
Happy reading ✓
Satu Minggu setelah pertunangan, bulan dan Langit menjalani aktivitas seperti biasa, sebagian mahasiswa pun sudah banyak yang tahu mengenai status dan hubungan antara keduanya, pupus sudah bagi para penggemar Langit bagi mereka sudah tak ada harapan lagi bisa memiliki pria se cool langit.
Bulan dan pretty memilih pergi kekantin sembari menunggu jam kuliah yang kedua mulai, ditambah mereka juga merasa sangat kelaparan, saat dikampus sangat jarang bulan dan langit bisa satu kantin bareng, karena memang jarak gedung fakultas langit yang lumayan jauh dari kantin. Dan juga jam kuliah mereka yang suka berselisih.
"Eh Lo udah tau belum sih sama yang namanya Franda Franda itu cucu dari pak rektor kita" tanya pretty disela-sela kunyahan nya.
"Iya gue pernah denger sih, kenapa emang" tanya bulan, sembari memasukan satu pentol bakso kedalam mulutnya.
"Gue denger gosip ditambah lagi rame juga sih di grub pecinta L.A.B katanya doi naksir berat sama cowok Lo" beritahu pretty, Nampaknya cewek itu memang kalau urusan gosip paling up-to-date.
"Biarin aja lah, udah nggak heran ini kan banyak cewek yang pada naksir sama Langit " jawab bulan cuek, toh baginya nggak ada yang perlu ditakutkan, bulan yakin langit akan tetap setia padanya walaupun ada bidadari sekalipun yang naksir dengan dirinya.
"Ih Lo jangan ngeremehin, kali ini beda yang naksir langit sekelas Franda cuy, beuh body nya aja udah kaya gitar spanyol cucu rektor lagi" beritahu pretty lagi, entah apa maksudnya gadis itu seakan memanas-manasi temannya.
"Ah gue mah percaya aja sih sama langit, toh gue juga udah tunangan ini" tandas bulan. Yang seolah tak mau pusing dengan semua informasi yang baru saja didengar.
"Ya elah lan Jangankan tunangan, yang udah nikah aja bisa buyar. Gue mah yah kalau jadi Lo, gue Rante tuh si Langit dirumah" ujar pretty mantap.
"Ish udah kaya guguk aja pake dirante segala somplak banget sih Lo" bulan terkikik, tak habis pikir dengan sahabatnya yang satu ini.
******
Bulan sibuk berkutat dengan mie instan masakan nya, sedangkan Langit dari tadi hanya bisa menjahilinya, ia yang memeluk gadis itu dari belakang saat bulan yang dengan cekatan memotong dan mengaduk-aduk masakan nya.
"Kamu ngribetin ih udah sana kamu tunggu dimeja makan aja" titahnya, namun langit tetaplah Langit laki-laki keras kepala. Bukannya menuruti apa kata tunangan nya, dirinya malah merapatkan pelukan itu sesekali ia akan menciumi leher putih bulan, karena memang rambut gadis itu ia Cepol tinggi.
Malam ini langit sedang menemani bulan dirumahnya, ia diminta oleh Dimas untuk datang dan menemani putrinya yang saat ini sendirian di rumah, dikarenakan dirinya dan Yuni sedang ada urusan pekerjaan diluar kota. Ditambah lagi mbok Imas ART yang bekerja dirumah itu sedang pulang kampung.
"Langit stop" desis bulan tak tahan dengan ulah langit yang terus menerus menciuminya dari belakang.
Langit langsung membalikkan tubuh gadis itu agar menghadapnya, laki-laki itu langsung meraih tengkuk bulan untuk saling menempel kan bibir keduanya, melu-mat nya lembut dua tangan bulan sudah ia kalungkan dileher Langit, senantiasa membalas ciuman laki-laki itu,
Setelah cukup lama mereka langsung menyudahi ciuman mereka, Langit langsung mengusap bibir bulan menggunakan ibu jarinya yang sudah basah Olehnya.
"Nikmat aku suka bibir ini" ucap nya sensual
Wajah bulan memerah karena menahan malu, melihat itu langit terkekeh lalu mencium kening gadis itu dengan lembut.
Setelah masakan yang tadi sempat tertunda karena keisengan langit. Akhirnya tersaji juga dua mangkok mie instan dengan tambahan telor dan sayuran. Keduanya menikmati makanan itu dengan lahap entah masakan bulan yang terasa enak Ataukah perut mereka yang terasa lapar.
