Bulan Dan Bintang

Bulan Dan Bintang
Chapter. 48


__ADS_3

Happy reading ✓


Hari Minggu adalah hari yang tidak akan disia-siakan oleh Langit. Dirinya pagi-pagi buta sudah menyatroni kediaman bulan, biasalah laki-laki itu akan mengajak kekasihnya pergi jalan-jalan, yah layaknya pasangan kekasih yang ngedate dihari Minggu.


"Selamat pagi om Dimas Tante Yuni" kata langit Terdengar ramah.


"Eh nak Langit, mau ngajak bulan yah? Tapi biasa itu anak kalo hari minggu mana pernah bangun pagi" beritahu Dimas


"Yun coba kamu kekamar bulan. Bangunin tuh anak" titah Dimas pada sang istri, Yuni pun menurut ia langsung naik kelantai dua.


Sementara itu Dimas dan langit duduk dibangku teras. Berbincang-bincang ngobrol apapun, sesekali Dimas akan tertawa atau akan mendengar kan secara serius kala obrolan dengan langit ada yang menyangkut sensitif.


Disisi lain Yuni nampak nyerah dengan anak tirinya itu. Bulan sama sekali tidak mau membuka matanya. Akhirnya Yuni memutuskan untuk turun kembali menemui suaminya.


"Mas bulan susah banget disuruh bangun. Semakin disuruh bangun semakin pules dia" adu nya. Dimas Menghela nafas


"Memang cuma bintang yang bisa membangun kan itu anak" seloroh Dimas, disisi lain langit langsung tercenung saat dirinya mendengar nama bintang yang baru saja papa Dimas sebutkan. Membuat dirinya bertanya-tanya siapa bintang??


"Nak Langit gini saja deh, lebih baik kamu naik aja kelantai dua kamu bangunin sendiri deh nggakpapa kan, soalnya saya ini lagi buru-buru mau ada urusan janji sama orang kebetulan sudah ditunggu" kata Dimas menjelaskan.


"Oh begitu baik om nggak papa biar aku aja yang bangunin" jawabnya. Setelahnya pasangan suami-istri itu pamit dan pergi melajukan mobilnya.


Dimas kali ini sangat percaya pada langit yang membiarkan laki-laki itu masuk kedalam kamar putrinya. Karena ternyata Langit adalah putra semata wayang dari pria bernama Edwar Angkasa Wijaya. Jelas Dimas sangat kenal dengan Edwar Angkasa Wijaya, pasalnya dia adalah pemilik saham terbesar di perusahaan tempat Dimas bekerja.


Tak hanya itu bapak Edwar terkenal sosok pribadi yang baik dan dermawan. Meskipun tergolong seorang konglomerat namun beliau terkenal sangat humble dan sederhana. Maka dari itu Dimas pun awalnya tidak menyangka jika putrinya bisa berteman dekat dengan anak seorang konglomerat. Dan dari situlah Dimas beranggapan jika langit pun pasti mempunyai sifat seperti ayahnya. Yakni Baik dan terpercaya.


Dengan perlahan langit masuk kedalam kamar bulan, laki-laki itu langsung tersenyum saat melihat kekasihnya masih bergulung dengan selimutnya, dirinya maju dan duduk disamping ranjang. Menelisik setiap ornamen kamar bulan,


Kamar itu bercat putih gading dengan. Tak banyak pajangan atau furniture yang berada dikamar gadis itu, hanya ada ranjang single bed serta meja dan kursi belajar. Lemari dengan kayu bercat putih. Langit bisa memastikan jika bulan bukanlah cewek girly atau terlalu feminim.


Bisa dibuktikan dengan dandanan stylenya saat ke kampus ia lebih suka memakai kaos oblong oversize yang dibungkus almamater universitas dengan bawahan celana jeans. Namun justru itu daya tariknya, Menjadi nilai plus Dimata Langit.


