
Happy reading ✓
Tidak terasa kehamilan bulan sudah memasuki 8 bulan, itu artinya perut perempuan itu sudah terlihat menggendut, namun begitu tidak banyak merubah fisik bulan secara signifikan, wanita itu masih tampak ramping hanya saja mungkin bagian payu-daranya yang berubah agak membesar. Namun justru hal itu disukai oleh langit, lelaki itu senantiasa memainkan atau menghisapnya jika sedang tidak ada kerjaan.
Saat ini bulan berada dikamar kondominium nya, ia terpaksa harus pulang kuliah terlebih dahulu, menyetir mobil sendiri tanpa supir padahal suami maupun mertuanya meminta agar bulan menggunakan sulit saja. Karena Mereka takut kalau bulan menyetir sendiri akan membuatnya cape.
Namun dengan tegas bulan menolaknya، lagipula jarak antara kampus ke mansion tidak terlalu jauh. Lagian juga bulan merasa tidak nyaman kalau kemana-mana pakai supir, maka dari itu baik Langit dan juga mertuanya tidak bisa melarangnya. Mereka juga harus mengutamakan kenyamanan bulan.
Tak lama datang lah Langit yang tersenyum manis padanya, namun bulan enggan membalas senyuman suaminya, entah kenapa akhir-akhir ini bulan merasa kesal jika melihat wajah suaminya. Padahal Langit tidak salah apa-apa.
"Hai sayang kamu udah pulang dari tadi?" tanya Langit mendekat kearah istrinya, ingin menciumnya namun sebelum berhasil mencium, bulan menghentikan nya.
"Kamu bau banget sih Lang, mandi sana" protes bulan. Raut wajahnya kesal
Langit mengerutkan dahinya bingung. Lantas ia langsung mengendus ketiaknya sendiri, memastikan kalau ucapan bulan benar atau tidak.
"Ah perasaan aku nggak bau" kata Langit, memang benar apa yang dikatakan laki-laki itu, Langit tidak pernah yang namanya bau badan. Karena selain ia menjaga kebersihan pada tubuhnya sendiri, dirinya pun memakai parfum yang harganya mahal. Bagaimana bisa bulan mengatakan nya bau, aneh!
"Sumpah kamu bau banget Lang" ucap bulan lagi, menutup hidungnya rapat-rapat
"Ck iya iya aku mandi" selanjutnya Langit langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi.
Setengah jam kemudian Langit sudah keluar dari kamar mandi, ia terlihat tampan dengan rambut basahnya aroma maskulin langsung menyeruak keluar, bulan nampak masih menekuk wajahnya duduk diatas ranjang. Langit mendekati istrinya masih mengenakan handuk yang melilit tubuh bagian bawahnya.
"Aku udah mandi, sekarang aku boleh cium kamu kan" tanya Langit dengan pedenya, satu tangannya menyugar rambut basahnya kebelakang menggunakan jari.
"Kamu ko masih bau aja sih Lang, kamu masih pake sabun nggak sih mandinya!" Sewot bulan.
"Ya pake dong Lan, emang kamu nggak bisa nyium aroma sabun sampo, nih liat rambut aku aja masih basah" tunjuknya, lagi-lagi bulan masih melipat muka nya. Entah kenapa merasa kesal pada suaminya saat ini. Mungkin bawaan bayinya
"Udah ah sana aku kesel sama kamu" ucap bulan ketus, lalu dirinya langsung tarik selimut tiduran membelakangi langit yang menatap nya bingung. Laki-laki itu menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Merasa serba salah dihadapan bulan. Padahal dirinya ingin sekali mencium istrinya
Karena itu sudah menjadi hal kebiasaan nya kalau sehabis pulang dari manapun.
****
"Kamu ko ngidamnya aneh sih Lan, pengen makan-makan di restoran VVIP tapi pengen temen-temen aku sama teman-teman kamu juga suruh pada Dateng. Enakan juga kita berdua aja biar romantis" ujar Langit heran.
