Bulan Dan Bintang

Bulan Dan Bintang
Chapter. 53


__ADS_3

Happy reading ✓


SATU TAHUN KEMUDIAN.


tidak terasa hubungan yang terjalin antara Bulan dan Langit tidak terasa sudah berjalan satu tahun, banyak moments-moments indah yang mereka jalani dan lalui, tak ayal membuat kedua sejoli itu makin lengket dan juga mesra.


Dan sejauh ini hubungan mereka jarang sekali diwarnai dengan pertengkaran namun kalau masalah cekcok kecil mungkin sudah biasa, langit benar-benar menunjukkan pada bulan tentang keseriusannya sampai laki-laki itu rela mengantar jemput kuliah setiap hari.


Bahkan antara mereka sudah saling kenal satu sama lain dengan antar kedua keluarga, yang pastinya baik dari keluarga bulan dan juga keluarga Langit sudah mengetahui tentang hubungan percintaan anak mereka.


Tentu saja kedua orangtua dari kedua belah pihak sangat mendukung, Dimas juga sepertinya sudah sangat menyukai Langit, dan sebaliknya pun begitu Miranda dan juga Edwin sudah sangat menyayangi gadis itu. Bahkan Edwin meminta langsung pada Dimas agar segera dinikahkan saja kedua anak mereka.


Kalau Langit sih sangat setuju dengan usulan sang papi, namun tidak dengan bulan ia menginkan untuk menyelesaikan kuliah nya terlebih dahulu dan berharap bisa berkarir di dunia bidang yang ia suka yakni menjadi seorang psikolog.


"Kenapa sih lan kita nggak nikah aja" tanya Langit, satu tangannya membelai pipi kekasihnya. Kini mereka sedang berada disebuah cafe, sehabis pulang kuliah bulan Mengajak Langit mampir ke cafe langganan nya.


"Kita pasti nikah Lang, tapi aku belum siap kalau sekarang" Jawabnya, lalu satu tangan bulan juga ikutan membelai lembut pipi Langit, untungnya suasana cafe masih terbilang sepi, jadi tidak ada yang memperhatikan kedua manusia yang sedang bermelankolis.


"Memangnya apa sih tujuan kamu setelah kuliah? Kerja nyari uang?" Tanya Langit lagi


"Dengerin aku sayang, kalau tujuan kamu kuliah hanya untuk mencari uang endingnya, kamu nggak usah khawatir hidup kamu akan terjamin kalau sama aku, apapun yang kamu minta akan aku penuhi tanpa terkecuali paham" imbuhnya lagi, bulan mendesah pelan sesaat dirinya Mendengarkan ucapan Langit.


"Bukan itu maksud aku, ya aku nggak mau aja masa muda aku terbuang sia-sia, aku masih pengen ngelakuin banyak hal" jawab bulan.


"Jadi kamu menilai yang kita jalanin selama ini hanya sia-sia Dimata kamu?!" Kata Langit menuntut.


"Bukan gitu maksud aku Lang" elak gadis itu, mendesah frustasi


"Aku nggak mau kehilangan kamu bulan, dan aku nggak bisa kalau sampe pisah sama kamu" ujar langit serius


"Lagian siapa yang mau ninggalin kamu sih Lang" jawab bulan.


"Apa jaminannya kamu nggak akan ninggalin aku, selama diantara kita nggak ada ikatan yang lebih serius selama itu juga hati aku nggak tenang" tandas laki-laki itu, bulan diam seolah memikirkan dengan apa yang baru saja Langit katakan.


*****


DUA HARI KEMUDIAN


Langkah bulan dan pretty nampak buru-buru memasuki sebuah cafe, setelah keduanya masuk bulan dan pretty langsung bergabung dengan dua laki-laki yang sedari tadi sudah menunggu nya.


"Sorry yah Darren Bram kita telat. Tadi jalanan macet banget" ucap bulan pada Darren dan Bram yang notabene Sahabat Langit.