"Eeuumh" bulan menggeliat kala hidungnya dipencet oleh langit. Hal itu dimaksudkan agar gadis itu mau membuka mata.


"Hei bangun" kata langit tepat ditelinga bulan. Dengan perlahan gadis itu mengucak dua netranya lalu menguap lebar bagai kudanil. Ia belum sadar akan kehadiran langit yang sedang berada disampingnya. Lelaki itu tersenyum melihat reaksi bulan.


"Good morning sayang" ucap Langit dengan suara lembut. Menyadari ada orang didalam kamarnya, bulan terlonjak kaget


"Ka-kamu ngapain masuk ke kamar aku. Udah sana keluar nanti kalo papa aku tau bisa gawat" titah bulan mulai panik.


"Orang papa kamu yang nyuruh aku bangunin kamu. Abis kamu kalo tidur kaya beruang berhebrinasi susah banget dibangunin" beritahu langit, raya menggigit bibirnya merasa malu, apa lagi pas saa tadi dirinya yang menguap mungkin bisa disamakan dengan dinosaurus.

__ADS_1


"Oh iya tadi papa kamu pesan, suruh ngasih tau kamu kalau beliau lagi pergi sama Tante Yuni, temu janji sama orang" jelas langit.


"Ya udah kamu turun dulu sana, aku mau mandi" pinta bulan, ia duduk membenarkan bajunya yang miring sebelah lalu mengikat rambutnya asal.


"Aku kayaknya harus kedokter mata deh'' ucap Langit, bulan langsung menoleh kearah laki-laki itu cepat.


"Mata kamu kenapa?" Tanya bulan khawatir.


"Karena mata aku kalau liat kamu kayak ngeliat bidadari cantik banget soalnya " puji Langit, bulan memutar bola matanya.


"Pagi-pagi gombal" bulan mendengus, langit terkekeh dan mengacak-acak muka kekasihnya dengan gemas.


"Ih apaan sih Lang jahil banget" laki-laki itu terbahak. Ia sengaja karena ingin melihat bulan yang marah.


"Udah awas ah aku mau mandi" bulan berdiri dan berniat masuk kekamar mandi. Namun langit langsung memeluk nya dari belakang. Membuat bulan terperanjat kaget. "Lang" panggil gadis itu. Meski ia diam tidak mencoba berontak dari pelukan Langit.


Lelaki itu malah semakin merapatkan pelukannya. Ia menciumi tengkuk gadis itu menghirup dalam-dalam aroma strawberry yang masih tersisa, hal itu membuat bulan meremang, lalu lelaki itu dengan sigap membalikkan tubuh bulan agar mau menatap nya.


Tanpa berlama-lama Langit langsung mencium bibir gadis itu menyatukan bibir keduanya. Melu-mat nya lembut pada akhirnya bulan terbawa suasana ia pun membalas ciuman Langit. Keduanya saling melu-mat satu sama lain hingga lidah mereka sudah bermain-main didalam rongga saling membelit dan saling bertukar Saliva.


Ciuman mereka cukup lama, sampai kedua nya memutuskan untuk menyudahi dengan kening mereka yang masih menempel, ibujari langit mengusap lembut bibir bulan yang terlihat basah. Nafas keduanya menderu akibat ciuman mereka yang memakan banyak oksigen.


Sesekali ia akan tersenyum melihat foto bulan yang ternyata lumayan alay, sampai dirinya mendapati foto bulan dengan seorang laki-laki foto itu diberi tulisan bulan dan bintang. Dalam foto itu terlihat bulan yang sedang tertawa lepas dan bintang yang mencium pipinya. Lagi-lagi langit bertanya-tanya siapa sebenarnya bintang??


****


Acara ngadate mereka adalah, kesebuah gedung pameran, Langit lah yang mengajaknya ketempat itu bulan hanya menuruti dan menemani laki-laki tersebut melihat acara pameran action figure,


Selama mereka mengelilingi gedung itu. Langit sama sekali tidak pernah melepaskan genggaman tangan nya pada tangan bulan. Walaupun ia sedang melihat dan berinteraksi dengan orang lain mengenai salah satu action figure, tetap saja tangan bulan terus digenggam.


