Bulan Dan Bintang

Bulan Dan Bintang
Episode 4. Hal Tak Terduga


__ADS_3

Pukul 5 pagi Dina sudah bangun dan menunaikan sholat subuh, kemudian dia membangunkan Bulan, sepupunya yang sudah sebulan tinggal bersamanya “Bulan, bangun dek, buruan bangun. Sholat subuh dulu sana !”


Bulan mengerjapkan kedua matanya yang masih mengantuk, “ Jam berapa ini mbak Din ?” tanya Bulan pada Dina.


“Jam 5 dek, ayo buruan bangun.”


Bulan segera beranjak dari tempat tidurnya dan merapikan selimut yang dia pakai semalam, kemudian dia segera mandi dan lanjut menunaikan solat subuh.


“Bulan, kamu mau sarapan apa? Nih mbak lagi masak nasi goreng dan telur goreng, apa kamu mau juga ?” tanya Dina saat Bulan sudah berada di dapur.


“Aku mau mbak nasi gorengnya,” jawab Bulan sambil menunggu di meja makan.


“Baiklah, tunggu sebentar ya mbak letakkan di piringmu.” kemudian Dina membawa dua porsi nasi goreng dan meletakkan di atas meja makan. Kemudian Bulan dan Dina segera melahap sarapan nasi goreng buatan Dina.


Dina melihat Bulan sudah berpakaian rapi tidak seperti biasanya, lalu Dina bertanya pada Bulan “Dek, kamu kok tumben sudah rapi, kan masih jam 6 sekarang. Memangnya mau kemana pagi-pagi begini?”


“Iya mbak Din, hari ini aku harus berangkat pagi , karena nanti aku akan diajak oleh Pak Tomi bertemu dengan klien jam 8 pagi.” jawab Bulan setelah menghabiskan makanannya dan segelas air putih.


“Ya sudah hati-hati ya kamu berangkatnya, nanti mbak pulang malam karena harus lembur hari ini.” kata Dina sambil menuju ke dapur untuk mencuci piring.


Tidak berapa lama ojek online yang dipesan oleh Bulan sudah datang, Bulan pun berangkat menuju ke kantornya.


Penampilan Bulan hari ini



Rupanya semalam turun hujan karena jalanan terlihat basah dan tepi jalan ada sebagian yang tergenang air hujan.

__ADS_1


Setelah menempuh 30 menit perjalanan akhirnya Bulan telah sampai di depan gedung MAHARDHIKA GROUP, kantor tempat kerjanya. Berhubung di dekat trotoar ada genangan air, maka driver ojol mengemudikan motornya perlahan agar tidak ada air yang terpercik ke atas.


Dalam waktu yang bersamaan meluncurlah mobil mewah warna hitam dari arah belakang ojek memotong jalan langsung berbelok menuju area parkir depan kantor. Mobil itu pun melewati genangan air dan seketika air berhamburan dan mengenai pakaian Bulan hingga basah dan kotor.


Bulan terkejut dan marah tidak terima terhadap apa yang telah terjadi padanya. Setelah turun dan membayar ongkos pada driver ojol, Bulan segera menuju ke arah mobil tadi yang telah terparkir di depan kantor.


“Woy turun kamu, kalau nyetir mobil pakai mata dong. Lihat nih bajuku jadi basah akibat ulahmu tadi !” teriak Bulan sambil menggedor-gedor jendela mobil itu.


Pintu mobil itupun terbuka dan pengendara mobil segera keluar sambil marah-marah ke arah Bulan, “Terus kamu menyalakan aku ?!”


“Jelas-jelas kamu yang salah !” ujar Bulan tidak terima.


“Salah sendiri ojekmu tadi tidak jalan ke pinggir, mana aku tau disitu ada air,” kata pemilik mobil membela diri sambil jalan menuju ke dalam gedung meninggalkan Bulan begitu saja.


Bintang keluar dari mobil pribadinya menuju ke dalam gedung Mahardhika Group



Rupanya Bulan belum tahu siapa orang tadi, maklum karena Bulan adalah karyawan baru disitu dan dia juga tidak hafal orang-orang yang bekerja di tempat kerjanya itu.


