Bulan Dan Bintang

Bulan Dan Bintang
Episode 7. Akhir Pekan (2)


__ADS_3

Bulan dan Dina baru saja menghabiskan makanannya, mereka akhir pekan ini sengaja ingin makan siang di restoran cepat saji. Bulan dan Dina tadi sama-sama memesan menu ayam geprek, setelah keduanya cuci tangan dan menghabiskan minumannya akhirnya mereka beranjak untuk melanjutkan jalan-jalan di dalam mall.


 Bulan sedang makan siang di restoran.



Bulan dan Dina memasuki toko baju, hari ini Bulan memang berencana untuk membeli baju untuk kerja, karena koleksi baju kerjanya belum banyak. Bulan masih punya uang tabungan jadi dia mau beli baju saja ditemani oleh Dina, sepupunya.


“Mbak Din, baju ini bagus tidak menurutmu ?” tanya Bulan pada Dina sambil menunjuk pada salah satu baju.


“Iya, bagus Lan. Baju ini cocok kalau kamu pakai, “ ucap Dina meyakinkan Bulan.


Akhirnya Bulan mengambil baju setelan untuk kerja yang nampak ederana tapi teap anggun berikut kerudung yang senada warnanya dengan baju, setelah membayar di kasir kemudian mereka berdua sepakat untuk pulang ke kosan.


Sesampai di kosan mereka, Bulan dan Dina setelah ganti baju kemudian merebahkan tubuhnya ke kasur karena merasa badannya capek setelah jalan-jalan ke mall. Tak berapa lama Dina sudah terlelap, sedangkan Bulan masih belum bisa memejamkan matanya meskipun sudah terasa mengantuk.


Bulan tiba-tiba teringat kalau tadi saat dia makan di restoran cepat saji seperti melihat Bintang, atasannya bersama dengan seorang gadis yang juga makan disitu.


“Ah, mungkin aku salah lihat. Pasti bukan dia,” gumam Bulan dalam hati. “Tapi mengapa aku jadi mikirin dia sih …. iiiihh !!” rutuk Bulan pada dirinya sendiri sambil menutup wajahnya dengan bantal.


Berhubung Bulan tidak bisa tidur, akhirnya dia mencari kesibukan untuk segera melupakan bayangan Bintang.


Kemudian Bulan mengambil baju-baju yang baru dia cuci tadi pagi dan sudah kering, lalu dia mulai menyeterika baju-baju itu.


 ****


Setelah mandi dan melaksanakan sholat ashar, Bintang mengambil ponselnya dan dia chating bertiga dengan Mega dan Nita.


“Assalamu’alaikum Mega, Nita …” tanya Bulan memulai chatnya.


“Wa’alaikumsalam Bulan, “ tulis Nita dalam chat.


“Wa’alaikumsalam Bulan, ada apa ?” tanya Mega pada bulan.


“Tidak ada apa-apa, kangen pada kalian aja nih, “ jawab Bulan.


“Kan kemarin kita sudah bertemu Lan, sekarang sudah kangen ya” ujar Mega.

__ADS_1


“Memangnya tidak boleh kalau kangen kalian ?” tanya Bulan


“Hehehe … ya boleh lah, aku cuma becanda Lan,” jawab Mega pada Bulan.


“Eh Bulan, jangan-jangan kamu bukan kangen pada kami, tapi kangen pada Pak Bintang. Iya kan ? Hahaha …. “canda Nita ditujukan pada Bulan.


“Ih, apaan sih kamu itu Nit, “ jawab Bulan dengan wajahnya yang berubah jadi semu merah menahan malu, meskipun dua sahabatnya itu tidak bisa melihat wajahnya langsung.


“Tapi tadi siang aku melihat dia bersama seorang gadis di restoran,” cerita Bulan kemudian pada dua sahabatnya.


“Hah ?! masa sih Lan … ?” tanya Nita sambil diberi emotikon terkejut.


“Iya, bener, tadi siang aku dan mbak Dina sedang makan di restoran yang berada di mall Ambasador, terus aku melihat Pak Bintang bersama seorang gadis seusia anak SMA makan disitu juga,” cerita bulan.


“Wah, seru nih. Lalu kamu mendekatinya Lan ?” tanya Nita ingin tahu kelanjutan ceritanya.


“Ngga lah, kan aku tadi masih ragu apa benar iu tadi Pak Bintang atau bukan,” ujar Bulan.


