Bulan Dan Bintang

Bulan Dan Bintang
Chapter. 70 PART TERAKHIR


__ADS_3

Enggak terasa akhirnya saya bisa menyelesaikan novel nggak jelas ku ini. Untuk pembaca pasif maupun pembaca aktif, saya ucapkan terimakasih banyak sudah mau ngikutin perjalanan cinta Bulan, bintang dan Langit.


Happy reading ✓


Satu Minggu setelah keluar dari rumah sakit, bulan kembali dilarikan lagi kerumah sakit yang sama namun bedanya kali ini ia masuk keruangan persalinan.


Ya. Pada hari ini bulan akan melahirkan dari kemarin ia sempat merasakan kalau perutnya terkadang merasa sakit yang sering muncul namun tak lama nanti hilang lagi. Dan begitu terus.


Puncaknya tadi sekitar pukul 03:30 saat ia tengah tertidur bersama Langit. Bulan meringis kala merasa perutnya kram dan sakit secara berbarengan, pada akhirnya Langit memutuskan untuk membawa istrinya kerumah sakit.


Tentu saja sebelum nya ia sempat mengabari kedua orangtuanya yang bilang akan menyusul.


Bulan masuk si Rungan bersalin VVIP, disana sang suami setia menemaninya. Sesekali bulan akan merintih kesakitan hal itu membuat Langit tidak tega. Tapi bulan bukan termasuk perempuan cengeng yang sampai teriak-teriak karena kesakitan, dirinya hanya meringis kecil untuk menyamar kan rasa sakitnya.


Tak lama dokter Shena masuk kedalam ruangan tersebut. Mengecek perkembangan bulan dokter tersebut nampak Menghela nafas sejenak.


"Ibu bulan apa kalau ada tindakan operasi Cesar bersedia?" Tanya dokter Shena. Bulan menggeleng kuat.


"Nggak dok saya mau normal saja" jawab bulan mantap.


"Begini pembukaan ibu bulan begitu lambat, kalau ibu bulan kekeh ingin normal saya sarankan agar kalian berdua melakukan stimulasi alamiah contoh nya dengan berhubungan badan. Itu bisa merangsang untuk menambah pembukaan" jelas dokter Shena tersenyum.


Baik bulan maupun Langit saling bertatapan, mereka sangat mengerti dengan maksud yang diterangkan oleh dokter tersebut. Selanjutnya dokter Shena pun pergi meninggalkan kedua pasangan suami-istri itu.


"Ssshh sakit, udah buruan Lang kamu nunggu apa lagi' kata bulan kesal. Karena suaminya yang kurang gesit. Langit pun akhirnya menurut laki-laki itu membuka semua pakaiannya membiarkan tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun.


Bulan pun sama pakaian bersalin nya sudah dibuka oleh langit. Sehingga keduanya kini polos sama-sama tidak memakai apapun, sebenarnya ini masalah urgent tapi tetap saja namanya kucing dikasih ikan pasti langsung lahap. Begitu juga dengan Langit ia langsung menyambar istrinya untuk melakukan penyatuan.


Langit naik perlahan keatas ranjang istrinya, lalu ia menciumi wajah dari kening bibir serta leher jenjang wanita itu. Lalu ciuman turun pada dua gundukan kenyal favorit nya. Mengulum dan menghisapnya sampai bulan mengerang.

__ADS_1


"Aaaahhh" desa-han bulan langsung lolos kala Langit yang asik bergerilya. Bulan mencengkram lengan suaminya saat Langit yang sudah melakukan penyatuan nya. Perlahan laki-laki itu memompa pinggulnya menghentak tubuh istrinya. Hal itu membuat bulan mengerang. Rasa sakit bercampur nikmat muncul secara berbarengan.


Bulan meremas punggung suaminya dengan sangat kuat. Saat Langit yang terus memainkan aksinya dengan Tempo cepat. Suara desa-han saling bersahutan memenuhi ruangan bersalin itu. Setelah keduanya sudah mendapatkan pelepasan Langit langsung ambruk disamping tubuh istrinya, Lalu mencium pelipis bulan sayang. Mereka memakai kembali pakaiannya dan benar saja selesai mereka melakukan hal itu.


Bulan langsung merasakan sakit dua kali lipat, akhirnya Langit langsung memanggil dokter Shena meminta untuk mengecek nya. Ajaib bulan sudah mendapatkan pembukaan lengkap, akhirnya dokter itupun bersiap dan menyiapkan beberapa peralatan untuk membantu bulan dalam proses persalinan.


Bulan kini tidak sanggup lagi menahan rasa sakit yang teramat, kalau sebelumnya ia masih bisa tahan namun tidak kali ini benar-benar menyiksa. Langit masih setia mendampingi istrinya. Sesekali ia akan mencium kening bulan mengelus kepalanya


"Aaakkhhh sakit banget Lang huuff huuff" bulan merintih dengan nafas tersengal-sengal, Langit benar-benar bingung harus berbuat apa. Dia sangat tidak tega melihat bulan yang seperti ini.


