Bulan Dan Bintang

Bulan Dan Bintang
chapter. 31


__ADS_3

Happy reading ✓


"Eh den bintang ngapain berdiri di sini" suara dari ART yang bekerja dirumah itu langsung memberi tahu pada bulan dan Reo yang sedang asik masak didapur.


Kini atensi keduanya mengarah pada bintang yang sedang berdiri tak jauh dari mereka. Bulan diam menatap bintang yang memang sedang menatap nya.


"Hai bintang kebetulan saya lagi mau masak nasi goreng. Kalau mau nanti saya bikinin sekalian" kata Reo menwarkan.


Mau tidak mau bintang pun berjalan masuk kearah dapur. "Boleh deh" jawab bintang akhirnya. Ia pun memilih duduk dan mengigit sebutir apel yang tergeletak pada meja pantry


"Lo ngapain tang kesini?" Tanya bulan. Bintang pun menatap gadis yang bertanya.


"Emang nggak boleh yah gue datang kesini?"


"Ya bukan gitu maksud gue. Naya kan lagi pergi"


"Oh jadi kalau Naya pergi gue nggak boleh kesini" tanya bintang ketus


"Sensi amat sih Lo. Serah Lo deh" bulan kembali melanjutkan lagi aktivitas membantu Reo. Sementara itu Reo sibuk menumis bumbu nasi goreng.


****


"Ngomong-ngomong Lo kalau udah kerja nggak tinggal disini kan?" Pertanyaan bintang kali ini ditujukan pada Reo.


Lelaki itu menoleh menatap bintang saat dirinya sedang menyendok nasi goreng.


"Iya mungkin saya mau cari kos" jawab Reo tersenyum. Bintang mengangguk-angguk kan kepala.


"Lo berdua pacaran"


"Uhuukk" bulan terbatuk kala mendengar ucapan bintang. Diwaktu bersamaan Reo dan juga bintang menyodorkan satu gelas air putih. Namun sayangnya gelas Reo yang lebih cepat dulu ada didepan bulan. Tanpa pikir panjang gadis itu pun langsung menyambar gelas yang diberikan Reo dan meminum nya hingga setengah.


Sementara itu bintang langsung meraih kembali gelas air yang tadi akan diserahkan untuk bulan. Namun sialnya Reo lebih cepat darinya. Maka dari itu ia pun memutuskan meraih lagi gelas tersebut.


"Pelan-pelan bulan" ucap Reo. Bintang hanya melihatnya datar.


"Sampai segitunya banget" kata bintang sensi.


"Lo apaan sih tang" sewot bulan


"Berarti bener dong Lo emang ada hubungan sama Reo''

__ADS_1


"Denger yah tang ada enggak nya hubungan gue sama Reo itu bukan urusan Lo" sergah bulan. Ia pun nampak sudah jengkel dengan sahabat kecilnya.


"Oke kalau gitu permisi maaf kalau udah ganggu" detik berikutnya lelaki itu pun langsung undur diri dan memilih pergi.


Marah. Kecewa. Itu yang kini bintang rasakan. Tadinya ia berniat main kerumah Dimas karena memang mau bertemu bulan. Menurutnya sebagai sahabat wajar saja kalau ia kangen dengan bulan. Sekedar ingin berbincang-bincang tapi apa yang ia dapati. Kedekatan bulan dan reo seakan membuat mod nya langsung turun.


Ia sadar dirinya tidak seharusnya marah ataupun bersikap sanksi pada mereka berdua. Tapi entah kenapa melihat kedekatan antar bulan dan Reo membuat hatinya tidak tenang.


Bintang pun langsung mengarahkan mobilnya ketempat dimana dua sahabatnya yakni Niko dan Ares. Mereka bilang saat ini sedang berada di tempat tongkrongan arena balap. Awalnya kedua sahabatnya itu sudah mencoba mengajak bintang. Namun pemuda itu menolak beralaskan ingin bertamu kerumah Kanaya dan juga ingin ketemu bulan.


****


Disisi lain Reo dan juga bulan masih berada didapur. Setelah menghabiskan nasi goreng mereka keduanya tetap masih betah duduk-duduk diarea dapur.


"Bintang marah yah dia cemburu tuh" ucap Reo tiba-tiba. Bulan menatap Reo yang awalnya sibuk bermain ponsel


"Sok tau" jawab bulan singkat lalu atensinya kembali pada ponselnya


"Saya ini laki-laki sangat paham dengan situasi laki-laki lainya"


"Rumit begitulah kalau sudah terjebak FRIENDZONE " kata Reo dengan tegas mengatakan kata yang terakhir.


