Bulan Dan Bintang

Bulan Dan Bintang
Episode 24. Wedding Party


__ADS_3

Hari yang dinantikan oleh keluarga besar Surya Mahardhika dan Dharma Putra telah tiba. Sejak selesai sholat subuh, nampak kesibukan di dalam rumah pak Surya. Bulan sudah selesai mandi dan sholat subuh, sekarang dia duduk di pinggir tempat tidur.


"Bulan ... kamu sudah bangun nduk?" nampak Bu Annisa masuk ke dalam kamar yang dipakai tidur oleh Bulan dan Bella.


"Sampun Bu," jawab Bulan. (Sudah Bu)


"Ya sudah sekarang kamu bersiap-siap ya, sebentar lagi ada tukang rias yang mau merias kamu biar cantik. Ibu sama ibunya nak Bintang juga mau dirias di kamar depan, " ucap Bu Annisa senang melihat anak gadisnya mau menikah hari ini.


"Nggih Bu, " kata Bulan sambil memeluk bahu ibunya.


"Bella ... bangun cantik, mandi dulu sana dek. Sebentar lagi kamu juga mau dirias lho," Bulan membangunkan Bella yang masih tidur.


Bella membuka matanya perlahan sambil menguap "Hoaaamm ... iya mbak."


Pukul 6 pagi MUA yang sudah dipesan oleh Bu Ines sudah datang dan mereka dibagi tugas. Kelompok pertama yang bertugas merias Bulan, Bu Ines, Bu Annisa serta keluarga yang perempuan. Kelompok kedua bertugas merias Bintang, pak Surya, pak Dharma serta para keluarga yang laki-laki. Suasana di dalam rumah mewah keluarga Surya jadi semakin ramai, berkumpulnya dua keluarga yang sedang dirias dan terkadang diselingi dengan canda tawa saat mengobrol. Ada juga yang menggoda Bintang maupun Bulan sehingga wajah mereka tampak malu-malu karena digoda terus.


Dina beserta orang tuanya juga datang, Bulan senang karena Dina sudah sembuh dan bisa menghadiri pernikahannya. Dina dan orang tuanya juga ikut dirias dan jadi panitia. Begitu pula dengan Arda dan kedua orangtuanya turut menjadi panitia di acara pernikahan Bulan dan Bintang.


"Bro, nanti bagi-bagi cerita ya biar aku bisa belajar dari kamu," ucap Arda pada Bintang sambil tersenyum lebar menggoda sahabatnya itu.


"Bagi-bagi cerita apa sih ?" tanya Bintang pura-pura tidak mengerti.


"Hallah begitu saja tidak tahu, itu tuh malam pertama nanti ..." jawab Arda sambil tertawa.


"Kenapa juga bagi-bagi cerita sama kamu, nanti kamu coba sendiri aja deh sama istrimu, hahaha ..." ucap Bintang ganti tertawa.


"Arda, makanya setelah ini kamu cepatlah lamar si Dina, kasihan dia jangan diberi harapan palsu terus !" kata pak Surya menggoda Arda dan disambut tawa oleh semua orang yang mendengarnya.


"Idih, saya mah tidak pernah beri dia harapan palsu Om. Lihat saja, sebentar lagi saya akan lamar Dina dan saya nikah dengannya," ucap Arda dengan bangga.


"Ya sudah sekarang saja dilamar Nak Arda," kata pak Bambang, ayah Dina.


Begitu mendengar suara calon mertuanya, Arda langsung gugup, "Hehehe ... i, iya pak, nanti tunggu tanggal mainnya," wajah Arda memerah menahan malu. Bintang dan yang lain jadi tertawa melihat ekspresi Arda saat itu.


Akhirnya persiapan sudah selesai, Bulan dan Bintang serta semua anggota keluarga sudah berdandan cantik dan tampan.


Bulan memakai kebaya panjang warna putih, sedangkan Bintang menggunakan setelan jas dan celana warna hitam. Mereka nampak serasi sekali.