Bulan merotasikan bola matanya" ini bukan kemauan aku Langit, ini kemauan anak kamu yang ada didalam perut" jawab bulan kesal.
"Hehehe iya deh iya maaf yah, aku akan dukung apapun yang anak kita mau" ucap Langit mencium punggung tangan istrinya.
Tak lama benar saja teman-teman mereka berdua yang ditunggu-tunggu datang juga, hal itu entah Kenapa membuat senyum bulan mengembang.
"Tumben-tumbenan nih Lo berdua ngajak-ngajak kita makan rame-rame" kata Niko yang ditimpali Darren setuju dengan pertanyaan itu. Mereka semua pun duduk menghadap meja yang masih kosong belum tersaji makanan apapun.
"Lah ini makanan nya kemana?" Sergah Bram
__ADS_1
"Belum dipesan" kata Langit
Bulan terlihat mulai gusar. Ia seakan ingin mengatakan sesuatu tapi merasa sungkan namun batinya begitu menggebu dengan keinginannya saat ini.
"Lan Lo kenapa sih, gusar banget" tanya pretty
"Iya Lo dari tadi gue perhatiin kaya lagi ada yang ganggu pikiran Lo" Anita menimpali.
"Guys gue punya keinginan yang sangat-sangat gue pengen, Lo mau ngabulin nggak terutama buat Lo yang cowok-cowok" kata bulan , semua melirik kearah wanita itu.
"Kamu minta sama aku aja sayang kalau pengen sesuatu, nanti aku yang beliin" kata Langit. Bulan merotasikan bola matanya
"Aku lagi nggak pengen dari kamu Lang" jawab bulan kesal
"Ya terus" tanya Langit lagi.
Bulan menggigit bibirnya ia ragu ingin mengatakan nya.
"Jadi gini entah kenapa dari kemarin gue tuh pengen banget. Lo Niko, Ares, Bram sama Darren pake kostum ini" ucap bulan pada akhirnya memberanikan diri mengatakan keinginan nya.
Semua nama cowok yang tadi bulan sebut mengerutkan kening bingung. Lantas Ares langsung meraih paperbag yang bulan serahkan. Lalu selanjutnya mereka mulai membuka nya.
"Lo becanda lan nyuruh kita pake pakaian begini. Nggak mau ah ngaco Lo" tolak Niko keberatan dengan kemauan bulan.
Bulan menggigit bibir nya. Merasa sedih karena keinginannya ditolak. Namun disisi lain pretty dan juga Anita menahan tawa kala menyadari bulan yang menyerahkan kostum badut yang harus para laki-laki itu pakai.
"Iya lan please lo Minta yang lain aja yah, nyari mangga muda aja gimana?" Tawar Ares Bram pun ikut mengangguk seakan mendukung tawaran dari Ares.
Bulan menggeleng menampilkan wajah super sedih, merasa keinginan nya ditolak mentah-mentah.
"Lo semua pada nggak punya hati yah. Bini gue lagi hamil bukannya diturutin liat noh gara-gara Lo semua nolak, istri gue jadi mau nangis" langit mengomel tidak tega pada bulan.
"Kita bukannya nolak Lang, tapi kita malu nanti diliatin orang gimana" jelas Darren, langit langsung menatap nya tajam.
"Iya iya ampun deh tuh anak belum lahir aja nyusahin" sergah Darren pelan.
"Ngomong apa Lo barusan" sengit Langit
"Enggak-enggak ampun bossku" elak Darren.
Dengan rasa tidak ikhlas ke empatnya terpaksa menuruti kemauan bulan. Dan mereka pun satu persatu mulai memakai kostum badut lengkap beserta hidung bulat merahnya serta rambut kribo warna warni nya.
Penampilan mereka tak ayal membuat pretty dan Anita tertawa terpingkal-pingkal sampai menekan perutnya yang terasa sakit akibat ketawa ngakak. Begitupun dengan langit sebisa mungkin laki-laki itu menahan tawanya kala melihat teman-teman nya dikerjain habis-habisan.
