
Happy reading ✓
"Selamat malam para hadirin tamu undangan yang bersedia hadir di malam yang membahagiakan ini. Kita semua sama-sama akan menyaksikan acara pertunangan antara Bintang dan juga Kanaya maari kita sama-sama saksikan pertukaran cincin yang akan kedua mempelai lakukan.
Jedeerrr. Tubuh bulan seketika langsung menegang seusai mendengar suara dari pembawa acara di pertunangan antara bintang dan Kanaya. Mata gadis itu mulai berembun entah kenapa ia merasa dadanya terasa sangat sesak. Entah kenapa hari ini banyak sekali kejutan yang membuat nya terasa tercekik
Tanpa bulan sadari Reo terus memperhatikan bulan selanjutnya pemuda itu langsung mengusap punggung gadis itu baik bulan maupun Reo saling melempar senyum. Gadis itu menunjukkan kalau dirinya baik-baik saja padahal kenyataannya tidak.
Tepuk tangan dari para tamu undangan terdengar sangat meriah saat menyaksikan bintang dan juga Kanaya saling bertukar cincin tunangan. Raut wajah pihak keluarga maupun tamu undangan sangat bahagia termasuk juga Kanaya. Namun tidak dengan raut wajah bintang dan juga bulan keduanya seakan hanya memiliki wajah sendu yang bisa ditunjukkan.
***
Setelah acara pertunangan bintang Dan Kanaya usai. Para tamu mulai membubarkan diri masing-masing dan hanya menyisakan anggota inti saja serta beberapa kerabat dekat yang tetap tinggal. Kini keluarga bulan dan juga keluarga bintang berkumpul diruang tamu. Sedangkan Reo berada dihalaman rumah berserta dengan Niko dan Ares yang memang belum pulang karena pesan bintang yang melarang mereka pulang.
"Kamu dari mana saja bulan? Kami semua sangat khawatir!!" Tanya Dimas
"Aku pergi ke Jogja mencari panti asuhan yang pernah papa sama mendiang mama adopsi aku" jawab bulan akhirnya. Dirinya menunduk dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Tentu saja hal itu membuat yang lainnya kaget tidak percaya dengan apa yang baru saja bulan katakan. Apa lagi dengan reaksi Dimas yang terlihat sangat terpukul jujur ia sangat menyesal dengan ucapannya sendiri waktu itu yang harus mengatakan hal yang sebenarnya mengenai bulan bukanlah putri kandungnya.
" Enggak hanya itu aku juga berhasil menemukan dimana alamat rumah ibu kandung aku. Tapi sayangnya beliau sudah meninggal" terangnya lagi kini bulir air asin sudah lolos begitu saja. Begitu juga dengan Alda wanita itu pun ikut menetes kan air mata. Karena bagaimana pun Alda sangat menyayangi bulan.
"Sampai akhirnya aku mengetahui fakta yang sama sekali tidak masuk akal. Setelah aku telusuri siapa ayah kandung aku ternyata dia laki-laki yang sangat kejam. Dia sudah mempunyai istri namun dirinya juga menikahi ibu kandung ku" ucap bulan lagi melanjutkan perkataannya
"Kalian tahu siapa nama ibu kandung dan ayah kandung ku!!"
Semua yang ada disitu hanya diam. Seakan tidak mampu berkata-kata atau pun menyela ucapan bulan. Gadis itu menunduk sekilas mengusap air matanya menggunakan punggung tangan lalu kembali menegak kan wajahnya.
"Nama ibu yang sudah melahirkan aku dialah Lania dan ayah biologis ku dialah Dion Hermawan" ucap bulan lantang.
Jedeerrr. Bagai tersambar petir disiang bolong tubuh Yuni Seketika langsung menegang dirinya Langsung berdiri. Tentu saja hal itu membuat yang lain menatap nya heran. Pasalnya mereka juga tidak mengetahui dengan dia nama yang baru saja bulan sebutkan.
__ADS_1
Tak hanya Yuni yang berdiri kini Kanaya pun ikut berdiri membuat yang lain ditambah semakin bingung bertanya-tanya.
"Ada apa ini sebenarnya" tanya Dimas
"Bulan jadi kamu anak Lania yang dulu pernah mendiang suami saya hamili!!?" Ucap Yuni dirinya maju mendekati bulan yang masih duduk tertunduk.
"Kamu tahu bulan dulu ibu mu dengan tidak tahu diri bangga bisa menikah dengan orang yang bernama Dion Hermawan yang pada saat itu masih menjadi suami saya dan dialah ayah kandung Kanaya. Saya selalu berharap kalau Lania mati bersama dengan bayinya. Tapi ternyata tuhan mengabulkan doaku hanya setengah hanya Lania yang mati tapi tidak dengan bayinya" ucap Yuni dengan mata yang sudah memerah menahan air matanya.
"Sekarang terbukti kan bukan aku yang suka merebut milik orang lain. Tapi ibu yang pernah melahirkan kamu orang yang suka merebut milik orang lain" kali ini Kanaya yang berucap tepat dihadapan bulan. Gadis itu langsung mendongak dan selanjutnya ikut berdiri mensejajarkan tubuhnya dengan Kanaya.