*****
Kini bulan dan langit berada diatas balkon kamar berbaring sembari melihat indah nya bulan yang bersinar terang diatas Langit sana, sejujurnya suasana seperti ini jadi mengingatkan tentang bintang. Dulu dirinya dan bintang menjadikan balkon tempat favorit mereka jika sahabat laki-lakinya itu sedang bertandang dirumahnya.
__ADS_1
"Besok aku ada tugas prospek operasi bisnis diluar kota selama satu Minggu" beritahu Langit tak bersemangat. Bulan langsung menatap tunangannya
"Ko lama banget?" Tanyanya heran.
"Tau tuh kalo bisa mah aku nggak pengen ikut, tapi ini harus untuk masuk nilai" jelasnya lagi, bulan menghela nafas.
"Siapa aja?" Cuma 10 orang sih, karena sistemnya bertahap" ujarnya, bulan mengangguk pelan.
"Aku bisa gila lama-lama jauhan sama kamu" ucap Langit lemas, bulan tersenyum dan membelai pipi lelaki itu.
"Semangat cuma satu Minggu, toh kita masih bisa berkomunikasi video call atau chat" kata bulan tersenyum.
"Ya udah tapi kamu jangan macem-macem yah, pokoknya nanti kalau aku chat kamu harus cepat bales, aku juga mau video call terus 24jam nonstop" kata Langit semaunya, bulan merotasikan bola matanya
"Emang kamu lagi berak juga tetap video call" tukasnya.
"Hehehe iya juga yah" jawab Langit langsung mencium pipi gadis kesayangan nya.
*****
Langit terlihat lemas kala dirinya yang akan berpisah dengan bulan dalam kurun waktu satu Minggu, selama hubungan mereka berlanjut tidak pernah keduanya merasakan LDR sampai selama itu. Namun saat ini ia harus merasakan hal seperti itu, jujur saja Langit merasa tersiksa dirinya enggan untuk berjauhan dengan bulan.
Benar seperti yang Langit bicarakan, dalam prospek operasi bisnis hanya ada 10 mahasiswa termasuk dirinya dan juga Franda cewek yang sedang digosipkan naksir berat dengan Langit.
Pada perjalanan menuju ke kota hijau tempat dimana akan diadakan operasi bisnis itu berlangsung. Mereka semua naik bus kelas bussines tentu fasilitas dalam bus itu tak main-main mewahnya,
Sesekali Franda akan mencoba bertanya-tanya dengan nada yang ia buat se sensual mungkin. Namun langit menjawab nya dengan biasa saja, seakan tidak minat menanggapinya ia lebih serius memainkan game nya atau berbalas chat dengan bulan.
*****
Setelah melakukan perjalanan cukup jauh para mahasiswa itu pun sampai juga. Dengan menaiki kendaraan berfasilitas mewah tidak membuat orang-orang didalamnya merasa pegal Ataukah sakit badan. Malah yang ada terasa nyaman dan menyenangkan.
Selama satu Minggu berada dikota ini mereka digiring untuk menempati sebuah rumah mewah yang sengaja pihak kampus sewa. Didalam nya ada 10 kamar. Jadi satu kamar akan dibagi dan di isi oleh dua orang mahasiswa, sisanya akan di isi oleh dosen pembimbing.
Entah kenapa langit mulai risih kala ia merasa jika Franda terus saja mengikutinya, seolah tidak ingin berjarak dengan nya, ditambah lagi Franda yang meminta pada tim pembagian kamar agar kamarnya bersebelahan persis dengan kamar Langit.
Langit sendiri satu kamar dengan teman sejurusan nya bernama Riki, sesampai nya dikamar Langit langsung merobohkan tubuhnya diatas kasur, ia langsung melakukan panggilan video call dengan bulan.
"Kamu lagi dimana sayang" tanya langit pada bulan diseberang Telfon.
"Aku lagi di toko buku sama pretty, kamu udah sampai?" Tanya bulan
"Udah baru aja, kamu langsung pulang yah jangan kemana-mana, takut digondol orang" ucap Langit, hal itu membuat bulan terkekeh
"Kamu ini berlebihan banget sih, nggak ada yang doyan gondol aku. Yang doyan kan cuma kamu doang" jawab bulan cekikikan.