"Lo berdua telat dikit lagi aja gue sama Bram udah lumutan" seloroh Darren


"Ah lebay Lo" sengit pretty.

__ADS_1


Ya. Setahun belakangan ini memang circle pertemanan bulan saat dikampus hanya dengan tiga orang ini. Karena pada dasarnya bulan tak menginkan banyak teman, tidak masalah hanya punya beberapa teman asalkan berkualitas dan royalitas itu yang utama.


"Lo berdua ada apaan ngajakin kita ketemuan" tanya bulan membuka obrolan.


"Ekhem gini lan, tiba-tiba aja gue punya ide buat ngerjain Langit. Soalnya ini kan anniversary hubungan Lo sama Langit" jelas Darren sudah menunjukkan senyuman jahil.


"Ide apaan?" Tanya bulan penasaran


"Jadi gini gue mau ngerjain Langit seolah-olah Lo selingkuh dibelakang dia, jadi seakan-akan ntar Lo bakal ketahuan selingkuh lewat chat aja. Bikin dia cemburu berat sampe meninggoy hihihi"


"Ah udah gila Lo, pengen dicekik Lo sama si Langit" protes pretty merasa tidak setuju.


"Dengerin gue dulu ondel-ondel, namanya juga prank pastilah terdengar nggak masuk akal dan nekad, tapi kan balik lagi ini hanya sekedar iseng-iseng" jelasnya lagi.


"Gue sebagai orang dibalik layar setuju aja sih" timpal Bram setuju dengan ide sesat Darren.


"Muke gile Lo" tandas pretty masih terasa berat menyetujui dengan ide gila Darren


Bulan mengulum senyum dan " gue setuju deh"


"Yes" jawab Darren dan Bram , keduanya saling ber tos ria.


***


MISI DIMULAI


Dimulai dari bulan yang berlagak acuh pada langit. Nampaknya laki-laki itu sedikit terpancing, ia menaikan satu alisnya saat menyadari sikap bulan yang agak aneh. Terlihat sedikit cuek dan acuh padanya,


"Kuliah kamu gimana tadi" langit mencoba bertanya.


"Hemm biasa aja" jawab bulan sekenanya, dirinya sibuk memainkan ponselnya, padahal selama berhubungan dengan Langit. Jika dirinya sedang ngedate ataupun menghabiskan waktu dicafe tak pernah bulan yang sok sibuk main ponsel. Namun tidak kali ini, Bahkan suara notifikasi terus menerus berbunyi di ponsel bulan.


"Kamu chat sama siapa sih" tanya langit mulai gerah


"Temen aku" jawab bulan singkat.


"Bisa nggak jangan main ponsel dulu, bulan please taro hapenya" pinta Langit serius.


Suara notifikasi terus saja berbunyi. Bulan yang berlagak membalas diselingi dengan senyum-senyum, tentu saja hal itu membuat kecurigaan langit bertambah besar, ia langsung merampas ponsel gadis itu dan membaca chat dari mana yang sedang bulan ladeni.


"Langit apaan sih kamu sini ponsel aku" pintanya. Gadis itu berdiri mencoba mengambilnya dari Langit.


"Diam" bentak Langit, tatap matanya masih mengarah serius pada chat di ponsel bulan.


Raut wajah langit sudah berubah. Rahangnya mengatup tanda betapa marahnya laki-laki itu saat ini.

__ADS_1


Bulan gusar ia menggigit bibirnya kuat. Dirinya berharap teman-teman nya agar cepat keluar dari persembunyian nya.


"Siapa ini" tanya langit dengan kobaran amarah. Menghadap kan ponselnya kedepan wajah bulan.


"Bukan siapa-siapa itu cuma teman" elaknya


"Temen kamu bilang, kenapa temen harus sayang-sayangan!!!" Langit langsung menelfon nomer tersebut, namun sial tidak diangkat. Lalu langit kembali melotot kearah kekasih nya minta penjelasan dari semua ini.