Setelah semuanya sudah siap, kemudian mereka beriringan naik ke mobil menuju ke hotel milik keluarga Surya Mahardhika. Seluruh acara akan diselenggarakan di hotel, pagi ini acara akad nikah dan berkumpulnya keluarga besar mereka dari berbagai kota. Sedangkan sore hingga malam hari menyelenggarakan acara resepsi dengan mengundang teman-teman dan kolega bisnis dari Bintang dan pak Surya.


Iringan rombongan keluarga Surya Mahardhika sudah tiba di hotel. Panitia sudah terlebih dahulu tiba dan menyambut kedatangan kedua calon mempelai beserta keluarganya.


Tampak sudah ada meja yang tertata rapi tempat untuk Bintang membacakan ijab qobul. Penghulu yang bertugas juga sudah siap memulai aktivitasnya. Bintang dan Bulan duduk bersanding menghadap ke penghulu dan ayah Bulan. Sedangkan yang menjadi saksi nikah adalah ayah Dina dan ayah Arda.


Tepat pukul 9 pagi acara ijab qobul dimulai. Penghulu lebih dahulu menanyakan pada Bintang, "Saudara Bintang, apakah Anda melakukan pernikahan ini dengan keinginan sendiri atau paksaan?"


"Keinginan saya sendiri," jawab Bintang dengan mantap.


Kemudian dilanjutkan pembacaan dua kalimat syahadat oleh Bintang, setelah itu Bintang berjabat tangan dengan ayah Bulan untuk melakukan ijab qobul.


"Bismillahirrahmanirrahim. Saudara Bintang Mahardhika Putra bin Surya Mahardhika, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri saya Bulan Pramita Dharmaputri binti Dharma Putra dengan mas kawin berupa alat sholat dan uang sebesar lima ratus juta rupiah dibayar tunai," ucap ayah Bulan.


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Bulan Pramita Dharmaputri binti Dharma Putra dengan maskawin yang tersebut dibayar tunai, " ucap Bintang dengan sekali tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu kepada para saksi.


"Sah !" jawab para saksi.


Kemudian penghulu membacakan doa untuk kedua mempelai. Selanjutnya Bintang dan Bulan menandatangani surat nikah. Bulan mencium tangan Bintang yang sekarang telah menjadi suaminya, kemudian Bintang mengecup kening Bulan yang kini sudah sah menjadi istrinya.

__ADS_1


Kemudian dilanjutkan dengan acara sungkeman pada kedua orang tua Bulan dan Bintang, mereka meminta maaf dan mohon doa restu dari orang tua untuk membangun sebuah rumah tangga.


Disaat acara sungkeman ini hampir semua keluarga dan undangan merasa terharu, tak sedikit yang menitikkan air mata melihat kedua pengantin ini melakukan sungkeman. Pak Dharma dan istrinya tak kuasa menahan air matanya, karena mereka sekarang telah menyerahkan anak perempuannya sepenuhnya pada Bintang sebagai suami Bulan.


Pak Surya dan Bu Ines juga sangat terharu melihat keluarga pak Dharma memeluk erat Bulan dan Bintang, seakan-akan menyiratkan pesan bahwa Bulan sudah menjadi tanggung jawab penuh Bintang dan Bintang harus bisa menjaga benar amanah itu.


Setelah selesai acara sungkeman kemudian Bulan dan Bintang duduk di kursi pelaminan. Keluarga dari kedua belah pihak telah berdiri antri untuk bersalaman dan mengucapkan selamat pada kedua mempelai.


"Bro, selamat ya. Akhirnya dirimu lebih dulu melangkah, hahaha ... " Arda mengucapkan selamat pada sahabat sekaligus atasannya itu sambil diselingi candaan.


"Makasih bro, cepatlah menyusul !" ucap Bintang pada Arda.


"Bulan, selamat ya dek. Mbak senang rasanya kamu sudah menemukan belahan jiwamu," kata Dina memberikan selamat pada Bulan.


