceritanya" jawab bulan, pretty antusias ingin mendengar cerita dari temannya itu. Bulan mendekati telinga pretty seperti ingin membisikkan sesuatu.
"Makanya merit hahaha" ucap bulan. Ia tertawa terpingkal kala melihat raut wajah pretty yang berubah kesal.
"Sue Lo" jawab pretty mendengus.
"Udah yuk ah masuk" ajak bulan pada temannya itu.
*****
TIGA BULAN KEMUDIAN
Hoek Hoek, pagi-pagi sekali Langit terpaksa harus membuka matanya, saat ia mendengar suara seseorang yang sedang muntah-muntah, ia melirik kesamping ternyata istrinya tidak ada dikasur.
Laki-laki itu langsung lari melongok kedalam kamar mandi melihat bulan yang tengah muntah-muntah hebat.
"Aku mual banget Lang" keluh nya, langit langsung memapah tubuh bulan lalu ia dudukan diatas tempat tidur. Ia masih merasa cemas saat melihat wajah bulan yang pucat.
"Kamu abis makan apa emangnya, kita ke dokter aja yuk takut kamu keracunan" ajaknya cemas.
"Lang tolong kamu ambilkan kalender itu deh" pinta bulan, langit menurut ia lantas meraih kalender yang terpajang diatas nakas.
Langit tampak kesal melihat apa yang sedang istrinya lakukan. Dirinya yang masih merasa cemas namun bulan malah asik menghitung tanggalan tidak jelas.
"Kamu lagi ngapain sih lan, ayo kita kerumah sakit periksa kondisi kamu" pinta Langit.
"Entar dulu" jawab bulan dirinya sibuk menghitung hari jemari nya sembari komat-kamit entah apa. Hal itu membuat langit makin bingung terhadap istrinya.
"Lang aku baru ngeh aku telat" kata bulan. Langit mengerut kan kening bingung.
"Kamu ngitungin tanggal telat apa sih maksudnya. Perasaan baru kemarin aku transfer uang bulanan buat kamu 100 juta. Ko kamu bilang telat" kata Langit polos. Bulan merotasikan bola matanya.
"Telat yang aku maksud itu telat datang bulan, itu artinya kayaknya aku sekarang lagi hamil" jelas bulan. Langit masih kaget merasa tidak percaya.
"Ha-hamil beneran" tanya langit memastikan. Raut wajahnya senang campur tidak percaya .
__ADS_1
"Ya aku belum tau pastinya, tapi kayaknya sih iya aku hamil" mendengar jawaban dari bulan yang sepertinya tidak yakin. Langit malah kesal.
"Kamu gimana sih lan, kamu kuliah ambil kedokteran ko nggak tau" ucap langit gregetan. Bulan lagi-lagi merotasikan bola matanya.
"Aku ini calon psikolog bulan dokter kandungan atau dokter anak" rutuk bulan balik kesal. Langit langsung memeluk tubuh istrinya dan mencium pipinya.
****
"Selamat yah tuan langit istri anda saat ini positif sedang mengandung. Dan kehamilan nya sudah jalan 10 Minggu, untuk nyonya bulan tolong jangan melakukan aktivitas berat dulu. Karena trimester awal kehamilan masih rentan untuk kandungan nya" kata dokter kandungan menjelaskan. Bulan mengangguk dan tersenyum.
Setelah cukup berbincang dengan dokter Shena, kedua pasangan suami-istri itu pun pamit undur diri. Langit benar-benar menunjukkan rasa bahagianya kala mendengar tentang kehamilan sang istri. Ia terus mengelus perut bulan yang masih terlihat rata.
Sesampainya dimansion keluarga Edwar. Bulan dan Langit menghampiri Miranda dan Edwar yang tengah nonton Netflix, keduanya langsung menoleh pada anak dan menantunya tersenyum hangat.
"Langit mau kasih kabar baik buat mami sama papi" beritahu langit membuat kedua orang tuanya penasaran.
"Apaan sih Lang, kamu dapat nilai bagus?" Jawab Miranda menebak-nebak, langit menggeleng. Selanjutnya bulan menyerahkan amplop besar pada wanita paruh baya itu namun masih terlihat cantik.
"Mami sama papi sebentar lagi mau punya cucu" beritahu bulan pada kedua mertuanya.
Miranda begitu senang saat membaca isi didalam amplop tersebut ditambah mendengar pengakuan langsung dari bulan tadi. Wanita itu langsung berdiri dan memeluk menantunya dengan sayang. Ia melihat menitikkan air mata haru.
"Tau nggak lan, selama mami hidup penuh dengan kemewahan, baru kali ini mami dapat kejutan yang benar-benar bikin mami senang sampe mau nangis, mami boleh nangis nggak sih" ucap Miranda berusaha menyeka air matanya.
"Miranda Miranda kamu ko cengeng banget sih" sergah Edwar yang matanya juga mulai berkaca-kaca.
"Kamu ngatain saya cengeng. Sendiri nya juga mau nangis" jawab Miranda kesal. Langit dan bulan hanya terkekeh.
"Bulan kamu jangan kecapean yah. Jaga cucu mami baik-baik, kamu kalau menginkan sesuatu atau ngidam sesuatu bilang aja sama mami pasti mami turutin, kamu mau apa berlian, emas, atau borong seisi mall hm mau yang mana?" Kata Miranda menawarkan pada bulan.
Langit langsung merotasikan bola matanya, bulan hanya tersenyum kikuk.
"Aku belum pengen apa-apa mi" jawab bulan.
Saat ini Edwar papi langit yang maju mendekati bulan. Ia lantas memeluknya sayang "selamat yah nak dan terimakasih sudah mau membawa kebahagiaan ditengah-tengah keluarga kami" ucap edwar tulus. Bulan tersenyum.
"Bulan juga mau ngucapin terimakasih banyak sama mami papi udah mau menyayangi aku seperti anak kalian sendiri" kata bulan tulus.
"Sama-sama sayang, justru mami lebih sayang kamu dari pada anak kandung mami sendiri" ucap Miranda enteng.
"Mamii" rengek langit mencebikan bibirnya. Mereka hanya terkekeh mendengarnya.
Bersambung. .
Menurut kalian bagaimana sama alur ceritanya sejauh ini.
__ADS_1
Masih enak dibaca?
Membosankan?