"Menurut kamu bagus nggak?" Tanya langit ia menunjuk salah satu action figure yang terpajang.


"Bagus sih, kamu hobi emang?" Tanya bulan


"Iya aku suka banget koleksi action figure dari kecil" jawabnya. Bulan hanya mengangguk. Walaupun bulan tau betul untuk harga action figure yang langit tunjukkan tadi bukanlah harga yang murah. Harganya bisa setara dengan harga mobil, namun balik lagi mengingat sosok langit. Harga tentu bukan masalah untuknya.


Setelah puas berkeliling dan melihat-lihat, langit memutuskan untuk mengajak bukan keluar dari gedung pameran tersebut. Tangan mereka masih tetap bertaut langit benar-benar tidak melepaskan nya barang sekejap pun.


Langkah mereka melewati store-store barang branded terkenal, sampai kedua nya berhenti pada store tas branded merk Gucci


"Kamu mau beli tas nggak, kalo mau beli aja nanti aku yang bayar" tawar langit menyuruh bulan membeli tas yang pasti harganya selangit.

__ADS_1


"Ih nggak ah aku nggak suka pake tas-tas kaya gitu" tolaknya, langit terkekeh dan mencium punggung tangan gadis itu.


"Kamu tuh aneh dimana-mana cewek mah demen sama yang kaya gituan"


"Iya tapi aku nggak suka tas, aku lebih suka sepatu" terang gadis itu, tanpa berlama-lama Langit langsung menggandeng kembali tangan bulan.


Langit membawa masuk bulan pada store sepatu merk BALENCIAGA, sebenarnya bulan merasa tidak enak namun langit kekeh agar gadis itu memilih yang disukai nya. Sampai-sampai langit meminta agar pegawai dari store tersebut melayani kekasih nya dengan baik. Mau tidak mau bulan pun pasrah walaupun tidak dipungkiri ia merasa senang akhirnya sepatu incaran nya dari dulu kala bisa ia dapatkan sekarang, karena dulu ia terasa berat ingin membelinya mengingat harganya yang mencekik. Namun berkat dia memiliki pacar tajir melintir sepatu itu bisa didapatkan dengan mudah hihihi.


"Gimana ada yang cocok nggak" tanya Langit.


"Lang aku ambil yang ini yah" ucap bulan meringis. Dirinya tidak enak dengan langit mengingat harga sepatu yang bulan mau harganya sangatlah mahal. Namun itu tidak masalah buat Langit.


"Mbak saya ambil yang ini dua yah satu lagi cariin ukuran buat saya" ujar lelaki itu pada pegawai store tersebut. Bulan mengernyit


"Kamu pengen juga yang kaya gitu?"


"Iya biar couple" jawabnya.


Bulan mendengus, ia mencoba menerima jika couple mengenakan sepatu. Lain lagi kalau diminta untuk couple baju, ia tidak akan mau jika harus couple memakai baju apa lagi yang ada tulisannya SOUL- MATE atau TAHANAN ISTRI - TAHANAN SUAMI iuuhwwhh.


Setelah selesai menyelesaikan pembayaran, satu tangan langit kembali menggenggam tangan bulan, kali ini Langit mengajak bulan masuk kedalam sebuah restoran untuk mengisi perut mereka yang terasa keroncongan.


Disela-sela mereka yang sedang makan tiba-tiba saja seseorang menghampiri hal itu sukses membuat bulan kaget.


kira-kira Lebih setuju mana


Bulan sama bintang


Bulan sama Langit


Bulan sama Reo


Yang mau memberikan kritik dan saran


silakan dikomentar.


visual pemeran bulan dan bintang ala author



Bersambung. .

__ADS_1


__ADS_2