
Happy reading ✓
"Bulan nanti kalau salah satu dari kita yang dapet gelang itu please Lo pilih gue. Dan gue juga bakal pilih Lo gue janji" ucap pretty dengan percaya dirinya.
"Jangan kebanyakan angan-angan belum tentu Lo bisa jawab" jawab bulan enteng. Pretty mendengus
Semua Maba diarahkan untuk kembali tenang, yang semula nya sudah sedikit ricuh akhirnya mereka pun kembali memperhatikan apa yang akan panitianya katakan.
"Oke tolong perhatikan saya akan mulai memberikan clue disimak baik-baik yah adik-adik"
"Iyaaa kaa" seloroh para anak Maba berbarengan dan kompak.
"Coba tebak apakah isi didalam tutup panci yang ada diatas meja ini, Clue nya adalah Nasi satu kepal dikerubutin kutu!"
"Yang sekiranya tahu dan bisa menebak acungkan tangan" kata panitia
Masih hening semua Maba tampak berpikir dan bertanya-tanya kira-kira apa jawabannya. Dan ada salah satu Maba yang mengacungkan jari telunjuk nya.
"Iya silakan jawab" pinta panitia
"Jawaban nya cilok disiram bumbu kacang ka" jawab si Maba dengan yakin nya, jawaban dari Maba barusan tak ayal membuat yang lain tertawa terbahak, lain lagi dengan bulan ia hanya mengulum senyum.
Ternyata tak jauh dari barisan bulan berada. Ada langit yang sedang menatapnya tanpa bulan sadari.
__ADS_1
"Salah, coba yang lain ada yang tahu?"
Salah satu ada yang mengacungkan tangan kembali.
"Ya silakan jawab"
"Jawaban nya bola golf bermandikan selasih" jawab anak Maba tersebut.
"Anjir nggak jelas amat Lo tong" sela anak Maba lainnya, yang berdiri disebelah si penembak yang tadi.
Tak ayal jawaban yang tadi membuat tertawa semua para anak Maba. Termasuk bulan yang sudah tidak bisa menahan tawanya, gadis itu tertawa lepas sesekali menunduk. Dibarisan lain langit masih betah menatap bulan yang tengah tertawa. Seakan ia lebih suka melihat bulan, dari pada harus memperhatikan acara yang sedang berlangsung.
Bulan menyadari jika ada yang sedang memperhatikan nya. Kini bulan dan langit saling bersitatap, remaja itu tersenyum miring, bulan langsung melengos membuang tatapan itu kembali mengarah kedepan.
"Sungguh indah ciptaan mu Tuhan" langit bergumam lirih pada dirinya sendiri. Dengan mata yang masih menatap bulan dari arah samping.
"Ada lagi yang bisa jawab?" Tanya panitia kembali, tak lama ada satu anak Maba yang langsung mengacungkan tangannya santai. Dua tangannya kembali ia masukkan kedalam saku celana.
"Iya kamu silakan jawab"
"Jawaban nya salak"
"Tepat sekali, pintar!!" Kata panitia memekik senang karena sekian lama akhirnya ada juga yang menjawab dengan benar. Lalu salah satu panitia maju untuk membuka tutup panci itu. Ternyata benar isinya buah salak.
__ADS_1
"Kamu yang menjawab benar silakan maju kedepan. Berdiri menatap teman-teman yang lain" titah si panitia ospek. Laki-laki itu menurut ia maju kedepan dengan santainya. Satu tangan nya masih berada didalam saku.
Saat laki-laki itu berjalan maju. Para anak Maba khusus nya perempuan memekik tertahan, kala melihat langit yang berjalan mendekati panitia. Tentu saja siapa yang tidak terpesona oleh sosok Langit. Laki-laki tampan, tinggi, hidung mancung serta Rahang nya yang tegas. Mampu membuat para gadis meleleh dibuatnya.
"Ih ya ampun sumpah ganteng parah" ucap pretty histeris. Menampilkan wajah mupeng nya. Bulan menoleh kearah gadis itu lalu merotasi kan bola matanya malas.
"Percuma ganteng tapi nggak beretika" ujar bulan bergumam pelan. Hanya dia yang bisa mendengar nya.
"Selamat Yah Langit kamu udah berhasil menjawab dengan tepat, Sekarang kamu terima gelang nya kemudian kamu kasih gelang ini sama salah satu yang kamu inginkan buat nemenin makan gratis" panitia tersebut menyerah kan gelang itu ke Langit, dengan gerakan santai pemuda itu mulai maju mendekati kerumunan anak-anak Maba yang sudah memasang wajah harap nya.
Baik laki-laki maupun perempuan sama saja, seolah memohon agar laki-laki itu memilih nya. Itung-itung bisa merasakan makanan mahal, langit terus berkeliling mondar mandir mencari sekiranya yang pantas ia pilih. Sebenarnya lelaki itu sudah punya pilihan, Namun ia sengaja mondar mandir didepan barisan bulan, sesekali pemuda itu melirik kearah gadis itu. Tentu saja Membuat bulan risih serta jengkel, seakan-akan langit sedang mempermainkan emosi nya.
Selanjutnya laki-laki itu maju mendekati bulan, dan langkah selanjutnya ia memakai kan gelang itu pada pergelangan tangan bulan lalu Langit mengangkat tinggi tangan gadis itu keudara.
"Saya pilih bulan ka" ucap langit dengan wajah santainya Semua memekik heboh, ada juga yang harus menelan pil pahit Karena gagal dan hilang harapan demi makan makanan mahal atau sekedar ngedate bersama Langit.
Bulan terperanjat saat langit melilitkan gelang pada pergelangan tangannya. Semua anak Maba sudah menatap kearah dirinya, sumpah saat ini bulan merasa malu ia sama sekali tidak berminat dengan semua ini.
Rasanya ia ingin protes dengan panitia. Namun seolah lidah nya kelu untuk berucap sesuatu.
"Oke baiklah selamat untuk pemenang kali ini, untuk Langit dan bulan silakan maju kedepan untuk penyerahan dua tiket makan gratis disalah satu restoran bintang lima" beritahu si panitia. Bulan masih tak bergeming, lalu akhirnya Langit menggandeng tangan bulan agar mau ikut maju bersama nya.
Banyak yang bersorak Sorai dengan aksi langit yang begitu berani dan percaya diri, Dari gaya dan tampilan semua bisa menyimpulkan jika sosok Langit ini adalah orang yang tergolong slengean dan kelewat santai. Tapi hal itu justru menambah nilai plus untuknya, ditambah dengan tampang nya yang super super ganteng.
__ADS_1
Bersambung. .
setelah selesai membaca biasakan klik suka, dan silakan berkomentar