"Iya mbak, terima kasih ya. Ayo, kapan nih giliran mbak Dina?" ucap Bulan sambil memeluk Dina.


"Tunggu saja kabar baik dari kami," jawab Dina tersenyum.


Secara bergantian seluruh keluarga memberikan ucapan selamat dan dilanjutkan dengan foto bersama dan makan secara perasmanan. Hidangan yang disajikan adalah masakan khas Indonesia.


Tepat pukul 1 siang acara selesai, undangan sudah berpamitan dan meninggalkan acara. Keluarga pak Surya dan pak Dharma masuk ke dalam kamar hotel yang sudah disiapkan oleh Bintang.


Bintang dan Bulan juga masuk ke dalam kamar hotel, Bulan begitu takjub melihat kamar yang sudah dihias dengan taburan bunga mawar merah dan putih. Dekorasi yang sangat indah sekali menurut Bulan.


"Kamu kenapa diam disitu?" tanya Bintang ketika melihat Bulan berdiri di dekat pintu.


"Indah sekali Bin kamarnya," ucap Bulan.


"Kamu suka?" tanya Bintang.


"Iya, aku suka Bin," jawab Bulan sambil tersenyum bahagia.


Bintang sudah melepas pakaiannya dan berganti dengan kaos lengan pendek dan celana pendek yang sudah disiapkan dari rumah.


"Mmm... i, iya. Tapi kamu hadap ke tembok dulu ya Bin," ucap Bulan gugup.


"Mengapa aku harus menghadap ke tembok kalau di depanku ada pemandangan yang indah," goda Bintang pada Bulan, seketika wajah Bulan menjadi merah dan menutup wajahnya.


"Hahaha ... lucu kamu itu. Sekarang aku suamimu, mengapa harus malu?" ucap Bintang semakin menggoda Bulan yang terlihat menggemaskan itu.


"Bin... aku belum terbiasa. Aku mau ganti baju di kamar mandi saja !" dengan cepat Bulan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi. Bintang tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Bulan.


Setelah selesai ganti baju, Bulan keluar dari kamar mandi menggunakan baju tidurnya baby doll sebatas lutut, rambutnya diikat keatas sehingga leher jenjang Bulan terlihat jelas di mata Bintang. Melihat istrinya membuat Bintang susah menelan salivanya dan matanya tidak beranjak memandang wajah Bulan.


Bulan yang akhirnya tersadar telah diperhatikan oleh Bintang jadi menunduk sambil duduk di depan meja rias.


"Bin, kita sholat dhuhur berjamaah yuk!" ucap Bulan memecah keheningan.


"Ayo, aku pakai sarung dulu ya," Bintang segera beranjak dari tempat tidur dan bersiap-siap untuk shalat dhuhur berjamaah dengan istrinya.


Setelah sholat dhuhur, mereka berdua segera ke tempat tidur. Keduanya merasa capek setelah mengikuti acara dari pagi, sekarang mereka ingin istirahat tidur dulu untuk mengumpulkan tenaga lagi. Nanti sore hingga malam acara resepsi akan dilakukan.


Bintang melihat ke arah Bulan yang sudah tertidur pulas menghadap ke arah dirinya. Bintang mengecup kening Bulan dan akhirnya diapun tertidur juga.


Jam 3 Bulan terbangun dan merasakan ada benda berat yang menimpa perutnya. Setelah matanya terbuka barulah dia sadar jika dia tidur bersama Bintang dan tangan Bintang memeluk dirinya.


"Ternyata dia ganteng juga kalau dilihat dari dekat begini," ucap Bulan dalam hati sambil memainkan hidung Bintang yang mancung itu.


"Sudah selesai melihat wajah suamimu yang ganteng ini?" tanya Bintang tiba-tiba dengan mata masih terpejam.

__ADS_1


"Eh, kok dia tahu sih aku memandang wajahnya?" gumam Bulan sambil terkejut dan malu.