"Kamu tenang yah, aku juga bingung harus gimana. Kalo bisa biar aku aja sini yang lahiran" ucap Langit panik. Ia masih terus mencium kepala istrinya memberikan semangat berupa kata-kata cinta Atau pun dukungan.


"Ibu semangat yah, kalau saya bilang dorong ibu bulan harus mengejan yah" pinta dokter Shena. Bulan mengangguk lemah


"Tarik nafas buang, tarik nafas lagi dorong" pinta Dokter Shena. Bulan menurut ia mengejan semampu yang ia bisa.


"Semangat Bu kepala bayinya sudah kelihatan. Ayo sekali lagi tarik nafas buang, tarik nafas dorooong" bulan langsung mengejan sekuat-kuatnya dengan sedikit teriak dan.


"Selamat bayinya laki-laki" ucap Dokter Shena tersenyum, lalu ia meletakkan bayi tersebut kedada bulan. Melakukan metode skin to skin supaya si bayi merasakan hangat mendapat pelukan dari ibunya. Bulan pun tak kuasa menahan tangis saat ada makhluk kecil yang tengkurap diatas dadanya.


******


SATU MINGGU KEMUDIAN.


dikondominium tempat tinggal bulan dan Langit, senantiasa ramai banyak sanak saudara yang ingin menjenguk bayi mereka.


Bayi yang sangat tampan mirip sekali dengan ayahnya, bulan dan Langit sepakat menamai bayinya dengan nama Galaksi Angkasa Biru. Memakai nama belakang Langit.


Kelahiran Galaksi benar-benar menambah kebahagiaan untuk keluarga mereka. Apa lagi Miranda ia sangat amat senang bahkan ia sama sekali tidak mau melepaskan cucu laki-laki nya itu. Bahkan Miranda sampai kesal jika Edwar juga ingin menggendong nya. Namun seolah Miranda tidak mengijinkan.

__ADS_1


Bulan dan Langit hanya terkekeh melihat aksi kedua nenek kakek itu. Yang merebutkan cucu untuk digendong.


Dikamar yang sudah disiapkan untuk galaksi begitu penuh dengan kado-kado pemberian dari para kerabat atau teman-teman mereka saat menjenguk. Sangat Lengkap apa saja ada, sepertinya bulan tidak perlu lagi untuk belanja keperluan galaksi untuk beberapa tahun kedepan.


****


Keesokan paginya bulan tampak berbincang lembut mengajak bayi galaksi ngobrol, ia akan memandikan bayinya, dari arah belakang Langit langsung memeluk nya dari belakang mencium tengkuk wanita itu. Lalu Langit ia beralih pada bayi laki-laki nya. Mencium lembut pipinya.


"Lan ajarin aku dong cara mandiin Gala" pinta Langit.


"Serius?" Tanyanya, Langit mengangguk. Bukannya apa, semenjak Gala lahir langit belum pernah menggendong nya. Hal itu karena Langit yang belum berani ia takut malah menyakiti anaknya nanti.


"Ya udah ayo" ajak bulan menuju kamar mandi khusus baby Gala. Awalnya Langit agak gemetar kala mencoba membolak-balik tubuh kecil bayinya. Ia merasa ngeri.


Namun dengan diyakinkan oleh bulan akhirnya Langit berhasil juga memandikan bayinya itu. Tak hanya memandikan Langit juga memakaikan minyak telon dan memakaikan baju untuk bayi Gala.


"Wah anak mama udah ganteng udah wangi" celoteh bulan Tersenyum pada bayinya.


"Siapa dulu papanya. Papa nya juga ganteng udah pasti anaknya juga ganteng" kata Langit bangga. Bulan merotasikan bola matanya.


****


Kini dimansion kediaman Edwar. Ada seorang jasa fotografer, mereka sengaja diundang karena Miranda menyarankan agar bulan dan langit serta anak mereka mengabadikan moment dengan cara berfoto. Bulan menyetujuinya, setelah pihak tim fotografer mengubah salah satu tempat dimansion itu. Bulan Langit serta bayi Gala pun sudah memakai pakaian mewah. Dengan gala juga sudah dipakaikan kostum lucu.


Sang fotografer dengan sabar mengarahkan bulan Langit dan bayinya untuk bagaimana bergaya yang bagus. Makanya tak heran dengan semua hasil fotonya yang nampak bagus serta lucu. Hal itu ditunjang juga dengan jasa fotografer yang bukan kaleng-kaleng. Sekali pertemuan saja tarifnya bisa mencapai ratusan juta hanya sekedar foto dan menghias spot.


Namun harga mahal dibuktikan dengan hasil yang memuaskan.


Sebuah foto dengan bingkai besar berisikan bulan Langit dan bayi Galaksi berhasil terpajang ditembok kamar kedua orangtuanya. Foto yang sangat indah akan menjadi sebuah kenangan sampai anak mereka tumbuh besar kelak.

__ADS_1


TAMAT.


silakan klik tanda jempol dan kasih komentar untuk novel ini. Berikan juga vote di setiap hari senin sebagai bentuk dukungan dan jangan lupa follow atau ikuti author jika berkenan. Agar kalian tahu kalau author membuat karya terbaru. terimakasih banyak.


__ADS_2