"Gue minta satu permintaan lagi boleh kan" ucap bulan takut-takut
"Apaan lagi lan, awas Lo makin aneh-aneh lagi" kata Ares mewanti-wanti.
__ADS_1
"Gue mau Lo ber empat joged sambil nyalain musik koplo" pinta bulan meringis tidak enak. Ke empatnya makin mendesah frustasi. Akan tetapi demi nama sahabat dan juga melihat tatapan horor Langit, jadilah mereka berempat mulai berjoged ria dengan memakai kostum badut.
"Huahahahaha" Anita dan juga pretty sudah tidak kuat lagi, mereka sedari tadi tertawa terus menerus tanpa henti. Langit pun akhirnya tak bisa lagi menahan tawanya kala menyaksikan pertunjukan secara live. Empat badut berjoged koplo.
Bulan sedari tadi hanya meringis tidak enak. Sebenarnya ia mau tertawa tapi sebisa mungkin ia tahan.
"Udah yah lan, tega banget sih Lo" pinta Darren, yang mulai terengah-engah kelelahan akibat asik berjoged.
"Ya udah kalian boleh buka kostumnya, thanks yah hehe" ucap bulan nyengir kuda
Setelah mereka sudah melepaskan atribut badutnya. Barulah para pramusaji melayani meja mereka membawakan berbagai hidangan makanan yang super enak dan mewah.
Semua mata berbinar-binar melihat makanan mewah yang sudah tersusun rapi diatas meja.
"Berhubung Lo udah nurutin kemauan istri gue, Lo semua bebas tunjuk barang apapun yang Lo mau, nanti gue yang bayar" kata Langit.
"Wah serius lo Lang!?" Tanya Darren memastikan.
"Asiikk gue minta apa yah" ucap Niko tampak berfikir.
"Lang gue mau Lamborgini keluaran terbaru dong" ucap Darren enteng.
"Anak setan Lo, kalo minta ngotak dikit anjing" sengit Langit
"Lah gimana sih Lo katanya bebas mau apa aja" protes Darren. Yang lain mengangguk seakan setuju dengan ucapan Darren.
"Ya udah iya entar Lo pesen aja. Pembayaran nya kirimin ke gue entar gue transfer" kata langit kesal.
"Asiikk mobil baru coy " Darren berjingkrak senang. Tak menyangka hanya memakai kostum badut dan joget bisa membuatnya memiliki Lamborgini. Ia langsung menatap bulan seolah menyiratkan terimakasih nya.
"Lang gue mah nggak muluk-muluk, beliin gue motor sport aja deh" kali ini Bram yang minta. Rasanya langit menyesal telah mengatakan hal barusan. Yang membebaskan meminta apapun.
"Dari dulu gue pengen banget sih punya rolex. Kalo gitu gue minta itu aja deh" Niko meminta dengan entengnya. Sialan seperti nya teman-teman nya sengaja ingin membuat nya bangkrut.
"Lang gue minta Lo nanti bayarin tiket liburan ke Maldives dong, buat gue sama anita honeymoon" ini Ares yang minta, mereka berdua sudah melakukan prosesi lamaran.
"Lo nikah aja belum , udah minta tiket liburan aja." Ujar langit
"Iya kalau udah ada sponsor mah kan enak tinggal berangkat aja, iya nggak yang" kata Ares mengarah pada Anita mengedipkan satu matanya. Wanita itu menjawab nya dengan acungan jempol.
"Lang Lo nggak nawarin gue" kali ini pretty yang mencoba peruntungan nya.
"Lo mau apa, mau bulu ketek gue nih" kata Langit.
"Ih najis banget sih Lo" pretty mengerucutkan bibirnya. Bulan terkekeh melihat tingkah teman-teman nya.
Bersambung. .
__ADS_1