Orang yang sudah membuat pakaian Bulan menjadi basah itu tidak lain adalah Direktur Mahardhika Group yang terkenal dingin pada orang yang tidak dia kenal, dia adalah Bintang Mahardhika Putra. Bintang adalah pewaris Mahardhika Group, ayah Bintang yaitu Surya Mahardhika, pemilik sekaligus CEO Mahardhika Group.


Bulan segera menuju toilet yang ada di sebelah ruangannya untuk membersihkan pakaiannya yang kotor dengan air bersih. Beruntung hanya celana panjangnya yang kotor, tidak sampai mengenai baju atasannya. Setela dirasa pakaiannya sudah bersih, Bulan segera masuk ke dalam ruangannya.


“Pagi Pak Tomi … “ Bulan menyapa atasannya yang sudah datang lebih dulu di ruangannya.


“Pagi Bulan … Pakaianmu kenapa basah?” tanya pak Tomi keheranan.

__ADS_1


“Oh, maaf pak, tadi pakaian saya terkena percikan genangan air di trotoar depan. Gara-gara ada mobil yang memotong jalan di depan ojek yang saya tumpangi.” jelas Bulan pada pak Tomi.


“Ya sudah kalau begitu segera siapkan berkas-berkas yang akan kita bawa untuk bertemu klien. Kita harus bisa menjelaskan pada mereka tentang keunggulan produk  yang kita hasilkan agar mereka mau bekerjasama dengan perusahaan kita, “  Pak Tomi terlihat bersemangat untuk segera bertemu dengan klien nanti.


“Baik pak, semua berkas sudah saya siapkan. Sebaiknya kita segera menuju ruang pertemuan pak sambil menunggu kedatangan mereka,”  kata Bulan.


Pak Tomi pun menyetujui, apalagi sudah hampir pukul 8 seperti waktu yang sudah dijanjikan. Mereka berdua segera menuju ke ruang pertemuan.


Sambil menunggu klien datang, Bulan mempelajari kembali berkas yng dibawanya tadi, sebagai persiapan untuk membantu pak Tomi bila diperlukan nanti saat berhadapan dengan klien.


Tidak lama pintu ruang pertemuan terbuka dan masuklah Bintang ke dalam ruangan dan segera duduk di kursi yang biasa dia tempati ketika ada pertemuan penting. Kali ini Bintang harus ikut hadir dalam pertemuan karena klien yang akan bekerjasama dengan perusahaannya berasal dari negara Korea Selatan.


Bulan dan Bintang sama-sama terkejut saat mata mereka tidak sengaja saling bertatapan, namun mereka hanya diam karena bersamaan klien dri Korea itu sudahh datang memasuki ruang pertemuan dengan diantar oleh Adryana, sekretaris Bintang.


Perbincangan mengenai rencana kerjasama pun segera dimulai, pak Tomi segera memberikan penjelasan mengenai kelebihan dari produk yang dihasilkan oleh perusahaan menggunakan media proyektor.


Pada saat Mr. Jung Il Woo menanyakan tentang beberapa kelebihan lain dari produk Mahardhika serta keuntungan penggunaannya, pak Tomi memberikan keempatan pada Bulan untuk menjelaskan. Dengan agak gugup Bulan pun segera menjelaskan pada klien, beruntung dia sudah mempelajari sebelumnya seingga dia bisa menguasai produk yang dia jelaskan pada klien.


“Hmm … boleh juga penampilannya saat menjelaskan, penuh percaya diri,” gumam Bintang sambil menilai penampilan Bulan di depan forum.


Pada akhirnya Mr. Jung Il Woo menyatakan kepuasan atas penjelasan tentang kelebihan produk yang dihasilkan Mahardhika Group, dan dia mau melakukan kerjasama. Tanda tangan kerjasama pun dilakukan oleh kedua pihak.


Pak Tomi tampak puas dan bangga pada Bulan yang sudah bekerja dengan baik hari ini, dia menyalami Bulan “Makasih ya Bulan, kamu bekerja dengan baik”. Kemudian mereka kembali ke ruangannya.


 


##############

__ADS_1


Hai readers ... maaf baru up lagi ceritanya, kemarin author sedang kurang sehat.  Berikan terus dukungannya ya, ditunggu like, komen serta vote nya supaya author lebih semangat lagi meneruskan kisahnya.


Happy Reading ...


__ADS_2