"Benarkan aku tidak pernah merebut apa-apa dari kamu. Justru kamu lah yang merebut dariku. Tapi kamu seperti mendiang ibu mu orang yang suka merebut tapi merasa paling tersakit" ucap Kanaya melanjutkan
Bulan masih diam menatap Kanaya tajam. Ia marah dengan semua ucapan gadis itu. Akan tetapi semua yang dikatakan oleh dirinya benar. Seharusnya orang yang dicap sebagai perebut adalah dirinya walaupun itu bukan dirinya langsung tapi tetap saja ia di cao sebagai keturunan tukang perebut. Hal itu semacam karma untuknya
"Maaf. Maaf kalau gue tidak sengaja pernah merebut milik Lo" ucap bulan akhirnya dirinya menunduk menggigit bibirnya kuat demi mencegah Isak tangisnya.
"Bulan kamu enggak salah apa-apa nak jangan seperti itu" kini Alda berucap dirinya bangkit dan langsung memeluk tubuh bulan.
Gadis itu seketika menggeleng dan bulir air mata sudah berhasil menetes. Yang lain hanya bisa diam.
"Engga nak kamu tidak merebut apapun. Kamu anak baik tidak pernah menyakiti siapapun" seloroh bunda Alda
FLASHBACK ON
"Mana janji kamu mas? Janji pada orangtua ku kalau kamu akan setia dengan ku" ujar wanita dengan perut yang sudah agak membesar karena kehamilan nya.
"Maafkan aku Yuni aku khilaf" elak seorang laki-laki yang diketahui bernama Dion.
"Jadi keputusan kamu apa mas. Kamu mau lanjutin pernikahan kita atau kamu tetap pilih wanita sundal itu!" tukas Yuni dengan linangan air mata
Disisi lain wanita sundal yang disebut Yuni sedari tadi terlihat terisak dengan tangisannya. Terlihat dua tangannya menyentuh perut nya yang juga kian membesar akibat kehamilan nya.
__ADS_1
Dion Hermawan. Laki-laki dewasa yang kini sedang dihadapkan dengan Yuni yang notabene adalah istri sah. Nampak bimbang dan gelisah sesekali ia akan memejamkan mata lalu mendongak keatas. Berharap ada keajaiban yang membantunya.
"Mas aku butuh jawaban sekarang. Kamu masih mau melanjutkan rumah tangga kita. Atau kamu pulangkan Sundal itu pada tempatnya kembali!!" Yuni terus mencecar meminta pernyataan.
Dion menghela nafasnya lalu ia buang kasar melalui mulutnya. Kemudian ia menatap Lania wanita dengan perut membesar dengan lekat-lekat.
"Lania maaf kita selesai disini" ucap Dion akhirnya
Terkejut, terpukul, sesak semua itu yang kini Lania rasakan. Ia mengigit bibirnya kuat berharap menyamarkan rasa sakit pada relung hatinya. Namun apa daya rasa sakit yang sedang dirasa lebih dominan. Bahkan menguasai
"Keterlaluan kamu mas" ucap Lania dengan suara serak dan parau
Yuni mendekati Lania berdiri didepan wanita itu. Mata Yuni menyapu tubuh Lania dari bawah sampai kaki. Senyum kemenangan ia sunggingkan didepan Lania.
"Apa bedanya kamu dengan suami saya. Kamu sama-sama keterlaluan. Wanita sundal tidak tahu malu. Apa kamu enggak pernah memikirkan hati saya?!" Seloroh Yuni dengan satu tetes air mata
Lnaia diam terlalu sesak yang ia rasa. Sehingga tidak mampu berkata-kata hanya mampu meneteskan air mata sebagai tanda bahwa kini hatinya sedang hancur. Yuni menunduk sekilas lalu ia menatap kembali Lania. Detik berikutnya ia balik badan menghampiri sang suami.
Setelahnya mereka berdua memilih langsung pergi meninggalkan Lania yang masih mematung. Dengan bibir yang sudah bergetar hebat kala menahan keinginannya yang ingin berteriak kencang.
FLASHBACK OFF
Setelah mengatakan semua itu. Bulan berlari sekuat tenaga keluar rumah. Entah kenapa ia merasa malu berada ditengah-tengah keluarga nya sendiri. Padahal ia juga sadar itu semua bukan ia yang mau.
Sedangkan dikediaman Dimas. Selepas melihat bulan lari keluar rumah nampak mereka sangat cemas. Reo, bintang serta pak Umar satpam rumah ikut mengejar bulan. Namun sial bulan berlari sangatbkencang bagai kuda. Mereka kehilangan jejak bertiga nya berhenti arah pandang nya mengarah kesekeliling.
"Kita berpencar saja kalau begitu" usul Reo. baik bintang maupun pak Umar mengangguk.
****
Atensi bulan kini menatap air danau yang tenang. Terlihat berwarna hitam ke emasan karena hari sudah gelap dan juga sinar rembulan yang memantulkan cahayanya ke permukaan air.
__ADS_1
Gadis itu duduk termenung. Dan tak lama seorang laki-laki ikut duduk juga disampingnya. Bulan sadar ia menoleh ternyata bintang yang datang dan ikut duduk.
Bersambung. .