
Happy reading ✓
Pada siang itu kediaman rumah Dimas cukup ramai, hal itu dikarenakan orang tua bintang juga berada dirumah tersebut. Alda dan juga Erik langsung datang begitu diberitahu tentang keadaan Naya.
Untungnya Kanaya sudah siuman dari pingsannya, namun kelihatannya gadis itu enggan untuk membuka suara air wajahnya nampak begitu murung dan lesu.
"Naya kamu kenapa nak coba cerita sama bunda?" Alda dengan lembut bertanya pada Naya. Akan tetapi gadis itu Seakan tidak bergeming memilih tetap diam
"Dari tadi aku juga udah nanya sama Naya mba Alda, tapi ya gitu anak ini tetap diam" ucap Yuni sedih. Ia masih setia duduk disamping ranjang dimana Kanaya berbaring.
Sementara itu bulan terus menunduk sesekali ia akan menggigit bibirnya. Reo menyadari itu namun ia juga tetap diam hanya bertanya-tanya dengan dirinya sendiri didalam hati.
****
Braakkk baik bintang maupun Alda terperanjat kaget saat dengan kencang Erik menggebrak meja diruang tamu rumah nya.
Seusai berpamitan dari rumah Dimas. Bintang memutuskan ikut pulang bersama orangtuanya. Dan disini lah pemuda itu memberanikan diri menceritakan tentang niatan nya yang ingin membatalkan pertunangannya dengan Kanaya yang telah dilakukan beberapa Minggu lalu.
Tentu saja pernyataan bintang membuat kedua orangtuanya kaget seakan tidak percaya.
"Kamu udah gila yah bintang, apa yang ada di otak kamu itu hm?" Tanya ayah Erik emosi. Sedangkan Alda masih terdiam. Begitupun bintang remaja laki-laki itu juga masih diam menunduk.
"BINTANG" teriak Erik membentak mata nya melotot mengarah tajam pada sang putra.
"Karena aku cinta sama bulan yah" jawab bintang pada akhirnya.
Baik Erik maupun Alda Langsung menatap sang putra. Erik bangkit dan berjalan mendekati anak laki-lakinya
PLAAAKK. Satu tamparan keras mendarat ke pipi bintang. Hal itu membuat wajahnya tertoleh kesamping perih kebas itulah yang dirasakan bintang saat ini.
"Mas kamu apa-apaan sih" protes Alda tak terima.
__ADS_1
"Ayah beritahu kamu sekali lagi bintang. Lupakan niatan mu itu. Dan lanjutkan yang sudah terjadi antara kamu sama Naya. Belajar yang bener lanjutin juga sekolah mu, terus kuliah, kamu bantuin ayah handle perusahaan terakhir kamu nikah sama Kanaya" ujar Erik panjang lebar. Bintang menoleh pada ayahnya cepat.
"Ayah egois" desis remaja itu
"Apa kamu bilang egois. Kamu yang mulai nggak waras bintang. Saya sudah bilang dari awal kamu sendiri yang mau dengan pertunangan itu. Tapi lihat sekarang kamu mau membatalkan begitu saja. Apa kamu nggak mikirin akan seperti apa Kanaya nantinya, dan apa kamu nggak mikir hubungan keluarga kita dan keluarga Dimas"
"Tapi aku nggak cinta sama Naya yah. Aku cuma cinta sama bulan" rengek bintang frustasi
"Cukup. Suka atau tidak pertunangan itu tidak akan pernah batal mengerti kamu" ucap Erik telak. Dirinya langsung pergi dari hadapan istri serta anaknya.
Disisi lain Alda masih terdiam dengan linangan air mata. Ia tidak bisa berbuat apa-apa hanya sekedar membela sang putra. Karena Yang dikatakan suaminya benar.
"Bun" ucap bintang lemah menatap Alda. Namun Alda tidak menjawab dirinya malah bangkit dan meninggalkan bintang seorang diri.
****
SATU BULAN KEMUDIAN
Ya. Dalam satu bulan ini antar bulan dan bintang sudah tidak bertemu lagi. Selain bintang yang tidak diperbolehkan dengan orang tuanya. Mereka juga harus fokus belajar menghadapi ujian. Maka dari itu sudah satu bulan ini mereka tidak pernah bertemu intens. Paling bertemu hanya sekilas.
Hal itu pula yang disetujui oleh keduanya. Selain menghormati keinginan orang tuanya, bulan juga menghormati perasaan Naya. Dengan berbesar hati Kanaya si gadis cantik itu tidak lagi mempermasalahkan kejadian pada malam itu. Dirinya memilih menutup rapat-rapat, ia mencoba memaafkan sebisa mungkin dirinya berfikir bintang sedang khilaf.
Entah memang Kanaya yang berhati besar. Ataukah dirinya yang sudah kepalang jatuh hati pada pelukan bintang. Sehingga ia tetap mempertahankan hubungan nya dengan pemuda itu dengan cara tetap diam dan tidak mengungkit kejadian itu. Naya takut kalau ia mengungkit yang ada bintang akan mengeluarkan unek-unek yang tidak ingin dirinya dengar.
Makanya baik Yuni dan Dimas, sampai sekarang tidak tahu apa yang terjadi, penyebab Kanaya pingsan pada malam itu.
****
Kini seluruh siswa SMA KARYA BANGSA berkumpul di lapangan terbuka. Menatap kedepan dimana ada kepala sekolah yang sedang memberikan pidatonya mengenai kelulusan tahun ini.
Dan untuk puncak perayaan kali ini. Sekolah tersebut akan diadakan PROM NIGHT namun syaratnya harus berpasangan, itu artinya siswa-siswi yang akan menghadiri acara prom night tersebut harus datang dengan pasangan mereka.
__ADS_1
Kini Ares Niko dan bulan sedang dikantin setelah dari lapangan. Mengisi perut yang terasa keroncongan,
"Nik Lo nanti mau Dateng bawa siapa?" Tanya Ares pada Niko.
"Tau nih apes banget. Dari awal gue masuk SMA ini sampe lulus masih jomblo aja" keluh Niko. Bulan hanya terkekeh mendengar nya
"Dari pada pusing-pusing mending Lo bawa si Marta aja" ujar Ares lagi
"Marta mana? Marta adik kelas yang ada codet nya?" Tanya Niko memastikan. Ares mengangguk mantap
"Ogah" jawabnya ketus lagi-lagi bulan hanya terkekeh
"Kalau nggak sama si hulia anak IPA.1" Ares menawarkan kembali
"Si hulia yang matanya kedip-kedip Mulu kaya orang cacingan itu?"
"Iya hahaha" baik Ares dan bulan sama-sama terkekeh
"Temen kaya kampret Lo berdua" Niko memberengut kesal.
"BTW Lo sendiri mau Dateng sama siapa res?" Kali ini bulan yang bertanya
"Rahasia" jawab Ares
"Anjir sok misterius banget Lo" ujar Niko melemparkan kulit kuaci kearah Ares.
"Bintang kemana ya ko nggak keliatan dari tadi" tanya Niko, Ares mengedikan bahu, bulan pun tak menjawab. Walaupun ia tahu palingan bintang saat ini sedang bersama Kanaya. Dan bulan juga berfikir pasti bintang datang ke acara from night bersama Kanaya.
Maka dari itu juga dirinya bingung. Mau datang sama siapa dirinya nanti. Masa iya dia datang bersama dengan Niko. Yang benar saja, bulan membatin
Bersambung. .
__ADS_1