
Happy reading ✓
Sudah dua hari ini bulan menginap dirumah pretty, hal itu sengaja dilakukan karena kedua wanita itu sedang ada tugas kelompok dan juga memang kondisi rumah bulan yang sedang sepi karena Dimas dan Yuni belum kunjung pulang dari luar kota.
Dan juga Langit baru akan pulang besok dari tugas kampusnya, bulan sudah mewanti-wanti agar Langit harus pulang besok karena ia meminta pada laki-laki itu untuk menemani nya pergi ke acara reuni Akbar SMA nya.
Maka dari itu Langit menyarankan agar bulan pergi ke butik untuk mencari gaun atau dress yang akan ia kenakan untuk acara reuni tersebut. Awalnya bulan ingin ke butik nya bersama Langit. Namun mengingat takutnya tidak keburu jadilah lelaki itu menyuruh gar bulan datang sendiri saja atau minta ditemani dengan pretty.
****
Entah sudah butik yang ke berapa yang sudah kedua wanita itu datangi, disetiap bulan berada di butik dan memilih-milih, langit senantiasa akan menemani nya lewat video call, ia yang akan menentukan gaun apa yang sekiranya cocok untuk tunangannya itu.
Hal itu dilakukan karena Langit takut kalau bulan memilih gaun yang kelewat seksi, mengingatkan gaun yang waktu itu dipakai saat acara pertunangan, dan benar saja setelah selesai acara pertunangan mereka, Langit langsung Membuang gaun itu ke tong sampah.
"Yang ini gimana?" Tanya bulan yang sedang mencoba gaun berwarna hitam tanpa lengan.
Kini bulan dan Langit sedang melakukan video call, dengan dibantu pretty yang mengarahkan ponselnya kearah bulan yang sedang mencoba berbagai macam gaun.
"Jangan yang itu. dada kamu terlalu terekspos" kata langit diseberang telpon. Raya memutar Bola matanya jengah. Gadis itu akhirnya masuk kembali kedalam ruang ganti. Dan mencoba gaun yang lain berwarna merah.
"Yang ini gimana?" Tanyanya lagi, pretty masih mengarahkan ponsel milik bulan menghadapkan kearahnya.
"Warnanya terlalu mencolok, bikin jadi pusat perhatian nantinya" tolak langit untuk yang kesekian kalinya. Bulan mendesah frustasi. Sedangkan pretty mengulum senyum merasa puas melihat temannya itu serasa sedang dikerjain oleh pacarnya.
"Lang ini tuh gaun udah yang ke 21 semuanya kamu bilang seksi lah nggak cocok lah. Mendingan aku telanjang aja deh" sewot bulan Mendengus kesal. Langit terkekeh melihat raut wajah tunangannya yang terlihat menggemaskan kalau lagi marah. Andai saja dirinya sedang ada bersamanya ingin rasanya Langit menciumnya tanpa ampun.
"Kalau nggak gini aja deh kamu kerumah aku sekarang, nanti aku minta tolong sama mami buat cariin gaun yang tertutup dan cocok buat kamu. Sekalian kamu tungguin aku dirumah, kita berangkat ke acara kamu dari mansion aku" usul Langit, bulan diam sejenak rasanya itu lebih baik. Karena jujur ia sudah sangat cape dan pusing memikirkan selera Langit yang hampir membuat nya gila.
"Ya udah oke aku kerumah mami sekarang" finalnya, akhirnya sambungan video call tersebut diputus. Dan bulan pun memutuskan untuk pergi kerumah Miranda sesuai usul sang tunangan.
"Lo naik taksi aja deh yah gue langsung pulang aja" ujar pretty yang tidak bersedia mengantar bulan kerumah kediaman Miranda.
__ADS_1
"Ya udah thanks yah pret udah ngribetin Lo hari ini" ucapnya tulus
"Lebay Lo kaya sama siapa aja, oke bay " keduanya berpisah menuju tujuan masing-masing.
****
"Wah kamu cantik banget Lan pake gaun ini" puji Miranda setelah dirinya mendadani gadis itu. Bulan tersenyum senang, ternyata benar Miranda punya selera tingga masalah fashion, hanya melihat orangnya saja dia otomatis tahu model gaun yang cocok dan pas
"Ini kan berkat mami aku bisa dandan kaya gini" puji balik bulan, ya sekarang panggilan bulan pada Miranda sudah berubah menjadi mami. Karena memang wanita itu yang meminta agar bulan memanggil dengan sebutan itu.
"Ya udah kamu siap-siap dulu yah, mami keluar sebentar ada urusan" ujar Miranda tersenyum dan membelai lembut kepala bulan. Gadis itupun membalas senyuman nya.
Bulan melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 17:00 sedangkan acara reuni nya akan diadakan pukul 19:00. Namun bulan gusar kala belum juga mendapati Langit yang tak kunjung datang.