“Wah, wah, wah … sepertinya kalian memang berjodoh Lan, aamiin” kata Mega sambil mengamini kalimatnya.


“Aaahhh…. apaan sih kalian ini, ngga asik ah kalian “ jawab Bulan sambil diberi emotikon sedih.


“Hahaha … “ tulis Nita dan Mega .


“Hai, kalian tahu tidak ?” tanya Bulan pada kedua sahabatnya.


“Tidak, tentang apa?” jawab Mega.


“Ya pantas saja kalian tidak tahu, kan aku belum beri tahu … hihihi … “ Bulan mengirim chat pada kedua sahabatnya sambil tertawa cekikikan sendiri.


“Aduh Bulan, ada apa sih ?” tanya Nita penasaran dalam chatnya.


 “Aku tuh dari kecil punya impian seperti putri tidur yang bisa bangun karena bertemu pangeran tampan rupawan, hehehe …. “celoteh Bulan dengan tertawa.


 “Haahaha … kirain ada apa Bulan, Bulan … “ balas Nita sambil diberi emotikon tertawa.


Akhirnya Bulan mengakhiri chatingnya, karena dia harus menyiapkan makan malam untuknya dan Dina.

__ADS_1


Setelah Bulan dan Dina melaksanakan sholat maghrib, mereka menuju dapur dan makan malam sambil diselingi obrolan.


“Mbak Din, tumben mas Taufik ngga apel malam minggu ?” tanya Bulan pada Dina.


“Ngga dek, mas Taufik sedang mengurusi kerjaan di luar kota beberapa hari, “ jawab Dina sambil memasukkan nasi ke dalam mulutnya.


“Oh, terus kapan kalian nikahnya, bukan kah kalian sudah bertunangan ?” tanya Bulan penasaran.


“Insya Allah awal tahun depan kami menikah, doakan aku ya dek.” kata Dina sambil membayangkan sosok Taufik, tunangannya.


“Pasti dong mbak, do’a yang terbaik untuk mbak Dina,” ucap Bulan sambil tersenyum pada Dina.


Dulu saat orang tua Dina masih tinggal di Surabaya, mereka masih kecil-kecil dan selalu bermain bersama. Namun sejak ayah Dina pindah tugas ke Bandung 10 tahun yang lalu, mereka jadi jarang bertemu kecuali kalau ada acara keluarga saja.


“Dek, bagaimana dengan pekerjaanmu, apa kamu betah di tempat kerjamu?” tanya Dina pada Bulan sambil makan cemilan.


“Alhamdulillah betah mbak, teman-temanku disana juga baik-baik kok,” ucap Bulan dengan bersemangat.


“Syukurlah dek kalau kamu betah,” Dina memang sayang sekali dengan adik sepupunya ini.


 “Dek, minggu depan mbak punya rencana untuk pulang ke Bandung nengokin bapak ibu disana. Apa kamu mau ikut juga ke Bandung ?” lanjut Dina dalam obrolannya.


“Mau. Mau, aku mau ikut mbak. Sudah lama aku tidak bertemu pakde dan bude, sekalian jalan-jalan ke Bandung. Berapa hari mbak Dina pulang ?” seru Bulan antusias.


“Hanya dua hari kok dek, sabtu pagi kita berangkat terus minggu sore kita balik lagi ke Jakarta. Kita naik kereta saja ya biar cepat sampai di Bandung,’ kata Dina pada Bulan.


“Oke deh mbak, aku setuju. Yeeaah akhirnya aku akan jalan-jalan ke Bandung,” Bintang tertawa bahagia sambil memeluk sepupunya.


“Ya sudah kalau begitu mbak akan pesan dulu tiketnya ya, untuk kita berdua pulang pergi. Sekarang kita kan bisa pesan secara online, jadi lebih praktis,” ucap Dina sambil membuka situs tiket online untuk memesan tiket kereta api.


Tak terasa hari sudah larut malam, tak lupa Bulan dan Dina sholat isya lebih dulu sebelum akhirnya mereka menuju ke atas tempat tidur dan akhirnya mereka terlelap tidur.


Begitu lelapnya Bulan tidur, Bulanpun bermimpi berjalan-jalan di suatu taman di kota Bandung kemudian bertemu dengan pangeran berkuda yang sangat tampan …


###########


Hai para readers, beri like dan vote ya buat author... jangan lupa juga komentarnya supaya diriku tetap semangat melanjutkan ceritanya ... :-)

__ADS_1


__ADS_2