Tiba-tiba Bintang meraih tubuh Bulan dan mencium bibir Bulan ... Cup.


"Bin ... lepas, aku mau mandi. Kamu ternyata sudah bangun, kenapa tidak bilang-bilang ?!" ucap Bulan salah tingkah, Bintang terkekeh menggoda Bulan.


"Kamu mau mandi? Ya sudah kita mandi sama-sama!" ajak Bintang.


"Iiihh ... nggak. aku mau mandi sendiri aja !" seru Bulan sambil masuk ke dalam kamar mandi dengan tergesa-gesa sampai tidak sadar bajunya tersangkut pegangan pintu kamar mandi.


"Aah... bajuku robek Bin ... " teriak Bulan di depan kamar mandi.


"Dasar ceroboh. Kenapa pakai lari sih ? Aku tidak akan menerkam tubuhmu saat ini, jadi tenang saja lah!" ucap Bintang terus tertawa melihat tingkah Bulan.


Setelah Bulan dan Bintang selesai mandi dan sholat ashar, tidak lama kemudian Bu Ines mengetuk pintu kamar.


"Bintang ... Bulan ... Mama mau masuk," kata Bu Ines dari luar kamar.


Bintang membuka pintu kamar dan Bu Ines segera masuk ke dalam kamar.


"Kalian sudah mandi?" tanya Bu Ines.


"Sudah," jawab Bintang dan Bulan.


"Sebentar lagi kalian dirias, petugas MUA sudah datang, bersiaplah," ucap Bu Ines.


Tak lama para perias datang dan merias Bulan dan Bintang. Acara akan dimulai sebentar lagi, keluarga yang lain juga sedang melakukan persiapan untuk acara resepsi.


Tepat pukul 5 sore acara dimulai, Bulan dan Bintang didampingi oleh kedua orang tua telah berada di kursi pelaminan. Para panitia menggunakan seragam dan siap melakukan tugasnya. Para undangan sudah mulai berdatangan. Tampak para kolega bisnis pak Surya dan Bintang hadir di pesta pernikahan.


Satu persatu undangan bersalaman dan mengucapkan selamat pada Bulan dan Bintang. Seluruh karyawan Mahardhika Grup diundang, nampak Mega dan Nita datang bersama pasangannya.


"Pak Bintang, selamat menempuh hidup baru. Saya titip sahabat saya ini ya pak," ucap Nita tertawa menggoda Bulan.


"Memangnya dia barang titipan?" tanya Bintang sambil melirik ke arah Bulan, wajah Bulan tersipu malu.


Setelah itu Mega juga bersalaman dan dibelakangnya menyusul pak Tomi beserta istrinya. Tak lupa juga Adryana ikut hadir di acara pernikahan Bulan dan Bintang, Adryana datang bersama suaminya. "Pak Bintang dan Bulan, semoga menjadi keluarga samawa," ucap Adryana.


"Terima kasih kamu sudah hadir ya," balas Bintang pada Adryana.


Setelah para undangan bersalaman dengan pengantin, kemudian mereka menikmati sajian makanan yang sudah tersedia. Kali ini menu yang disajikan adalah menu masakan internasional.


Tidak lupa foto bersama dengan para undangan sebagai kenang-kenangan.


Nampak wajah Bulan dan Bintang begitu bahagia selama acara berlangsung, tangan Bintang tidak pernah lepas menggenggam erat tangan Bulan seakan tidak mau jauh dari istrinya yang cantik itu.


Penampilan Bulan dan Bintang saat akad nikah



Penampilan Bulan dan Bintang saat resepsi pernikahan



Penampakan dekorasi pernikahan Bulan dan Bintang di hotel



############

__ADS_1


Lega rasanya akhirnya Bulan dan Bintang menikah juga. Kalau kalian senang mereka menikah, berikan like, vote, rate bintang 5 dan jadikan mereka sebagai favorit kalian ya 😘😘😘


Happy reading all 😍😍😍😍


__ADS_2