Reo tersenyum "berarti saya masih punya harapan dong"


"Harapan apa?"


"Menjalin cinta sama kamu" ujar Reo penuh keyakinan. Bulan diam masih sibuk mencerna dengan baik apa yang baru saja Reo ucapkan.


"Biasa aja kali ini mukanya. Cuma bercanda" ujar Reo terkekeh meraup wajah bulan dengan gemas.


"Lama-lama ko kamu nyebelin sih" bulan merengut. Reo terkekeh geli melihat tingkah gadis didepannya.


***


"Weii kirain gue Lo nggak jadi kesini" tanya Niko begitu melihat bintang yang sudah bergabung.


"Malam ini taruhannya apa" tanya bintang tanpa mau menjawab ucapan Niko yang menurutnya tidak penting.


"Ada yang mau taruhan motor. Biasa Franky" jawab Ares


"Gue maju"

__ADS_1


Ares dan Niko saling bertatapan. Lalu keduanya sama-sama menatap bintang.


"Lo serius tang?" Ares dan Niko sama-sama memastikan. Pasalnya sudah lama bintang tidak bertaruh balap liar lagi. Terakhir waktu SMP dan itu juga mengalami cidera. Maka dari itu setelahnya ia tidak mau lagi-lagi adu balap motor. Dari pada dirinya diceramahi terus-menerus oleh sang bunda.


Tapi tidak malam ini. Bintang kekeh ingin melakukan adu balap itu apa lagi kini ada taruhannya. Saat ini ia tidak perduli dengan apa yang akan terjadi sesudah nya. Yang penting ia ingin melepas rasa gundah gulana nya setelah pulang dari tempat bulan.


"Tang Lo serius" tanya Niko lagi


"Iya lah bego"


****


Bruuumm bruuumm. Suara deruman motor begitu kencang. Diatas nya sudah ada Franky dan bintang. Malam ini keduanya akan beradu balap demi memenangkan sebuah hadiah.


"Satu, dua , tiga"


Motor sport yang ditumpangi Franky dan juga bintang langsung melesat begitu cepat bagai kilat. Sorak Sorai penonton terus bersahutan menambah kemeriahan diarena balap tersebut.


Niko dan Ares begitu sangat tegang dibuatnya. Pasalnya kini permainan dipimpin oleh Franky sementara bintang tertinggal dibelakang nya.


Setelah tiga kali putaran. Posisi masih sama Franky masih setia memimpin permainan. Sementara itu bintang tertinggal makin jauh. Niko dan Ares terus berteriak berharap sahabatnya itu bisa menang.


Tak berselang lama tiba-tiba saja Bruaakkkkk. Niko dan Ares langsung berlari pada arena sirkuit. Terlihat bintang yang sedang meringis akibat terjungkal dari atas motor yang sedang melaju. Celana serta jaketnya robek itu artinya ia terluka goresan yang cukup dalam.


"Lo kalah" Franky datang setelah merasa dirinya menang dari bintang.


"Nih ambil" ucap bintang melempar kan kunci motor sportnya. "Thanks tang" ucap Franky tersenyum puas.


****


Bulan tampak belum bisa tidur. Ia sibuk menggulir-gulirkan ponselnya melihat sosial media. Kini matanya tampak membulat kala melihat postingan Niko. Bukan karena Niko nya tapi itu karena foto yang telah diunggah oleh lelaki itu.


Niko mengunggah foto dimana dirinya sedang berada diarena balap liar. Difoto itu nampak jelas bintang yang menaiki motor sport dan juga atribut layaknya pembalap.


Bulan tau betul itu dimana dan entah kenapa tiba-tiba ia merasa cemas. Ia takut jika bintang ikut balap liar itu dan membuat masalah.


Tanpa pikir panjang ia pun langsung segera beranjak dari kasurnya. Dan memakai jaket dengan perlahan ia langsung mengeluarkan motor. untung nya tidak ada siapapun yang mengetahui dirinya mengendap bagai maling. Terlihat pak Umar juga tidak ada di pos jaganya mungkin ia sedang dikamar mandi. Beruntung sekali bulan saat ini


Ia langsung melesat pergi menuju arena balap tersebut.


Bersambung. .

__ADS_1


__ADS_2