__ADS_1
"Kamu tahu aja, tunggu aku yah satu Minggu lagi akan aku gondol kamu" candanya
"Hahaha" bulan hanya ketawa mendengar ocehan Langit
"Ya udah aku mandi dulu yah, dah sayang love you" ucap Langit
"Dah love you to"
Setelahnya sambungan mereka terputus, sesuai ucapannya langit memilih untuk mandi agar terlihat lebih segar.
****
Malam harinya saat para mahasiswa lain berkumpul dengan para dosen pembimbing. Merencanakan kegiatan besok.
Langit lebih memilih mengasingkan diri. Dirinya tiduran disebuah gazebo samping private pool, memainkan ponselnya menggulir-gulirkan galeri untuk melihat foto dirinya bersama sang tunangan yang amat dicintainya. Namun tak lama ada Franda yang entah kenapa malah ikut menyusul nya ketempat itu.
"Hai Langit sendirian aja" ucap Franda yang ikut duduk di gazebo tersebut.
Langit langsung mendudukkan tubuhnya, menatap datar kearah Franda " ngapain Lo kesini" tanyanya ketus
"Nggakpapa aku cuma pengen kenalan aja, siapa tau kita bisa saling membutuhkan" ujarnya, langit menaikan satu alisnya
"Gue nggak pengen kenalan pergi Sono" usirnya, atensinya kembali menatap ponsel.
Franda membuka jaketnya yang sedari tadi ia pakai. Sampai terlihat wanita itu yang hanya mengenakan kemeja putih tipis tanpa Memakai BRA sehingga pu-ting payudara nya mencuat kepermukaan.
Menyadari itu Langit melirik dan menaikan satu alisnya, merasa heran dengan tingkah Franda. Namun ia tetap mengabaikan dan mencoba acuh dengan kegilaan itu. Setelah memperlihatkan pakaian nya yang tipis dan mencetak, dengan berani Franda juga membuka kancing bajunya satu persatu hingga nampak lah gundukan kenyal miliknya.
"Lo telanjang didepan gue juga percuma, gue nggak bakal nafsu sama Lo" sergah langit tajam.
"Kenapa sih Lang, aku datang kesini baik-baik, aku tahu cewek kamu nggak pernah ngasih kepuasan kan sama kamu. Tapi aku Franda akan memberikan kepuasan yang belum pernah cewek kamu kasih" ucapnya lagi.
"Oh yah kepuasan apa yang mau Lo kasih ke gue?" Tanya Langit.
"Kita having s-e-x" kata Franda serius. Langit terkekeh sinis mendengar itu.
"Sayang banget yah Lo itu cucu rektor, tapi tingkah Lo bahkan lebih hina dari pada seorang pelacur" ejek langit masih menyunggingkan senyum miring. Franda panas dingin dibuatnya, ternyata langit punya pertahanan yang begitu kuat.
"Kamu jangan munafik Langit, nggak ada cowok yang berani nolak aku, aku suka sama kamu aku rela kamu jadiin selingkuhan, nggak masalah buat aku please hargai perasaan aku Langit, I LOVE YOU SO MUCH" ucap Franda air wajahnya serius.
Langit terkekeh berdiri berhadapan dengan Franda yang masih memperlihatkan payu-daranya, wajah Langit maju lalu ia membisikkan sesuatu tepat pada telinga gadis itu. "Gue Nggak tertarik sama cewek murahan kaya Lo" setelahnya laki-laki itu menarik kembali wajahnya dengan senyum sinis. Franda mengatupkan rahangnya menatap tajam laki-laki itu.
"Dan satu lagi berhenti Lo ngikutin gue apa Lagi coba-coba deketin gue, bahkan bayangan Lo aja jangan sampai terlihat Dimata gue ngerti!!!!" ucap Langit santai, sementara Franda sudah meneteskan air mata, namun Langit cuek ia tidak perduli jika semua ucapannya telah membuat seorang Franda sakit hati hingga meneteskan air mata.
Franda memilih memakai jaketnya kembali dengan kasar, selanjutnya gadis itu lari dengan tangisannya, melihat itu Langit membuang nafasnya kasar ia menyugar rambutnya kebelakang menggunakan jari. lalu ia kembali lagi pada ponselnya.
__ADS_1
bersambung. .