"AKU TANYA INI SIAPA BULAN" bulan kaget saat langit membentaknya, dirinya sangat gusar. Ia mengidarkan pandangannya kesekeliling, ternyata pengunjung cafe seluruhnya sudah banyak yang memperhatikan bisik-bisik, seakan sedang menonton pertunjukan secara live.


Praaakkk, langit melempar ponsel bulan kelantai, dan hancur berkeping-keping lah saat ini nasib ponsel tersebut, bulan sudah ketakutan ia sangat gusar, ia mengumpati teman-teman nya yang datang terlalu lambat. Padahal dirinya sudah sangat ingin mengakhiri semua ini.


"HAPPY ANNIVERSARY BULAN LANGIT" preet preet Bram dan Darren meniupkan trompet, akhirnya munculah Darren, Bram dan juga pretty dari balik ruangan staf cafe tersebut. Karena sebelumnya mereka sudah kerja sama dengan pemilik cafe untuk memuluskan rencananya.


"Ini apa maksudnya?" Tanya langit Bingung


"Happy anniversary sayang, maaf yah aku udah ngerjain kamu" ucap bulan yang langsung berhambur memeluk Langit. Laki-laki itu nampak sudah sadar sepenuhnya dengan apa yang sedang terjadi, Sontak saja ia langsung membalas pelukan bulan dan menciumi kepala gadis itu.


"Maaf yah tadi aku udah bentak kamu" kata langit menyesal.


"Iya aku maafin, tapi habis ini kamu beliin aku ponsel baru. Liat tuh ponsel aku hancur karena ulah kamu" tandasnya


"Kamu mau pabrik ponselnya juga aku beliin sayang" ucap langit, bulan langsung mencebikan bibirnya. Dan kembali berpelukan.


"Bulan, langit happy anniversary yah gue berharap Lo berdua sampai kejenjang pernikahan " kata pretty memberi selamat.


"Sorry bro gue cuma ngikutin ide si anak monyet ini" kata Bram menunjuk Darren sebagai dalang dari semuanya. Dan setelahnya Memeluk langit


"Tapi seru kan iya nggak iya nggak" ucap Darren menaik turunkan kedua alisnya.


"Seru sih seru tapi jantung rasanya mau copot. Mana kalian lama banget lagi nongol nya" sergah bulan mulai jengkel.


"Untung Lo semua keburu muncul. telat dikit aja udah gue bakar nih cafe" kata langit berapi-api


"Mulutnya " ujar bulan mencubit bibir kekasihnya.


"Hehehe maaf sayang becanda, kan kamu tahu sendiri aku tuh takut banget kehilangan kamu" elaknya


"Eh lan katanya Lo punya kado buat Langit" tanya pretty. Langit langsung menoleh pada kekasihnya


"Kado apaan" tanyanya penasaran, bulan malah mengulum senyum membuat langit makin penasaran.


Selanjutnya bulan mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan menyerahkan sebuah kertas. Langit Mengernyit bingung kemudian ia membuka apa isi didalam kertas tersebut. LET'S GET ENGAGED seperti itu kira-kira isi tulisan nya. Langit langsung sumringah, dan menatap bulan penuh haru.


"Beneran" tanyanya memastikan, bulan hanya mengangguk tanda mengiyakan. Sungguh ini adalah kado yang paling membahagiakan yang langit pernah dapat, bahkan tiap dirinya ulang tahun mami papi nya memberikan kado berupa barang mahal tak pernah membuatnya sampai sebahagia itu. Namun dengan kado bertuliskan seperti itu mampu membuat senyum nya merekah.

__ADS_1


Akhirnya mereka semua memutuskan untuk pergi ke restoran bintang lima. Mereka semua bebas makan apa saja yang mereka mau sepuasnya, Langit lah yang akan menanggung semua pembayaran nya.


Bersambung. .


__ADS_2