"Nungguin aku yah" bulan terlonjak kaget mendapati Langit yang tiba-tiba datang memeluk nya dari belakang dan seperti biasa langsung membenamkan wajahnya pada tengkuk gadis itu yang terpampang jelas karena memang bulan Membuat rambutnya dibikin model updo dengan helaian sedikit rambut yang dibiarkan menjuntai disisi wajahnya,
"Kamu ngagetin aja deh nyebelin" kata bulan kesal namun campur senang. gadis itu membalikan badan untuk berhadapan dengan tunangan nya lalu ia kalungkan tangannya pada leher Lelaki itu, seminggu tidak bertemu rasanya rindu dihati begitu menggebu.
"Udah cepetan kamu siap-siap" bulan mendorong dada Langit. Selain memintanya agar lelaki itu cepat berdandan, bulan juga sudah nggak bisa lagi terus menyembunyikan rasa malu serta jantung yang berdebar-debar tidak karuan karena langit yang terus menggombalinya. Langit terkekeh kala bulan melepaskan diri dari rengkuhannya.
****
Mobil sport Bugati berwarna hitam milik Langit sudah terparkir diarea sebuah gedung yang akan diadakan acara reuni Akbar SMA bulan dulu. Gadis itu terlihat sangat cantik menawan dengan memakai gaun pilihan Miranda serasi dengan pakaian yang langit kenakan.
Keduanya saling bergandengan menuju gedung tersebut, setelah sudah berada didalam suasana sudah sangat ramai, bulan mengidarkan pandangannya kesekeliling mencari keberadaan para sahabatnya.
Tangan bulan masih setia bertaut dengan tangan langit, seperti biasa lelaki itu tak akan melepas barang sekejap pun. Dari kejauhan bulan melihat kumpulan teman-teman nya yang lumayan jauh. Maka dari itu ia mengajak langit untuk menghampirinya.
"Pelan-pelan bulan kalo jalan" peringat Langit. Gadis itu terus menyeret tangan tunangan nya, ia begitu antusias ingin menghampiri keberadaan Niko, Ares dan Anita sampai tak disengaja bulan menabrak dada seorang laki-laki.
Bruugghhhh "awwh ssshhh" ringis bulan mengusap-usap lengannya yang terkena benturan pada dada seseorang tadi.
__ADS_1
"Tuh kan mana yang sakit" tanya Langit
Namun tunggu, bulan menajamkan pandangannya apa yang dilihatnya ini nggak salah kan. Jantung bulan langsung bergemuruh menyadari pengelihatan nya benar apa yang saat ini sedang dilihatnya, Bintang kini sudah ada didepannya menatapnya lekat.
Bibir bulan bergetar tak menyangka setelah sekian lama tidak pernah bertemu atau berbagi kabar, kini dirinya bisa bertemu lagi dengan mantan Sahabatnya itu, Baik bulan maupun bintang tak ada yang membuka suara. Mereka terdiam dengan pikirannya masing-masing.
Langit yang menyadari itu memicingkan mata, melihat gelagat tunangannya yang seakan shock kala melihat ada seorang laki-laki didepannya. "Ekhem" Langit berdehem sengaja agar kedua manusia itu saling tersadar.
"Kamu nggakpapa kan, mana yang sakit tadi" ucap Langit menelisik tubuh bulan. Gadis itu menggeleng
"Nggakpapa Lang, ayo kita pergi aja" ajak gadis itu gugup. Langit mengangguk dan kembali menggandeng tangan gadis itu.
"Bulan tunggu" langkah bulan dan langit terhenti kala suara bintang yang memanggil namanya. Kedua orang itu memutar tubuhnya menghadap bintang yang berjalan menghampiri nya.
"Gue boleh ngomong sama Lo?" Tanya bintang mengarah pada mantan Sahabatnya.
"Lo ngomong aja sekarang" ucap bulan, langit bisa menangkap ada sesuatu hal yang tidak beres.
"Gue mau ngomong empat mata sama Lo!" Ucap bintang lagi. Kini arah matanya mengarah pada Langit yang senantiasa berdiri disamping bulan.
"Hai gue bintang" ucap bintang ramah. Mengulur kan satu tangannya.
"Langit" ucap langit, membalas jabatan tangan bintang. Langit kini sepenuhnya paham dengan situasi ini. Ia sadar jika laki-laki yang kini berhadapan dengannya adalah bintang. Cowok yang disebut-sebut sahabat bulan dan sempat saling jatuh cinta.
"Oke kalau Lo mau ajak bulan ngomong. Silakan aja nggakpapa" kata Langit. Bulan langsung menoleh pada tunangannya. Merasa heran dengan ucapannya.
"Lang aku nggak mau" kata bulan berbisik. Langit tersenyum.
"Nggakpapa bulan kamu bicara aja sama bintang. Selesaikan apa yang kalian ingin selesaikan. Karena setelah ini aku nggak akan pernah lagi ijinin kamu bicara atau bertemu dengan dia Lagi" ujarnya
"Nanti kalau udah selesai kamu telfon aku yah. Aku mau kesana dulu" kata Langit. Tanpa menunggu jawaban bulan. Laki-laki itu langsung pergi meninggalkan bulan dan Bintang.
__ADS_1
Bersambung. .